Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 33 Part 3

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 33 Part 3 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Para anggota keluarga kerajaan berkumpul.

So Jin buka suara. “Bagaimana Permaisuri tidak tahu alergi Putri Ari dan membuat kekacauan ini? bagaimana jika sesuatu yang buruk terjadi pada Putri Ari?”

“Ari adalah putri tunggal Peya. Bahkan jika kamu marah pada Keluarga Kekaisaran, bagaimana kamu bisa membahayakan anak kecil? Ini adalah tindakkan pemberontakkan terhadap keluarga kekaisaran dan kaisar.” Mak Suri mengompori.

“Bukan aku pelakunya. Kue yang aku buat berbentuk beruang, tapi yang dimakan ari berbentuk kucing. Ada yang menukarnya.”

“Kamu menyangkalnya? Kamu mengarang novel seperti adikmu? Hanya kamu yang ada di dapur. Apa kamu punya saksi? Auditor kekaisaran mengatakan mereka akan meminta pertanggung jawaban atas hari ini. kamu harus mempersiapkan diri. Kamu setuju, Peya?” tanya mak Suri pada Suneo.

“Apa yang Ibu katakan benar. Itu adalah kejahatan mengerikan yang dilakukan terhadap anak kecil. Aku akan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab dan menghukum orang itu dengan kejam. Entah itu permaisuri atau orang lain. aku akan mengusut ini!!! kepala Chun, aku menunjukmu bertanggung jawab atas masalah ini. panggil semua penjaga untuk mencari siapa pelakunya dan semua saksi.”

“Aku akan melakukan apapun yang anda perintahkan.” Ucap Bin.

***

Di rumah sakit jiwa. Hyuk menemui Kang.

“Kondisinya masih belum pulih.” Ucap Dokter pada Hyuk. “Tapi dia pada akhirnya mengingat namanya.”

“Kenapa lama sekali? Sudah berapa tahun?” Hyuk marah pada dokter.

Hyuk mendekat pada Kang.

“Tolong bekerja samalah. Apa benar tidak ada yang terjadi antara kamu dan Permaisuri So Hyun? apa benar kamu punya wanita lain? katakan kepadaku. Tolong, ingat dan katakan yang sebenarnya.”

Kang berkata dalam keadaan takut. “Aku tidak tahu. Aku… tidak tahu apa-apa.”

Hyuk mencengkeram Kang. “Lihat mataku. Kamu satu-satunya orang yang bisa membersihkan nama Permaisuri So Hyun, jadi kamu harus tetap hidup dan ingat, Kang Joo Seung.”

“Tolong, jangan bunuh aku. Yang Mulia Ibu Suri. Tolong jangan bunuh aku.” Kang ketakutan sampai mengamuk. Akhirnya dokter memberikannya suntikkan penenang.

“Lakukan apa pun untuk membuatnya ingat. Aku tidak peduli seberapa kecil kemungkinannya, lakukan apa saja.” Hyuk pun keluar.

***

Min Yu Ra makan dengan lahap.

Kepala Joo berkata. “Menurut kabar di istana, Ibu Suri dan Hyuk sudah tidak sepaham lagi. Hyuk bersumpah dia akan melindungi permaisuri.”

Yu Ra ngakak. “apa yang dipikirkan kaisar? Dia melakukan ini kepadaku, dan dia melindungi Oh Sunny? Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Bantu aku keluar dari sini.”

“Tentu saja. sejak kamu menyelamatkanku malam itu, aku bersumpah untuk setia kepadamu. Tolong pulihlah dengan cepat dan balas dendam pada Bin dan Hyuk. aku akan mengurus Chun Woo Bin sendiri.”

“Tentu saja.kita harus melakukannya.”

***

Ke sana kemari Bin mencari pelayan yang tahu tentang kue berbentuk beruang yang hilang. Hingga jalang seo mengatakan pada Bin bahwa dia tahu.

“Aku melihatnya.”

“Apa maksudmu?” Tanya Bin.

“Aku melihat kue kering permaisuri pagi ini. kuenya memang berbentuk beruang.”

“Apakah kamu bisa bersaksi tentang apa yang baru saja kamu katakan?”

“Tentu saja. tapi tidak akan cukup untuk menangkap Ibu Suri, dia akan mecari jalan keluar entah bagaimana pun caranya, jadi, kita butuh bukti yang kuat.”

“Bukti yang kuat. Aku akan mencarinya… kamu harus menepati janjimu.”

Jalang Seo ngomong sendiri saat Bin pergi. “Aku ragu dia berusaha sekeras itu karena perintah Peya. Apa dia benar-benar menyukai Permaisuri?”

***

Bin mendatangi Ari.

“Apa yang kamu inginkan?” Tanya Ari.

“Aku membutuhkan video yang anda pertunjukkan saat pertemuan.”

“Kenapa aku harus memberikannya kepadamu? Kepala Chun?”

“Aku membutuhkannya untuk membantu Permaisuri.”

“Ahh kenapa tidak mengatakannya sejak awal? Jika itu untuk omma mama, tentu saja. aku akan berkerja sama.” Ari mengambil ponselnya. “Ini. kepala Chun.”

Bin melihat video saat anak lelaki menabrak Nona Choi. Kue yang saat itu dibawa Nona Choi adalah kue berbentuk beruang.

“Anda telah menyelamatkan Permaisuri.” Ucap Bin pada Ari.

***

Bin langsung memperlihatkannya pada Hyuk. “Nona Choi menukar kue yang telah dibuat oleh Permaisuri? Lalu di mana kue buatan permaisuri?”

“Kami sudah memeriksanya di istana. Tapi dia sudah menyingkirkannya. Tapi melihat dia membawa kue itu, sudah pasti dialah yang menukarnya.”

“Bawa Choi Tim Jang kepadaku.”

***

Nona Choi masuk ke dalam sel tahanan.

“Keluarkan aku.” Ucap Nona Choi pada Bin. “Mengurungku adalah pemberontakkan melawan Ibu Suri.”

“Ini perintah kaisar. Jadi kamu harus mengatakan yang sebenarnya. Kamu tidak bisa keluar sampai kamu mengatakannya.”

“Kenapa Chun, kamu kira bisa lolos dari ini?” Bin meninggalkan Nona Choi.

***

Pelayan melapor pada Mak Lampir.

“Apa? Dia mengurung Nona Choi? Untuk apa?”

“Dia terekam di video saat sedang mencuri kue permaisuri.”

“si bodoh itu. katakan padanya untuk mati saja. bagaimana dia bisa mengurung asisten pribadiku? Apa dia ingin menenatangku?panggil peya. Sekarang!!!”

***

Peya lagi bareng Sunny.

“Maaf sudah membuatmu terus mengalami hal-hal seperti ini. permaisuri. Aku akan meminta pertanggungjawaban ibu, jadi tolong jangan marah.”

“Apa kamu yakin semua akan baik-baik saja? aku akan senang jika namaku bersih, tapi aku selalu khawatir itu akan merusak hubunganmu dengan Ibu Suri.”

“Tidak… tidak sama sekali. Bahkan jika dia adalah ibu kandungku, dia sudah melakukan perbuatan yang salah. Dia terus melecehkanmu. Sekarang aku sadar, aku tidak bisa tinggal diam.”

Sunny tersenyum. “Terima kasih sudah mengatakan itu, senang mendengarnya.”

“Juga…. aku tahu sudah terlambat, tapi terhadap insiden transfusi darah Ibumu, aku minta maaf. Mian… ahhh… jadi… yang ingin aku katakan…”

“Aku sungguh kasar bukan? Aku yakin kamu juga tidak tahu. Kalau kupikir-pikir, aku merasa kamu menggantikan tempat ibuku, dan kenyataan aku memasuki istana ini dan menjadi istrimu, bukan kebetulan. Itu pasti adalah takdir.”

Padalah dalam hati Sunny begini. “Ya. ibuku membawaku ke istana ini, karena dia dianiaya, dan dia tidak berdamai dengan itu.”

Suneo nampak tercengang atas apa yang dikatakan Sunny. “Permaisuri.” Hyuk memegang tangan Sunny. “Aku akan membalasanya. Aku akan membayar atas nyawa ibumu selama sisa hidupku. Tolong beri aku kesempatan terakhir. Dengan mata yang kamu miliki saat menatapku, pada hari ini, bisakah kamu tersenyum untukku lagi?” *dialog yang cukup manis.

Sunny langsung menarik tangannya. “Aku akan berusaha.”

“Terima kasih.”

Pelayan mengetuk dan masuk. “Peya, Ibu Suri meminta anda ke kediamannya.”

“Aku tidak mau! Katakan kepadanya aku tidak akan datang.”

“Jika anda tidak datang, katanya dia akan datang ke sini, sendiri.”

“Hah. Di istana sebesar ini, tak ada tempat aku bisa terbebas darinya.”

Sunny berkata. “Haruskah aku menemanimu?”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Komentar dikit guys….

Buat yang nunggu. Seperti yang dibilang. Saya buat sinopsisnya dalam mode lambat. Tapi memang untuk episode minggu ini hanya tayang 33 dan 34 saja. hhehehe… bersyukur sih. agak lega juga jari-jariku minggu ini. nggak tahu kenapa tayangnya delay.

Saya makin suka sama sisi manusiawi dari Hyuk ya? banyak senyum, ramah, agak kocak juga ala-ala suneo gitu.

2 episode ini cukup ringan sih…*saya udah nonton dulu. buat yang pengen segera tahu kelanjutannya di episode 34. Sabar yaaa. Nanti diupdate.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat