Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 9 Part 3

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 9 Part  – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca yang ini…

“Kamu harus menemukannya bahkan jika harus mencarinya di seluruh negri.” Ucap Yu Ra. “Karena ini adalah kesempatan terkahir dari kaisar, kamu harus menyelesaikan masalah ini sekali dan untuk selamanya, Tuan Ma.”

“Aku akan pastikan untuk membawakanmu tubuh Na Wang Shik. Tolong percaya saya Yang Mulia.”

“Apa yang kamu lakukan dengan tubuhnya? Apa kamu mengurusnya dengan benar?” di sisi lain. Na Wang Shik mendengarkan semuanya dari balik pintu.

“anda tidak perlu khawatir. Saya sudah mengurusnya.” Jawab Yu Ra. *ini maksudnya tubuh ahjumma kali ya? Na Wang Shik pun mendengarkannya sambil berkaca-kaca.

Dalam hatinya berkata. “Min Yu Ra bagaimana kamu bisa? Apa kamu mencuri mayat Ibuku? Min Yuuuu Raaaaa!!!

***

Kilas balik dulu.

Wang Shik sangat marah. Ia melihat Yu Ra sedang makan dengan ahjumma.

“Min Yu Ra…kamu dasar!!! Di mana kamu selama ini?” Na Wang Shik akan memukul Yu Ra namun dicegah oleh ahjumma. “Kamu tidak punya sopan santun. Bagaimana kamu bisa meninggalkan rumah tanpa bilang apapun?”

“Hentikan itu.” Ucap ahjumma.

Dan saat itu Yu Ra dalam kondisi perut yang amat besar. Yu Ra sedang hamil tua.

“Apa??? Perutmu???”

“pergi sana… pergi..,” Ahjumma meminta Na Wang Shik pergi. “Apa yang kamu lakukan pada orang yang akhirnya pulang? apa kamu tidak melihat dia makan?”

Tak lama. Dong Shik lahir.

“Yu Ra. Lihatlah…”

Yu Ra membuang wajahnya. “Buanglah. Aku bahkan tidak ingin melihatnya.”

“Bayi ini akan mendengarmu. Aku akan membesarkannya sebagai putraku. Jadi dia tidak akan menahanmu. Jangan khawatir dan hiduplah dengan tenang. Ibumu akan melakukan hal yang sama jika masih hidup.”

Yu Ra pun menangis. “Ahjumma.”

“Panggil aku Ibu sekarang. Ibumu dan aku adalah sahabat baik. Aku tidak pernah menganggapmu orang lain kecuali keluarga. Jika kamu takut orang-orang bicara, kami tidak akan diam saja.”

Yu Ra makin menangis. “Jangan menangis. Hidup putriku dipertarukan. Ibu macam apa yang tidak mau melakukan ini untuknya??” *pengen nangis nih segitu besarnya pengorbanan ahjumma dan Yu Ra malah membunuhnya.

Tak lama, Na Wang Shik pun datang.

“Lihatlah. Ini adikmu.”

“Apaaa?” Wang Shik pun kaget.

“Astagaaa… dia sangat tampan. Lihat matanya. Dia memiliki matamu.”

“Dia sangat imut. Apakah dia memang sekecil ini? dia sangat kecil.”Wang Shik pun tersenyum.

Tak lama. Setelah Yu Ra melahirkan. Satu keluarga ini pindah ke tempat yang baru.

Dong Shik diurus oleh Wang Shik sementara Yu Ra banyak belajar.

“Belajarlah. Ujian istana akan segera datang. aku akan membawanya tidur.” Ucap Wang Shik dengan Dong Shik yang menangis.

Wang Shik mendatangi kembali Yu Ra yang masih belajar. “Dong Shik sudah tertidur, apakah berjalan dengan baik?” Wang Shik memegang tangan Yu Ra. “Yu Ra, jangan khawatir tentang hal itu lagi. Aku akan menjagamu dan Dong Shik selama sisa hidupku.”

Dan Na Wang Shik pun mecium Yu Ra… haaahh sumpah.

“Belajarlah. Semoga berhasil.”

Yu Ra pun tersenyum. Mungkin saat itu mereka baru jadian????

***

Saat ini, Woo Bin menangis. Ia mengambil pistol dari dalam jasnya. Namun ia tidak kuat membendung air mata. ia menangis. Kecewa karena semuanya dibalas tuba oleh Yu Ra.

***

Ari bertemu dengan Sunny dan Lee Hyuk di lorong.

“Kaisar… Permaisuri. Halo… kalian berdua sangat cantik, ada lingkaran cahaya di sekitar anda ketika saya melihat anda dari jauh. Saya mendengar ada pesta para diplomat asing hari ini. apakah anda akan ke sana?”

“Ya benar.” Jawab Sunny. “Apakah Ari selalu tahu jadwal Yang Mulia?”

“Ini adalah acara resmi pertama yang anda hadiri hari ini. bagaimana mungkin saya tidak tahu? Saya ingin menghadiri pesta semacam itu suatu hari nanti. Dalam persiapan, saya akan belajar bahasa inggris dan prancis pagi ini. dan spanyol dan Cina di malam hari.”

Pegawagai yang mendampingi Ari langsung membisiki Ari. “Agasshi, Yang Mulia punya pekerjan yang harus dilakukan, jadi kita tidak bisa terlalu banyak mengambil waktunya.”

“Ayo pergi. Permaisuri…” Ucap Lee Hyuk.

“Ari senang bertemu denganmu.kita ketemu lagi.” Ucap Sunny.

***

Raja dan Ratu pun keluar. Sementara tamu sudah hadir. Persis seperti adegan pada episode 1. Sunny dengan kalung mihil bingitnya itu.

Semuanya bertepuk tangan.

“Terima kasih sudah merayakan pernikahan kami. Bersulang untuk hubungan baik kekasiaran korea dan negara lain.” Ucap Lee Hyuk in english.

“Baik… kenapa tidak mengatakan beberapa kaya juga?” Tanya Lee Hyuk pada Sunny.

“Saya? Apa yang akan saya katakan? Aku tidak bisa.” Ucap Sunny.

Kemudian Lee Hyuk berkata. “ nona Min mungkin akan bicara atas nama Anda.”

Yu Ra sudah akan naik panggung. Namun Sunny langsung berkata. “Tidak. Aku saja. aku akan melakukannya.”

Sunny sudah dipodium, ia berkata dalam bahasa korea. “Halooo…  aku adalah permaisuri kekaisaran korea. Oh Sunny.” Dan di sebelahnya, Min Yu Ra menerjemahkannya dalam english.

“Seandainya aku tahu hari ini akan datang, saya akan belajar bahasa inggris lebih keras di sekolah.” Tamu pun tertawa.

“Saya ingin menyapa dengan caraku sendiri.”

Dan Jang Na Ra menyanyi… yaaa maksudnya Oh Sunny. Jang Na Ra emang penyanyi sih yaaa… heheew. Penyanyi asli mah beda. Saat Sunny menyanyi, yang lain pun menari.

Lee Hyuk melihatnya dengan tersenyum. Yu Ra pun cemburu.

Di sisi lain, acara ini disaiarkan secara langsung di seluruh negri. Bahkan Hel Ro dan ayahnya melihat dari restoran.

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *