Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 33 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 33 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Video pertama di putar.

Anak yang perempuan marah pada Ibunya. “Sudah kubilang aku tidak mau pakai topi ini!mana topi desainer prancis yang kamu janjikan.”

“Aku tahu, merk itu sudah diberikan kepada Putri Ari.”

“Itu sangat menjengkelkan!!! Kenapa Ibu sangat tidak kompeten?”

Ari berkomentar. “Apa gunanya mewakili industri keuangan? Miskin hati dan perkatannya kasar.”

Hyuk tersenyum. Ibu Suri berkata… “Putri… itu…”

Chun Woo Bin muncul melihat pertemuan ini.

Ada video kedua keluar. Kini giliran anak yang laki-laki.

“Istana tidak ada istimewa. Sepertinya sudah reot.” Anak itu menggerutu. Tak sengaja Nona Choi lewat membawa kue dan ternyata kuenya jatuh.

“Apa kamu gila? Ke mana matamu? Minta maaf sekarang juga. Jangan hanya menatapku. Apa kamu ingin dipecat? Apa kamu tidak tahu siapa aku?” anak itu menatap Nona Choi.

“Maafkan aku.”

Anak itu bahkan menginjak kue yang dibawa Nona Choi.

Ari komentar lagi.

“Aku minta maaf telah mengambil video tanpa memberitahu kalian, tapi aku harus tahu teman macam apa yang aku temui. Apa yang bisa aku pelajari dari menghabiskan waktu bersama teman-teman yang tidak pengertian dan kasar? Kalian berdua tidak tulus. Silakan pergi.”

Ngokk… ngokkk… cit. *ada suara kek gini.

Hyuk yang mendengarnya sulit menahan tawa.

Ari masih lanjut bicara. “Tapi ibuku memberitahu bahwa tidak sopan mengusir tamu yang datang mengunjungiku. Bawa itu…”

Makanan kue kering disajikan.  “Makanlah. Lalu pergi. Nenek, tolong cicipi sedikit.Omma mama memanggangnya sendiri.”

“Permaisuri memasaknya?”

“Ayah tolong cicipi sedikit.”

“Tentu.” Ucap Hyuk.

Ari baru memakan sedikit. Ia langsung kesulitan bernapas.

“Apa yang terjadi. Kepala Chun.tunggu… bukankah ini kacang? Apa kamu yakin Permaisuri memanggang ini? semua orang di istana tahu Putri Ari alergi kacang. Bagaimana mungkin ibunya tidak tahu.” Ibu Suri sengaja mengeraskan suaranya. Ari dibawa oleh Bin ke RS.

***

Sunny melihat Ari yang saat itu ada Bin di ruangan.

“Apa yang terjadi? Dia pingsan setelah memanggang kue yang aku berikan? Bagaimana itu bisa terjadi?”

“Dia alergi kacang. Untungnya, tidak ada yang serius.”

“Kacang? Aku bahkan tidak menaruh kacang.”

***

Jalang Seo marah dan menemui Ibu Suri.

“apa anda di belakang semua ini?” Tanya Jalang Seo.

“Hati-hati dengan perkataanmu. Aku jelas mengatakan pada anda bahwa jangan membahayakan ari. Aku percaya pada anda dan baru saja selesai wawancara dengan wartawan. Bagaimana anda menusukku dari belakang?”

“Agar artikel itu terdengar lebih meyakinkan, permaisuri harus terlibat masalah pada waktu yang tepat. Selain itu. kondisi ari juga tidak serius. Tidak ada alasan membuat keributan.”

“Apa anda sudah lupa? Ari hampir kehilangan nyawanya saat dia makan kacang sebelumnya. bahkan ada yang bisa meninggal dengan hanya mengkonsumsinya dalam jumlah kecil. Mungkin anda tidak peduli jika ari mati dalam upaya anda mengusir permaisuri? Atau apa anda mencoba untuk menyingkirkan mereka berdua sekaligus?”

“Jadi apa ari mati? Dia masih hidup dan sehat. Kenapa kamu membuat keributan seperti ini?”

“Ini salahku karena memercayai anda. Aku bodoh. Aku tidak tahu bahwa anda akan mengobarkan ari. Anda memaksaku untuk mengemukakan tentang kematian Permaisuri So Hyun. anda adalah orang yang mengarang skandar So Hyun.”

“Dan jika kaisar melindunginya. Siapa yang paling menderita? Ari seperti cermin yang mencerminkan kesalahan kaisar. Jika dia tidak meragukan cinta Permaisuri So Hyun, maka ari tidak pernah ada. dan apa kamu pikir dia akan membebaskan ari yang menjadi kesalahannya?”

“Apa anda mengincar ari sekarang? aku bisa melindungi ari sendiri. aku akan membuat anda menyesal telah memanfaatkan ari dalam permainan ini.” Seo pun pergi.

Mak Lampir berkata. “Dasar tidak tahu diri.”

***

Bin bicara dengan Hyuk di ruang kerja Hyuk.

“Putri Ari mulai pulih. Permaisuri merawatnya.”

“Permaisuri akan berada dalam masalah. Apa Ibuku pelakunya? Tidak mungkin, bagaimana dia bisa melakukannya, mempertaruhkan nyawa ari? Ahh itu tidak mungkin.

Ada suara pintu diketuk. Seo masuk.

“Ada yang ingin kukatakan kepadamu.” Ucap Seo.

“Nanti saja.” Hyuk jutek.

“Aku harus memberitahumu sekarang.”

“Kepala Chun kamu bisa pergi.” Bin pun pergi meninggalkan mereka.

Seo langsung berlutut. “Aku pantas mati, Yang Mulia. Aku dengan tulus minta maaf karena mengatakan yang sebenarnya kepada anda sekarang.”

“Apa maksudmu? Jelaskan!”

“Tujuh tahun lalu, Permaisuri So Hyun dan Kang Joo Seung. Tidak berpacaran. Itu direncanakan oleh Ibu Suri. Kang Joo Seung mencintai orang lain. permaisuri So Hyun, tidak mencintai siapapun kecuali anda.”

“Apa yang baru saja kamu katakan kepadaku? Terakhir kali, kamu jelas mengatakan kepadaku bahwa mereka berhubungan. Apa kamu berbohong kepadaku?”

Seo menangis. “Aku tidak punya pilihan karena Ibu Suri mengancamku. Aku harus melindungi Putri Ari. Namun, aku tidak bisa terus membohongi diriku sendiri.”

Hyuk mencengkeram Seo.

“Dasar penyihir. Kenapa kamu tidak memberitahuku? Kamu sahabatnya. Bagaimana kamu bisa mengkinatinya?”

“Pada saat itu, aku punya perasaan kepada anda. Aku tahu perbuatanku tidak bisa dimaafkan. Setelah kematiannya, aku merasa tidak pantas hidup lagi.”

“Kenapa kamu mengatakan ini padaku sekarang?”

“Ibu Suri merencanakan insiden ini dan melibatkan Putri Ari, dia ingin menjebak Permaisuri atas tindakkan itu. setelah itu, dia memanfaatkan ari untuk mengusir permaisuri. Aku teringat pada kejadian 7 tahun lalu.”

Hyuk melepaskan cengkeramannya. “Apa kamu yakin?”

“Aku yakin. Aku tahu ini memang bukan urusanku, tapi tolong jangan percayai Ibu Suri lagi. Dan tolong ungkap kebenaran di balik kematian sahabatku yang telah meninggal karena skandal yang dibuat oleh Ibu Suri.”

“Kamu tidak berhak mengatakan itu. keluar dari sini sekarang. aku tidak ingin melihatmu.”

Seo pun pergi.

***

Hyuk mendatangi Abu So Hyun. ia mengingat semua kenangan. Guci abu dibawa Hyuk keluar. Ia menatap pandangan kosong. Hyuk memeluk guci itu sambil berteriak keras.

Dalam hatinya berkata. “Apa yang telah aku lakukan. Aku hanya memercayai Ibu. Bodohnya, aku membunuhmu. Dan anak kita yang ada di rahimmu. Aku bodoh. Jangan pernah memaafkan aku.”

Hyuk berteriak. Menangis sambil memeluk abu mendiang.

***

Sunny bersama dengan Ari.

“Apa kamu sudah bangun. Ari Gungju?”

Ari langsung memeluk Sunny.

“Bagaimana keadaanmu? Kamu yakin baik-baik saja?”

“Jangan khawatir. Aku tidak makan banyak.”

“Apa? Apa maksudmu?”

“Saat aku menggigitnya, bau kacang sangat menyengat. Tapi kurasa itu cukup untuk membuatku pingsan. Aku sudah baikan sekarang!”

“Aku sangat lega… aku sangat kaget.”

Ari mengambil kuenya. “Diam-diam aku memasukkan kue yang seharusnya kumakan.”

Sunny mencium kuenya. “Ini bukan yang aku panggang. Bentuknya berbeda.”

“Aku tahu. Ada yang berusaha membuat kita berdua menjauh. Seseorang pasti telah menambahkan kacang di kueku. Aku akan mencari tahu siapa orang itu, dan aku akan menghukum orang itu.”

“Putri. Orang dewasa akan mengatasinya, jadi fokuslah pada kondisimu. Kuharap ari tidak membenci, mencurigai, atau menentang orang lain. seharusnya aku lebih berhati-hati untuk memastikan ini tidak terjadi. Maaf Putri.” Sunny memeluk Ari.

Suneo melihat ini dan tersenyum. Ia berkata dalam hati, “Maafkan aku permaisuri, aku pecundang. Tai kali ini, aku tidak akan bersikap bodoh lagi. Aku tidak akan mengulangi kesalahanku. Aku akan melindungimu dengan berbagai macam cara.”

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *