Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 31 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 31 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Hyuk berada di ruangannya seperti setrika yang mondar mandir modar. “Ahh ini membuatku gila.”

Kemudian ada Ahjussi pelayan yang masuk. “Ah bagaimana Permaisuri? Apakah dia baik-baik saja? kenapa mereka membiarkan dia pergi dari RS secepat itu? dia harus tetap di rumah sakit dan merawatnya.”

“Permaisuri bilang dia tidak mau tinggal di rumah sakit. Kepala Chun menemaninya di ruangannya.”

“Apa? Aku tidak akan membiarkan ini terjadi. Aku harus memeriksanya sendiri.”

Hyuk pergi dengan rombongan sirkusnya. Ia pun ragu. “Apakah kehadiranku di sana akan membuatnya lebih cemas? Bagaimana jika kondisinya memburuk? Ayo pergi saja.”

Hyuk putar balik beberapa langkah. Kemudian… “Tidak… aku tidak bisa pergi diam-diam dan melihat wajahnya? Ayoo pergi…”

Baru dua langkah… balik lagi…gitu terus sampai yang dibelakangnya udah kayak mainan ular-ularan yang kejar-kejaran sama buntutnya.

Tak disangka ada ayah berlari menuju Hyuk. “HAIII BRENGSEK!!!” Awalnya ayah ditahan pengawal. Tapi Hyuk meminta melepaskannya. “Kamu brengsek.” Ayah memukul Hyuk dan ia diam saja.

“Ayah. Anda di sini…”

“Ayah mencengkeram Hyuk, “Apa yang telah kamu lakukan pada putriku? Berapa banyak lagi penderitaan yang diterima putriku. Kamu brengsek…” dipukul lagi. “Putriku yang malang, aku membesarkannya dengan semua cinta yang bisa aku berikan padanya. Apakah kamu tahu betapa sulitnya aku untuk membesarkannya?”

Ayah menangis dan mengutuk Hyuk.

***

Di dalam kamar. Sunny menatap Bin yang ganteng saat tidur. Sunny mengingat semua kebaikan Bin yang sudah menyelamatkannya dari macam-macam bahaya. Tentang Bin yang ada saat dia susah. Semua aksi heroiknya yang kayak Bon di Terius yang kagak metong-metong jugak.

“Terima kasih banyak. Tanpamu, aku tidak akan bertahan di sini.” Sunny menangis dan mengambil selimut untuk Bin.

Di pintu. Mak Lampir awalnya mau masuk namun ia urungkan.

“Chun Woo Bin. Dia cukup mahir.”

Kemudian ada pegawai yang melapor. “Mak Suri, anda harus ke kamar sekarang.”

“kenapa?”


Ternyata ada Hel Ro ngamuk sambil menabur sampah. Hel Ro membuat keributan. Mak lampir pun datang.

“Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Ya ampun, aku pikir ini adalah tempat buang sampah. Bau busuknya sampai ke rumahku.”

“Nona Choi… bawa dia pergi. Usir dia.”

Tapi Nona Choi malah dipukul pakai sampah. Mak Lampir dihujani sampah.

“Sungguh tidak beradab!”

“Jangan main-main dengan hidup kakakku.”

“Tutup mulutmu dan pergi.”

“Aku tidak akan tinggal diam meski kamu memintaku. Kamu penyihir tua yang hanya punya uang.”

“PENYIHIR TUA? Tangkap dia… tangkap dia sekarang.” ekekekekek asik nih nama baru.

Hel Ro akhirnya ditangkap dan dibawa ke dalam penjara bersama dengan ayahnya.


“Dengan keluarga yang tidak beradab, Sunny pasti tidak beradab. Aku tidak akan membiarkan insiden ini berulang. kamu harus menguatkan dirimu!”

“Silakan lakukan apa yang kamu mau. Kami tidak akan kalah. Aku kira kamu belum pernah mendengarnya. Kami adalah Psych-Ohs” wkwkwk ayah bikin istilah usai TETEMAMA.

“apa? Psych –Ohs?”

“Kita adalah… Oh. Para Psikopat. Kami cukup terkenal. Apa kamu tidak tahu?  Akan aku tunjukkan padamu betapa gilanya kami, psikopat Oh.” Wwkwkkw Hel Ro juara sombong. “Mak Lampir harus siap-siap ya? ahh ya… ini” Hel Ro ngasih surat.

“Apa ini.?”

“Surat pengunduran diriku. Aku tidak akan terima gaji dari kalian lagi.”

“Surat pengunduran diri? Yak?” Ucap Ayah… wkwkkwwk terus bilang, “Bagus, bagus, bagus.”

“Aku bisa dengan mudah menemukan pekerjaan dengan keahlianku.”

“Apakah kamu sudah gila?”

Kemudian ayah mulai senang. “Di sini luas, ini, jauh lebih baik daripada rumah kita. Ini bagus.”

“Aku setuju, mari kita tinggal di sini sebentar. Kita bahkan bisa menghabiskan musim dingin di sini.”

“aahhh gilaaaa…” mak Lampir malah kesel dengernya. Wkwkwk.

***

Hyuk mendatangi Mak.

“Apa? Melepasakan mereka? Aku tidak akan pernah setuju untuk itu.”

“Seiring dengan serangan terhadap Permaisuri,  jika publik tahu penahanan mereka di istana, pers akan membuat masalah besar dengan itu.”

“Kamu membiarkan orang kasar itu, ayah mertuamu memukulmu. Apakah itu mengaburkan penilaianmu? Semua orang di istana melihat apa yang mereka lakukan padamu dan aku. Bagaimana kamu bisa bilang padaku untuk membiarkan mereka pergi. Aku akan membuat pelajaran. Akan aku tunjukkan apa yang terjadi jika mereka tidak menghormati kita.”

“Apakah Ibu akan puas jika aku akan melakukan apa yang ibu katakan?”

“Apa maksudmu?”

“Aku tidak akan melakukan apa pun untuk Permaisuri. Aku tidak akan berpikir untuk melindungi atau menyukainya. Aku bahkan tidak akan melihatnya. Jadi kumohon biarkan keluarganya pergi.”

“Apa kamu serius? Apakah aku bisa memercayaimu?”

“Ya. oma mama. Aku berjanji.”

Mak lampir sangat senang mendengarnya. “Kamu telah membuat keputusan yang tepat. Tolong jangan lupa. Kamu dan aku ada di kapal yang sama. tolong jangan berpikir mau menentangku karena Oh Sunny. Apa kamu mengerti?”

***

“tolong tenanglah. Anda belum sepenuhnya pulih. Aku akan memeriksa mereka.”

“Appa dan Hel Ro dikurung di penjara bawah tanah. Aku akan menemui Mak Suri.”

“Tidak…” Ucap Bin mencegah.

Tiba-tiba suara ayah sudah terdengar. Hel Ro dan ayah masuk kamar Sunny.

“Apa yang terjadi? Aku dengar kalian dikurung? Apa kalian baik-baik saja?”

“Duduklah. Kamu tidak perlu khawatir keadaan kita. Apa kamu baik-baik saja?” Ucap ayah.

Hel Ro heran. “Apakah kamu tidak melepasakan kami? Para penjaga membiarkan kami keluar.”

“Apa? Bukan aku.”

“Yak… kemasi barang-barangmu kita pulang.” Ucap Ayah. “Ayah tidak bisa meninggalkanmu di tempat keji ini. ayo pulang.”

“Appa aku baik-baik saja. Woo Bin membantuku, aku tidak terluka sama sekali.”

“Ayo Hel Ro… pegangi kakakmu.”

“Ayah tidak tahu betapa bebalnya Unnie? Dia tidak akan pergi. Aku sungguh memihak Unnie sekarang, Unnie tidak boleh diam saja. monster kampret tidak berperikemanusiaan harus diberi pelajaran.”

“Oh Hel Ro.”

“Apa, kamu juga?” Ucap Ayah.

Hel Ro membuka tasnya. “Kamu tidak boleh sakit saat bertarung, bagaimana jika kakak demam dalam kotak es ini? manusia harus tidur teratur untuk bekerja dengan baik.” Ternyata Hel Ro membawa semacam selimut penghangat.

“Bukankah itu matras penghangat milik ayah?”

Tak cukup itu. “Ini senapan gas dan peralatan pertahanan diri lainnya. Bawalah semua ini, dan jika Mak Lampir atau Hyuk berbuat sesuatu, tembak mereka. Bunuh mereka semua. Unnie punya aku dan ayah di belakang, jadi, jangan cemas. Jangan terintimidasi!”

Ayah pun memeluk kedua putrinya. “Ayah kalian akan berkorban nyawa demi melindungi kalian. Jadi, jangan takut. Kita bisa melaluinya saat Ibu kalian meninggal. Kita pasti bisa!”

***

Hyuk makin sering minum. Ia ada di kamarnya.kemudian Bin masuk.

“Anda baik-baik saja? Peya?”

Hyuk mengingat saat Bin membawa Sunny pada peristiwa bom. “Bagaimana dengan Permaisuri?”

“Dia baik-baik saja. ayah dan adiknya datang, jadi, nampaknya dia sudah tenang. Anda membebaskan mereka? Aku akan memberi tahu Permaisuri.”

“Aku lega dia sudah tenang, itu cukup bagus.”

***

Mak Lampir didatangi Sunny. Ia agak segan dan takut melihat Sunny.

“Apa? Aku tidak memanggilmu.”

“Aku datang untuk menyapa. Kurasa Mak ingin tahu aku masih hidup, atau sudah mati, jadi, ingin kutunjukkan wajahku secara langsung.”

“Kamu tampak jauh lebih baik dalam semalam.”

“Sudah kuduga Mak Lampir yang mengerikan, tapi Mak bukan pengecut.”

“Apa?”

“Teganya, memasang bom dalam barang milik putramu sendiri? kalau mau membunuh aku, seharusnya bunuh aku secara bangga dengan nama Ibu Suri. Bisa-bisanya seorang Ibu menjebak Putranya sendiri? bukankah itu terlalu kurang asem bin kampret?”

“Jagaaa cocotmu!! Ini bukan saatnya bagimu mengkritik keluargaku,… mereka menyebut keluargamu apa? Psiko-Oh? Sang ayah memukul kaisar, dan adiknya melempar sampah. Tapi alih-alih menyesali…. ahhh aku sangat dipermaluka. Kuharap aku tenggelam di dalam bumi. Sungguh penghinaan di tempat yang sangat terhormat ini.”

“Penghinaan? Kurasa Mak tidak malu memanfaatkan putra sendiri untuk membunuh menantu. Aku juga benci Peya, tapi dia punya Ibu yang tidak pantas disebut seorang Ibu, jadi, aku mengasihani dia.”

“Kamu tidak mau hal yang buruk terjadi, tanda tangani surat cerai dan pergilah.”

“Aku menolak. Demi kepentingan siapa? mengingat semua hal yang terjadi, aku menerima ini sepenuhnya. Aku tidak akan pergi ke dalam kantong mayat seperti Permaisuri So Hyun. akan kubiarkan Ibu melihat Permaisuri yang Ibu pilih sendiri menusuk dari belakang.”

“Akhirnya kita akan tahu siapa yang bertahan hidup dan siapa yang hilang.”

“Ya. Lihatlah baik-baik. Lu yeee Timun Suri Penyok, harus melihat kerikil batu mengusir batu besar TUA BANGKA. Meski batunya besar, ada lumut busuk yang menciptakan retak dan celah, batu TUA BANGKA itu akhirnya akan hancur.”

Wageelllaaa wagelaaaa… mak Lampir sampe kabisan napas. Sunny pun pergi. Ada Bin di sebelah Mak. Mak langsung ngadu. “Lihat itu? kamu lihat itu bukan? Dia akan menghancurkan keluarga kekaisaran.”

“Ya. Timun Suri Penyok.”

Bin akhirnya menghadap. “Chun Woo Bin, akika mengharapkanmu. Aku akan segera merilis skandal mengenai Permaisuri. Jadi, pertahankan hubunganmu dengannya hingga saat itu. lalu akan kuberikan semua permintaanmu.”

“Itu tidak perlu. Kepala pengawal melayani keluarga kekaisaran. Aku tidak butuh hadiah.”

“di mana kami menemukan pegawai sehebat ini? peya kita terberkat dengan orang-orang baik di dekatnya. Baiklah. Peye sedang apa?”

“Ahh itu… belakangan ini dia tidak bisa tidur atau makan dengan teratur, jadi, itu membuatku cemas.”

“Kenapa begitu?”

“Seorang bernama Na Wang Shik mengancam dia.”

“Nws? Kukira NWS dari Bichido sudah metong?”

“Dia masih hidup, dan dia di dekat Peya.”

“Dia masih hidup, laporkan segalanya tentang Peya kepadaku mulai sekarang.”

“Ya. mak Lampir.”

“Siapa lagi yang tahu soal Na Wang Shik?”

“Nona Min Yu Ra tahu.”

“Benar… Min Yu Ra. Apa yang terjadi padanya?”

***

Min Yu Ra masih di RSJ. “Keluarkan aku dari sini. kalian tahu siapa aku? Aku tidak seharusnya ada di sini.”

Plakkk… perawat perempuan menabok pintu yang digedor Ijah. “DIAM! Haruskah aku menyuntikmu?”

Ijah geram…. “HYUKKKK… BERANINYA KAMU MEMBUANGKU! Kamu tidak bisa melakukan ini.”

Yu Ra kembali ngomong keras. “Panggilkan Ibu Suri. Katakan kepadanya Min Yu Ra ingin bertemu! Tolong, kumohon.”

Dan perawat menelpon NWS atas apa yang dikatakan Ijah.

NWS berkata, “Min Yu Ra, sudah putus asa rupanya.”

****

Putri Ari sibuk memainkan gelembung plastik di meja makan.

“Gungju Mama, anda harus menghabiskan makanan dan membaca koran keuangan.” Ucap Jalang Seo. “Guru anda akan segera datang.”

“MASA BODOH. Oma mama bilang aku harus berhenti membaca korankeuangan. Aku lebih suka melakukan ini *mecahingelmbung daripadamembaca koran keuangan, jadi, jangan bicara kepadaku!”

Jalang Seo mengambil plastiknya. “kenapa anda menghabiskan waktu dengan hal yang tidakberguna? Gungju mama lebih tekun soal belajar daripada yang lain. kenapa anda begitu berubah? Tolong makan, dayang-dayang menunggu.”

“Kenapa kamu menyuruhku makan?sup jamur, brokoli,jamur pinus, dan sup jamur biji perila. Semuanya jamur?”

“Itu yang selalu anda makan saat sarapan. Semua ini bagus untuk otak.”

“Aku mau tteokbokki buatan oma mama.aku juga mau mie gelas.kamu saja yang memakan semua jamur ini, supaya kamu jadi pintar!!!!” wkwkwkkw.

Ari mengambil kembali plastiknya dan meninggalkan meja makan. Jalang seo mulai dendam sama Sunny.

Lanjut ke bagian 2 ya cuy. klik di sini,

Advertisements

Satu tanggapan untuk “Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 31 Part 1

  • 08/03/2019 pada 7:54 PM
    Permalink

    wkwkwk kocak nih yg nulis sipnosis nya guee sukaa

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *