Advertisements

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 31 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 31 Part 2 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. selengkapnya ada di tulisan yang ini.

Jalang Seo menanyai pekerja yang saat itu berurusan dengan Ari yang menyebabkan Ari dipukuli oleh Sunny. Jalang Seo juga memiliki foto kaki ari yang terluka .

“Aku tidak bermaksud buruk. Aku hanya tidak suka perilaku kasar Ari Gungju, karena itu….”

“Maka kamu menolak permintaan maafnya dan membuatnya dalam kesulitan? Kamu bahkan menghina dia, mengatakan dia pantas menerimanya saat dicambuk.”

“Maafkan aku mama-nim. Mohon maafkan aku. Kumohon…” jalang Seo kemudian memberikan uang.

“Kudengar Ibumu menerima dialisis. Kamu belum melunasi tagihan rumah sakitnya. Lakukan apapun yag kukatakan mulai sekarang. maka aku akan melunasi operasi ibumu. Bisakah kamu melakukan itu?”

“Aku akan melakukan apa pun permintaan anda yang mulia.” Halahhh anjay bgt sok bgt kemarin sama ari nggak nerima duit sama perhiasan kalau UUD juga. *UJUNG-UJUNGNYA DUIT.

***

Sunny membaca novel Yoon. “Putra Mahkota Lee Yoon, apa rencananya?”

***

Sunny dan Bin menemui Pak Byun yang saat itu ada Yoon juga. Mereka rapat.

“Tuan, apa hubunganmu dengan Putra Mahkota?” Tanya Sunny pada Byun.

“Dia membantu kami selama ini.”

“kamu sudah merasa lebih baik?” Tanya Yoon pada Sunny.

“Ceritakan soal novelmu. Bukankah itu permaisuri So Hyun? kenapa kamu melibatkan adikku dalam operasi berbahaya ini? pikirmu Hyuk atau Mak Lampir akan membiarkan ini kalau mereka tahu?”

“Aku akan bertanggung jawab. Aku akan mengungkapkan kebenaran di hari itu.”

“Bagaimana caranya? Kamu hilang selama tujuh tahun. bagaimana kamu mengungkapnya kini?”

“Aku melihat saat Permaisuri So Hyun tewas.”

Pak Byun kaget. “Yang Mulia, anda bilang kepadaku tidak tahu.”

“Maafkan aku baru mengatakan ini sekarang. aku tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak punya bukti. Kamu tidak tahu bagaimana ibuku? Dia akan menutupinya meski aku melawan.”

Bin berkata. “Kamu menulis novel untuk menarik perhatian orang?”

“Ya. aku harus memberitahu kebenaran saat malam itu. hanya dengan demikian, mereka akan merespon. Kukira dengan begitu aku bisa mengetahui sebab dari pembunuhan. Saat aku menyelesaikan novel.”

Yoon memberikan naskah novel barunya. Bin membukanya. Sebuah cover yang sensasional. “Apa ini yang mulia?”

“Itu sampul novel yang kuselesaikan.”

Novel dilihat Pak Byun. Ada semacam yang menggenang di kolam. Itu menggambarkan So Hyun yang tewas. Dengan pohon-pohon yang familier dengan lingkungan istana. Melihatnya, Pak Byun sangat sedih.

“Tidak mungkin.” Ucap Sunny masih tidak percaya.

“Putriku… putriku…menghadapi kematian begitu mengenaskan.” Pak Byun tambah menangis.

“Aku akan mengungka kematian Permaisuri So Hyun yang tidak adil dan membuat mereka membayar atas kejahatan mereka. Aku tidak akan melarikan diri lagi.”

“Aku pun akan membantu. Aku akan pergi ke ruang rahasia di tamannya Mak Lampir malam ini. jika buku harian Permaisuri So Hyun menuntun aku ke sana, pasti ada sesuatu di sana.”

Pak Byun berkata. “Berbahaya pergi ke sana sendirian. Jika Anda berakhir terluka demi menegakkan keadilan untuk putriku…”

“Jangan cemas, Pak Byun. Aku akan menemani dia.” Ucap Bin.

“Aku pun akan memikirkan apa yang bisa kulakukan.” Tambah Yoon.

***

Yoon menemui dokter di RS.

“Konferensi pers?” Ucap Dokter.

“Kuberi satu kesempatan terakhir untuk berterus terang. Kejahatan yang kamu perbuat sepuluh tahun lalu. Ungkap segalanya di konferensi pers.”

“Jika kulakukan, itu akan membahayakan Mak Lampir dan Suneo.”

“BODO AMAT. Beri tahu dunia soal kejadian itu. maka aku akan memberimu hukuman yang sangat ringan. Sampai jumpa malam ini di ruang konferensi. Akan ada banyak reporter.”

Yoon pergi. Dokter sangat marah dan menghubungi Mak Lampir.

“Putra Mahkota bilang begitu? begitu ya? aku akan menanganinya. Jangan cemas. Kamu tidak boleh bicara sama sekali soal kejadian malam itu.”

Telpon ditutup.

“Dasar Yoon kurang ajar. Kamu memutuskan untuk mengkhianati ibumu sendiri?”… “Nona Choi…”

“Ya Mak.”

“Kita ada masalah yang mendesak. Aku ingin pergi ke RS.”

***

Yoon baru pulang ke kedai ayam goreng dan disambut Hel Ro.

“Kamu dari mana saja? kenapa lama sekali? Kukira aku akan mati karena ingin bertemu denganmu.”

“Aku juga merindukanmu.” Ucap Yoon.

“Berjanjilah kamu akan mengabariku saat akan pergi lain kali. kalau tidak, aku akan sangat kecewa.” Hel Ro manja banget bokkk ke Yoon.

Tbtb Putri So Jin dan para pegawai datang ke kedai.

“Nona Oh. Aku menemukanmu.!”

Sangat kalap. Yoon langsung lari ke penggorengan dan pakai helm.

“Kenapa Gungju ke mari?”

“Kamu berpura-pura manis di depan pacarmu….” ngejek Hel Ro. “halo… Tuan Pacar.” Ucap So Jin.

Yoon hanya mengangguk.

“Aku sudah mengundurkan diri, kenapa kamu kemari?”

So Jin mengeluarkan surat. “Karena itulah aku datang. aku tidak akan menerima surat pengunduran dirimu, aku tahu kamu bertengkar dengan ibuku kemarin, tapi akulah CEO pusat perbelanjaan. Untuk merayakan dirimu yang mendapatkan lagi pekerjaan, kita semua akan makan bersama. Menyiapkannya tidak lama? Kalau lama, aku akan marah.” Wkwkwkwkwk So Jin ngikutin Hel Ro yang pakai suara manja. Apa sih istilahnya? Aegyo?

***

Para karyawan makan dengan lahap. Keknya enak YA ALLAH….

“Enak dan asin. Ini makanan kesukaanku. Favoritku, bawang putih. Sebelum kalian pulang ke rumah, bawa pulang ayam gorenganya. Paham?” Ucap So Jin pada karyawan lain.

Semua bersorak.

***

Sambil bawa ayam. So Jin berjalan di lorong. “Urrie Bin, aku sangat merindukanmu.” So Jin ngikuitin suara manja kayak Hel Ro.

Tapi, di lorong, So Jin malah ketemu Bin yang lagi ngobrol bareng Sunny,

“Istirahatlah Yang Mulia.”

“Tunggu. Aku punya sesuatu untukmu.” Sunny memberikan penghangat. “Ini kompres panas, ini benar-benar hangat kayak ketek ayam.kubeli beberapa lagi saat membeli untuk aku sendiri.”

“Aku baik-baik saja. anda harus memakainya. Anda mudah kedinginan.”

Sunny memberikannya dan berkata. “Sampai jumpa malam nanti.” Bin senyum.

So Jin bingung. “Apa ini? kenapa Urrie Bin dan Permaisuri… apa yang terjadi?”

***

Di ruangannya, Hyuk merusak barang dengan palu. Padahal barang itu adalah barang baru.

“Permaisuri telah kembali dari tamasya.” Lapor Bin pada Hyuk. Hyuk masih sibuk matok-matok pakai palu. “Apa semua ini?”

“Ini untuk Permaisuri.”

“Dia tidak akan menerimanya.”

“Aku pun tahu itu.”

Hyuk mulai merusak barang yang ada. mulai dari TV sampai baju hangat agar tidak terlihat seperti masih baru.

***

Sunny pergi ke gudang. Ia senang karena menemukan banyak barang yang bisa dipungut. Mulai dari tempat memasak sampai baju hangat. Sunny membawanya ke kosannya. Kwwkwkwk

Hyuk dari lorong mengintip dengan gembira karena barang pemberiannya berhasil “diterima”.

Bin berkata. “Apakah ini benar-benar perlu?”

“Dia tidak mau terima apa pun dariku. Aku tidak punya pilihan. Aku harus memberikan sesuatu yang lebih baik besok.”

“Anda sudah berubah pikiran soal Permaisuri?”

“Apa maksudmu?”

“Aku bertanya apakah anda mulai menyukainya?”

“AKUUU? Dengan wanita yang memungut barang daur ulang? Aku kaisar. Hooo hooooo… Uriie Bin adik gueee… akika hanya melakukan kebaikan.” Hyuk melengos pergi dengan senyum sumringah.

***

Sunny bicara dengan Yoo di telpon.

“Reporter? Apa?”

“Anda akan segera tahu. Tolong jangan sampai syok. Lalu, maafkan aku.”

“Kenapa kamu minta maaf?” eehh telpon ditutup Yoon.

***

Di TV. Malah pegawai yang sudah disuap Jalang Seo diwawancara. “Permaisuri sering mengeluh tanpa alasan yang jelas dan memarahi serta memukul Ari Gungju.”

Di ruang keluarga, Hyuk, Mak Lampir dan So Jin sedang menonton. Sunny datang dan malah melihat berita fitnah ini.

“Semua orang di istana sudah tahu. Aku kasihan melihat Putri Ari dipukuli, hingga aku mengambil beberapa foto.” Foto yang dimiliki Jalang Seo itu tuh…

Reporter lanjut bicara. “Dia berpura-pura menjadi Ibu yang baik di depan kamera. Tapi memukuli tuan putri yang masih kecil di belakang kamera. Kami menemui Ibu Kandung Putri Ari demi mencari tahu penyebabnya.

Jalang Seo diwawancara dengan wajah diblur kek jualan baso tikus.

“Anda Ibu kandung putri ari, bukan? Benarkan putri ari dipukuli oleh Permaisuri? Mohon beritahu kami.”

“Aku tidak tahu apa-apa. Tolong jangan lakukan ini. kamu hanya akan makin menyulitakan Putri Ari.”

So Jin mematikan TV.

“Permaisuri, benarkan ini? kamu berpura-pura seperti orang paling baik di dunia. Inilah dirimu yang sebenarnya? Dasar orang munafik berwajah dua!” So Jin kemudian pergi.

“Ibu sekarang memaanfaatkan Putri Ari, demi mengusir aku?”

“Bisa-bisanya kamu tidak tahu malu, bahkan setelah melakukan kejahatan yang begitu keji? Kamu menghancurkan citra keluarga kerajaan, rakyat dan para aktivis sedang gempar. Kita tidak bisa membiarkan ini. bagaimana menurutmu, Peya?”

“Apa yang Mak pikirkan, benar.”

“Di mana Ari gungju?”

***

Ari disekap di kamarnya oleh Jalang Seo. Ari ingin keluar.

“Mama…”

“Kenapa aku tidak boleh keluar? Aku mau menemui Ibu sekarang juga! Minggir.”

“Auditor kekaisaran melarang Anda dan Permaisuri melakukan kontak apa pun. Anda tidak bisa menemuinya sampai penyelidiakan berakhir.”

“memangnya kamu siapa? kenapa? kenapa kamu memisahkan kami? Kenapa” Ari menangis sejadi-jadinya. “Omaaa mama… omaaa mamaaaaaa….”

Ari nangis sampai serak.

***

Kembali ke Sunny dan dua jahara.

“Kemarin, Ibu memanfaatkan putra Ibu, hari ini, cucu ibu. Tidak kusangaka Ibu Suri begitu Hina! Tidak pernah kubayangakan sebelum datang ke istana ini.”

“Kita lihat saja siapa yang akan lebih hina pada waktunya.  Silakan, bekerja keraslah untuk memperbaikinya. Makin kamu coba, kamu akan makin buruk, dan kamu akan jatuh ke jurang yang makin dalam, tapi silakan saja.”

Mak lampir pergi.

Hyuk memandang Sunny… “Permaisuri… ini…”

Sunny pun malah pergi. Hyuk nggak ngomong apa-apa. Cintanya MENTAH…!

BERSAMBUNG CUYYY… klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Satu tanggapan untuk “Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 31 Part 2

  • 13/01/2019 pada 1:47 AM
    Permalink

    Tolong dong bahasa tetjemahannya yang baku saja..biar lebih enak dibacanya..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *