Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 37 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 37 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Wajah Hyuk sedih. “Kamu seharusnya menghabiskan lebih banyak waktu denganku. Aku senang karena aku tidak perlu memikirkan hal lain. tapi, terima kasih. Oh Sunny.”

***

Bin menempelkan semacam alat di depan pintu kamar Dong Shik.

“apa kamu baik-baik saja?” Tanya Bin.

“Aku baik-baik saja.”

“Aku membawa ubi bakar, kesukaanmu. Aku akan segera mengeluarkanmu dari sini, jadi bertahanlah.”

“Aku senang bisa berteman dengan Putri. Dan Permaisuri baik kepadaku. Aku baik-baik saja. jangan khawatirkan aku.”

“Astagaaa… kamu akan membuat perutmu sakit. Pelan-pelan.” Yakkk ampun dialeknya… suka… wkwkkw “Ini minumlah.”

Ada bunyi terdengar. Dalam radius beberapa meter ada orang yang akan datang. “Omong-omong… Hyung…” Wang Shik langsung menutup mulut Dong Shik.

Ada Min Yu Ra datang di pintu. Wang Shik pun keluar dari kamar Dong Shik.

“Apa yang kamu lakukan di sini?” Tanya NWS.

“Aku ingin mengatakan itu padamu. Kenapa kepala Chun keluar dari ruangan ini?”

“Permaisuri memintaku untuk membawakan makanan ringan. Kenapa? apa aku tidak diizinkan?”

“Sudah kubilang, jangan ke sana tanpa seizinku.”

“Apa ada alasan kenapa aku harus mengikuti perintahmu?”

Yu Ra bertanya. “Apa kamu ingin menangkap Na Wang Shik?aku mengatakan di mana ibunya dimakamkan saat kamu datang menemuiku.”

“Itu bukan urusanmu. Aku tidak perlu repot melaporkan ini kepadamu.”

“Kamu pikir begitu? aku melihat NWS malam itu. aku melihat seseorang menggali tanah, tapi dia tidak terlihat seperti pria yang aku kenal. Mungkin dia asisten NWS, atau penampilannya mungkin sudah berubah.”

“Aku akan mengingatnya.”

“Ahhh beberapa waktu lalu aku melihat orang mencurigakan berkeliaran di sini. dia menggunakan seragam penjaga. Kamu harus memperketat keamananmu dengan para penjaga.”

Bin mendekat pada Yu Ra. “Aku akan mengurus ini dan melibatkan penjaga. Pikirkan urusanmu sendiri di sini, Min Yu Ra. Aku tidak tahu kenapa kamu kembali ke istana.”

Bin pergi. Yu Ra mengambil lencana penjaga sambil berkata. “Chun Woo Bin, kamu tidak punya banyak waktu lagi untuk mempermainkanku. Hidupmu ada di tanganku.”

***

Iklan…

Putri Ari duduk di kursi pijat anak. Jalang Seo mengaturnya. “Ada apa ini?”

“ini hadiah dariku. Aku menyiapkan ini karena kamu harus lebih tinggi untuk menjadi kaisar wanita.”

“Apa yang baru kamu katakan?”

“Segera, Putri akan menjadi kaisar wanita.”

Ari senang. “Ahhhh apa kamu yakin? Aku akan menjadi kaisar wanita?”

“Hustttt…. ini rahasia kita bedua. Ibu Suri telah berjanji kepadaku. Dia akan membuatmu naik tahta.”

“Jika nenek berjanji. Berarti itu sudah pasti. Aaahhh aku tidak percaya aku akan menjadi kaisar wanita.”

“Kamu akan menjadi orang paling penting di kekaisaran korea. segala sesuatu di istana akan menjadi milikmu. Aku mengucapkan selamat untukmu.”

“Aku akan menjadi kaisar wanita pertama di sini. bukankah begitu?” Ari tepuk tangan. Kemudian diam kembali. “Kerja bagus, Imo.”

Jalang Seo berkaca-kaca. “Di hari bahagia ini,  bolehkah kamu memberiku satu pelukan?”

“Apa? Kenapa aku harus melakukannya? Hanya sekali saja.”

Ari dipeluk Kang Hee yang sudah menangis. Tapi dengan jijik. Ari langsung melepaskannya. “Apa itu sudah cukup?”

Ari pun senang sekali bisa jadi Raja. Sampai melompat-lompat.

Seo mengingat apa kata Ibu Suri sebagai gantinya. Dalam hati ia berkata. “Ibumu akan memberikan segalanya untukmu, Putri. Ini baru permulaan, Putri. Maksudku, Peya.”

***

Sunny kembali latihan bela diri dengan Bin. Hingga Sunny menendang dan malah jatuh sendiri. melihatnya, Bin tertawa.

“Ahhh kenapa kamu tertawa? Ini pertama kalinya bagiku.”

“Ah tentu saja.” Bin ketawa lagi. “Ahh maafkan aku.aku akan mencoba menahan tawaku lain kali.”

“Lupakan. Tertawalah. Jangan tahan. Itu lebih baik.”

“Tetap saja. aku tidak berani tertawa di depan Permaisuri.”

“Aku tidak tahu kamu mudah tertawa, Kepala Chun. Kamu pasti suka acara komedi yang mempertontonkan orang jatuh.”

“Tidak. Tentu saja tidak.”

“Berjanjilah untuk tertawa seperti ini setidaknya sekali sehari.”

“Kalau begitu. Pemaisuri harus terus jatuh ya?”

“Itu tidak sulit. aku pandai melawak. Lihat ini.” Sunny pun jatuh lagi.

Sayangnya. Bin sakit kepala dan ia sadar ia mimisan. Bin langsung lari ke toilet. Ehhh malah kirim sunny sms yang mengatakan Bin punya urusan mendesak.

***

Dokter memeriksa Bin di markas Pak Byun.

“Lihatlah betapa parahnya ini. bagaimana kamu bisa menahannya? Obat rasa sakit mungkin sudah tidak akan mempan lagi.”

“Separah apa itu?” Tanya Pak Byun. “Dia bahkan sudah mimisan.”

“Paling lama 3 bulan. Mungkin kurang.”

“Apa tidak ada jalan lain?” Tanya Pak Byun.

“Dia seharusnya menjalani operasi waktu itu.”

“Dia bisa menjalani operasi sekarang!!!” Pak Byun marah.

“Terlalu sulit untuk sekarang. dan kemungkinan berhasilanya sangat rendah. Mungkin lebih berbahaya jika kita mengoperasinya.”

Pak Byun marah lagi. “Tapi kita tidak bisa melakukan apa-apa!!!”

Pak Byun menasehati Bin. “Dengar. Lupakan tentang balas dendam itu. lakukan operasi sekarang. yang paling penting adalah kamu tetap hidup. apa gunanya dendam jika kamu mati?”

“Aku baik-baik saja. aku bisa bertahan dengan obat penghilang rasa sakit.”

“Apa kamu tuli? Dia bilang waktumu hanya tinggal 3 bulan. Kamu akan mati!!! Ini semua salahku.aku tidak seharusnya mengirimmu ke istana.”

“Pak. Aku tidak akan mati. Aku akan bertemu Ibuku. Jika bukan karenamu, aku pasti sudah mati saat itu. aku hanya mengkhawatikan Dong Shik. Hanya aku yang dia miliki.”

“Na Wang Shik, kamu bodoh.”

“Jika aku mati, tolong jaga Permaisuri.”

“Hentikan. Apa yang kamu pikirkan? Aku tahu kamu mempertaruhkan nyawamu untuk membantunya. Tapi itu tidak mungkin. Permaisuri…”

“Aku tahu. Tidak perlu khawatir.”

***

Sunny memandang bintang-bintang di kamarnya.

“Seberapa mendesaknya itu, dia bahkan tidak menelponku. Semoga semuanya baik-baik saja.” dan lampu bintangnya mendadak padam.

***

Ari dalam suasana hati yang baik.

“Putri ada sesuatu terjadi?” Tanya Sunny.

“Tidak. Bukan begitu. oma mama.”

“Ahh ada apa? Bisakah aku ikut bahagia denganmu?”

“Ini rahasia,  tapi aku akan berbagi dengamu, oke?” Ari berbisik pada Sunny. “Aku akan segera menjadi Kaisar Wanita. Nenek Suri sudah berjanji.”

“Ibu Suri berkata dia akan menjadikan Ari Gungju seorang kaisar?”

“Ini rahasia besar. Jadi, aku harus belajar bagaimana caranya menjadi Kaisar. Aku akan sibuk.” Ari kemudian melihat lukisan nenek. Ia mengubah topik. “Tapi kenapa Oma mama menggantung lukisan murahan itu di sini? itu tidak pantas ada di istana.”

“Mendiang TETE MAMA memberikanya padaku. Kenapa kamu menyebutnya murahan? Ini sangat berharga. Karena itulah aku menggantungnya di dinding.”

“Itu tidak benar. Nenek Uyut meninggalkannya untuk Nenek Suri.Itu sebabnya…. “ wkekek saya mau ketawa dulu. gini lhooo. Suaranya Ari tapi yang dimunculin itu Mak Lampir waktu menerima lukisan.

Ari ngikutin persis kayak gin “Maksudmu Ibu meninggalkan lukisan murahan ini untukku?” wkwkwk.

“Dia sangat marah.” Lanjut Ari menjelaskan.

“Benarkah itu?” Tanya Sunny. “Kapan itu terjadi? Bisakah kamu ceritakan semua yang kamu dengar hari itu?”

“Emmm… kejadiannya beberapa hari setelah nenek uyut meninggal. Ahhh mereka mengatakan nenek uyut, meninggalkan semua warisannya pada Permaisuri Oh Sunny. Aku yakin itu yang aku dengar. Jadi nenek suri mulai mengomel…”

Wkwkwkkw Ari ngikutin ucapan Mak Lampir lagi. Aduhhh ini bocahhh aktinya mantul. “Tidakkkk.. aku memberikan salam pagi selama 35 tahun. aku, aku yang melakukannya, bukan permaisuri. Selain itu, aku benar-benar ingin memiliki pulau Chungeum. Aku tidak percaya dia memberikan pulau yang berharga itu pada Permaisuri. Aku tidak menerima ini!!!!” sumpahhh ini lipsing gitu. Adegannya Mak Lampir. Tapi suaranya Ari. Nonton deh. Lucu.

“Itu yang dia katakan. Tapi saat membaca surat wasiat untuk yang kedua kalinya, semuanya berbeda.Yang mana yang benar, oma mama?” Ari polos banget.

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat