Advertisements

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 23 Part 3

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 23 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

Ibu Suri masuk ke ruangannya. Dia kaget melihat foto So Hyun dan jamuan upacara peringatakan kematian.

“Apa-apaan ini?”

“Apa kamu terkejut?” Tanya Yoon yang sedang duduk dan mengagetkan Mak Lampir.

“Pangeran Yoon! Apa yang kamu lakukan di sini?”

“Aku pikir setelah nenek meninggal, pasti tidak ada yang memperingati kematian So Hyun. oleh karena itu, aku menyiapkan meja yang sederhana saja.”

“Aku tidak mengerti kenapa kamu begitu peduli kepada So Hyun. dia orang yang sudah meninggal.”

“Tidak. Dia dipaksa meninggalkan dunia ini. Itu karena Ibu dan Kaisar.”

“Kenapa kamu bisa asal bicara?”

“Sayang sekali, aku melihat semuanya hari itu.”

***

Kilas balik lagi.

“Aku akan segera mengadakan konferensi pers dan mengungkapkan keserakahan Ibu Suri akan Chungemdo.”

“Jangan bertindak bodoh. Apa hubunganmu dengan Kang Joon Sung. Cepat katakan.” Ada keribuatan macam ini dan kebetulan Yoon sedang lewat dan membawa boneka besar.

“Saat aku tidak di sini. apa yang kamu lakukan dengan Kang Joon Sung!!!” Lee Hyuk marah dan teriak hingga Yoon mendengarnya.

Yoon bersembunyi. Ia pun mengikuti ke mana sepasang Raja dan Ratu ini berantem. Hingga Yoon melihat Ibu Suri, Nona Choi dan Lee Hyuk di pinggir kolam.

“Dia menginggal karena aku.” Ucap Lee Hyuk. “Aku membunuhnya.”

So Hyun sudah mengambang dalam keadaan tengkurap.

Lee Hyuk menangis. “Bhakan bayi yang ada di dalam rahimnya, aku yang membunuhnya!!! Aku melakukannya sendiri dengan kedua tanganku, aku sudah gila!!!”

Karena kaget. Yoon sampai menutup mulutnya.

“Tenangkan dirimu, tenangkan dirimu Yang Mulia. Bayi itu bukan anakmu, oleh karena itu, kamu tidak perlu bersedih ataupun menyesal.”

“Aku tidak pernah berniat membunuhnya.”

“Aku bilang itu bukan salahmu. Jangan khawatirkan itu. tidak ada orang yang tahu akan kejadian ini. hanya kita yang ada di sini. Permaisuri meninggal karena serangan jantung. Kamu tidak pernah pergi ke sini. kamu mengerti kan?”

Ibu Suri memerintahkan Choi. “Cepat ambil tubuhnya, pastikan penyebab kematiannya adalah serangan jantung, bukan karena tenggelam.”

“Ya. Yang Mulih.”

Dan Choi lah yang mengambil So Hyun dengan kayu.

***

“Aku melihat semua hari itu. apa kamu masih bersikeras dan merasa tidak bersalah?” Ucap Yoon pada Ibunya.

“Aku tidak tahu apa-apa tentang hal itu. satu-satunya hal yang aku tahu adalah Permaisuri So Hyun meninggal karena serangan jantung. Tabib kekaisaran yang mengatakan penyebab kematiannya. Setelah tujuh tahun kamu mengatakan bahwa itu adalah hal bohong?”

Yoon bangkit dari duduknya dan mendekati Mak Lampir. “Kenapa Ibu membenci Permaisuri So Hyun jug aku tahu alasannya. Itu karena Chungemdo? Ada apa di pulau itu sebenarnya? Apa rahasia di balik pulau itu sampai Permasuri So Hyun harus mati?”

Plakkkk… Yoon ditampar.

“Tindakkanmu sangat gila. Aku tidak bisa diam saja!!! bukti apa yang kamu punya sampai berani menyerangku. Kamu pasti mendengarkan Byun Si Gila! Apa kamu percaya akan hal itu?”

“Akulah yang bodoh. Saat itu seharusnya aku mengungkap semua perbuatan yang dilakukan keluargaku sendiri. PERBUATAN KELUARGAKU SENDIRI!!!” Yoon marah sampai matanya kek mau keluar. “Tangkap pelaku yang membunuh Nenek. Aku memberimu kesempatan terkahir. Jika saja Ibu terlibat dalam kematian nenek, saat itu aku tidak punya pilihan selain meninggalkan Ibu.”

Yoon pergi.

“Dasar bedebah gila!!! Beraninya dia!!! siapa yang mau dia tinggalkan? Anak tidak tahu diuntung!!!”

Mak lampir marah dan merusak meja peringatan kematian.

***

Yu Ra berada di dermaga bersama Dong Shik. Mereka masih di dalam mobil. Mereka ada di dekat pelabuhan.

“Dong Shik, Ibumu sudah tidak ada dan juga Hyung-mu. Yang kamu tahu hanya aku kan?”

Dong Shik mengangguk. “Tapi, kemana kita akan pergi? Apa aku akan tinggal bersama Noona sekarang?”

“Tentu saja. setelah urusan bisnis Noona selesai, kita akan bersama-sama. Dong Shik tunggulah.”

“Hanya aku? Sangat menakutkan jika sendirian.”

“Noona akan segara kembali. Kamu pasti haus. Mau minum jus?” Yu Ra memberikan Jus yang sudah dijampi-jampi. Dong Shik pun meminumnya. Tak lama, Dong Shik tertidur.

Yu Ra pun mengambil segepok uang dan keluar mobil. Ia berbicara pada seorang pria.

“Jangan buat kesalahan. Malam ini kamu harus mengurus semuanya. Kirim dia ke suatu tempat yang sangat jauh, supaya tidak bisa ke sini lagi.” *dikira kucing apa yaaa?

“Jangan khawatir.” Orang itu pun langsung membawa Dong Shik.

***

Na Wang Shik dan Oh Sunny sudah ada di pelabuhan. Dengan suara beratnya,

Na Wang Shik memanggil Dong Shik. Hingga ia bertemu dengan nelayan suruhan Yu Ra.

“Permisi, apa kamu melihat anak lelaki?”

Nelayan diam saja pada awalnya. Lalu mengambil kayu dan memukul Na Wang Shik. Terjadi kejar-kejaran lagi. Saat Na Wang Shik memukul. “Dimana adikku? Katakan kepadaku.”

“Tahan…. Tunggu…”

Komplotannya akan memukul Na Wang Shik dengan sekop. Namun sudah dipukul lebih dahulu oleh Sunny. Bisa mukul juga tuh Permaisuri.

Akhirnya Dong Shik ditemukan ada di dalam kotak. Kayak ikan aja guys yang mau dikirim. Na Wang Shik pun mengambil Dong Shik yang tertidur.

Sunny geram dan mendekati orang suruhan Yu Ra.

“Kamu tahu siapa aku bukan?”

“Ya.”

“Apakah kamu mau melakukan apa yang aku suruh atau aku akan memanggil polisi.”

***

Ijah pulang ke istana. Ia pun mendapatkan pesan begini.

Kami baru saja pergi. Kirim uangnya.

Membaca pesan tersebut, Yu Ra pun senang. “Sekarang hubunganku dengan keluarga Na Wang Shik sudah tamat?. Aku sudah tidak tahan dengan mereka.”

Yu Ra masuk ke kamar Lee Hyuk.

“Yang Mulia. Apakah Anda sudah tidur?”

Dan kamar kosong melompong… “Di jam segini, kemana dia pergi? Jangan-jangan….”

berlanjut ke bagian 4 di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *