Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 37 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 37 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Hyuk membaca tulisan di tembok. Ia menemukan kata Kang Joo Seung juga pantai. Dan sebenarnya Joo Seung sedang bersembunyi di samping ranjang.

Hyuk bicara pada Kang. “Kang Joo Seung, kamu sudah ingat kan? Apa yang ada di dinding itu? katakan kepadaku!”

“Kang Joo Seung, Kang…”

“Coba ingatlah!!!!” Hyuk teriak. “Ingatlah sesuatu dan bersihkan namamu dan nama Permaisuri So Hyun. kumohon.”

Para dokter dan perawat datang. “Apa yang kamu lakukan? Berapa lama aku harus menunggu?” Ucap Hyuk pada dokter.

“Kamu menunjukkan padanya foto dan berita acara terkini, tapi kesembuhannya sangat lambat.”

Dokter membuka majalah. Hyuk mengambil majalah itu dan memukul kepada dokter. “Aku tidak mau mendengar alasan lagi. Ketika aku kembali, dia lebih baik harus ingat semuanya.”

“Baik.” Hyuk pergi dalam keadaan marah. Sementara majalah itu tergelatak kembali di lantai dan dipungut oleh Kang Joo Seung.

Joo Seung membuka halaman demi halaman, hingga tak ia melihat halaman yang tercetak wajah Min Yu Ra. Joo Seung langsung menangis. “Yu Ra….”

***

Di sini lain, setelah melihat berita di TV. Yu Ra menjadi sangat gelisah. Ia bahkan berjalan sampai terjatuh di koridor istana.

“Kenapa mereka mengatakan Kang Joo Seung  berselingkuh dengan Permaisuri So Hyun? itu tidak mungkin. Dia akan menikahiku lalu menghilang. Apa yang dilakukan sebenarnya oleh Keluarga Kekaisaran?”

Itulah dalam hati Ijah yang keknya kagak tahu apa-apa.

***

Kembali ke Sunny dan Jalang Seo. Jalang Seo yang mendengar perkataan Sunny malah balik bertanya. “Ada masalah apa?”

Sunny memperlihatkan foto yang ia temukan. “Untuk apa foto-foto ini?”

“Ahh apa ini?” melihatnya, Kang Hee pura-pura nggak tahu.

Sunny mengambil foto itu kembali. “Kenapa fotoku ada padamu? Kudengar Min Yu Ra menemukan ini.”

“Min Yu Ra menemukannya? Entahlah. Dia pasti menyembunyikannya di kamarku untuk menjebakku.”

Sunny tersenyum. “Kurasa begitu. Ijah begitu mengerikan. Aku tahu kamu tidak akan melakukan itu, maaf karena sudah berpikiran macam-macam tentangmu.”

“Tidak apa-apa. Aku mengerti. Terima kasih sudah memercayaiku, Permaisuri.”

Mereka saling tersenyum palsu. Sunny berkata dalam hati. “Pembohong, Seo Kang Hee siapa kamu sebenarnya?”

***

Yu Ra datang ke kediaman Seo Kang Hee.

“Ada yang bisa kubantu?” Ucap Yu Ra.

Kang Hee langsung menjambak Yu Ra. “Beraninya kamu menggeledah kamarku.”

“Apa maksudmu? Aku tidak melakukannya.”

“Jangan berbohong kepadaku. Apa kamu kembali ke istana untuk membalasku? Aku sudah memperingatkanmu. Aku bukan orang yang mudah kamu sentuh.”

“Kamu tidak bisa menganiayaku seperti ini. aku orang Ibu Suri.”

“Menrutmu berapa lama lagi dia akan melindungimu? Setelah dia memanfaatkanmu, kamu akan dibuang! Jika kamu ingin tetap di istana selama yang kamu mau, tetap diam seperti pelayan rendahan. Jaga mulutmu!!! Keluar!!!”

Yu Ra mengamuk dan menjambak Jalang Seo. “Sudah kubilang bukan aku orangnya. Kenapa kamu mencurigaiku? Apa pelayan wanita bukan manusia??? Aku tidak akan rugi sama sekali!”

Jambak-jambakkan dah mereka.

***

Sunny meletakkan kertas di salah satu ornamen di hiasan di depan bangunan istana.

Tak lama, seorang pelayan mengambil kertas itu dan membukanya. Kertas bergambarkan tengkorak. Sunny langsung menghampiri Pelayan itu dengan wajah preman.

Sunny mengambil kamera dari saku pelayan. “Jadi, kamu orangnya.” Yaaaaap antek-antek Seo Kang Hee tertangkap.

***

Sunny melihat fotonya di kamera. “Seo Kang hee membayarmu untuk memotret Permaisuri. Kamu tahu ini kejahatan yang besar?”

Pelayan langsung berlutut. “Maafkan aku! Permaisuri. Aku tidak akan melakukannya lagi. Kumohon…”

“Tidak. Lanjutkan saja.”

“Apa?”

“Terus ambil fotoku dan ikuti setiap gerakkanku dan laporkan kepada Seo Kang Hee. Tentu saja, kamu harus patuh kepadaku. Jika kamu tidak mau melakukannya, dia akan meminta orang lain melakukannya lagi. Lebih baik kamu yang melakukannya. Tapi, kamu harus membertahuku semua tentang Seo Kang Hee. Maka aku akan mengampunimu. Kamu bisa melakukannya? Tidak… kamu harus melakukannya.”

“Baik.”

***

Bin bicara dengan Hyuk di koridor.

“Peya… anda dari mana saja? aku mencarimu kemana-mana.”

“Aku harus menjernikahkan pikiran, jadi aku jalan-jalan.”

“Seluruh dunia memperhatikanmu. Terlalu berbahaya berkeliaran tanpa penjaga. Anda seharusnya memanggilku.”

“Kenapa? apa kamu takut aku akan lari?”

“Bukan begitu.”

Hyuk tersenyum. “Aku becanda. Aku akan pergi ke kamar Ibu Suri jadi kamu tidak perlu mengikutiku.”

***

Bin menuju mobil dan melihat history dari gps. Ternyata Hyuk dari rumah sakit kekaisaran.

“Dia menyetir sendiri ke sana dalam kondisi seperti ini? siapa yang ada di sana sebenarnya?”

***

Hyuk bicara di depan pintu dengan Nona Choi. “Apa katamu?” Ucap Hyuk.

“Ibu Suri berkata bahwa dia tidak ingin melihat anda, dan menyuruh anda pergi.”

“Dia tidak peduli denganku?”

Dari dalam ada suara Mak Suri. “Apa kamu menemukan sesuatu dari mayat permaisuri So Hyun? terlalu banyak masalah. Jalankan autopsi dengan baik. Kita harus mencari tahu siapa pelakunya, apa pun caranya. Pelakunya harus membayar kejahatannya. Sekalipun itu adalah Kaisar. Bukankah begitu? Tuan Jaksa Agung?”

Ibu Suri bicara di telpon. Ia melihat Hyuk yang sedang mondar-mandir lewat bayangan di pintu.

Hyuk berkata. “Jadi ibu sudah bermain sendiri sekarang. aku sangat mengerti.” Hyuk pun pergi.

***

Hyuk membuka pintu istana. Ia berpikir. “Ibu akan membuangku setelah memanfaatkanku sebagai suami yang telah membunuh istrinya sendiri? aku terlalu bodoh untuk kembali kepada Ibu.”

Di halaman, Hyuk melihat Sunny berjalan dan ia mengikutinya. Hyuk memeluk Sunny dari belakang. *behhhh akutu suka sih yaaaaaa..

Sayangnya, Sunny yang sudah diajari cara melumpuhkan seseorang. Langsung membanting Hyuk begitu saja. Hyuk tentu saja tak menyangka. Wkwkwkwkkwkwkw.

“Peya. Apa kamu baik-baik saja?”

Hyuk terduduk. “Tentu saja tidak.”

“Ini karenamu yang tiba-tiba memelukku dari belakang.”

Hyuk mencoba berdiri tapi sepertinya kakinya terkilir. Hyuk manja banget mengulurkan tangan pada Oh Sunny.

Ingatan Hyuk kembali saat dia kecil. Saat itu Hyuk kecil berlari dan terjatuh. Tak jauh ada Ibunya. Hyuk mengulurkan tangan pada ibunya, kemudian Ibu Suri hanya berkata. “Apa yang kamu lakukan? Berdiri sekarang! menjadi putra mahkota berarti harus bisa sendiri. kamu harus tahu caranya bangkit karena terjatuh.”

“Ya… oma mama.” Hyuk mencoba berdiri.

“Tolong jangan terlihat lemah di depan ayahmu. Jika dia tahu bahwa kamu jatuh karena hal bodoh, dia akan memarahimu. Putra Mahkota tidak bisa menunjukkan kelemahannya. Apa kamu mengerti?”

“Ya. oma mama.”

Kilas balik berakhir.

***

Hyuk masih mengulurkan tangannya. Dalam hati Sunny begini. “Kamu tidak akan mati karena itu. tidak akan. Bagunlah. Kenapa kamu memelototiku?”

Dan yah… Sunny mengulurkan tangannya. “Kamu tidak bisa berjalan?”

Hyuk pun sudah berdiri. “Tidak, tidak sama sekali.”

“Aku akan memanggil orang.”

Hyuk malah pura-pura kesakitan dan memegang Sunny. “Kurasa aku bisa berjalan jika kamu membantuku.”

Dan yeaahhh… dibantu Sunny berjalan sampai ruangan Hyuk.

“Aku akan menghubungi rumah sakiy dan membawakanmu es. Permisi.”

Hyuk mencegah Sunny pergi. “Karena kamu ada di sini, maka buatkan aku kopi instan.”

“Apa?”

Hyuk menunjuk di tempat ia menaruh kopi. “Aku sangat ingin minum kopi sekarang. seperti yang kamu lihat, aku sedang sakit.”

Sunny membuatkannya dengan kasar. “Aku sudah minum kopi.” Sunny pun mau pergi.

Hyuk ngomong lagi. “Permairusi, kenapa kamu meninggalkan pasienmu sendirian? Setidaknya kamu menempelkan koyok penghilang rasa sakit. Kurasa tangan dan punggungku sakit. Astagaaa… permaisuri. Apa kamu tidak kasihan pada orang yang terluka? Aku terluka karenamu.”

Sunny mencoba menempelkan koyok di punggung Hyuk.

“Tidak… ke atas sedikit.”

“Di sini?”

“Tidak… ke bawah.” Wkwkwkw… “Akkk kesamping. Di situ, geser tanganmu ke arah jam delapan. Bukan-bukan… arah jam empat. Ke kiri…tidak… kesamping.” Hyuk ngomongnya sambil cengngengesan. Lucu banget.

“Sudah cukup dasar kamu!!!!!!” Sunny dalam hati ngedumel.

Akhirnya koyok ditempel dengan sentuhan akhdir DITABOKKKKKKKKKKK. Wkwkwk.

“Hentikan membuat keributan Peya.” Sunny mau pergi lagi.

Kali ini Hyuk memegang tangan Sunny. “Aku ingin mendengar kamu bernyanyi. Saat aku menonton acara musikalmu saat itu, kamu punya suara yang bagus.” Yaaaaeeeelaaah Jang Nara gitu.

“Kamu pasien sekarang. lalu diamlah.” Sunny pun pergi. Ia baru sampai di pintu lalu dihadang lagi.

“Jangan pergi, Permisuri.”

“Pergelangan kakimu, tampak baik-baik saja.”

“tidak. Masih sakit. Ahhh…”

“Apakah kamu anak-anak? Apa yang kamu lakukan? Semua yang ada di istana gempar karena penyelidikan ulang. Tapi kamu berpura-pura terluka lalu menggodaku bernyanyi untukmu.kamu sangat menyedihkan.”

Sunny marah kemudian pergi.

klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat