Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 6 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 6 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya ada di sini.

Yu Ra kembali ke rumah Na Wang Shik. Ia mengambil figura foto dan bukti-bukti bahwa dia pernah punya hubungan dengan Na Wang Shik.

Kemudian Yu Ra mendengar teriakkan anak-anak.

Pil Joo menyiksa sang anak.

“Kamu yakin Wang Shik tidak kemari? Kalau kamu berbohong, ahjussi akan menghukummu.”

“Dia benar-benar tidak kemari. Sudah kukatakan berulang kali dia tidak datang kemari.”

“Apa yang kamu lakukan?” Ucap Yu Ra yang tiba-tiba masuk.

“Nona Min?” Pil Joo melepaskan cengkramannya. Sang anak pun terjatuh.

***

Yu Ra dan Pil Joo bicara di luar.

“Katamu kamu sudah menyingkirkan dia. maksudmu dia mungkin masih hidup?”

“Dia ditembak dan jatuh ke laut.”

“Kamu tidak memeriksa jasadnya. Kamu memberikan laporan palsu ke Yang Mulia?”

“Kami hanya tidak menemukan jasadnya. Jangan bilang-bilang ke Yang Mulia.”

Yu Ra memberikan segepok uang. “Kamu memastikan hubunganku dengannya tidak akan tersebar, bukan? Aku tidak pernah tinggal di Bichido.”

“Jangan khawatir. Aku tidak bodoh.”

“Bagaimana pemakaman Ibuku?”

“Aku tidak sempat. Aku sibuk mencari bedebah itu.”

“Lantas? Maksudmu dia bahkan belum dikremasi?”

“Kamu pikir sebarang orang akan muncul mencuri jasad menjijikan itu? tapi bukankah kamu terlalu tenang? Bagaimanapun dia membesarkanmu.”

“Berhenti bersikap bodoh. Bagaimana jika mereka menemukan bukti dari jasadnya? Tamatlah riwayat kita.”

***

“Aku datang untuk mengklaim jasadnya.” Yu Ra akhirnya pergi mengambil jasad ahjumma.

“Jasad Baek Do Hee…. sudah diambil keluarganya.” Ucap petugas.

“Apa? Itu tidak mungkin. Keluarganya?”

“Na Wang Shik.”

Yu Ra mengambil berkasnya. “Dia menandatanganinya sendiri.” Yu Ra sangat kaget melihatnya. Ia pun pergi dari rumah duka.

Karena kesal. Yu Ra menelpon.

“Mana bisa orang mati mengambil jasad? Kalau Wang Shik masih hidup, kamu harus bertanggung jawab, Ma Pil Joo.” Yu Ra pun menutup telponnya.

Saat di dalam mobil. Ia melihat ahjumma ada di bangku belakang.

Yu Ra ketakutan dan keluar dari mobil.

Kepala keamanan dan para pasukakannya yang melihat Yu Ra ketakutan pun mendekati Yu Ra.

“Min Tim Jang. Ikutlah dengan kami. Tahan dia.”

***

Di istana. Masih dengan pakaian tidurnya. Kaisar berjalan cepat dan marah. Ia langsung menemui Yu Ra yang sedang diikat.

“Yang Mulia.” Ucap Yu Ra dalam kondisi diikat.

“Yu Ra. Apa yang terjadi?” Kaisar pun mendekati Yu Ra. Kaisar kemudian marah. “Apa yang Ibu lakukan? Bebaskan dia!!!”

“Tidak bisa. Dia seorang kriminal. Dia melakukan tabrak lari. Ibu baru mengetahui soal kejadian di Bichido.”

Kaisar mulai berdiri. “Ibu salah. Akulah yang membunuh seseorang.”

“Bisa-bisanya kaisar berbohong hanya demi menyelamatkan perempuan? Ibu sudah tahu itu perbuatan Min Yu Ra.”

Ibu Suri memperdengarkan rekaman Yu Ra yang ia peroleh dari kepala keamanan. Masih ingat bunyinya? Ini dia.

Aku, Min Yu Ra, mengaku bahwa akulah pengemudi dari kecelakaan tabrak lari di Bochido. Aku menabrak seorang wanita dengan mobilku di jalan yang menuju vila Bichido.

“Ini tidak benar.” Ucap Lee Hyuk. “Dia rela bertanggung jawab penuh untuk kejahaanku dan bahkan untuk mati!”

“Siapa akan memercayai itu? dia tidak dipaksa. Dia mengaku secara sukarela. Bahkan, jasad wanita itu berada di dalam mobilnya sekarang. itu bukti yang kuat.”

“Omong kosong. Kenapa jasadnya di…”

Terdengar suara sirine polisi.

Lee Hyuk lanjut bicara. “Ibu yang melakukannya?”

“Kami sudah menghubungi polisi, jadi mereka akan segera datang.”

“Aku yang melakukannya. Bukan Yu Ra. Aku menabrak wanita itu dengan mobilku!”

“Lantas. Kamu juga harus dihukum. Kamu akan menerimanya?”

Yu Ra kini bicara. “Yang Mulia Ibu Suri, teganya anda bilang begitu kepada Kaisar. Kalau Kaisar dihukum, keluarga kerajaan akan hancur.”

“Beraninya kriminal angkat bicara. Bahkan seorang kaisar harus membayar kejahatannya. Kamu pasti sudah tahu hukum keluarga kerajaan.”

Lee Hyuk mulai kaget, “Maksudnya… Ibu akan menyingkirkan aku?”

“Kamu menyingkirkan Ibu lebih dahulu. Saat berada dalam bayangan ibu, kamu adalah anak yang harus ibu lindungi. Kamu berkeras meninggalkan bayangan ibu, jadi ibu tidak akan mencegahmu.”

Dayang mulai lapor. “Yang Mulia. Polisi ada di luar.”

“Kurasa inilah saatnya. Pergi dan ceritakan kejahatanmu.”

Yu Ra menjawab. “Tidak. Aku pelakunya. Aku membunuhnya. Tolong jangan sakiti Yang Mulia.”

“Jangan ikut campur.” Lee Hyuk berteriak.

“Putuskanlah Yang Mulia!!!” Ucap Ibu Suri. “Salah satu dari kalian harus menjadi pembunuhnya. Ibu tidak boleh menjadi pembohong bukan?”

Kaisar tengok kanan dan kiri. Kaisar berlutut pada Ibu Suri. Yu Ra menangis.

“Aku bersalah.” Ucap Kaisar yang menitihkan air mata. “Aku tidak akan mengulanginya lagi. Ibu jangan marah. Tolong jangan sakiti Yu Ra.” Set daaahhhh Lee Hyuk nangis.

Ibu Suri turun mendekati Lee Hyuk. Ia mengangkat anaknya yang menangis.

“Andaikan kamu berkonsultasi dengan ibu sejak awal, ini tidak akan terjadi. Dahulu kamu selalu menuruti Ibu. Kenapa jatuh cinta pada wanita jahat itu?”

“Apa yang Ibu lakukan? Akan aku turuti keinginan Ibu.”

“Jadikan Oh Sunny Permaisurimu.”

“Ibu…”

Kini Yu Ra tambah nangis dah. “Yang Mulia. Tidak!!! Jangan lakukan itu, Yang Mulia.”

“Kamu akan melakukannya? Yang Mulia?” Tanya Ibu Suri.

***

Lee Hyuk masuk ke kamarnya yang diikuti Yu Ra.

“Tariklah kembali, Yang Mulia.” Ucap Yu Ra.

“Belum terlambat.”

“Aku tidak punya pilihan. Ini hal terbaik yang bisa kulakukan untuk melindungi kita.”

“Anda ingin aku melihat Anda menjadi suami wanita lain? teganya Anda.” Horeee Yu Ra nangis deh dia. gatot deh dia. “Lebih baik aku mati di penjara.”

“Mana bis aku melihatmu di penjara? Aku tidak bisa.”

“Jadi,  anda akan benar-benar menikahi Oh Sunny?”

Kaisar mendekati Yu Ra dan memegang wajahnya. “Jika aku bisa melindungimu, pernikahan tidak penting bagiku. Oh Sunny hanyalah alat untuk melindungi kita.”

Yu Ra menangis tak henti dan dipeluk Lee Hyuk dengan tatapan jahat.

Berlanjut ke bagian 2 aja ya. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat