Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 8 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 8 Part 2 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini.Untuk selengkapnya ada di sini.

“Rupanya kamu mempekerjakan Min Yu Ra lagi.” Ucap Ibu Suri pada Lee Hyuk.

“nenek suri memanggilnya kembali. Aku juga tidak tahu.”

“Dia perempuan yang mengerikan. Dia menghilang tanpa jejak selama dua bulan. Ibu tidak tahu kapan dia mulai mendekati Nenek Suri. Ibu yakin dia terlibat dalam insiden hari ini.”

“Ibu menuduh berdasarkan bukti apa? Dia tidak mampu melakukan kejahatan seperti itu.”

“Yang Mulia.”

“Kita menyelidiki semua orang yang berhubungan dengan insiden ini. kita masih sempat membahas ini setelah menemukan kebenarannya. Aku harus istirahat sekarang.”

“Ini peringatan terakhir Ibu. Keluarkan Min Yu Ra dari istana sekarang juga. Kalau tidak, istana akan menjadi rumah sakit jiwa. Camkan perkataan Ibu. Kamu akan tahu segera bahwa Ibu benar.”

***

Lee Hyuk bicara sendiri. “Kurasa Yu Ra memang mengancam bagi Ibu. Lantas, aku harus lebih berusaha agar dia tetap bertahan.”

***

Yu Ra mendatangi kediaman nenek.

“Yang Mulia. Anda memanggilku?”

“Mengenai penyerangan Permaisuri hari ini. Laporkan kepadaku begitu penyelidikan selesai.”

“Ya. yang Mulia.” Yu Ra nampak akan mengatakan sesuatu namun ia ragu.

“Kenapa? ada sesuatu yang ingin kamu katakan?”

“Sebenarnya, ada hal yang tidak sempat aku katakan kepada Anda tadi.”

“Katakan. Tidak apa-apa. Beri tahu aku. Ini masalah yang sangat penting bagi keluarga kekasiaran kita.”

“Aku menyelidiki operator derek. Nona Choi yang melayani Ibu Suri mempekerjakan operator itu. sebelum upacara penting, dia mengganti operator tiba-tiba hingga membuatku waspada.”

“Lantas. Itu berarti Ibu Suri…”

“Tidak. Kita belum mendapatkan bukti yang kuat. Aku belum bisa mengkonfirmasinya.”

“aku menunjukmu sebagai kepala asisten keluarga kekaisaran demi keamanan permaisuri. Tolong jaga permaisuri dengan hati-hati dan bantulah dia. itulah permintaanku.”

“Jangan khawatir Yang Mulia. Aku akan membantu dengan sekuat tenaga. Selamat malam, Yang Mulia.”

Saat Yu Ra pergi. Nenek bicara sendirian.

“Dia juga bukan sembarang gadis. Pertarungan sudah dimulai. Penjahatnya akan segera tertangkap.”

***

“Harus aku akui kamu kuat.” Ucap Pil Joo pada Yu Ra. “Bagaimana kamu bisa kembali? Terlebih kamu kembali sebagai kepala.”

“Ayo jalan-jalan.”

Mereka pun bicara sambil jalan-jalan.

“Kamu sudah menemukan Wang Shik? Bagaimana dengan Dong Shik?”

“Mengenai itu, mereka hilang seolah-olah tidak pernah ada.”

“Ini sudah dua bulan. Apa yang dia rencanakan? Aku puanya firasat buruk soal ini. temukan dia secepat mungkin sebelum Kaisar mengetahuinya.”

***

Yu Ra akan masuk ke ruangan Lee Hyuk namun di pintu ia bertemu dengan Woo Bin.

“Kamu…kamu yang menyelamatkanku bukan?” Tanya Yu Ra.

“Ahhh Ya.”

“Terima kasih banyak. Berkat dirimu, aku tidak terluka parah. Aku akan berterima kasih dengan layak lain kali.”

Yu Ra kemudian masuk ke ruangan Lee Hyuk.

*begini dalam hati Woo Bin. “Tunggulah aku sebentar lagi Yu Ra.”

***

“Sudah dua bulan. Kamu tahu apa yang kulakukan demi mengembalikan dirimu ke istana? Kumohon kepada nenek dan bilang hanya kamu yang cocok untuk ini.”

“Aku kembali kemari sesuai permintaan Nenek Suri. Begitu Permaisuri menyesuaikan diri dengan kehidupan istana, aku berencana untuk pergi.” Haaaalaaah bohong aja.

“Pikirmu aku memanggilmu kembali agar kamu bisa menjaga Permaisuri?”

“Apa?”

“Haruskah aku katakan kenapa aku menyetujui pernikahan konyol ini? agar bisa bebas dari campur tangan ibu. Aku ingin menjadi lebih kuat dengan Oh Sunny sebagai perisaiku. Aku ingin menjadi kaisar sejati. Kusadari ini saat Ibu suri melapor polisi untuk memisahkan kita. Kalau rencananya gagal, pada akhirnya, dia bahkan bersedia menyingkirkan putranya sendiri.”

Yu Ra nangis bombai. “Itulah Ibuku.” Lanjut Lee Hyuk. “Itulah Ibuku.” Begitu juga Lee Hyuk yang menangis sambil marah. “Kini akan aku ambil milik ibuku satu per satu. Entah itu pengaruhnya, uang, atau kekuasaan, akan aku ambil semuanya.”

“Yang Mulia.”

“Kamu akan segera aku jadikan wanita paling berkuasa di istana. Jadi jangan meragukanku dan cemburu kepadanya. Percaya saja padaku. Kalau kamu masih tidak bisa memercayaiku.kamu boleh pergi sekarang.”

Yu Ra pun memeluk Lee Hyuk dari belakang.

“Yang Mulia, aku tidak akan meragukan Anda atau cemburu padanya. Jika itu berarti Anda bisa bebas dari pengaruh Ibu Suri,aku bahkan bisa membasuh kaki Permaisuri. Hingga saat itu, aku siap membantu Anda.”

Mereka pun berpelukan.

“Aku mengerti. Terima kasih.”Ucap Lee Hyuk.

***

Sunny melihat fotonya yang sedang ketakutan di mimbar lewat internet.

“Siapa ini? ini aku??? Ahhh sulit dipercaya. Semua foto pernikahanku memalukan. Hidupku hancur!!! Kaisar tidak boleh melihat ini. bagaimana ini?apa yang harus aku lakukan? Ini jelek sekali.”

Seseorang kemudian mengetuk pintu.

“Yang Mulia. Ini Min Yu Ra.”

Dengan berlari dan membawa infusnya. Sunny kembali ke tempat tidur.

“Yang Mulia, bagaimana keadaan Anda?”

“Sekujur tubuhku sakit. Aku hampit tidak tahan lagi.” Ucap Sunny.

“Kaisar mengirimkan makanan khusus untuk membantu pemulihan anda.”

Sunny diberikan makanan.

“Bagimana dengan Kaisar? Dia tidak akan makan denganku?”

“banyak yang harus dia selidiki mengenai insiden hari ini. dia sangat mencemaskan anda, Yang Mulia.”

“Khawatir tidak akan berguna bagiku. Dia belum mengunjungiku sama sekali….” Sunny melanjutkan bertanya. “Permisi, kalau kamu bertemu dengan Kaisar, tolong beritahu dia bahwa kondisiku kritis. Katakan padanya aku tidak bisa makan.”

“Akan aku teruskan pesan itu.”

“Terima kasih banyak.”

Sunny pun memegang tangan Yu Ra. “Tolong sering-seringlah membantuku, Nona Min.”

“Tentu saja Yang Mulia, akan aku lakukan yang terbaik untuk membantu anda.”

“Terima kasih.”

***

“Aku baik-baik saja. untungnya, tulangku tidak patah. Hanya perlu istirahat beberapa hari. Yaaa… aku makan dengan teratur dan hidup dalam kemewahan sekarang. jangan khawatir”. Sunny bicara di telpon sambil jalan-jalan.

“Yang Mulia baik padamu?” Tanya Ayah. “Dia sering mengunjungimu?

“Tentu saja, dia tergila-gila padak. Dia pria yang sibuk, tapi mengosongkan semua jadwalnya. Dia terus menempeliku. Aku sudah muak dengannya. Ayah… Kaisar mencariku lagi. Aku harus pergi.” Sunny menutup telponnya.

Sunny bicara sendirian. “Kaisar sudah mati atau masih hidup? maksudku istrinya cidera, teganya dia tidak berkunjung sama sekali.”

Saat Sunny berbalik. Ia kaget karena ada Woo Bin.

“Omooo aku kaget. Sejak kapan kamu di situ? Kamu tidak mendengar pembicaraanku di telpon tadi bukan? Ahh  kamu mendengarnya. Seharusnya beritahu aku kalau kamu di situ. Kenapa kamu… astagaaa….”

Sunny pun lanjut berjalan.

Lanjut ke bagian 3 ya. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *