Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 3 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 3 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini yaa… selengapnya ada di sini.

Sunny berlatih menyanyi di panggung. Produsernya datang dengan membawa wanita.

“Ahh produser. Aku datang lebih pagi hari ini dan berlatih.”

“Lalu?”

“Tapi Pak, apa mungkin untuk mendapatkan uang muka? Ada hal darurat dalam keluargaku.”

“Kamu tidak bisa menjual tiket. Tapi kamu menginginkan uang muka? Oh Sunny, hari ini kamu keluar. Kami punya prospek baru, Hyun Joo adalah pemeran baru kita.”

“Apa maksudmu? Kamu mengubah pemain? Bagaimana bisa seseorang yang tidak bisa menyanyi atau bertindak menjadi pemeran utama? Karena ayahnya kaya?”

Karena tidak dipedulikan, Sunny menarik produsernya. “Tuan. Kamu bercanda kan? Aku akan lebih baik. Aku akan mengatur panggung.”

“Jadi kau mau? Beri tahu orang tuamu untuk berinvestasi juga. Tapi jika ingin benar-benar melakukan sesuatu, kamu bisa bermain jadi gagak.”

“Aku tidak bisa melakukan itu. itu tidak memiliki peran.”

“Lalu lupakan saja.” Produser bicara pada peran barunya. “Mari kita bersiap untuk latihan.”

Sunny marah. “Yalkkk… bagaimana bisa mengatakan padak untuk meninggalkan itu dengan mudah?”

“Yakkk Oh Sunny.”

“Baik. Aku akan pergi sendiri karena kamu membuatku jijik. Dengan keteranpilan seperti milikku, banyak perusahaan teater yang akan menginginkanku. Ciuihhhhh…”

***

Adegan beralih ke istana.

“kamu menginginkan uang?” Ucap Ibu Suri pada Sunny.

“Ada kecelakaan mobil tadi, aku akan mulai sakit paa hari berikutnya.”

“Choi Tim Jang… sudah berapa lama sejak kejadian penyandraan? Dan kamu membiarkan siapapun masuk ke dalam istana?”

“Aku minta maaf Yang Mulia.”

“Aku tidak berpikir dia harus dimarahi. Karena Ibu Suri telah mengatakan akan memberikan kompensasi….”

Ibu Suri mendekati Sunny. “Sejak kapan keluarga kekaisaran beramal dengan memberikan uang setiap kali orang memohon? Berani-beraninya dia meminta uang seolah-olah kita adalah bank? Katakan kepadanya untuk segera pergi.” Sunny menyentuh Ibu Suri dan langsung dihentikan Nona Choi.

“Apa  yang kamu lakukan? Mencoba menyentuhnya?”

“Aku minta maaf.”

Sunny akhirnya pulang dengan tangan kosong.

“Apakah aku memina untuk meminjam uang atau meminta uang tanpa jasa? Mengapa dia memperlakukanku seperti pengemis?”

***

Kembali ke kasus kecelakaan.

Lee Hyuk mengambil pistol dari mobilnya karena mendengar suara dari semak-semak. Pistol di arahkan ke arah semak-semak. Ia takut ada yang melihat.

Karena mendengar ada suara pria yang memanggil ibu, Lee Hyuk mengeluarkan ahjumma dari dalam kolong mobil. Tubuh ahjumma di bawa ke dalam mobil.

Na Wang Shik mendengarkan suara mobil. Ia berlari menuju sumber suara. Sayanya, mobil sudah melaju.

“Omma…tidak akan sampai sejauh ini.” Wang Shik bernapas dengan tersengal-sengal. Di jalanan ia menginjak potongan aksesoris simbol mobil Lee Hyuk. Ia pun memungutnya. Di jalanan juga ia melihat banyak darah.

***

Yu Ra sudah sampai di vila. Karena wajahnya penuh dengan darah. Dengan panik ia membersihkannya.

Begitupula dengan Lee Hyuk, ia sampai di vila.

Yu Ra menyapa Lee Hyuk seperti tidak terjadi apa-apa.

“Yang Mulia. Apa anda pergi ke suatu tempat?”

“Bukan itu masalahnya. Terjadi kecelakaan. Aku menabrak seseorang.”

“Bagimana bisa?”

“Itu bukan salahku. Dia melompat di depan mobil.”

“Aku yakin itu bukan salahmu. Tapi jika keluar setelah minum alkohol, mungkin itu buruk bagimu.”

“Ibuku…”

Di luar… suara Na Wang Shik terdengar… memanggil ibunya. Na Wang Shik akan masuk ke vila. Yu Ra mematikan lampu dan menyembunyikan Lee Hyuk.

Dengan senternya, Wang Shik melihat bagian dalam vila.

“Aku yakin lampu menyala baru satu menit lalu. Tidak ada orang di sini.” Na Wang Shik pun pergi lagi.

Yu Ra berkata saat bersembunyi, “Apa yang kau lakukan dengan orang yang kamu tabrak?”

“Di mobilku.”

***

Wang Shik turun. Mobil terparkir. Salah satu simbolnya hilang sebelah. Wang Shik menempelkannya dengan potongan yang ia miliki dan ternyata cocok.

“Ini mobilnya.”

Wang Shik mendapatkan telpon.

“Ommaaa??”

“Hyung… mengapa kamu belum pulang? aku takut.”

“Aku akan pergi dengan Ibu begitu aku menemukannya. Jadi baca saja komikmu.” Telpon ditutup kembali.

Ada suara air. Na Wang Shik langsung berlari dan mengira itu adalah Ibunya. Padahal darah ibunya sudah menetes dari dalam mobil.

***

Yu Ra dan Lee Hyuk langsung bergegas menuju mobil dan pergi. Wang Shik mendengar suara mobil dinyalakan. Ia mengejarnya. Tapi tentu saja tidak bisa.

“Apa itu tadi? Apa yang baru saja aku lihat?” Na Wang Shik melihat Kaisar.

Di jalanan… Yu Ra berkata. “Buang tubuhnya di sini.”

“Mengapa harus aku?” Tanya Lee Hyuk.

“Aku akan meminta Ma Pil Joo yang melakukannya.”

“Kita tidak punya waktu. banyak truk melewati jalan ini. jadi kamu bisa membuangnya tanpa seorang pun yang melihat kita. Jadi. Ini harus nampak orang lain lain yang menabrak dia, bukan mobil Yang Mulia.”

“Ini memebuatku gila.”

Yu Ra keluar lebih dahulu. Ia membuka tutup mobilnya.

“Bawa dia keluar sekarang.” Ucap Yu Ra.

“Baiklah.” Mereka membopong tubuh ahjumma untuk dibawa ke luar. Lee Hyuk nampak sangat jijik saat membawanya, ia pun lari kembali ke arah mobil.

Di dalam kantong ahjumma. Ada tabungan milik Yu Ra, ia pun mengambilnya kembali. Namun, tangan ahjumma tiba-tiba memegang kaki Yu Ra.

Yu Ra kaget dan menengok ke belakang. Ahjumma masih hidup. ia berbicara dengan sangat lemah.

“Yu Ra….”

“Cepat masuk ke dalam mobil.” Teriak Lee Hyuk.

“Aku akan pergi.” Ucap Yu Ra pada ahjumma dan malah ia menutup wajah ahjumma dengan plastik.

***

Yu Ra masuk kembali ke dalam mobil.

“Kamu baik-baik saja? Yang Mulia?”

“Jika Ibu Suri tahu aku akan mati.”

“Itu tidak akan pernah terjadi.  Percayalah kepadaku.”

Lee Hyuk menelpon Ma Pil Joo. “Tuan Ma, aku sedikit tidak terkendali. Periksa setiap kamera CCTV di Bichido dan hapus semua jejakku. Singkirkan semua!!!.”

Telpon ditutup. Lee Hyuk pun melaju.

***

Sunny kembali membersihkan panggung. Para staf lainnya pun datang.

“Oh Sunny. Kamu sedang apa?”

“Halo. Pak Produser.”

“Pak Produser? Kamu tidak perlu menghormatiku seperti itu.”

“Bagaimana aku bisa begitu kasar kepada produser?” dan Tiba-tiba saja Sunny memuji artis baru yang dibawa Produser kemarin. “Pemain utama harus cantik seperti kamu. lihat… benar-benar seperti pemain utama.”

“Jadi, apa yang kamu inginkan?”

***

Perempuan tadi meminta pada ayahnya untuk mengirimkan sejumlah uang pada Oh Sunny. Akhirnya, Oh Sunny mau kehilangan peran utamanya.

“Terima kasih. Aku akan membayar kamu kembali.” Ucap Sunny.

“Kamu punya banyak waktu. Itu tidak banyak. Tapi lakukan banyak hal untukku.”

“Tentu. Tentu saja akan aku lakukan. Kamu pemain utama kami. Kamu pasti lelah berlatih.” Oh Sunny kayak penjilat yaa??? Sekarang dia jadi mijit-mijit.

***

Yu Ra dan Lee Hyuk masih dalam perjalanan.

“Pria tadi yang mengejar kita mungkinkah dia putra dari wanita yang sudah meninggal itu?”

“Apa?”

“Dia melihatku. Aku yakin. Dia mungkin sudah melaporkanku ke polisi.”

“Jangan khawatir. Aku akan memastikan nama kau tidak terkait dengan ini.”

“Tapi… bagaimana kamu tahu begitu banyak tentang Bichido? Apakah kamu pernah ke sini sebelumnya?”

“Hanya saja… aku pernah datang berlibur ke sini sebelumnya.”

***

Ada truk melintas. Ia menabrak tubuh ahjumma. Dan truk itu berhenti.

Adegan beralih pada Ahjumma yang sudah dibawa ke RS dan meninggal. Na Wang Shik pun datang. ia menangis.

“Omma… kenapa kamu ada di sini? mengapa kamu berbaring di sini? Omaaa… ayo pergi. Omma… ayo pulang. hentikan bermainnya. Ayo pulang.”

“Dia sudah meninggal saat tiba di sini.” Ucap dokter.

“Jangan berbohong. Mengapa ibuku mati? Dia tidak mati!! Jangan berbohong kepadaku. Kau adalah dokter. Lakukan sesuatu.”

Na Wang Shik berlutut pada dokter. “Tolong selamatkan ibuku. Dokter.” Wang Shik menangis sangat menyedihkan.

Berlanjut ke bagian 2 klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat