Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 39 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 39 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Sudahhhh kamis lagiiii pemirsahhhh… waktunya buat sinopsis yaaaaahhhh,,,, yuklah, mari kita perbincangkan. *Ehh gimana? Gimana???

Hyuk lanjut bicara pada Bin yang ditodong. “sejak kapan kamu mengkhianatiku?”

“Aku akan mengatakan yang sebenarnya. Tolong suruh penjaga untuk meninggalkan kita bedua.”

“Kalian boleh pergi.” Ucap Hyuk. penjaga pun mulai pergi. Kini tinggal mereka bedua.

“Sekarang beri tahu aku, apa perasaanmu yang sebenarnya pada Permaisuri?”

“Aku menyukai permaisuri.”

“Apa?” Hyuk mencengkeram kerah jas Bin. “Beraninya kamu? kamu satu-satunya yang kupercaya. Bagaimana kamu menusukku dari belakang?”

“Jika Anda memiliki perasaan pada permaisuri, tolong lepaskan dia. anda tidak akan pernah membuatnya bahagia.”

“Apa kamu sudah gila?” Hyuk mulai melepas cengkeramannya dan berteriak. “Kamu benar-benar ingin mati hari ini? kenapa kamu memperlakukanku seperti ini?”

“Ketika aku pertama menyaksikan permaisuri berjuang untuk hidup di istana, aku merasa kasihan. Karena anda dan Ibu Suri berusaha membunuhnya setiap hari. Dia tidak pernah tidur dengan tenang di tempat ini.aku yakin anda tahu betul itu.”

“Karena itulah aku akan mulai berjuang mulai dari sekarang. aku akan melindunginya!!!” Hyuk teriak.

Bin meninggikan suaranya. “Bagaimana anda mengatakan itu bahkan setelah kejadian barusan itu? Ibu Suri tidak akan berhenti. Masalah ini akan berlanjut selama dia terus menjadi istri anda. Nyawa permaisuri ada dalam bahaya.”

“Tutup mulutmu!!! Jika kamu mengatakan sepatah katapun, aku akan membunuhmu.” Hyuk mengambil pistol dan menodongkan pada Bin. “Ini peringatan terakhirku sebagai kaisar.”

Bin malah tersenyum dan ia melangkah maju. “Kurasa anda tidak akan bisa membunuhku sekarang.”

“Dasar brengsek. Kenapa? kamu kira aku tidak bisa melakukannya?”

Hyuk mengambil kertas ancaman dari saku jasnya, “Ini peringatan dari Na Wang Shik. Di peringatan 10 tahun kepemimpinan anda, dia akan datang untuk mencari anda. Beri aku kesempatan untuk memberimu NWS, ini akan menjadi keinginan terakhirku.”

Hyuk menitihkan air mata.

***

“Aku merasa ini adalah ketenangan sebelum badai. Lee Hyuk dan Ibu Suri saling mengkhianati sekarang,  dia akan menyerahkan tahta pada siapa setelah merampas dari Hyuk?” Ucap Pak Byun pada Sunny.

“Tuan, apa yang terjadi pada Kepala Chun? Tiba-tiba dia nampak marah dan tidak banyak bicara kepadaku. Apa kamu tahu sesuatu?”

“Dia membuatku bersumpah untuk tidak memberi tahumu. Tapi aku pikir kamu harus tahu.”

“Ada apa?”

“Dia akan mati. Dia hanya memiliki 3 bulan untuk hidup.”

***

Sunny berjalan di koridor istana dan tak sengaja bertemu dengan Bin beserta penjaga lainnya. Dalam hati Sunny berkata. “Na Wang Shik-sshi…jangan mencemaskanku. Aku akan melawan orang-orang brengsek itu demi kamu juga. Aku bersumpah untuk menepati janjiku untuk melindungimu.”

***

Mak Lampir hanya menggunakan baju putih dan mengikat kepalanya dengan kain putih. Ia nampak tak berselera. “Auditor kekaisaran mengirim pemberitahuan? Apa katanya?”

Nona Choi menjawab. “Begini…”

“Aku tidak akan terkejut lagi. Tidak masalah. Katakan kepadaku.”

“Mereka akan meminta pertanggungjawaban anda atas berita skandal tidak benar tentang permaisuri dan akan mendonasikan uang untuk konstruksi kekaisaran.” Mendengar tentang uang. mak lampir melepaskan ikatan kepalanya dan bangkit.

“APAAAA???? Mereka ingin membagikan uangku sekarang? bajingan busuk. Apa mereka akan membagikan uangku Cuma-Cuma? Yang kulakukan itu adalah kesalahan besar?”

“Mereka juga memeritahkan anda untuk melakukan tugas bersih-bersih selama 200 jam kerja.”

“Bersih-bersih? Omong kosong apa itu? aku tidak bisa melakukannya. Aku Ibu Suri… aku Makkkk Lampirrrr…” Sambil gebrak-gebrak meja.

“Mereka mengatakan akan memaksa anda untuk melakukannya jika anda tidak melakukannya.”

Sunny masuk begitu saja. “Itu belum cukup.”

“Nona Choi. Siapa yang membiarkan dia masuk? Aku tidak ingin melihatnya. Jadi, usir dia!!!”

“Tolong pergi, Permaisuri.” Nona Choi yang memegang Sunny tiba-tiba langsung dibekuk Sunny. Udah jago dia karena latihan mulu.

“Kamulah yang harus keluar!!!” Ucap Sunny yang langsung duduk di depan Ibu Suri.

“Kamu benar-benar bringas.”

“Apa ibu tidak tahu? Aku adalah orang yang bringas di atas panggung.”

“Baguslah.”’

“Aku akan langsung pada maksudku. Aku mencari pengacara yang menulis surat wasiat nenek suri dan Ibu mengirimnya ke AS. Aku memuji upaya ibu. Aku berusaha keras untuk menemukannya juga, jadi kenapa kita tidak minum teh bersama begitu aku menemukannya? Aku ingin tahu bagaimana ibu membuat surat wasiatnya.”

“Kamu sudah memutuskan untuk mulai lancang sekarang? aku tahu kamu berasal dari kelurga yang bodoh dan tidak berpendidikan, tapi beraninya kamu…..”

“Ya. kenapa aku harus malu? Aku berencana untuk memperbaiki kekuranganku. Apa gunanya permintaan maaf ibu itu?”

Sunny memutar rekaman yang berbunyi,…..

“Darah yang diberikan 10 tahun lalu, pada kaisar seharusnya untuk orang lain. kurasa itu tidak akan menyebabkan masalah. Anda tidak perlu khawatir tentang itu. aku menjaga rahasianya.” Ucap Dokter pada Yoon.

“Lalu apa yang terjadi pada pasien itu?”

“Dia meninggal. Dia tidak punya uang dan koneksi, dia juga bernasib sial. Banyak orang yang mati….”

Sunny mematikan rekamannya.

“Ibu pura-pura peduli pada orang-orang dan memasang wajah bermartabat. Tapi ibu mencuri demi transfusi darah. Apa yang terjadi jika dunia tahu bahwa Ibu hanya menganggap orang lain sebagai sampah? Selain itu, ibu memasang bom di barang untuk bazaar, merusak rem mobil, dan mencoba membunuhku berkali-kali. haruskah aku memberi tahu semua orang tentang itu?”

“Apa yang kamu inginkan?”

“Pertama, mulailah dengan mengembalikan apa yang seharusnya menjadi milikku. Perintahkan semua pekerja istana sesuai dengan wewenang yang ditinggalkan nenek suri kepadaku, bukan begitu?”

“Baik. Aku akan melakukannya.”

“Ahhh… ada satu lagi. Aku sudah lama menikah. Ibu harus memberiku akses atas istana. Serahkan kontrol keuangan istana juga.”

“Bagaimana aku bisa memercayakan kepadamu untuk menjalankan urusan kekaisaran? Apa kamu gila? Aku tidak akan pernah melakukannya.”

Sunny melanjutkan memperdengarkan rekaman suaranya lagi. “Apa yang harus aku lakukan?”

“Aku akan memberikannya kepadamu. Aku akan memberikannya padamu, oke?”

Sunny pun pergi dengan angkuhnya. Kali ini Mak Lampir kalah.

Lanjot ke bagian 2…. klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat