Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 33 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 33 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini.

“Apa yang baru saja kamu katakan?” Tanya Hyuk. “Beraninya kamu menginginkan istriku? Apa kamu sudah gila?”

Hyuk akan memukul Bin. Tapi Sunny malah menampar Bin. *plaakkkk…

“apa kamu mengejekku? Kepala Chun? Tak peduli seburuk apa pernikahanku, aku masih permaisuri kekaisaran korea. dan aku masih istri kaisar. Beraninya kamu mengucapkan kata-kata tidak sopan? Hanya karena aku telah bersikap baik padamu dan kita sudah cukup dekat, apakah aku begitu murah bagimu?”

Suneo seneng banget. “Tentu saja, kamu memang pantas untuk marah.”

Bin berkata. “Aku pasti sudah gila. Maafkan aku. Aku hanya berpikir permaisuri nampak tidak nyaman.”

“Itu pilihanku, dan aku kembali ke istana karena kemauanku sendiri. setiap keputusan adalah keputusanku, dan aku akan bertanggung jawab dengan itu. entah aku akan meninggal di istana, atau tetap tinggal, itu bukan urusanmu.” Sunny menceramahi Bin.

“Aku dengan senang hati akan menerima hukuman apapun.” Ucap Bin.

“kamu dipecat.” Ucap Sunny pada Bin. “Kamu meragukanku?” Tanya Sunny pada Hyuk.

“Kurasa Kepala Chun tidak sengaja. Kenapa kamu tidak mengampuninya? Dia hanya tidak sengaja.” Suneo manis gitu ngomongnya.

“Apa kamu lupa kenapa ini terjadi? Baiklah kalau begitu.aku lelah. Aku akan kembali ke kamarku. Bolehkah aku istirahat?” Tanya Sunny pada Hyuk.

“Ya. tentu saja. pergi tidurlah yang nyenyak. Kepala Chun adalah orangku, jadi aku akan memarahinya… jangan memikirkan soal itu lagi Permaisuri.”

Sunny pun meninggalkan mereka berdua.

“Tentu. Permaisuri bukan wanita gampangan.” Hyuk senyum memandang punggung Sunny yang pergi. Mimiknya berubah ketika melihat Bin. “Ikutlah denganku.”

***

Bin dan Hyuk bicara di ruangan Hyuk.

“Maaf Yang Mulia, bagaimana dengan lengan anda?”

“Kamu nampak akan membunuhku, apa kamu sudah sadar sekarang?”

Bin berlutut. “Teo Mama memerintahkanku untuk mempercepat skandal dengan permaisuri, jadi aku tidak sadar.”

“Ibuku menyuruhmu? Apa hanya itu alasannya? Hanya karena Ibu Suri memeritahkanmu? Apakah kamu tidak punya perasaan…”

“Itu sungguh konyol, Yang Mulia. Bagaimana orang sepertiku menginginkan wanita milikmu?”

Hyuk menunduk, wajahnya didekatkan pada Bin dan tersenyum. “Adikku Chun Woo Bin tidak akan pernah menentangku.”

Mereka sama-sama berdiri bangkit.

“Tapi bagaimana perasaan anda padanya?” Tanya Bin. “Anda benar-benar menyukai Pemaisuri?”

“Aku bingung. Aku tidak tahu apa yang kurasakan. Tapi aku terus menerus mengkhawatirkannya. Aku merindukannya sepanjang waktu, aku merasa tidak enak, dan tidak bisa berhenti memikirkannya. Itu sebabnya aku memutuskan aku akan melindungi permaisuri dari ibuku.”

“Maksud anda, anda akan menentang Ibu Suri?”

“Jika itu harus, makan akan kulakukan. Karena itu, lupakan perintah untuk membuat Permaisuri menjadi kekasihmu.”

“Tapi, Ibu Suri tidak akan…”

Hyuk memegang bahu Bin. “Ini adalah perintah Kaisar.” Suneo pergi dengan wajah penuh senyum.

***

Sunny lagi memakai Skincare yang lebih mirip nabok-nabok pipinya dengan kasar.

“Aku tidak perlu memukulnya. Dia pasti kesakitan. Aku merasa sangat bersalah. Bagaimana aku akan menghadapinya?”

Ada suara. “Yang Mulia, ini Chun Woo Bin.”

Sunny langsung keluar ruangan.

“Yang tadi sangat sakit bukan?”

“Ya. cukup sakit.”

“Maaf. Aku menamparmu cukup keras.”

Bin tersenyum manis sekali. “Aku becanda. Jangan khawatir. Jika Permaisuri tidak melakukan itu. maka akan lebih berbahaya. Tapi bolehkah aku bertanya kenapa kamu melakukan itu?”

“Aku akan melakukan apa yang kamu katakan. Aku tidak akan melawan Hyuk lagi. Tidak, maksudku, aku akan mendekatinya lagi. Aku berencana untuk memanfaatkan perasaannya untuk menyerang Ibu Suri.”

“Apa pun yang kamu putuskan, aku akan melakukan perintahmu. Tapi aku khawatir. Bagaimana jika Hyuk benar-benar menyukaimu? Dan tidak akan melepaskanmu kemudian menyiksamu. Aku tidak tahu harus berbuat apa.”

“Kenapa kamu khawatir tentang itu? aku tidak punya niat untuk menerima pria menjijikan itu. tunggu dan lihat saja. aku tidak akan membiarkan kematian ibuku yang tidak adil menjadi sia-sia. Aku akan mengungkakan kebenaran di balik kematian So Hyun dan kematian nenek suri dan membiarkan Hyuk mendapatkan apa yang pantas dia terima.”

***

Seo Kang Hee menghadap Mak Suri.

“Kenapa kamu tidak bisa mengambil hati anak yang kamu lahirkan? Apa yang selama ini kamu lakukan? Apa yang kamu lakukan ketika Putri Ari memuja Permaisuri?”

“Itu hanya sementara. Auditor kerjaan melaporkannya karena pelecehan anak dan para aktivis memprotesnya. Permaisuri akan menyerah.”

“Kita tidak bisa menunggu buah matang di pohon untuk jatuh. Kamu pikir itu akan terjadi? Aku akan memilih pasangan (teman) untuk Ari besok. Aku harus mengakhiri semuanya.”

“Apa yang akan anda lakukan pada Ari? Anda tidak boleh memanfaatkannya.”

Ibu Suri tertawa. “Kamu membuatnya terdengar seperti aku akan membunuh cucuku satu-satunya. Jangan khawatir tentang itu. terus berikan pendapatmu sebagai ibu kandungnya yang sedih dan diabaikan. Aku akan mengurus sisanya.”

Esoknya ada dua anak (lelaki dan perempuan) bersama dengan Ibu mereka dan masuk ke istana.

***

Ari melakukan video call dengan Sunny.

“Apa yang Ibu lakukan itu salah? Mereka menghancurkan kita. Aku sangat merindukan Ibu, hingga aku ingin menangis.”

“Putri Ari sangat cantik.”

“Sungguh sedih Oma mama tidak bisa mendampingiku.”

“Aku benar-benar ingin ikut, tapi tidak ada yang bisa aku lakukan. Ahhh tadaaaa….” Sunny memperlihatkan dia memasak kue. “Kamu melihatnya?”

“Apa itu? oma mama?”

“Aku memanggang kue untukmu dan temanmu.” Jalang Seo pun sedang memperhatikan Sunny.

“Omma mama memang yang terbaik.”

“Kamu tahu bagaimana harus bersikap kepada teman-temanmu, bukan? Jangan sombong…”

“Aku tidak akan sombong, aku akan mendengarkan teman-temanku, memperhatikan orang lain terlebih dahulu, dan menunjukkan sikap yang sesuai sebagai seorang Putri. Benar bukan?”

“Sempurna. aku percaya padamu, Putri!. Semoga beruntung hari ini. sampai jumpa.”

Mereka mematikan video call.

Jalang Seo mendekat pada Sunny.

“Bagus sekali, anda bertingkah seperti anda ibu kandungnya ari.”

“Ibu kandungnya bekerja sama dengan Ibu Suri yang memanfaatkan Putri Ari untuk menyingkirkanku.”

“Apa maksudmu, memanfaatkan Putri Ari? Aku takut seseorang akan mendengarnya.”

“Siapa yang membuat pelayan itu pada media? Dan menyebut bahwa dirimu adalah Ibu yang sesungguhnya? Tidakkah kamu berpikir betapa menderitanya ari nanti?”

“Jika anda sangat peduli kepadanya, bagaimana anda bisa mencambuknya?”

“Itu karena aku ingin dia tumbuh menjadi orang baik. Kamu tidak lihat dialah harapan terakhir bagi keluarga kekaisaran yang busuk ini?”

“Aku tahu itu. karena itu anda harus pergi sehingga dia bisa tumbuh dengan baik.”

***

Ibu Suri memimpin pertemuan ari dengan dua temannya. Saat itu ada Hyuk juga. Juga ada media.

“Putri Ari izinkan aku memperkenalkan temanmu. Dia adalah cucu tertua dari mantan perdana menteri Choi, keluarga bangsawan dari perdana menteri dan jenderal. Dia adalah cucu dari ketua Ko dari Grup Gongyong,  yang mewakili industri keuangan negara kita. Kenapa kalian tidak saling menyapa?”

Dua tamu anak-anak ini bertanya. “Suatu kehormatan bertemu dengan Anda.”

Ari Cuma manggut-manggut.

“Mereka dipilih melalui pemeriksaan dan proses yang ketat. Mereka sangat cocok untukmu. Kuharap kalian akan menjadi teman baik.”

“Keduanya tidak memenuhi syarat untuk menjadi pasangan belajarku.” Ari ketus.

Hyuk bingung. “Apa maksudmu?”

Ari menjawab. “Mereka bertentangan dengan apa yang diajarkan Ibuku, Permaisuri Sunny.”

“Putri Ari, apa yang anda katakan di depan para tamu terhormat ini?” Nenek Ari ikut bingung.

“Semua orang tahu tentang bagaimana ibuku menghukumu beberapa hari yang lalu, bukan? Karena ibuku memarahiku dengan keras dan mencambukku untuk mengajarku, kata orang dia membenciku dan melecehkanku. Aku mendengar berita konyol itu di TV. Tapi itu adalah kesalahpahaman. Itu karena kesalahanku.”

Ibu Suri kaget. “Kenapa kamu membahasnya di sini.”

“Anak-anak di sini. lebih buruk daripada aku. Putar videonya.” Ari memerintahkan pelayan.

Berlanjut ke bagian 2 ya. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat