Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 27 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 27 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Lanjut kilas baliknya. Saat Hyuk keluar dari kamar nenek. Sebenarnya Ibu Suri sembunyi. Mak Suri kemudian mencari ramuan racun yang kuat di kebunnya. Mak Lampir botolnya banyak.

Setelah itu. Mak Lampir menghadap nenek.

“Apa ini?” Tanya nenek.

“Ini racun. Jika ibu benar-benar akan membuang cucu ibu, bunuhlah aku lebih dahulu.”

“Kamu mengancamku?”

“Kaisar adalah penguasa negeri ini. daripada melihatnya dihukum, dan kejatannya terungkap. Aku lebih baik minum racun dan mati di sini.”

Saat dibuka. Racun dilemar nenek dan mengenai hanbok Mak Suri. Di sinilah yang dimaksud saudara-saudara.

“Ibu…”

“Dasar edan, kamu jahara!!! Beraninya kamu mengancam untuk mati di depan Ibu mertuamu?”

“Jadi, tolong hentikanlah. Tolong lindungi kaisar dan keluarga kerajaan.”

“Ini belum terlambat. Akuilah kejahatanmu bersama kaisar dan minta pengampunan. Aku akan melindungimu bagaimanapun caranya.” Ucap nenek sungguh-sungguh.

“TIDAK. Aku tidak berbuat cukup buruk untuk meminta pengampunan, dan di atas segalanya, aku tidak memercayai Ibu. Jangan melakukan apapun, aku akan memperbaikinya dengan segala cara.”

Mak Lampir ditampar.

“Baiklah. Mari kita selesaikan ini. kamu yang mengubah kaisar menjadi sebodoh itu dan mengusir Yoon dari istana. Semua itu perbuatanmu. Kamu harus membayar dosa-dosamu.”

“Saatnya untuk mengakhiri ini, Ibu.”

Mak Lampir menggebrak meja. Tiba-tiba adegan berlanjut saat Mak Lampir keluar dari kamar dengan terpogoh-pogoh. Saat itu ia mengangkat hanboknya yang dikira mimin doi bawa bajunya nenek…. *Salahahhhh pahaaammm… Nona Ha yang melihatnya pun merekam.

***

Kembali ke obrolan Mak Suri dan Suneo lagi.

“Aku melayani Ibu, dengan segenap hatiku. Jika ingin membunuhnya, ibu sudah melakukannya sejak dulu. semua orang akan mencurigai Ibu. Untuk apa ibu melakukan langkah seburuk itu? bukankah begitu?”

“Bukankah itu sebabnya, Ibu membutuhkan tersangka lain? karena itu, ibu menaruh racun dalam gimbap Permaisuri, bukan?”

Mak geplak meja. “Ibu tidak pernah melakukan itu.”

“Lalu kenapa ada racun di hanbok ibu? Tolong jelaskan dengan logika yang bisa aku mengerti?”

“Nenek menumpahkan racun pada hanbok Ibu. Ibu pergi untuk membujuknya, tapi dia melemparkan racun pada Ibu. Itulah yang sebenarnya.”

“Ibu dan aku mengetahui hal satu yang pasti. Bahwa Oh Sunny tidak membunuh nenek. Tapi bisa-bisanya Ibu tidak pernah tertarik mencari tahu kebenarannya? Bukankah karena ibu sudah tahu siapa pelaku yang sebenarnya?”

“Bukankah kamu juga sudah tahu? Kamu menarik konde Ibu dan pergi ke kamar nenek. Tusuk konde tertancap di dadanya saat dia mati. Tidak ada lagi bukti yang lebih jelas. Ibu bisa menutunya jika tahu yang sebenarnya. Andalkanlah Ibu, Peya.”

***

Hyuk berjalan di koridor. Dalam hati berucap.

“Kini, Ibu tidak akan bisa mengendalikanku lagi. Aku bukan boneka yang dahulu yang bisa ibu kendalikan.

***

Mak Suri masih geram. “Sunny, meyerangku dengan cepat setelah merekrut Ijah. Dasar tidak tahu terima kasih.”

“Anda tidak boleh membiarkan ini.” Ucap Nona Choi.

“Tentu saja. harus aku lakukan apa pun agar dia bercerai dan angkat kaki. Pesan acara sebanyak mungkin yang bisa dia lakukan. Acara yang akan menuntutnya secara fisik. Dia akan sadar betapa mengerikannya tempat ini begitu dia kelelahan.”

“Akan segera aku lakukan.”

“Tunggu.. sebelum itu. aku harus mengguncangnya.” Mak Lampir menelpon ayah Sunny dan memintanya untuk datang melihat Sunny.

***

Sunny sedang ngepel di depan kamarnya. “Lee Hyuk memihakku demi menjatuhkan ibunya sendiri? dia tidak akan diam saja dan membiarkan itu terjadi. Masih sangat berdenu. Percuma membersihkan ini setiap hari.”

Yohhhh bicara sendiri dia.

Tiba-tiba ayahnya datang membawa bingkisan. Sunny langsung mendendang ember pelnya. Ayah pun langsung masuk ke kosan Sunny.

“Kamarmu sedingin ini?”

“Sebenarnya agak panas untukku. Aku punya banyak panas tubuh. Kenapa ayah kemari? Kenapa tidak mengabari akan datang?”

“Ibu Suri bilang ayah boleh datang mengunjungimu, jadi ayah langsung datang kemari.” Ayah melihat ada kompor di kosan Sunny. Juga jemuran.

“Ayah… mau kubuatkan secangkir kopi?” Tanya Sunny yang berusaha mengalihkan perhatian. “Ayah sudah makan? Semuanya ada di sini.”

“Tapi kenapa kamarmu tampak… astagaaa… lihatlah tata ruangnnya. Tata ruangannya luar biasa.” Ayah berusaha menyembunyikan kesedihannya. “Ini bagus sekali bukan?”

“Benar.”

“BTW, kamu harus mencuci dan bersih-bersih. Kamu juga harus memasak di kamarmu?”

“Apa? Maksudku, ini lebih nyaman untukku. Aku tidak bisa menyuruh-nyuruh orang lain. ayah tahu itu.”

“Tentu saja ayah tahu itu. begitulah dirimu. Kamu harus terus bergerak. Kamu akan merasa kaku.”

“BTW apa ini?”

Sunny menunjuk pada bingkisan yang dibawa ayahnya. Ayahnya membawakan banyak makanan. Sunny makan ayam goreng dengan lahap. Ayahnya yang melihat hampir memangis. Namun keduanya saling menutupi kesedihan masing-masing.

“Apakah Pak Byun dan Dong Shik sehat?”

“Tentu saja. semua sehat. Tidak perlu mencemaskan apapun. Tiap kali ayah melihat kamarmu,  kamu benar-benar memilih tempat yang tepat untuk barangmu. Kamu punya semua barang yang kamu butuhkan di perjalanan. Waaahhh… ini pasti nyaman sekali.”

“Bagus bukan? Ayah tahu, aku pandai. Aku yang bertugas memasak di rombongan teater. Ini mudah untukku.” Sunny mau menangis.

“Aaigooo… anakku sayang. Kamu andal dalam segalanya.”

Ayah sudah hampir menangis dan pergi. Sunny yang ditinggal akhirnya pecah dalam kesedihan.

***

Ijah ditarik Na Wang Shik ke RSJ Lagi.

“Kenapa kamu membawaku ke sini? bukan ini yang kamu janjikan.”

“Kamu yang ingkar janji. kamu bilang akan berbuat apa pun jika kubebaskan dari sini, bukan?”

“Aku bahkan mempersiapkan diri dipukuli sampai mati oleh Mak Suri, dan membuat pernyataan palsu. Apa lagi maumu?”

“Di mana jasad Ibu Na Wang Shik? Kalau kamu ingin hidup, katakan itu dulu.”

“Tidak bisa. Itu pegangan hidupku. Aku harus melakukan apa pun untuk menyitas. Beri tahu kaisar untuk menyitas juga. Na Wang Shik? Dia tidak mudah dikalahkan. Pada akhirnya, dia akan benar-benar hancur dan meminta untuk menemuiku lagi.”

“Tentu. Cobalah menyitas di sini kalau kamu bisa.”

Na Wang Shik memanggil para medis. Yu Ra langsung panik. “Aku telah membantu Permaisuri. Panggil dia. aku tidak bisa… dia tidak bisa membiarkanku mati di temapt seperti ini. panggilkan Permaisuri.”

Na Wang Shik keluar. Yu Ra dikuliti.

***

Saat di lorong. Na Wang Shik melihat kamar lainnya dan ada seorang pria.

Pria itu menuliskan sesuatu di tembok.

KANG JOO SEUNG….

Dia adalah pengawal So Hyun yang dulu. masih hidup.

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat