Advertisements

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 5 Part 3

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 5 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

Kaisar tersenyum. “Ya.”

“Lantas kenapa Anda baik kepadaku? Anda membuatku kebingungan.”

“Aku harus meluruskannya. Perasaanku kepadamu hanyalah sebatas penggemar. Maaf jika kamu salah paham. kurasa aku tidak bisa menemuimu sebagai penggemar lagi  karena aku merasa risi.” Kaisar kemudian menunjuk pintu keluar.

Sunny sudah berkaca-kaca.

“Baiklah kalau begitu.” Sunny pun sudah menangis. “Aku membuat makanan ini untuk berterima kasih, jadi tolong disimpan. Maaf telah mengganggu Anda.”

Sunny pun keluar. Ia menangis.  Dan di lorong ia berpapasan dengan Yu Ra. Tentu saja Yu Ra tersenyum melihatnya.

***

“Buang itu.” Ucap Kaisar pada Yu Ra.

“Sunny yang membawakannya? Sepertinya itu makanan, kenapa tidak dimakan?”

“Aku sudah menyingkirkan dia. aku tidak akan bertemu dengannya lagi. Wanita yang aku inginkan saat ini hanyalah kamu.” Kaisar kemudian memeluk Yu Ra.

“Perasaan Anda tidak boleh berubah.”

“Kamu tidak memercayai kaisar? Ma Pil Joo sudah mengurus insiden Bichido. Tidak ada yang perlu dicemaskan lagi. Dia sudah mengurus putra wanita yang sudah mati itu.”

“Maksud Anda Na Wang Shik?”

“Benar. Sebaiknya kita tidak membahasnya lagi.”

Yaaaakkk apun adegan wik wik lagi….

***

Na Wang Shik mulai sadar. Ia pun merasa kesakitan di bagian kepala. Di luar, ada suara anjing menggong-gong dan rupanya Pil Joo dan kawaannya datang.

“Tidak kusangka ada yang tinggal di daerah terpencil seperti ini” Ucap Pil Joo pada ahjussi.

“Kamu ada urusan denganku?”

“Rumahmu bagus. Sempurna untuk bersembunyi.”….. “GELEDAH RUMAH INI!!!!”

Rumah mulai di geledah. Pil Joo hanya menemukan obat di dalam rumah. “Itu untuk tekanan darahku. Taruh itu.”

“Buka pintu samping.” Pintu dijebol. Sampai ke kandang-kandang pun digeledah. Na Wang Shik bersembunyi di dalam tumpukkan jerami.

Dengan otak jahatnya. Pil Joo menusuk-nusukkan sekop ke dalam jerami.

Ahjussi teriak. “hentikan. Itu kotoran sapi. Aku menjual dua sapi yang kupelihara tempo hari. Itu kosong.” Sementara darah menetes dari tumpukkan jerami. Pil Joo tambah curiga.

Ahjusssi pun melepaskan anjingnya yang terus meyalak. Anjing itu langsung menggigit salah satu anak buahnya.

Pil Joo marah dan akan melukai sang anjing.

“Jangan. Anjing ini satu-satunya keluarga yang aku miliki. Bok Shil hentikan.”

“Kamu sebaiknya berhati-hati.” Ucap Pil Joo yang kemudian pergi.

***

Wang Shik keluar. “Kamu siapa? kenapa aku ada di sini? katakan apa hubunganmu dengan para bedebah itu.” Wang Shik tiba-tiba menyerang, sayangnya ahjussi lebih pandai berkelahi dibandingkannya.

“Aku yang menyelamatkanmu. Beraninya kamu bersikap tidak sopan. Perlukah aku turun dan memanggil mereka?”

***

Kali tangan Na Wang Shik yang terluka. Ahjussi mengobatinya dengan peralatan seadanya. Ahjussi bahkan menjahit luka.

“Badanmu sebesar sapi tapi seperti bayi. Selesai…. bagaimana dengan kepalamu? Kudengar ada peluru di kepalamu? Ini analgesikm dikonsumsi atau tidak. Terserah.”

Wang Shik langsung menenggak pil tersebut.

“Kamu tidak bisa bertahan dengan itu, kamu harus dioperasi. Jika tidak, kamu akan mati. Pergilah ke rumah sakit secepatnya. Hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu.”

Wang Shik kemudian berlutut. “Tolonglah aku Tuan. Anda sudah melihat aku diburu.”

“Itu sebabnya aku menyuruhmu pergi. Aku tidak mau terlibat dalam kekacauan ini. aku tidak meminta bayaran karena telah menolongmu. Pergi.”

“Ibuku… Ibuku mati karena kekejaman mereka. Sebelum impas dengan mereka, aku tidak bisa berbuat apa-apa.”

“Itu bukan urusanku. Keluar dari rumahku. Pergilah…” Na Wang Shik malah ditendang keluar. Ahjussi kemudian menutup pintunya.

Wang Shik mengambil api dari perapian luar. Wang Shik kemudian membakar jerami.

“Heeeiii bedebah. Apa yang kamu lakukan?” Ahjussi keluar lagi.

“Lebih baik aku mati daripada di sini dibunuh oleh mereka.”

“Beraninya kamu membalas budiku dengan masalah!!! Padamkan apinya. Kamu akan membakar seisi rumah ini.”

“Aku mohon kepadamu Tuan. Tolonglah aku.” Api dilemparkan ke dalam jerami kembali. Ahjussi pun panik.

***

Di rumahnya. Oh Sunny mulai melepaskan foto-foto kaisar.

“Aku bahkan harus tahu diri bahkan selagi berkhayal. Berkat Yang Mulia, aku bahagia.”

Ayah pun datang. “Sunny… kamu… kenapa kamu mencopot semuanya?”

“Astagaaa… senang sekali bisa mencopot semua ini. ayah, ayo buang semua ini.”

“Kenapa? Yang Mulia tidak menyukaimu? Dia bilang tidak menyukaimu?”

“Boro-boro. Mustahil. Aku juga tidak menyukai dia.”

“Ini sungguh sudah berakhir? Sungguh? Malangnya diriku. Aku kira aku tidak perlu mencari nafkah lagi.”

“Ayah, yang benar saja. sadarlah sedang bicara dengan siapa. Mulai sekarang aku akan fokus bernyanyi. Pegang kata-kataku. Aku akan menjadi sukses. Pasti.”

****

Seseorang berlutut pada Ibu Suri.

“Aku harus melindungi Kaisar dengan segenap hidupku. Entah apa aku harus melakukan ini.”

“Kamu lupa aku menunjukmu sebagai kepaka penjaga kerajaan? Lanjutkan.”

“Ini ditemukan di dalam mobil kaisar.” Sebuah surat dan rekaman Yu Ra tempo hari. Ibu Suri mulai berpikir.

Bersambung…. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *