Advertisements

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 7 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 7 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Untuk selengkapnya ada di tulisan yang ini ya.

Di lapangan, sedang diadakan audisi untuk pengawal baru dengan Kaisar sendiri yang akan menjadi jurinya.

“Apa yang kamu lakukan? Letakkan senjatamu sekarang.” Ucap ketua keamanan pada Woo Bin. Namun, Woo Bin terdiam sejenak. Dalam bayangannya adalah mengenai bagaimana kenangannya bersama dengan Ibunya. Bagaimana ia tahu Lee Hyuk adalah pelaku tabrak lari dan saat melihat Ibunya terbaring mati di rumah sakit.

Saat itu Woo Bin menjadi berkaca-kaca. Ia pun menurunkan senjatanya dan dibekuk para pengawal lainnya.

“Tidak apa-apa.” Ucap Lee Hyuk. “Apa yang yang ada dalam benakmu, sehingga menodongkan pistol ke kaisar?”

“Aku belum menjadi pengawal Anda. Jadi aku harus melindungi diriku dari orang lain sejak anda menggunakan pistol.”

“Lepaskan dia.”

“Tapi Yang Mulia….” Ucap Kepala keamanan.

“Jika dia menjadi pengawalku, dia akan sepenuhnya melindungiku. Aku suka nyalimu.” Ucap Lee Hyuk. “Siapa namamu?”

“Aku Chun Woo Bin.”

Lee Hyuk membuat pengumuman. “aku menunjukknya menjadi pengawal Kaisar dan Permaisuri.” Lee Hyuk pun pergi. Woo Bin pun sebenarnya berkaca-kaca.

***

Nenek makan di restoran Sunny dengan menyamar.

“semuanya 11 dolar.” Ucap kasir.

Nenek merogoh kantong, “Ohh tidak. Aku tidak punya uang.”

“Sekarang? setelah Anda memakan semua ini?” Ucap Sunny yang sedang membereskan meja.

“Begini… aromanya lezat sampai aku lupa diri. Aku datang untuk makan dan tidak tahu aku padahal aku tidak punya uang. ahh bagaimana ayammu sangat enak?” Ucap Nenek pada Hel Ro yang mendekat padanya.

“Anda sungguh pandai berdalih, jangan ganti topik dan bayarlah.”

“Aku tidak punya uang. tidak bisakah kamu menganggapnya sebagai amal untuk wanita tuna wisma?”

Hel Ro marah. “Tunawisma mana yang menggunakan kacamata designer? Aku akan menggeledahmu dan menemukan uangmu.” Ucap Hel Ro.

Hel Ro akhirnya menemukan uangnya. “Lihat? Aku tahu itu. beraninya kamu berbohong padahal kamu punya uang? kamu tidak tahu malu.”

Karena Hel Ro lebih tinggi. nenek sulit meraih kembali uanganya. “Berikan itu padaku. Itu untuk bayar bis pulangku. Aku datang dari Gwangju. Jika aku tidak punya uang itu, aku harus berjalan hingga sana.”

“Jalan kaki saja. atau jual kacamata hitammu.”

“Ini tiruan. Mana mungki aku punya barang bermerk. Berikan itu padaku.”

Karena terjadi keributan. Ayah dan Sunny mulai melerai. Di saat itulah nenek kembali mengambil uangnya dan mengambil banyak permen.

Kesal, Hel Ro pun mengejar nenek dan mengambil uangnya kembali.

***

Nenek pun keluar. Sunny mengejarnya.

“Nenek, ini uang milikku, gunakan untuk ongkos bismu?”

“Aigooo kenapa kamu memberiku begitu banyak?”

“Kamu tidak akan bisa sampai ke Gwangju dengan 10 dolar. Apakah kamu tidak tahu saat datang ke Seoul?”

Hel Ro keluar. Dia masih marah. “Kenapa masih ada di sini?”

“Dia akan pergi sekarang. kamu pergilah dan berhentilah marah.” Ucap Sunny. Hel Ro pun pergi.

Sunny juga memberikan nenek permen. “makan ini dan pulanglah dengan selamat, nenek.” Kemudian Sunny masuk ke restoran kembali.

Nenek Suri pun senang. “Aigooo… dia gadis yang baik, tapi aku tidak suka adik perempuannya.”

Nenek sedikit berjalan dan tentunya sudah banyak dayang dan pengawal yang menunggunya dengan mobil.

***

Berita sudah mulai tersebar tentang adegan kissue Lee Hyuk dan Oh Sunny usai pementasan. Berita tentang lamaran itu pun dibaca oleh Ibu Suri.

“Yang Mulia, walaupun anda membenci Yu Ra. Tapi saya tidak tahu apakah itu bijaksana untuk membuat Oh Sunny menjadi permaisuri.” Ucap Choi Tim-jang.

“Aku akan menggunakannya sebentar dan membuangnya, dia sempurna. Keluarganya bukan siapa-siapa dan tidak membanggakan sama sekali. Aku harus membersihkan istana sekarang.”

***

Yu Ra dilepas pakaiannya atas dasar perintah Ibu Suri.

“Lepaskan bajunya sekarang. dia tidak boleh mengambil apapun dari Istana. Usir dia tanpa apa-apa, sama seperti cara dia datang.”

Yu Ra dilucuti bajunya. Tak cukup itu, Choi Timjang juga menamparnya.

Yu Ra berlari menuju Ibu Suri. “Yang Mulia. Aku salah. Tolong maafkan aku satu kali ini saja.” Yu Ra menangis sambil memohon.

“Apa yang kalian tunggu? Singkirkan dia.” Ucap Ibu Suri.

Para dayang akhirnya mengambil Yu Ra dan menyingkirkannya.

Ibu Suri berkata, “Gadis malang, itu tidak akan terjadi jika dia pergi ketika aku menyuruhnya.”

***

Pesawat mendarat. Karakter baru muncul lagi. Saat masih di bandara, ia menerima telpon.

“Ya. aku telah tiba dengan selamat. Aku akan beristirahat selama beberapa hari dan kemudian aku akan menghubungi penerbit secara langsung.” Doi ngomong pakai english.

Kemudian di bandara terdengar suara berita reporter TV. Pria muda ini pun diam mendengarkan.

Pernikahan kaisar akan berlangsung satu minggu lagi. Fakta bahwa calon permaisuri terpilih melanggar lebiasaan konservatif sedang diuji. Karena sudah tujuh tahun sejak Pemaisuri So Gyun meninggal, Istana Ehwa berada di pusat perhatian dunia.”

“Mengapa mau menikah lagi Yang Mulia? Tragedi besar apalagi yang ingin kamu lihat lagi?” Gumam sang pria.

***

Di rumah Sunny sedang bersiap-siap. Sunny tidak boleh keluar dari kamarnya.., ini semacam kayak dipingit gitu apa ya?

“Ayah kapan aku sudah boleh keluar?”

“Mereka mengatakan jika pengantin pria melihat pengantin wanita selama ritual ini, itu namanya curang. Tunggulah.”

Di luar banyak sekali seserahan yang membuat Hel Ro dan Ayah menjadi bengong.

“Saya akan memberi salam Tuan.” Ucap Choi Timjang. “Saya Choi. Saya dikirim dari istana.”

“Di mana kaisar?

“Ada masalah yang mendesak muncul jadi dia tidak bisa hadir.”

“Dia tidak bisa datang? tapi dia adalah yang utama dari ritual ini. aku sudah menyiapkan ini.” Ayah menunjukkan sebuah kotak.

“Namun, seperti yang Anda lihat, kami telah membawa hadiah pernikahan.”

“Ya… lalu siapa yang akan menghancurkan tembikar labu?” *bentuknya sih gitu ya

Tiba-tiba Putri lari seperti kesetanan dan menghancurkannya dengan cara diinjak. Wkwkwkw… suka deh sama ni orang. Suka kocak.

“Halooo… aku putri kerajaan korea. aku saudara Kaisar. Aku adalah Noona dari Kaisar.” Ucap Putri pada Ayah Sunny.

“Ahh yaaa.. Halo Putri.”

“Omoooo siapa ini? Kamu tinggal di sini?” Putri langsung mendekat pada Hel Ro. “Ahhh ini sangat sederhana.” Putri pun melihat ke sekeliling. “Aku belum pernah ke tempat sepertiini sebelumnya, bolehkah aku mengambil gambar?”

Langsung swafoto deh. Hel Ro yang marah. “Kamu di sini bukan untuk berpariwisata. Sadarlah…”

“Jangan kasar seperti itu.” Ucap Ayah pada Hel Ro. “Tuan Putri, bagaimana jika kita memulai ritualnya?”

“hanaaa dul settt…” Eh malah foto bareng ayah sunny. Wkwkwk

***

Ritual dimulai.

“Ini bagian yang paling enak.” Ayah mengambilnya dengan sendok. “Karena mempelai pria tidak ada,  bagaimana jika Tuan Putri yang menggantikannya?”

Putri sudah mangap lebar mulutnya.

Tapi ayah berteriak. “Ahhh TUNGGU!!!! Kamu bercerai dua kali. tidak….”Ucap Ayah yang menarik kembali suapannya.

“Aku juga tidak mau.” Putri teriak. Putri memegang dadanya. “Aku tidak suka dengan karbohidrat”

Hel Ro senyum sinis.

“Sunny keluar… Sunny…..” Ayah menyuruh Sunny keluar.

Sunny pun sudah keluar. “Terima kasih sudah datang Yang Mulia.”

“Seperti yang seharusnya. Aku biasanya tidak datang ke tempat seperti ini.”

He Ro berkata, “Ini aneh jika saudara perempuanku adalah Permaisuri. Bukankah derajatnya lebih tinggi dari Seorang Putri? Tapi kenapa kamu bicara tidak sopan?”

“Dia belum menikah dan aku anak tertua. Yang tertua.” Putri memberikan penekanan.

“Baiklah. Lupakan semua itu dan buka hadiahnya.” Ucap Ayah.

Lanjut ke bagian 2 aja ya. klik di sini untuk kelanjutannya,

*karakater yang baru muncul adalah Yi Yoo yang diperankan oleh Oh Seung Yon.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *