Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 9 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 9 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca yang ini…

Lee Hyuk nampak tertidur. Wang Shik yang sudah masuk pun langsung mengeluarkan pistolnya. Ia mengisi peluru dan mengacungkannya di depan Lee Hyuk yang tertidur.

Saat akan ditembakkan. Yu Ra tiba-tiba saja mucul di balik selimut di samping Lee Hyuk. Yu Ra nampak tertidur dan mendekat di samping Lee Hyuk.

Kali ini, Na Wang Shik melihat dengan matanya sendiri. bahwa Dewi pujaannya memang busuk. Akhirnyaaaaa kan… saya sudah kzl ngelihat Na Wang Shik yang bego tingkat dewa.

Na Wang Shik jelas kaget.

Tak lama. Kekagetannya dobel. Tiba-tiba ada suara Sunny yang mengetuk pintu.

“Yang Mulia…” Ucap Sunny. “Apakah ada di dalam? Apakah dia tidur?”

Yu Ra dan Lee Hyuk pun terbangun mendengarnya. Lee Hyuk langsung keluar menemui Sunny.

“Pemaisuri. Apa yang membawamu kemari?” *yaaa kaki lah. Wkwkw

“Saya dengar Anda bekerja lembur. Aku membawakan camilan.”

“Saya lelah. Jadi tertidur sebentar.”

“Apa saya membangunkan Anda? Astagaaa… apa yang sudah aku lakukan? Yang Mulia, anda bekerja terlalu keras. Seluruh negri harus tahu bahwa Anda begadang samalaman bekerja.” di saat yang sama Wang Shik dan Yu Ra yang bersembunyi pun nampak mendengarkan percakapan mereka. “Apa anda sudah selesai dengan pekerjaan anda?”

“Apa?”

“Aku ingin tahu jika anda akan menghabiskan sisa malam anda di sini. sebenarnya, setelah pernikahan kita, kita belum menghabiskan waktu bersama. Aku hampir tidak bisa melihatmu.”

“Saya punya banyak pekerjaan. Kuharap kamu bisa mengerti.” Dari atah dalam tiba-tiba terdengar suara.

“Aku mendengar suara.” Ucap Sunny yang melongkok ke arah dalam.

Lee Hyuk pun langsung panik. “Mari kita ke kamarmu.”

“Ye?”

“Seharusnya kita menghabiskan malam bersama hari ini. saya tidak pengertian. Meskipun sibuk dengan pekerjaan, saya seharusnya tidak meninggalkanmu sendirian. Ayo pergi ke kamarmu bersama.”

Lee Hyuk manarik Sunny. “Ada suara….” Ucap Sunny.

“Ayo pergi sekarang.”

Suara tersebut tentu saja berasal dari Yu Ra yang menggeser kursi.

***

Lee Hyuk sudah sampai di kamar Sunny. Dan karena sudah kepalang tanggung. Sunny digotong sampai ke ranjang dan dibanting. Wkwkwkkw *Serius lho dijatuhkan gitu aja di kasur. Kaisar pun melepas jubah piyamanya.kemudian mendekat pada Sunny.

Lee Hyuk melepas tali baju Sunny dan mulai mendekati Sunny. Tapi Sunny malah teriak. “Yang Mulia…” yaaa yaaaaa sangat tydak pro sekali. Wkwkwk. Tydak seperti Yu Ra.

“Lampu. Tolong matikan lampunya.” Ucap Sunny.

Kaisar terdiam sebentar kemudian mencium sunny. Berkali kali. kemudian lampu pun dimatikan.

***

Yu Ra masih ada di dalam kamar Lee Hyuk. Ada figura foto pernikahan Lee Hyuk dan Sunny. Ia mengambilnya dan membantingnya dengan marah. Na Wang Shik pun masih bersembunyi memperhatikan.

Yu Ra meremas foto tersebut beserta pecahan kacanya hingga tangannya berdarah. Yu Ra menangis. Tak lama ponselnya bergetar (ehh tas yang dipakai sama kayak yang dipakai saat kejadiaan naas di dekat vila saat tabrakan).

Dengan buru-buru, Yu Ra langsung mengambil ponselnya.

“Ya, Yang Mulia.”

“Saya menelpon karena khawatir. Apakah kamu kecewa?”

“Kecewa? Tidak. Sama sekali tidak.” Halaaahh tetep aja hatimu panas. “Kita harus melewati ini setidaknya sekali. Bukankah aku memberitahumu bahwa aku tidak akan meragukan cintamu untukku?”

“Itu saja yang aku butuhkan.”

“Jangan khawatir tentang aku. Tidurlah dengan nyenyak.” Yu Ra pun menutup telponnya.

Yu Ra pun mengambil tasnya kembali dan hendak pergi. Saat inilah, Na Wang Shik menyadari bahwa tas yang dimiliki Yu Ra sama dengan tas yang ada di dalam vila.

*rahasia terbongkar kembali.

***

Esoknya, Lee Hyuk terbangun dengan Sunny yang sudah ada di sampingnya.

“Anda sudah bangun?”

Lee Hyuk sangat kaget melihatnya. “Apa yang kamu lakukan?”

“Ahhh… saya tidak percaya Anda ada di sebelahku. Saya tidak tahu ini mimpi atau bukan. Itu tampak seperti anda berada di lukisan ketika sedang tidur. Awww… aku berusaha untuk tidak melotot, tetapi aku tidak bisa berhenti. Dan aku akhirnya menatapm sepanjang malam. Aku baik-baik saja. tidak lelah sama sekali.”

***

“Yang Mulia menghabiskan malam bersama Permaisuri, Yang Mulia.” Ucap Nona Choi pada Ibu Suri,

“Baiklah. Mudah-mudahan, dia akan sadar sekarang dan fokus pada Permaisuri. Apa yang kamu ketahui tentang Min Yu Ra?”

“Saya melihat Nona Min tapi tidak ada yang berhubungan dengannya. Saya tidak dapat membuktikan apapun.”

“Tidak ada bukti… aku yakin bahwa penyihir itu ada di belakangnya. Jika tidak ada. kita bisa membuatnya.”

***

Dua orang biacara di dalam mobil.

“Apa maksudmu? Apakah kamu menyuruhku untuk berbohong sekarang?” Ucap Si lelaki.

Nona Choi kemudian berkata. “Kamu tidak berbohong. Aku menyarankan agar kita membuat kebenaran. Jika kamu mengatakan bahwa Min Yu Ra adalah orang yang menyuruhmu untuk mengutak-atik derek sang Ratu. Ibu Suri akan membayar operasi putramu.”

“Operasi putraku?”

Tas berisi uang diambil dan diserahkan. “Ibu Suri juga akan membantu keluargamu hidup tanpa khawatir tentang uang selama sisa hidupmu.”

Dan di dalam kotak itu ada pulpen. *masih belum jelas nih.

***

Sebuah kotak besar dibuka oleh Sunny. “Nenek, coba ini.”

“Apa ini?”

Sunny memberikan semacam tonik. “Nenek, anda harus terus menjunjung martabatmu dan menjalani hidup yang sangat panjang dan sehat di negara ini.”

Nenek meminum toniknya. Iyelaaah ini iklan. “Ini seperti minuman yang telah diwariskan keluarga selama berabad-abad.”

Lebay yaaa… palingan juga kayak tolak angin.

***

“Ini adalah surat dari Penggemar Anda, Yang Mulia.” Ucap seorang pegawai. Lee Hyuk pun memeriksa suratnya. Di sampingnya sudah ada Min Yu Ra. Salah satu surat tertulis dengan pengirim Na Wang Shik.

“Na Wang Shik?” Ucap Lee Hyuk. Mendengarnya. Yu Ra pun kaget.

“Apa?”

“Bukankah dia pria itu? anak dari perempuan yang meninggal di bichido.”

“Ya itu benar.”

Surat pun langsung dibuka.

Yang terhormat, kaisar kekaisaran korea,  saya menulis surat ini dari lubuk hati saya. Saya lega melihat anda sehat dan bahagia. *didalam amplop juga ada foto ahjumma dengan Na Wang Shik.

Saya harap anda dapat menghargai kebahagiaan anda untuk waktu yang sangat lama. Dari Na Wang Shik yang sangat ingin melihatmu di dunia ini.

Lee Hyuk sangat marah dan membanting meja… ihhh sama yaaa kebiasaannya sama Yu Ra yang suka membalikkan meja. Coba mimin besoksore.com itu membalikkan jemuran.

***

Pil Joo langsung ditodongkan pistol oleh Lee Hyuk.

“Ma Pil Joo, beraninya kamu berbohong kepadaku.”

“Bagaimana aku bisa berbohong kepada Anda, Yang Mulia. Na Wang Shik pasti jatuh ke dalam lautan setelah aku menembaknya. Tidak mungkin dia masih hidup.”

“Haruskah aku menembakmu? Untuk lihat apa kamu mati atau tidak? Berengsek ini masih hidup. temukan dengan segala cara. Kamu mendapatkan peringatan terakhir.”

Berlanjut ke bagian 3 di sini. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *