Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 25 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 25 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya ada di tulisan ini.

Pembagian harta waris TETE MAMA yang palsu dilakukan.

“Sekarang adalah hari pembacaan warisan Ibu.” Ucap Mak Lampir pada semua anggota keluarga.

“Sekarang aku siap menerima warisan. Sekarang aku benar-benar sadar.” Ucap So Jin yang SADARNYA TELAT KARENA YANG PAS PEMBAGIAN ASLI MALAH MABOK. *KZL. “Aku siap menerima warisanku.” So Jin pret….

“Tunggu dulu, aku menunggu satu orang lagi.” Ucap pengacara.

“Siapa?” Tanya Lee Hyuk.

Yoon akhirnya datang. lee Hyuk langsung naik darah. “Siapa yang mengundang dia?”

“Putra Mahkota, Anda sudah datang?” Ucap Ari yang lagi manis.

“Putra Mahkota?” Sunny langsung kaget karena tahunya Yoon kerja sama ayahnya goreng ayam.

Yoon langsung menuju Sunny. “Maafkan aku karena tidak sempat memperkenalkan diriku dengan baik, Permaisuri. Aku Putra Mahkota, Lee Yoon. Senang bertemu denganmu.”

“Kerja bagus Putra Mahkota. Duduklah.”

“Sekarang semua sudah hadir. Aku akan membacakan warisannya.” Ucap Pengacara Busuk. “Aku Jo Tae Ja, menyatakan bahwa ini adalah wasiatku. Aku meninggalkan semua asetku kepada Kaisar Lee Hyuk dan Ibu Suri Kang Eun Nan (hahahhaa baru tahu nama aselinya) akan mendapatkan bagian juga.”

“Apa?” Tanya So Jin. “Semua asetnya?”

Pengacara busuk lanjut bicara. “40 Persen saham pusat mal, semua uang dan obligasi di cabang utama bank korea. bagunan kerajaan di apgujeong, dan 495.867 meter persegi di Hanam. Akan dibagikan secara merata pada yang telah disebutkan. Aku akan meninggalkan pulau liburan, Pulau Chungem ke Ibu Suri.”

 

So Jin kesal. “APA? Kamu sangat menginginkan pulau itu dan akhirnya mengambilnya.” Ucap So Jin pada Mak Busuk. “Apa yang sudah kamu lakukan pada nenek sampi bisa mendapakan semua aset ini?”

“Dan untuk Permaisuri Oh Sunny, mendiang meninggalkan ini.” Sebuah luksian pulau yang tadinya untuk Mak Lampir.

Sunny mengambil dan membukanya.  “Dia memberikan aku lukisan ini? nenek meninggalkan ini?”

“Itu pulau Chungeum. Ini adalah pulau liburan di pantai barat.” Ucap Ari.

“Lukisan itu cukup indah. Kamu harus menghargainya.” Ucap Mak Lampir.

“Aku yakin dia meninggalkanku ini karena satu alasan. Aku sangat bersyukur menerima ini.”

“Ini aneh sekali.” Ucap Ari yang tahu dulu pembagianya bukan begini.

“Pasti ada yang salah. Ini ada yang aneh. Aku bisa mengerti kenapa Permaisuri mendapatkan lukisan karena dia tidak ada hubungan keluarga, tapi bagaimana dengan aku?kenapa aku tidak mendapatkan apa-apa?” Tanya So Jin. “Apa ini masuk akal.”

Yoon menjawab. “Tentu saja ini tidak masuk akal. Ini seperti bukan wasiat nenek. Aku yakin ada seseuatu yang salah.”

“Kamu tidak pernah mengurus kerajaan, tetapi masih ingin mengambil uang tanpa tahu malu?” Ucap Lee Hyuk.

“Itu adalah aset milik nenek,  aku tidak penah ikut campur jika itu keputusannya, tapi jika seseorang mengarang wasiat nenek. Aku harus mencari kebenarannya.”

Mak Lampir menjawab Yoon. “Kalau kamu begitu curiga, kamu harusnya tetap di sisi nenek ketika dia masih hidup. atau jika nenek hidup lagi kamu bisa bertanya sendiri kepadanya.” *curiga nanti nenek idup lagi akutu.

“Ini semua tidak benar. Ini tidak benar!!!” Ucap So Jin. “Bahkan jika dia membenciku, kenapa aku bahkan tidak menerima lukisan? Aku akan memutuskan hubunganku dengan nenek.”

Yoon langsung pergi. Suneo dan Mak Lampir kali ini menang.

***

Saat berjalan di koridor istana. Yoon ditarik oleh Na Wang Shik.

“Apa mulai sekarang kamu akan menempati tahtamu?” Tanya Bin.

“Aku mendengar dari Pak Byun,kamu melindungi Permaisuri.”

Ada para pegawai lewat. Keduanya diam sejenak. Yoon pun mengambil buku dari jasnya dan memberikan pada Bin. “Aku tidak memiliki kesempatan untuk memberikan ini kepada Permaisuri karena dia terkejut.”

“Apa ini?”

“Itu adalah buku harian dari mendiang So Hyun. aku telah menyimpannya selama ini, dan Pak Byun sudah membacanya, tapi kami berdua tidak menemukan ada sesuatu yang aneh. Aku berpikir mungkin Permaisuri bisa memecahkannya.”

***

Sunny di kamarnya kemudian Bin datang.

“Pangeran pasti sudah memikirkan banyak pertimbangan.” Ucap Bin pada Sunny yang masih kaget.

“Apa jangan-jangan kamu sudah tahu dia adalah pangeran?”

“Maafkan aku.”

“Kamu seharusnya memberitahuku jika sudah tahu hal itu. kenapa kamu tidak mengatakannya? Kenapa membuatku seperti orang bodoh?”

“Pangeran sudah meninggalkan keluarganya. Ibu Suri dan Lee Hyuk berencana melengserkannya. Dan dia memintaku memberikan ini kepadamu.”

“Ini apa?”

“Ini adalah buku harian yang diambil tujuh tahun lalu dari kamar mendiang So Hyun.”

Sunny membukanya dan hanya berisikan gambar. “Kenapa hanya ada gambar di buku hariannya? Tidak ada tulisan sama sekali.” Hingga sampai pada gambar pulau. “Ini pulang Chungeum.”

“Apa?”

Sunny menjejerkannya di samping lukisan nenek. Persis sama.

“Ini adalah pulau liburan kekaisaran, Pulau Chungeum. Dan ini adalah lukisan yang ditinggalkan nenek untukku.”

“Ini gambar yang sama persis.”

“Mendiang So Hyun dan nenek meninggalkan gambar yang sama ini terasa aneh. Ibu Suri juga benar-benar ingin memilikinya. Pulau Chungeum, kita harus cari tahu lebih banyak tentang itu. aku rasa ada rahasia di pulau itu.”

“Ahh ya. wanita yang memakan gimbap pada hari yang sama dengan nenek, apakah kamu menemukannya?”

“Tidak.”

“Bagaimana ini? bahkan kepala penjaga tidak bisa memeriksa catatan data pribadinya.”

“Aku memiliki seseorang yang bisa membantu.”

***

Ari masuk ke ruang kerja pegawai.

“Aku di sini untuk melihat catatan pribadi data pegawai wanita.” Ucap Ari.

“Bolehkah aku bertanya itu untuk keperluan apa Yang Mulia? Aku tidak bisa menunjukkannya pada sembarangan orang.”

“Apakah aku sembarangan orang? Aku ini Putri Kerjaan Korea.” Ari melipat kedua tangannya. “Secepatnya, aku membutuhkan data itu. aku harus melihat catatan pegawai untuk memilih yang berkelas. Kenapa?  kamu mau aku memanggil ayahku?” Ari Sae Ae Bocah…

“Baiklah. Kamu bisa mencarinya di sini. Yang Mulia.” Dan Ari langsung duduk di depan komputer.

***

“Ini dia. Ibu.” Ari memberikan berkasnya pada Sunny. “Ini data Ha Cheong Dan, ada alamat dan telponnya.”

“Kamu benar-benar sangat luar biasa, Putri.”

“Tapi, jika kamu ingin mengiriminya hadiah, kamu bisa bertanya pada bagian pegawai. Kenapa memintaku untuk melakukan ini?”

“Itu karena… aku memintamu melakukan ini agar tidak ada yang menyebabkan rumor bahwa aku punya pegawai favorit.”

“Ahhh begitu rupanya. Yang Mulia sangat bijaksana.”

“Terima kasih ya Putri, ini hadiah untukmu.” Sunny memberikan makanan di dalam rantang.

Ari sangat senang. “Hadiah untukku. Terima kasih.” Ari seneng banget.

***

Hadiahnya adalah toppoki. Ari makan dengan senang saat menggambar. Kang Hee malah merebut makanan itu.

“Kamu seharusnya tidak memakan ini. Putri. Kamu hanya boleh makan camilan bergizi.”

Ari mengambilnya lagi. “Ibuku sendiri yang memasak ini untukku. Dan ini sangat enak. Ini jauh lebih enak daripada camilan yang kamu berikan. Makanan enak seperti ini, kenapa kamu tidak membiarkan aku untuk memakannya?”

“Ini mungkin makanan enak. Tapi itu tidak sehat. Kenapa Permasuri memberikanmu makanan seperti ini?”

Ari pun marah. “Apa sekarang kamu mencoba menjelekkan Ibuku di hadapanku? Beraninya kamu bersikap kasar!!!”

“Putri…”

“Aku peringatkan kamu! jangan pura-pura mengenalku, ketika bertemu satu sama lain di istana.” Ari membawa makanannya pergi. Kang Hee bersedih.

Kemudian So Jin yang mabuk mengejek Kang Hee.

“Bravo… ini semua benarkan? Bagaimana kamu membesarkannya selama tujuh tahun, tapi kamu kehilangan dia karena orang lain. selama tujuh tahun aku adalah ibunya, dan sekarang, Permaisuri adalah Ibunya. Dan tidak pernah sekali pun, dia memanggilmu Ibu seumur hidupnya.”

“Minumlah minolmu, Yang Mulia.”

“Aku mengatakan hal ini kepadamu karena hatiku sangat panas. Apakah kamu mau dengar kabar baik? Yang Mulia sudah mencampakkan Min Yu Ra.”

“Sungguh?”

“Ya. semoga berhasil. Kamu mungkin tidak bisa mendapatkan putri yang kamu lahirkan sendiri, mana tahu, kamu bisa mendapatkan Kaisar bukan? Karena Permaisuri sudah diusir dari kehidupannya. Benar bukan?” So Jin pun pergi.

Kali ini Kang Hee tersenyum.

“Kaisar sudah membuang Mi Yu Ra?”

***

Suneo membawa dokumen dan memasukkannya ke brankas. Tapi brankasnya kosong, Cuma ada uang selembar buat bayar parkiran. Ia berteriak memanggil Bin.

“Ada apa Peya? Apa yang terjadi di sini.” Bin melihat brankas kosong.

“Ini pasti Min Yu Ra.”

“Min Yu Ra?”

“Dengan sidik jari Min Yu Ra, brangkas ini bisa dibuka, bukan cuma dengan sidik jariku saja.” Itu brankas mahal apa hape xiaomi? Kok kemanannya pakai sidik jari? “Bukan hanya uang saja, tapi barang antik senilai lebih dari 50 juta dolar semuanya hilang.”

Woo Bin terdiam padahal.

Saat Yu Ra mabuk setelah minum-minum. Ia mencepak jempol Min Yu Ra untuk mencuri brangkas Lee Hyuk. emas bantangan dan kendi semuanya dibawa.

(((kendi)))…. guci kalik. *maap, orang kampung begini.

Bin bilang. “Aku tidak melihat apa-apa ketika aku memeriksa barang Min Yu Ra. Aku akan memperluas pencarianku.”

“MIN YU RA…Beraninya kamu menyentuh barang-barangku?” Lee Hyuk ngamuk. “Ayo beraksi. Chun Woo Bin.”

***

Lokasi di rumah sakit jiwa sunil.

Ijah badannya dipenuhi sosis sapi. *luka bakarnya kayak sosis sapi deh seriusan. Sekujur kaki, tangan dan wajahnya ada luka.

Lee Hyuk mengunjungi Yu Ra.

“Peya. Apa kamu yang menyelamatkanku?”

“Kenapa masih hidup? Apa kamu senang? Menipuku saja tidak cukup.. kamu juga mencuri harta bendaku. Setelah membohongi Kaisar negri ini, kamu kira bisa mati dengan tenang?”

“Kamu salah paham. aku akan menjelaskan semuanya. Tolong dengarkan aku sekali ini saja Yang Mulia.”

“Masuklah.” Ucap Le Hyuk.

Segerombolan orang mendatangi Yu Ra dan menekan pada luka bakar sosisnya. Yu Ra teriak kesakitan sampai pingan. Tapi ia langsung disiram.

“Jangan ada yang memberikannya obat penahan sakit. Jika dia tidur atau pingsan, bangunkan kembali. Pastikan dia merasakan sakit yang luar biasa karena kulitnya robek.”

YURA DIKULITI GUYS…

***

Lewat kaca di sebelahnya. Lee Hyuk bicara pada Bin. “Kamu benar. Jika aku membiarkan dia mati dengan mudah. Itu akan membuatku menyesal. Dia bahkan tidak punya hak untuk mati.”

“Sangat menyedihkan kehilangan orang yang kamu benci.”

“Kamu benar dongsaeng.”

“Menghukum mereka dengan rasa sakit 100 kali lipat, membuat mereka berharap mati, itu adalah balas dendam yang sebenarnya.”

Dalam hati Bin begini. “Apa hanya untuk ini kamu tega membunuh Ibuku? Min Yu Ra. Jangan sampai mati. Tetaplah hidup. di mana ibuku aku harus tahu. Kamu hanya baru mati sekali sejauh ini.” Na Wang Shik ngeri.

Lee Hyuk kembali bicara. “ hiduplah dalam penderitaanmu. Ayo kita pergi.”

Bersambung… klik di sini kelanjutannya.

Sekali lagi. Gunakan browser yang versi baru dan disarankan menggunakan Google Chrome agar link ini terbuka secara sempurna. terima kasih untuk kamu yang tidak memblokir iklan yang tayangan di blog ini.

 

Advertisements

4 tanggapan untuk “Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 25 Part 2

  • 04/01/2019 pada 7:58 AM
    Permalink

    Aku puyeng deh kak….
    Gambarnya ga bisa kebuka semua
    Padahal pake chrome…

    Balas
  • 04/01/2019 pada 8:43 AM
    Permalink

    Chromenya udh diupdate kok ttp gak bisa dibuka ya

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *