Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 6 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 6 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini.

Ahjussi dan Na Wang Shik makan bersama. Namun Na Wang Shik nampak tidak nafsu makan.

“Sudah satu pekan. Sampai kapan kamu mau menumpang di sini? Makanlah dengan teratur. Kamu tidak akan pulih kalau begitu.”

Kemudian di TV ada suara reporter membacakan berita.

Selama perayaan di istana Ehwa… kaisar Lee Hyuk menciptakan citra yang kuat dari kekaisaran korea…

Mendengarnya. Na Wang Shik menjadi marah. Ia menggebrak meja.

“Kamu berusaha menghancurkan semua kepunyaanku?” Tanya Ahjussi yang kesal atas sikap Na Wang Shik. “Kenapa tidak sekalian menghancurkan meja, rumah dan yang lainnya?”

“Bedebah itu…”

“Apa?” Ahjussi ikut melihat tatapan kebencian Na Wang Shik yang menatap TV yang memberitakan tentang kaisar.

“Kamu marah pada Kaisar? Semua orang menyukai Kaisar. Kenapa kamu membenci dia?”

“Semua itu pura-pura. Dia menipu semua orang. Tidakkk… maafkan aku.”

Berita beralih tentang kecelakaan. Na Wang Shik hanya menatap TV.

***

“Tinggalkan saja.” Ucap Ahjussi.

 

“Maaf telah memecahkan mangkuk.” Dan karena Wang Shik masih belum stabil. Ia jadi menjatuhkan nampan. Na Wang Shik sangat kesakitan di bagian kepala.

“Astagaaa… aku sudah menyuruhmu dioperasi di rumah sakit umum. Ada peluru di dalam kepalamu, itu bisa meledak sebentar lagi.”

“Tuan. Bisa ambilkan pakaian?”

“Untuk apa?”

“Aku harus menjemput adikku. Dia mudah takut dan sudah sendirian terlalu lama.”

“Aku tidak punya pakaian yang cukup besar untukmu.”

**

Sunny sedang bekerja di penatu. Ia nampak sedang menerima telpon.

“Kenapa? aku sibuk.”

“kamu tidak ada pertunjukkan hari ini. aku hanya ingin makan dengan kamu dan Hel Ro.”

“Aku tidak bisa tetap sopan kepadanya dan makan bersama. Sudah kubilang aku harus berlatih.”

“Kamu adalah gagak. Apa yang harus dilatih? Hari ini ada makan-makan keluarga. Pastikan kamu tepat waktu. Ahh yaa… pastikan kamu berpakaian rapi.” Ayah menutup telponnya.

“Kenapa dia tiba-tiba ingin makan-makan keluarga?” Sunny pun heran.

***

Ayah dan Hel Ro sudah ada di restoran mewah.

“Kenapa kita datang ke tempat mewah?” Tanya Sunny yang baru saja datang. “Hel Ro yang traktir? Aku tidak punya uang.”

“Kamu tidak pernah menurut ya? ayah bilang berpakaian rapi, kenapa memakai itu?”

“Dari mana ayah mendapatkan pakaian itu?”

“Ayah tampan tidak?”

Kaisar pun datang. “Lama tidak jumpa Oh Sunny.”

“Yang Mulia.” Sunny pun bengong. “Kenapa anda di sini?”

“Yang mulia menyiapkan segalanya di sini.” Ucap Ayah. “Dia ingin memberimu kejutan. Dia sendiri yang menelpon”

“Apa ini? kakak bilang sudah berakhir.” Ucap Hel Ro.

“Apa dia bilang begitu? aku sedikit kecewa.” Ucap Kaisar.

“Sunny. Semua ini dari dia. ada hadiah untuk kami juga. Semua ini pakaian desainer. Jam tangan ini untuk ayah. Bukankah ini luar biasa?”

“Bisa jelaskan ada apa?” Ucap Hel Ro.

Sunny mengambil jam tangan dari ayahnya. “Sedang apa kamu? Yang Mulia menghadiahkan semua ini.” Ucap Ayah.

“Akan kakak jelaskan kepadamu nanti. Hel Ro,antar ayah pulang.”

Hel Ro pun membawa ayahnya pergi. Namun ayah malah marah pada Sunny. “Yang Mulia menyiapkan ini… apa yang kamu lakukan? Begini ayah membesarkanmu?” ayah mengambil dua kotak hadiah. “Anak nakal. Baiklah. Ayah mengerti.”

Hel Ro mengambil dua kotak hadiah itu dari ayahnya dan membawa ayahnya pulang.

***

“Apa-apaan ini?”

“Aku menelpon karena ingin makan denganmu. Aku membuat tidak nyaman?”

“Ini tidak nyaman. Sangat tidak nyaman. Waktu itu anda jelas menegaskan bahwa Anda hanya penggemar. Hari ini, Anda mengurus keluarga dari orang yang Anda gemari. Kenapa menghadiahkan barang-barang mahal? Beginikah Anda memperlakukan orang lain? kenapa Anda membuatku bingung?”

“Hari itu, aku hanya tidak yakin dengan perasaanku. Aku juga sempat kebingungan. Tapi jika dipikirkan kembali, kurasa perasaan sukaku lebih dari seorang penggemar.”

“Tidak. Anda hanya penasaran. Anda mungkin penasaran karena ku dari dunia yang berbeda. Namun, tidak ada yang istimewa. Aku tahu itu sejak awal.”

“Kamu pasti marah kepadaku. Aku minta maaf atas sikapku tempo hari. Aku kasar. Setelah melihatmu pergi seperti itu, aku terus memikirkanmu. Aku juga merindukanmu.”

“Jangan berkata seperti itu juga. Aku tahu pasti Anda dan aku tidak bisa bersama. Jadi, mari jalani hidup masing-masing di tempat yang cocok untuk kita.” Sunny kemudian pergi.

“Tidak semudah yang aku pikirkan.” Ucap Lee Hyuk saat Sunny sudah pergi.

***

Sunny pergi ke teater. Ia melihat makanan terjamu dengan mewah dan banyak di panggung. Para staf pun sedang asyik memilih makanan.

“Apa yang kalian lakukan? Semua ini apa?” Tanya Sunny.

“Yakkk… kami yang seharusnya bertanya. Yang Mulia mengirimkan makanan. Dia harap pertunjukkan kita sukses.”

“Apa?”

“Benarkah ada sesuatu di antara kalian berdua? Ini ironi terbesar abad ini.”

“Bagaimana dengan produser?”

***

Lee Hyuk kali ini menemui Produser.

“Aku sangat kecewa kepadamu, Sutradara Ha.”

“Maaf aku tidak paham maksud Anda.” Sunny diam-diam mengintip dari pintu.

“Kamu memilih peran utama berdasarkan hubungan pribadmu padahal dia tidak berbakat. Kamu mengganti peran utama karena orang tuanya berinvestasi?”

“Ahhh tidak… maksudku…”

“Bagaimana bisa mengarahkan pertunjukkan ini? kamu juga membeli tempat ini?”

“Ahhh tidak!! Aku menjadi sutradara murni karena bakatku.”

“Kembalikan semua seperti semula.”

“Baiklah.”

“Aku tidak tahan dengan ketidakadilan.”

Tuan Ma berlutut. “Maafkan aku. Aku telah khilaf, Yang Mulia.”

“Aku ingin orang-orang seperti Oh Sunny diakui karena bakatnya melalui pertunjukkan musikal.” Lee Hyuk dan rombongan pun pergi.

***

Sunny yang melihat semuanya jadi ngedumel. “Dia datang dan pergi. Hatiku diambil lalu dibuang. Apa maunya? Kenapa kamu terus mengujiku? Kenapa?

***

Restoran ahjumma ibu dari Na Wang Shik masih dijaga ketat. Kemudian seseorang dengan penutup wajah datang.

“Siapa kamu?” Tanya penjaga.

Adegan bak bik buk berlangsung antara pria bertopeng dan penja

ga. Pria bertopeng berhasil membawa adik Na Wang Shik. Dan dia adalah ahjussi.

***

“Hyung…” Sang anak berlari menuju Na Wang Shik.

“Dong Shik…” Wang Shik memeluk adiknya. “Maafkan kakak. Apa yang terjadi? Bagaimana kamu bisa kemari?”

“Kakek itu membawaku kemari.”

“Dong Shik. Kamu pasti ketakutan bukan? Tuan, di mana Anda menemukan Dong Shik?

**

Karena tahu Dong Shik sudah diambil. Pil Joo kini mengamuk. Ia memukuli para komplotannya.

“Na Wang Shik masih hidup!!! harus aku temukan dia apapun caranya.”

Bersambung ke bagian 3. klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *