Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 4 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 4 Part 1- episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini.

“Yang Mulia, mereka menemukan mobil Anda di dekat waduk.” Ajudan menemukan mobil lewat pelacak yang ia gunakan.

Yu Ra sudah di TKP. Ia menabur bensin saat tahu rombongan Kaisar tiba. mobil ia bakar dan ia pun masuk ke dalam mobil. Sebelumnya, ia memakan pil yang sangat banyak. Tak lama Yu Ra kehilangan kesadaran.

“Terlalu berbahaya Yang Mulia. Jangan maju.” Akhirnya yang memeriksa adalah para pengawal. Yu Ra berhasil diselamatkan. Kemudian mobil pun meledak.

“Min Yu Ra.” Ucap Kaisar.

***

Sunny bangun dalam keadaan sakit kepala. “Bagaimana caraku pulang tadi malam?”

Sunny mencoba mengingat. Ia ingat mabuk dan Kaisar di dekatnya. “Kamu pasti sudah gila. Astaaaagaa… dasar pemabuk bodoh. Mau kutaruh di mana wajahku di depan Yang Mulia?”

Di tembok pun penuh dengan gambar dan poster Kaisar.

“Akankah hal luar biasa terjadi kepadaku lagi?”

“Yaaakkk Oh Sunny keluarlah.” Hel Ra tiba-tiba saja masuk. “Aku tidak bisa bekerja karena kakak.”

***

Di luar sudah penuh dengan reporter.

Beritanya begini;

“Kita di depan restoran artis musikan Oh Sunny. Kita akan menemui Oh Sunny,yang tengah ramai di dunia maya, yang disebut dengan wanita kaisar.”

“Orang-orang berbaris di depan restoran ini untuk menemui Oh Sunny.”

Sunny melihat dari sisi samping dengan Hel Ro… “Omooo… apa yang terjadi?”

Ayah Sunny mendekati Sunny. “Sunny, kamu sungguh terkenal. Foto-fotomu sedang melakukan tegukan cinta bersama kaisar tersebar di dunia maya, kamu menjalin hubungan dengannya?”

“Apa maksud ayah? Dia menyaksikan pertunjukkan itu menggunakan tiket yang kuberikan saat makan siang.”

“Penjaga istana mengantarmu pulang tadi malam, tapi tidak ada yang terjadi di antara kalian berdua? Katakan saja… kamu pacar simpanan kaisar bukan?”

“Appaa… lihat dia bisa-bisanya berkata sepeti itu.” Ucap Hel Ro.

“Sungguh tidak ada yang terjadi. Pacar simpanan kaisar? Apa-apaan? Itu Cuma aktivitas satu hari.”

***

Yu Ra membuka matanya.

“Kamu sudah siuman?”

“Kaisar.”

Yu Ra pun bangun. “ Di situ saja. kenapa kamu melakukan itu? kamu sungguh ingin mati?”

“Kenapa Anda menolongku? Kamu harus memusnahkan semua bukti. Kumohon biarkan aku menanggungnya dan mati. Hanya itu caranya.” Yu Ra mengambil pisau bedah di sampingnya.

Kaisar mencegahnya. “Kamu merendahkanku? Aku kaisar korea. kenapa kamu harus menanggungnya?”

Pisau diambil. Yu Ra pun menangis. “Kelak, fakta yang kuketahui ini akan membebanimu.”

“Itu tidak akan terjadi. Mulai sekarang, aku akan bertanggung jawab untukmu.”

“Yang Mulia.” Kaisar memeluk Yu Ra.

“Apapun yang terjadi, aku tidak akan kehilangan keluarga kerajaan ataupun kamu.” padahal mimik jahat Yu Ra kelihatan tuh guys. “Beristirahatlah di sini sekarang.

***

Kaisar masuk keruangannya. Di dalam sudah ada Ibu Suri yang menangis.

“Kini kamu ingin memutus hubungan dengan Ibumu? Ibu sudah memecat Min Yu Ra.”

“Nona Min menemuiku saat aku di gunung dan memohon untuk bekerja lagi. Aku kasihan kepadanya dan dia pekerja yang baik. Kurasa tidak ada salahnya memberi dia kesempatan lagi.”

“Min Yu Ra menemuimu saat kamu di gunung? Benarkah itu?”

“Mana mungkin aku membohongi Ibu.”

“Hatimu terlalu lembut, kaisar. Jika itu maumu, ibu akan menurut saja.”

“Terima kasih Ibu.”

“Tapi, soal tabtak lari di Bichido, itu apa? Lalu soal musikal itu. ada artikel koran menyebutkan dia wanita Kaisar. Itu berita apa?”

“Kecelakaan di Bichido tidak ada kaitannya denganku. Soal pertunjukkan itu, seorang aktris yang pernah berkunjung ke istana memberiku tiket, jadi aku harus datang. Tidak ada yang perlu dikhwatirkan.”

“Begitu rupanya. Ibu memercayaimu, tapi kita dikelilingi oleh kekuasaan yang berusaha melengserkanmu, jadi kamu harus selalu berdiskusi dengan Ibu. Dengan begitu, Ibu bisa membantumu.”

“Tentu, aku tahu itu, Ibu.”

“Ke mana wajah tampanmu itu? kamu sebaiknya bercukur dulu.”

***

Ibu Suri mencukur Lee Hyuk. Lee Hyuk sebenarnya sangat ketakutan. Buktinya, saat Ibunya menggunakan pisau. Ia menggenggam tangannya erat.

***

Nenek sedang bermain kartu. Dayang berkata. “Yang Mulia, Putr So Jin datang, untuk menemui Anda.”

“Apa? Dia sudah datang? suruh dia menunggu. Astagaaa…. dia makan apa samapi bangun terlalu pagi?” Nenek buru-buru menutupi kartunya.

Putri datang dengan membawa koran.

“Neneeekkk…”

“Ahhhh… aku sudah menyuruhmu menunggu! Kenapa kamu tidak sabaran?”

“Nenek, ini luar biasa. Kaisar menemui seorang wanita tadi malam. Nenek harus melihat wanit aitu seperti apa. Dia jelek sekali. Lihatlah… dia jauh di bawah kita bukan?”

Nenek mengambil korannya. “Aku sudah menyuruhmu memperbaiki ucapan kasarmu. Putri. Tapi kenapa kamu tidak pernah ada perkembangan?”

Judul koran adalah tergukan cinta bersama kaisar. “Apakah dia menolak menikah karena memiliki seseorang?”

Dayang berkata lagi… “Yang Mulia… Kaisar ingin menemui Anda.”

“Nenek tidur nyenyak tadi malam?”

Putri langsung tanya… “Yang Mulia, ini berita apa?” sambil menunjukkan koran. “Perempuan ini tipe anda?”

“Aku tidak mau ada keributan di pagi buta. Singkirkan ini.”

“Nenek pun penasaran. Katakan kepada nenekmu.”

“Aku memang penggemarnya. Aku datang ke pertunjukkannya dan turut merayakan setelah pentasnya. Aku pasti difoto di sana.”

“Itulah yang membuat dia spesial. Ini kali pertamamu melakukan tegukan cinta dengan wanita. Apa kita akan kedatangan permaisuri baru? Nenekmu sangat bersemangat.”

“Jika nenek menginginkan seorang permaisuri, aku akan segera mencarinya. Jika nenek sudah tidak sabar menunggu, aku tidak boleh mengecewakan nenek.”

“Yang Mulia? Apa maksud anda?” Tanya Putri. “Maksudnya Anda akan melanjutkan hubungan dengan anjing ini?”

“Dia cantik luar dalam. Aku akan memperkenalkannya di saat yang tepat. Tapi nenek harus membelaku apa pun yang terjadi.”

“Sudah pasti. Yang penting kamu menyukai dia! kalau begitu nenek sudah tidak sabar.”

“Aku memercayai nenek.”

***

“Kamu sudah tahu jawaban dari pertanyaanku itu?” Ibu Suri ada di rumah kaca.

“Maksud Anda, soal Oh Sunny? Dari yang aku selidiki, dia berusia 30 tahun dan seorang akris musikal. Dia anak sulung dari dua bersaudara. Ibunya meninggal 10 tahun lalu karena suatu penyakit dan ayahnya mengelola restoran ayam kecil. Mereka tidak kaya secara finasial.”

“Dia wanita lancang yang pernah datang itu bukan? Kenapa Yang Mulia melibatkan wanita semacam itu dan membuat keributan?”

“Ada yang lebih penting lagi. Min Yu Ra sedang dirawat di rumah sakit kerajaan. Kurasa Anda harus turun tangan.”

“Aku tidak perlu turun tangan karena seorang wanita seperti dia. tidak perlu buru-buru. Saat waktunya tiba, semua akan tuntas dengan sendirinya.”

***

“Kaisar adalah pengemudi tabrak lari?  Kamu yakin?” Ucap Ma Pil Joo pada Na Wang Shik.

“Aku yakin. Tapi pasti tidak ada yang memercayaiku.” Ucap Na Wang Shik. “Rekaman CCTVnya sudah lenyap.”

“Kamu punya bukti lain?”

Bukti diberikan. Adalah potongan simbol emas mobil kaisar. “Aku menemukan ini di lokasi kecelakaan. Sudah kuselidiki dan ini dari mobil yang hanya ada satu di negara ini. milik kaisar.”

“Karena terdapat darah di situ, pasti bisa menjadi bukti kuat.”

“Sudah jelas. Ini buktinya. Tapi polisi enggan menganggapnya sebagai bukti. Ini membuatku gila.”

Bukti dimasukkan ke dalam kantong. “Aku mengenal seseorang di Kepolisian Nasional. Jadi aku akan segera menyelidikinya.”

“Terima kasih sunbae-nim. Aku mengandalkanmu.”

***

Tentu saja bukti di serahkan kepada kaisar.

“Putra mendiang korban menemukannya di lokasi kecelakaan. Aku mengambilnya dari dia.”

“Kamu mengenal dia?”

“Dia bertekad untuk menangkap Anda. Dia tidak akan menyerah semudah itu. dia nekat dan berani.”

“Tangani ini. jangan sampai ini tersebar.”

“Anda bisa mengandalkanku, Yang Mulia. Tapi bagaimana dengan Min Yu Ra?”

Saat pertanyaan ini ditanyakan. Yu Ra akan mengetuk pintu. Ia pun mendengar.

“Lupakan soal ucapanku dulu.” Yu Ra tersenyum senang dan mengetuk pintu.

“masuklah.”

“Ini aku. Yang Mulia.”

Mereka akhrinya bicara berdua.

“Kamu seharusnya beristirahat. Kenapa kamu keras kepala?”

“Yang Mulia. Tubuhku tidak penting. Lihatlah ini.” Yu Ra memberikan tablet.

Tulisannya adalah…

Ibu Na Wang Shik yang berada di Bichido ditabrak lari. Kabarnya pelakunya adalah kaisar. Apa membunuh adalah hobi kaisar?

“Ini ulah siapa?” Tanya Lee Hyuk.

“Berita soal kecelakaan itu terus memanas.  Aku tidak sanggup menghapusnya lagi. Kita harus mengalihkan perhatian publik sebelum berita ini memanas. Kita harus membuat mereka membahas anda soal hal lain.”

***

Restoran ayah Sunny sangat ramai pengunjung. Sunny juga membantu berjualan.

“Appa… bolehkan aku naik dan beristirahat? Tangan dan kakiku pegal sekali.”

“Sudah lama kita tidak kedatangan pelanggan seramai ini. tetaplah di sini.”

“Diam dan teruslah bekerja.” Ucap Hel Ro. “Bahkan aku terpaksa ambil cuti.”

“Kalau begitu. bolehkan aku memakai rias wajah? Orang-orang terus memotret. Aku terlihat kumal.”

“Apalagi yang bisa kamu lakukan? Alih-alih merias wajah. Pakai wajahmu untuk menjual ayam.” Ucap Ayah Sunny. Wkwkwkw. “Tidak apa-apa. Kamu terlihat cantik.”

Dari luar ada suara teriakkan. Rupanya ada Lee Hyuk yang datang. puja dan puji pun datang kepadanya. Pujaaaaaa kerang ajaibbbbbb… *ehh

Suneo pakai kacamata boboho cuy… kacamatanya dilepas. Sunny bengong. Admin besok sore melihat Suneo.

Berlanjut ke bagian 2 yak. klik di sini.

 

 

Advertisements

2 tanggapan untuk “Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 4 Part 1

  • 20/03/2019 pada 8:50 PM
    Permalink

    Hahaha aku ngakak “admin besok sore melihat suneo”

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat