Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 29 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Halooooooooo semuaaaa… sudah kangen sama mimin kan? *pret. Di episode 29 ini durasinya mantep gila sampai 37 menit 17 detik. Jadi bakalan panjang.

Yolah lanjut ke sinopsis.

***

Na Wang Shik menangisi Ibunya. Yu Ra melihatnya dan mendekat pada Na Wang Shik. Namun, Pak Byun dan kawanannya berhasil membekap Yu Ra dan  membawanya pergi.

*yaeeelah dikiraa…

Wang Shik membawa mayat Ibunya di gerobak sambil menangis.

***

Nahhh ini yang pelukan kemarin.

Usai suneo memeluk dan melepaskan Sunny, mulai deh Peye nyosor. Tapi sunny nggak mau dicium. Hyuk malah ditampar.

“Apa yang kamu lakukan?” Ucap Hyuk.

“Seharusnya aku yang tanya.”

“Ini sambutan yang cukup bagus.” Hyuk malah senyum.

“Bukankah sudah aku peringatkan? Jangan memasuki kamarku tanpa seizinku?”

Hyuk mendekat pada Sunny. “Kita sudah menikah.  Apa salahnya jika Kaisar memasuki kamar Permaisuri? Bukankah kamu yang menyarankan kita bersikap seperti pasutri? Aku tidak bisa tidur. Bolehkan aku tidur di sini malam ini?”

“Apa? Kamu menghinaku? Aku sedang enggan bermain-main denganmu. Keluar sekarang juga!” Sunny malah marah.

“Aku tidak bermain-main denganmu. Maka biarkan aku di sini sebentar. Aku bisa melakukan itu, bukan?”

“Keluar!!! Kamu tidak paham bahasa korea?” Hyuk ditendang guys, langsung berguling… wkwkwkw. Tak cukup itu. Sunny menariknya hingga pintu. Pas sampai di pintu. Bokong Hyuk ditendang lagi. Wkwkwkw…

Sunny pun menutup pintunya.

Anehnya, Hyuk tidak marah. “Oh Sunny. Dia memang menarik. Dia membuatku ingin menaklukannya.” Malah senyum cobaaaaaaa….

***

Di dalam kamar, Sunny sangat kesal.

“Apa? Pasangan suami istri? Dasar edan!!! Aku harus memasang kunci.

Ia pun mendapatkan panggilan telpon. “Ya kepala Chun. Kamu di mana sekarang?”

***

Paginya di kompleks pemakaman. Sunny datang.

“Na Wang Shik Sshi…”

NWS lama terdiam. “Permaisuri, ibuku…ibuku…..” nangis lagi.

Di dalam peti yang sedikit terbuka. Na Wang Shik menaruh foto kemudian memukul-mukul tanah hingga tangannya berdarah.

“Oma… aku akan membunuh orang-orang yang menempatkan Ibu di sini. aku akan menyiksa mereka. Akan kubuat mereka memohon ampunanku. Jadi, tolong bersabarlah sampai saat itu. aku sangat… maafkan aku Ibu. Pasti menyakitkan. Pasti dingin sekali. Ibuku yang malang.”

Sunny melepaskan syalnya dan memasukkan ke dalam peti. “kini, dia tidak akan kedinginan lagi. Selamat tinggal.”

Mereka berdua menutup petinya. Na Wang Shik masih menangis dan dipeluk oleh Oh Sunny. Dalam bayangan Sunny dia teringat ucapan Pak Byun yang mengatakan Sunny dibuat menjadi alibi saat penderitaan terjadi pada Na Wang Shik.

Keduanya sama-sama menangis.

Sunny berkata dalam hati “Aku akan melindungi dia. aku berjanji.”

***

Na Wang Shik mengunjungi Dong Shik.

“Urie Dong Shik, kabarmu baik-baik saja?”

“Kabarku baik. Aku baik-baik saja, jadi, jangan cemas.”

“Peluklah aku,” Na Wang Shik nangis lagi.

“Aku melihat Ibu dalam mimpiku. Katanya dia akan pergi ke tempat yang jauh. Hyung tidak akan meninggalkanku seperti Ibu bukan?”

“Mana mungkin? Aku akan menempel padamu seperti lem sampai aku mati.”

Hyuk melihat lencana di baju NWS. “Apakah itu lencana kepala pengawal?”

“Ya. kenapa? kamu menginginkannya? Kalau mau, kamu boleh memilikinya.” Lencana dilepas dan dipakaikan kepada Dong Shik *ini bakalan jadi menyusahkan di kemudian hari nggak sih? “Kamu tampak sangat keren. Kamu bisa melihat ini setiap kali merindukan aku.”

“Hyung sungguh memberikan ini untukku. Ini keren sekali.”

“Bagaimana dengan pelukan?” mereka pun saling memeluk kembali. Na Wang Shik kembali menangis.

***

Hyuk dan Bin lagi olahraga bareng.

“Jadi, Na Wang Shik bahkan tidak muncul di pagi hari?”

“Kukira dia mengulur waktu. Aku mengutus pengawal untuk itu, jadi, tidak usah cemas.”

“Bawa dia dalam keadaan masih hidup. akan kutangani dia sendiri. omong-omong tanganmu kenapa?”

“Aku terluka saat latihan.”

“Jangan berlatih terlalu keras. Jika berlatih sekeras itu, mungkin aku akan mati di tanganmu.” Ucap Hyuk becanda.

Bin menanggapi serius. “Mungkin saja.”

“Apa?”

“Anda takut?”

Hyuk tertawa… “Kamu lucu sekali… bagaimana permaisuri? Kalian tampaknya dekat.”

“Dia membuka hatinya untukku lebih cepat dari yang kuduga.”

Hyuk marah… “Apa? Dia membuka hatinya untukmu? Apa rahasiamu? Kamu berusaha membunuh dia. mana mungkin dia membuka hatinya?”

“Aku hanya mengikuti perintah anda.”

“Jadi, hanya aku yang jahat karena menyuruhmu? Kamu tidak bersalah?”

“Apa maksud anda?”

“Bukan apa-apa!!” Hyuk marah dan menggoes lebih cepat.

Salah satu pegawai yang lupa namanya melapor. “Peya… kami berusaha mendekor kamar Permaisuri sesuai instuksi,  tapi…”

“TAPI???”

“Dia menolak.”

“Apa? Kenapa?” Hyuk pergi sambil arah.

***

Para dayang membawa bingkisan. “Jika Permaisuri tidak menerima ini, kami akan mati.”

“Pergi semuanya.” Sunny menunjukkan tulisan di depan pintunya. Mian saya nggak paham. “Apa kamu melihat ini?”

Ini adalah Perintah Permaisuri. Segera kembalikan semuanya.” Sunny langsung menutup pintu.

***

Nona Choi melapor pada Mak Suri.

“Kaisar memerintahkan agar kamar Permaisuri didekor ulang.”

“Nona Choi. Panggilkan Seo Kang Hee sekarang.”

***

Ari mendatangi Seo Kang Hee.

“Kenapa Anda datang ke kamarku, Tuan Putri? Haruskah aku minta mereka membawakan camilan? Atau anda mau sarapan?”

Ari memberikan bunga. “Ini…”

“Ini untukku?”

“Imo… apakah kamu sudah gila?” imo biasanya diartikan sebagai panggilan bibi. “Aku ingin kamu merangkainya dengan baik di dalam vas.kamu pandai merangkai bunga. Ini hadiah untuk Ibu, jadi, rangkai dengan baik dalam vas sekarang juga. Kumohon kepadamu, untuk tahu diri.untuk apa aku memberimu bunga?”

***

Ari memberikan bunga pada Sunny. “Ini cantik, Ari Gungju. Gumawoyoo…”

“melihat oma mama bahagia membuatku lebih bahagia. Ibu sedang apa? Apa semua ini?”

Sunny sedang memasang bubble warp di kaca. “Jika kulakukan ini, ini menghalangi udara dingin.”

“Ibu bisa menyuruh pelayan melakukannya. Atau ibu bisa meminta mereka menaikkan suhu pemanas. Kenapa ibu menaruh benda yang nampak berantakan itu.” Ari menemukan benda. “Apa ini?”

“Itu kompres panas. Kalau ditempel di sini. itu akan memanas.” Sunny menunjukkan bagian tubuhnya yang diberi kompres. “Tambah mahal jika menaikkan suhu, aku harus memotong biaya.”

“Oma mama luar biasa. Ibu berkecukupan, tapi Ibu hemat. Ibu adalah teladan dari kaum bangsawan.”

“Bukan. Aku tidak punya uang.”

“Astagaaa… aku tahu segalanya.”

“Apa?”

“Saat nenek buyut meninggal… dia meninggalkan banyak harta…”

“Apa?”

“Tidak… oma mama…” Ari nggak jadi bilang coba.

Ari malah diajari untuk meletuskan bubble warp. *nulisnya bener kagak?

***

“Kamu tahu Peya mencampakkan Ijah?”

“Ya.”

“Namun, kamu sangat senang. Ari Gungju nampaknya mengagumi Permaisuri. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi jika kamu diam saja?”

“Apa yang hendak anda katakan?”

“Jangan berpura-pura rendah hati. Kamu bahkan berusaha mencuri tahta dari Permaisuri So Hyun, temanmu.”

“Tidak. Anda yang mengirimku ke kamar Permaisuri hari itu.” eeehhh jadi ulah emak lampir nih? Yang membuahkan ari?

“Kamu membuatnya seolah-olah aku memaksamu melakukan sesuatu di luar kehendakmu. Jika kamu benar-benar temannya. Seharusnya kamu menolak tidur dengan kaisar. Tapi kamu bahkan mengandung anaknya.”

“Aku yakin anda memanggilku bukan untuk membahas masa lalu.”

“Aku tidak berencana membiarkan Oh Sunny berada di istana terlalu lama.”

“Tapi anda juga tidak berencana menjadikan aku permaisuri.”

“Apa? Permaisuri? Kamu? yang benar saja.”

“Tentu saja. aku tidak berniat menjadi permaisuri. Aku pun tidak berpikir untuk memenangi hati Peya. Namun, jika anda harus mengusir permaisuri, aku akan membantu.”

“Itu demi kepintingan Ari Gungju.”

“Bagaimana anda akan membalasaku?”

“Membalasamu? Kamu meniru Ijah sekarang yaaa? Kamu pikir siapa dirimu? Lakukan saja sesuai perintah, dasar lancang.”

“Tujuh tahun lalu, ada pesta penyempurnaan istana baru di hari kematian Permaisuri So Hyun. semua pergi ke istana baru untuk menyiapkan pesta. Tapi tahukah anda aku tidak pergi ke istana baru?”

“Apa maksudmu?”

“Saat tidak menemukan dia yang hamil tua, aku cemas.jadi, aku mencarinya. Kulihat anda dan permaisuri beragumen di kamar anda.”

***

Kilas balik.

So Hyun ditampar Mak Lampir. Ada Seo yang nguping.

“kenapa anda menamparku? Ibu marah karena aku mengetahui rahasia dibalik pulau Chungeum,?”

“Jangan bicara lagi. Jangan melakukan apa-apa.kamu tidak boleh melakukan apa-apa.”

“Tidak. Tidak akan aku biarkan ibu menutupinya setelah aku tahu yang sebenarnya. Tidak bisa kubiarkan Ibu mengotori pulau itu sesuka hati Ibu.”

“Tutup mulutmu!!!”

“Aku akan segera melakukan konferensi pers dan kuungkap alasan ibu terobsesi pada pulau itu. pengawal KangJoo Seung mendapatkan buktinya.”

“Apa? Kang Joo Seung? Kalau melakukan itu, kamu akan kehilangan segalanya. Kaisar, hidupmu, dan bayi dalam kandunganmu juga. Kamu tidak memedulikan mereka?”

“Yang Mulia akan memercayaiku. Dia akan melindungiku. Rencana Ibu tidak akan terwujud.”

Tak habis akal. Di sinilah Mak Lampir jadi kompor.

“Kamu masih tidak memercayai Ibu? Haruskah Ibu mengatakan, apa yang terjadi di antara mereka dan membuat Ibu jijik?”

“Aku sudah bilang pada Ibu. Kang Joo Seung dan permaisuri seperti kakak dan …”

“Bukan. Mereka orang asing.. mereka pasangan pria dan wanita. Fakta bahwa wanita bersuami membawa seorang pria yang tumbuh besar bersamanya itu salah. Permaisuri pasti sangat merindukannya hingga dia menjaga kamar permaisuri.”

“Cukup.”

“Dengarkan Ibu meski kamu tidak mau. Ini bukan masalah sepele. Ini masalah besar yang bisa membahayakan keluarga kita.”

“Apa maksdu Ibu?”

“Anak yang dikandung permaisuri. Anak siapa?”

“OMAAA MAMAMAAA….”

“Kamu boleh memercayainya, tapi ibu tidak percaya. Bisakah kamu yakin bahwa dia anakmu padahal kamu melihat mereka bersama siang dan malam? Saat kamu pergi tur ke eropa musim semi lalu,mereka bermalam sampai subuh. Ibu melihatnya dengan mata sendiri. tidak lama setelah itu, dia mengandung seorang bayi.”

Mak lampir emaaaaaaanggg yaaaaaaa… lambenyaaaa bak gunung meletus.

“Tidak. Itu tidak mungkin. Dia tidak akan pernah…”

“Lantas apa pendapatmu soal ini.” Mak Lampir memberikan segepok foto.

“Kalau itu bukan bayinya, Kang Joo Seung tidak akan berbelanja untuk bayi bersama Permaisuri. Ibu yakin. Dia mengandung anak Kang Joo Seung. Keluarga kekaisaran akan dikuasai oleh kang, bukan lee.”

Hyuk marah dan melempar fotonya.

Kilas balik berakhir.

***

Kembali ke jalang Seo dan penunggu gunung api.

“Anda diancam oleh Permaisuri So Hyun bukan?”

“Kamu menuduhku atas apa?”

“Karena itulah anda membunuhnya? Lewat tangan Peya. Bukankah anda menyebutkan soal dugaan perselingkuhan di antara mereka berdua.”

Mak lampir nyiram pake air… “Tutup mulutmu.”

“Peya satu-satunya pria yang So Hyun cintai. Bahkan Kang Joo Seung bertunangan dengan orang lain… Tetapi kenapa? kenapa anda berbohong seperti itu?”

*tebakkkk siapa tunangannya???? MIN YU RAAAAAAAAAAA. HADUUHH SPOILER…

“Kamu sungguh jaharaaa… kalau kamu begitu mengenal Permaisuri So Hyun, kenapa kamu diam saja selama ini? kenapa kamu mengungkit itu sekarang?”

“Aku tetap diam dan bicara untuk alasan yang sama. ini demi Ari. Kudengar seorang putri bisa menjadi Raja sekarang. tolong tunjuk ari sebagai Putri Mahkota.”

“Apa? Putri mahkota?”

“Gulirkan putra mahkota Lee Yoon. Dan angkat ari menjadi putri mahkota. Kalau anda melakukannya, aku akan menjaga rahasia anda sampai mati. Aku akan membantu anda mengusir permaisuri dari istana. Aku akan melakukan apa pun.”

Berlanjut ke bagian 2. klik di sini.

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 29 Part 1
Advertisements

Satu gagasan untuk “Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 29 Part 1

  • 19/02/2019 pukul 12:22 PM
    Permalink

    Hai, salam kenal, blog sinopsisnya seru, semangat

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat