Advertisements

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 5 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 5 Part 1 – Sudah malam jumat lagi. Kembali mimin bergentayangan membuat sinopsisnya. Untuk selengkapnya ada di sini ya. untuk episode sebelumnya ada di sini. komentar pertama saya juga ada di sini. semua ada deh…

Mendengar apa yang dikatakan Ibu Suri. Para wartawan pun langsung cekrak cekrek.

Ibu Suri melanjutkan. “Saat Yang Mulia dalam bahaya, wanita ini menyelamatkannya. Itulah yang membuat mereka akrab.”

Nenek pun senang. “Ini wanita yang jatuh ke dalam air bersama dia? aigooo…sungguh peristiwa yang luar biasa. Aku sangat senang. Andai kita berjumpa lebih awal.”

Wartawan tiba-tiba tanya, “Oh Sunny Sshi. Benarkan yang dikatakan Ibu Suri? Sejak kapan tumbuh menjadi hubungan romantis?”

Wartawan lainnya ikutan tanya. “Melihat bagaimana dia diundang ke acara ini, apakah artinya dia calon Permaisuri yang diterima Keluarga Kerajaan?”

Oh Sunny mengacungkan dirinya. “Tunggu. Aku datang untuk tampil.”

Dan Oh Sunny malah nyanyi. wkwkwkwkwk

“Kuucapkan selamat karena telah meraih Anugrah Perdamaian Dunia!!!” Oh Sunny sudah berpakaian bling bling. Kemudian nyanyi. percayalah yaaa Jang Na Ra sih bisa nyanyi. semua pun menyaksikan. Pede banget…..

Putri teriak… “Daebak. Aku tidak pernah menyaksikan pertunjukan senonoh seperti ini.”

Tapi deh tapi… saat Ibu Suri nuruh para pelayan “mendiamkan” Oh Sunny. Nenek malah joget cuy. Wwkwkkw.. dan putri kecil juga ikutan joget.

Karena pada seru-seruan. Ibu Suri dan kaisar tatap-tatapan. Mereka akhirnya ikutan bertepuk tangan. Dan Putri pun ikuan dong yaaa…  tapi wajah meraka sangat masam.

***

Ayah Sunny sedang membumbui ayam.

“Ke mana Oh Sunny? Dia berpakaian rapi hari ini.” Ucap Hel Ro pada ayahnya.

“Entahlah.” Ucap Ayah dengan gagap.

Kilas balik dulu yaa guys. Jadi ceritanya ada pesuruh Ibu Suri mendatangi Ayah Sunny.

“Aku datang ke sini mewakili Ibu Suri. Ini uang hadiah dari Ibu Suri. Tolong terima ini.”

“Uang hadiah?” Ayah membuka kotak dan isinya setumpuk uang. “Astagaaa… kenapa… kenapa banyak sekali?”

“Anggap saja sebagai hadiah telah membesarkan anak yang baik sebagai orang tua tunggal. Aku juga butuh bantuan Anda.”

“Silakan.”

“Kami ingin mengundang Nona Oh Sunny  ke pertemuan perayaan di istana beberapa hari lagi.”

Kilas balik berakhir.

Hel Ro bertanya, “Apa yang Ayah pikirkan? Ayah berulah lagi?”

“Ayah tidak berulah.”

“Bisakah kita hidup dengan damai? Jika ayah berulah lagi, aku akan ke AS atau ke mana pun itu.”

“Berhentilah memarahi ayah. Tidak ada ayah sepertiku di dunia.” Hel Ro nyelonong pergi.

Ayah malah bedoa.

“Sunny, kita hanya perlu sukses sekali saja.”

***

Sunny melakukan tanda tangan. “Aku akan terkenal. Aku tidak pernah memberikan tanda tangan. Kecuali untuk Nenek…” kemudian bunyi ngek ngek…. wkwkw jadi komedi guys. “Kecuali untuk Anda, Nenek Suri.”

“Baiklah. Terima kasih.” Nenek kemudian memberikan uang. sawer kayaknya. “Ini untuk penampilanmu tadi.”

“Jangan. Aku tidak mau menerima uang untuk pertunjukkan ini. beberapa waktu lalu,Yang Mulia mentraktir rekan-rekanku makan. Tapi tidak sopan jika menolaknya, jadi terima kasih.” Sunny pun mengambil uangnya.

Sementara nenek bicara. Ibu Suri pun bangkit. Nenek bicara begini, “Yang Mulia, pertunjukkan hari ini luar biasa. Ibu Suri bilang kalian berpacaran. Tolong jelaskan.”

“Sebelum menjelasakan, aku ingin bicara empat mata dengan Nona Oh.”

***

Ibu Suri berkata pada Choi TimJang. “Kirimkan daging dan buah yang banyak. Serta taruh ini di situ.” *segepok amplop.

Dan diam diam Yang Mulia mengintipnya.

“Bukankah ini terlalu berlebihan? Yang Mulia? Bukankah anda telah memberi ayahnya 30,000 dolar tempo hari? Nanti mereka terbiasa menerima uang.”

“Semuanya berjalan lancar. Bagi mereka uang adalah segalanya. Tidak sulit mengontrol mereka. Dia bahkan datang ke istana untuk menerima uang hadiah. Aku yakin dia akan menjual harga dirina demi sedikit uang. seperti itulah orang-orang rendahan. Lalukan saja perintahku.”

“Baik Yang Mulia.”

***

Sunny berbicara dengan Lee Hyuk di taman.

“Anda menyukai pertunjukkannya? Aku berusaha menyiapkannya, tapi itu permintaan dadakan.” Yang Mulia kemudian berbalik dengan senyumnya yang palsu.

“Nenek Suri senang. Itulah yang penting bagiku.”

“Omong-omong, terima kasih atas pakaian yang Anda kirimkan. Bagaimana Anda bis atahu ukuran pakaianku? Pakaiannya sangat pas denganku.”

“Kurasa semuanya pas denganmu. Begini Oh Sunny Sshi…”

“Ya?”

“Sebenarnya, orang yang mengundangmu ke istana  hari ini bukan aku.”

Namun tiba-tibaaaa…..

“Kamu rupanya di sini, Nona Oh.” Ucap Yu Ra yang tiba-tiba saja datang. “aku mencarimu.pengawal kami akan mengantarkanmu pulang.”

“Tidak perlu.”

“Kamu pasti lelah. Biarkan dia mengantarmu. Ini sebagai ucapan terima kasih Yang Mulia karena kamu datang.”

“Jaga dia dengan baik” Ucap Lee Hyuk. Kemudian dia pun pergi diikuti dengan Yu Ra di belakangnya.

“Baguslah. Dia masih berharga.”Ucap Yu Ra saat melihat Sunny pergi.

“aku sama sekali tidak menyukai dia. beraninya dia datang kemari. Sebelum ibu membuatnya bertingkah, aku harus segera menyingkrikannya.”

“Aku tidak menyangka ibu suri melakukan ini. tapi aku yakin masih ada jalan keluar.”

“Baik.”

***

“Bersulang untul masukanya Sunny ke istana.” Ucap Ayah kepada kedua putrinya.

“Aku ke sana hanya untuk bernyanyi. Mereka membayarku 50 dolar. Tidak terjadi apapun di antara kami.”

“Kena kamu… kamu baru saja bilang “kami” *urie. Kamu dengar itu bukan?” Ucap Ayah pada Hel Ro.

“Appa jangan berkhayal lagi. Dia bilang tidak ada yang terjadi.”

“Lantas kenapa mereka mengundangnya ke pertemuan keluarga di istana itu? seperti inilah awal hubungan.”

“Cukup ayah. Ayah terlalu berpikir jauh. Khayalan ayah terlalu tinggi.” Ucap Sunny.

Hel Ro malah marah. “Berhentilah melantur. Untuk apa Yang Mulia memilih Kakak? Dia kaisar. Sejak lahir dia sudah memiliki ras yang berbeda dengan kita.”

“Siapapun boleh bermimpi.” Ucap Ayah.

“Lupakan itu. Unnie. Sadarlah. Bercerminlah. Lihatlah kelarga kita.” Hel Ro marah kemudian pergi.

***

Kini Sunny ngaca. “Kakak paham… hentikanlah.” Wkwkwk  “Kakak juga tahu diri.”

“Dia memang paling pandai menghancurkan impian.” Ucap Sunny.

“Asal kamu tahu Sunny. Jika penasaran, kamu bisa menemui Yang Mulia dan menanyainya secara langsung. Tanyakan bagaimana perasaannya.”

“Bagaimana perasaannya?”

***

“Min Timjang. Aku ingin memberi Yang Mulia bunga. Mampirlah ke tamanku.” Begitulah pesan ibu suri. Yu Ra pergi ke rumah kaca Ibu Suri.

Yu Ra tengak tengok tapi malah banyak dayang menghampirinya.

Yu Ra dibawa pergi.

***

Laut yang tenang. Seseorang lelaki dengan ajingnya berada di pantai berbatu. Sang anjing tiba-tiba saja berlari. Anjing menggong-gong di dekat tubuh Na Wang Shik.

Pemilik anjing kebingungan. Tak lama, segerombolan pria dengan baju hitam nampak menyusuri pantai.

Pil Joo bertanya kepada Ahjussi. “Maaf. Pernah melihat orang ini di sekitar sini? dia pernah tinggal di Bichdo, lokasinya di dekat sini. jika masih hidup, pasti ada yang pernah melihatnya. Jika dia sudah mati, jasadnya pasti ada di sekiar sini.”

Saat gerombolan Pil Joo akan memeriksa ke bagian tertentu. Anjing ahjussi terus menyalak.

“Bok Sil…. Bok Sil…. dia baru saja melahirkan. Jadi dia sensitif. Pergilah sebelum dia menggigitmu.” Ucap Ahjussi.

“Mati atau hidup, kita akan mencari dia sampai ketemu. Periksa rumah sakit umum lagi.”Pil Joo mengatakan pada anak buahnya.

Mereka akhirnya pergi.

Berlanjut ke bagian 2 ya. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *