Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 5 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 5 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

Pil Joo dan anak buahnya pun pergi.

Na Wang Shik akhirnya ditolong ahjussi. “Apa yang kamu lakukan sampai para penjahat mengejarmu?”

***

Na Wang Shik ditolong dokter.

“Dia tidak mungkin selamat?” Tanya ahjussi pada dokter.

“Kurasa pendarahaannya tidak akan berhenti. Dia menderita hipotermia. Harus dilarikan ke RS besar dulu.”

“Beri dia analgesik.”

“Jika dia dibiarkan seperti ini, dia akan mati.”

“Jika dia ditakdirkan mati, apa boleh buat? Mungkin dia masih ditakdirkan selamat.”

***

Ahjussi merwat Na Wang Shik di rumahnya dengan bantuan obat seadanya. Na Wang Shik dibawa dengan cara digendong lho sama ahjussi. Ahjussinya kuat banget.

“Apa ini ide bodoh?” Ahjussi kemudian mengambil dompet dari kantong Na Wang Shik. Di dalamnya ada foto Na Wang shik, ibunya dan anak Yu Ra.

***

“Keluarkan aku dari sini sekarang.” Ucap Yu Ra. Tak lama, ibu suri pun datang.

“Ibu Suri, anda pikir Yang Mulia akan kembali memihak Anda jika melakukan ini?”

“Sampai kapan kamu bisa bicara sembarangan seperti ini?”

“Karena Yang Mulia telah memberiku kasih sayang, tidak ada yang bisa nenakutiku.”

“Choi Timjang. Dia tidak pantas mendapatkan ampunanku.”

“Ya. Yang Mulia.” Ucap Dayang Choi. Alat digeser dan keluarlah semacam lumpur yang mengotori Yu Ra. Ehh semen ternyata. Semen basah.

“Bagaimana rasanya? Kamu baru sadar setelah hatimu hancur? Aku bisa menguburmu dengan semen tanpa seorang pun tahu.menjauhlah dari Kaisar. Kamu tidak akan keluar dari ruangan ini sebelum berjanji akan meninggalkan dia.”

“Kenapa Anda begitu membenciku? Apa salahku?” Yu Ra mulai menangis.

“Kamu murahan dan serakah. Kamu punya nyali untuk bermain-main dengan kerajaan,  tapi kamu bertanya kenapa? kurasa seekor tikus akan mati di dalam selokan hari ini.” Semen kembali dikeluarkan.”

“Hentikan!!!!!!!” Teriak Nenek Suri. “Tunggu apa lagi. Bawa dia ke rumah sakit! Bantu dia.”

“Kenapa Ibu datang…”

Yu Ra tersemyum saat melihat Ibu Suri. Wkwkwkw… senyum licik. Ibu Suri tentu tambah marah.

Jadi sebelumnya begini…

“Tolonglah aku Nenek Suri.” Yu Ra berlutut di depan Nenek. “Setelah lima tahun aku telah melayani Kaisar sebagai asisten pribadinya. Kaisar menyukaiku dan baik kepadaku. Karena hal itu, Ibu Suri membenciku dan mengancam hidupku!!”

“Apa?”

“Bukan hanya aktivitasnya, Ibu Suri mengawasi kamar tidur kaisar. Anda akan mengetahuinya jika membuntuti dia.”

Kilas balik berakhir.

***

“Dasar wanita mengerikan.” Ucap Nenek pada Ibu Suri. “Ikut aku sekarang juga.”

Ibu Suri dipukuli oleh nenek dengan rotan khas orang korea yes??? Choi yang melihatnya pun berlutut. “Aku melakukannya atas kehendakku. Ibu Suri sama sekali tidak bersalah. Kumohon cambuk saja aku. Kumohon bunuh saja aku Yang Mulia.”

“Kamu hanya menjalankan perintah. Orang yang memerintahkanmu sudah selayaknya dihukum. Aku akan mencambuknya sampai 100 kali, maka keluarlah.”

“Yang Mulia.”

“Keluarlah Choi Timjang.” Ucap Ibu Suri.

Nenek akhirnya sudah mencambuk hingga 100.

“Aku takut seseorang akan tahu. Bisa-bisanya kamu memperlalukan para pekerja seperti itu.”

“Min Yu Ra. Pelacur itu. telah menghina keluarga kerajaan. Itu sebabnya aku memberinya peringatan.”

“Ini bukan soal keluarga kerajaan yang menyalaggunakan kekuasaan. Tapi ini soal melanggar HAM. Nona Hong. Bawa dia masuk.”

Yu Ra pun masuk. Ia tersenyum melihat betis Ibu Suri yang terluka.

“Bagaimana kondisimu?” Tanya Nenek.

“Aku baik-baik saja, Yang Mulia.”

“Saat memikirkan berapa lama anak malang ini menderita sendirian, hatiku hancur. Maka itu, kamu harus meminta maaf secara langsung kepadanya.”

“Apa maksudnya meminta maaf? Teganya anda memintaku membungkuk kepada warga sipil? Aku menolak. Aku tidak bisa.”

“Dia bukan sekadar warga sipil. Dia bekerja untuk keluarga kerajaan.”

“Bagaimanapun tidak bisa. Aku lebih baik dicambuk 1000 kali lagi.”

“Kamu memaksaku rupanya. Aku akan mengeskpos kejahatan yang kamu lakukan ke Auditor kerajaan dan seisi negara ini. kenapa? kamu meragukanku? Jika kamu tidak peduli Keluarga Kerajaan akan punah gara-gara kamu, lakukan saja semaumu.”

Min Yu Ra menunduk namun dia tersenyum.

“Aku keterlaluan. Maafkan aku.” Ucap Ibu Suri.

“Aku tidak berniat menuntut permohonan maaf.” Yu Ra kembali bersandiwara. “Aku sangat bersyukur Anda tidak membenciku.”

“Aku akan memperhatikan anak ini secara khusus mulai sekarang. serta kamu tidak boleh turt campur dalam urusan pernikahan kaisar.” Ucap Nenek.

“Aku Ibunya. Anda tidak boleh melakukan itu.”

“Dia sudah pernah menderita. Oleh karena itu ak akan menikahkan dia dengan wanita yang dia sukai, bukan yang kamu sukai. Aku akan bertanggung jawab penuh atas penikahaannya. Camkan itu.”

Yu Ra pun tersenyum kembali.

***

Ibu Suri dibawa keluar.

“Aku kira kamu hanya pandai mencuri, tapi ternyata kamu pelacur yang sangat licik.” Ucap Ibu Suri pada Yu Ra.

“Jadi jangan mengusikku. Nanti Anda akan terluka, Yang Mulia.”

Timjang Choi marah dan akan menampar Yu Ra. “DASAR LANCANG…” Yu Ra menangkis.

“Jaga mulutmu Choi Timjang Nim. Tidakkah kamu dengar kini aku di bawah perlindungan Nenek Suri?”

Ibu Suri berkata, “Jangan kamu melibatkan nenek suri, artinya kamu tahu aku akan melakukan sesuatu kepadamu. Boleh juga.”

“Kenapa? anda mau aku memanggil kaisar saja?”

“Apa?”

“Demi Kaisar, aku akan merahasiakan ini. tenang saja. aaahhh… aku juga akan merahasikan bahwa Anda meminta maaf kepadaku.”

“Aku telah merendahkanmu. Baiklah. Tetaplah bersama kaisar dan lindungi dia selama mungkin. Kamu perlu memilikinya dahulu untuk tahu sakitnya kehilangan.”

“Tidak ada yang tahu siapa yang akan merasa kehilangan.” Yu Ra kemudian pergi.

Ibu Suri berkata, “Cari tahu semua kelemahan Min Yu Ra. Selidiki, insiden Bichido. Kita pasti akan menemukan sesuatu.”

***

“Yang Mulia, Anda kedatangan tamu.” Tamu itu adalah Oh Sunny.

“Ada apa datang kemari?”

“Aku mengejutkan Anda? Maaf telah mampir secara tiba-tiba. aku tidak menyimpan nomor Anda, jadi…”

“Aku bertanya kenapa kamu datang?”

“Ahhh begini. Aku membawakan makanan. Semoga anda menyukainya.” Oh Sunny memberikan rantang.

“Aku tidak makan sembarang makanan.”

“Pasti Anda selalu makan makanan enak di istana ini, tapi aku sendiri yang memasaknya… aku seharusnya tidak datang?”

Berlanjut ke bagian 3 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat