Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 21 Part 3

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 21 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya ada di sini.

Min Yu Ra merasa senang sudah merenovasi kamar lama nenek. Tak lama, ada Pak Han datang.

“Han Tim Jang Nim, ada apa?” Tanya Ijah.

Seo Kang Hee pun masuk ke dalam ruangan.

“ini perintah Kaisar, Mama-nim akan menempati kamar ini mulai hari ini.”

“Apa katamu tadi? Mama-nim?”

“Terima kasih atas pelayananmu,Nona Min. Kamu pasti telah bekerja keras mendekor kamar untukku. Aku tidak butuh benda-benda berharga atau mewah ini. selimut wol katun, cermin kecil dan sebuah meja sudah cukup. Tolong singkirkan semua ini dari kamarku, tidak cocok untukku.” Ucap Kang Hee.

“Baiklah. Tolong beritahu aku jika membutuhkan sesuatu Mama-nim.” Ucap Pak Han.

Yu Ra kesal banget denger Seo Kang Hee dipanggil Mama-nim.

Dua jalang ini pun pandang-pandangan dengan lebay. Seo kali ini merasa menang.

***

Lee Hyuk memberikan pengumuman. “Seperti yang kalian tahu, posisi kepala pengawal kosong. Aku akan menunjuk Chun Woo Bin sebagai kepala pengawal.”

Chun Woo Bin maju dan diberikan lencana langsung oleh Lee Hyuk.

“Ini nampak bagus padamu. Aku yakin kini punya orang yang tepat untuk tugas ini. aku akan mengadakan pesta untukmu malam ini. tunggulah.” Suneo sok akrab.

***

Suneo masuk ke ruangannya dan langsung diomelin oleh Mak Ijah.

“Teganya kamu melakukan ini kepadaku. Kamu memberikan kamar untuk Seo Kang Hee?”

“Aku melakukannya karena dia ibu Ari, bukan karena menyukainya.”

“Kamu sungguh tidak tahu dia wanita macam apa? Dia berusaha memaksakan kehendaknya kepadamu satu per satu.” Yu Ra merengek dan Lee Hyuk langsung galak.

“Min Yu Ra… kamu!!! apakah kamu selalu menyusahkan dan cemburu seperti ini?”

“Yang Mulia.”

“Kamu punya hatiku, kamu punya segala.” Guys. Ini kalau ada cowok bilang gini tinggal dihalah pret aja. “Di saat kamu punya 99 kamar, kamu cemburu akan wanita yang hanya punya satu? Tidak ada yang memuaskanmu!!! Keluar!!!”

Yu Ra menatap jalang. Ia berkata dalam hati. “Aku tidak bisa hanya bergantung pada Yang Mulia lagi.”

***

Ari masuk ke kamar Seo Kang Hee.

“ini kamarmu?”

“Ya. Putri.”

“Kamu diberikan kamar bagus berkat diriku. Kamu sangat berterima kasih kepadaku.”

“Tentu saja. tapi kenapa Putri kemari?”

“Syal anggora. Kamu tidak mengembalikannya?”

“Syal anggora?”

“Pada dini hari saat  nenek buyut meninggal, kamu memakainya seolah-olah kamu tergesa-gesa. Syal itu, nenek buyut menghadiahkannya untukku. Aku sangat menyukainya. Kenapa kamu mengambil syalku? Kembalikan sekarang juga.”

Kang Hee jadi gagap. “Syal itu? akan aku kembalikan padamu segera.”

Tiba-tiba Sunny masuk.

“Kamu ada di istana hari itu, Nona Seo?

Ari langsung teriak. “Omaaa Mamaa…” Ari langsung kepelukan Sunny.

“Permasuri, kenapa Anda kemari?”

“Aku datang untuk merapikah artikel nenek saat aku dengar kamu akan menempati kamarnya.”

Ari berkata. “Maukah Ibu menemani aku untuk memberi sapaan pagi kepada Ayah besok?”

“Tentu saja. kita akan pergi bersama.”

“Ahh sungguh? Lantas aku akan memikirkan apa yang harus dibahas dengan Kaisar besok pagi. Terima kasih, Ibu.” Ari pun pergi.

Kini Sunny hanya berdua dengan Seo Kang Hee.

“Bagaimana kamu ada di istana? Kudengar kamu tidak di sini malam itu.”

“Itu…”

“Putri Ari tidak akan berbohong.”

“Yang Mulia. Sebenarnya, malam itu…”

Kilas balik sambil Seo Kang Hee menjelaskan.

Kang Hee masuk ke dalam ruangan seperti gudang. “Ibu Suri memerintahkan orang-orang untuk membawaku ke hadapannya. Aku kabur dan bersembunyi di dalam gudang.”

Terdengar suara Nona Choi. “Cari ke tiap sudut istana dan temukan Seo Kang Hee.” Kang Hee masih sembunyi.

“Dengan pemikiran hanya nenek suri yang bisa menyelamatkan aku, diam-diam aku pergi ke kamarnya di tengah malam. Lalu Min Yu Ra masuk ke kamarnya. Dia tidak keluar selama beberapa waktu.kubuka pintunya dan mengintip ke dalam melalui celah.”

Di dalamnya, Yu Ra menjatuhkan gelas. Yu Ra mengambil selembar kertas di meja dan mengambilnya. Saat nenek sudah ditusuk.

Kilas balik berakhir.

“Tusuk rambutnya tertancap di dadanya? Lantas kenapa kamu tidak bicara?” Tanya Sunny.

“Aku tidak lihat Nona Min menusuk dada nenek. Karena aku sudah tidak tidak akur dengan Ibu Suri, aku takut akan disalahkan atas pembunuhan.”

“Tapi seharusnya kamu beri tahu pada pihak berwenang. Kamu bahkan tidak diinterogasi oleh polisi.”

“Nona Min dilindungi oleh kaisar. Seperti yang Anda tahu, tidak ada orang yang akan membantu. Seperti Anda.” Aaahh penjilat lagi nih. “Jika orang-orang tahu aku ada di istana malam itu, aku akan menghadapi hal yang telah anda alami. Anda tidak tahu betapa mengerikannya tempat ini?”

“Aku paham kenapa kamu khawatir.”

Kang Hee langsung memegang tangan Sunny. “Tolonglah. Anda tidak akan beri tahu siapapun soal ini, bukan?hanya anda yang bisa aku percaya.”

Sunny memegang tangan Seo. “Jangan menangis.”

Dalam hati Sunny berkata. “Lalu apakah Min Yu Ra yang pertama melihat jasad nenek? Ataukah dia yang membunuh nenek?”

***

Min Yu Ra sedang bekerja di mal. Hel Ro dan So Jin mendekatinya. “Apa maksudmu?” Tanya Hel Ro cemas.

“Kubilang aku akan melangsungkan acara tanda tangan Vincent Lee. Para instruktur dari istana akan datang ke acara. Aku sudah mengirim undangan kepada pembacanya.”

So Jin marah. “Beraninya kamu memutuskan tanpa bicara dengan penganggung jawab?”

Yu Ra bangkit dari kursinya. “Bukankah anda bilang akan mengadakan acara tanda tangan untuk merayakan perayaan 10 tahun penobatan kaisar?”

“Itu… aku hanya mengatakannya kepada Hel Ro karena dia bilang bisa.”

Hel Ro kesal sudah jadi kambilng hitam. “Direktur…”

“Jika acara ini tidak sukses, aku akan meminta Hel Ro dan anda untuk bertanggung jawab.”

“Minta tanggung jawab apa? Bagaimana kamu melakukannya?” So Jin ngomel.

“Anda harus menyerahkan jabatan Anda.”

“YAAAAAAAAKKKK….” So Jin teriak.

“Aku akan berasumsi acara besok akan diadakan sesuai rencana bukan?” Yu Ra membuat jebakan sebenarnya.

***

So Jin belanja. Ia stresss…

“Aku sangat stres!!! Dia membuatku stresss!!! Aku mau produk baru. Bawakan semuanya kepaku.” So Jin memilih ini dan itu dengan brutal.

Kemudian ada suara berat dari Na Wang Shik. “Permisi. Bisa tolong periksa apa pakaian ini cocok untukku?”

Seo Jin masih belum nengok dan mengeluh. “Astagaaa… hari ini luar biasa. Aku bukan pramuniaga di sini.” pas nengok…

Cilukkk…

Baaaa…

“Wahhh…. kenapa kamu ada di bagaian pakaian wanita?”

“Aku hendak memilih pakaian. Aku tidak pintar memilih pakaian wanita. Bisakah anda membantuku?”

“Kenapa kamu membutuhkan pakaian wanita?” Seo Jin memilih baju dengan asal dan memberikannya pada Na Wang Shik.

“Ini benar-benar yang paling cantik di sini? anda yakin?” Na Wang Shik memandang baju yang dipilihkan So Jin.

“Bukan untukku. Tidak masalah cantik atau tidak.”

“Harus cantik menurut Putri, ini adalah hadiah untuk anda.”

So Jin girang. “Apa? Untuk apa kamu memberiku hadiah?”

“Karena aku mau. Anda tidak akan menerima hadiahku?”

Baju langsung diambil. “Ohhh tentu saja akan kuterima. Bahkan aku akan memakai perca jika kamu ingin aku memakainya.” Wkwkwkwkw lucu nih So Jin.

So Jin menempelkan baju ke badannya. “Bagaimana?”

“Itu cantik.” Jawab Na Wang Shik.

“Kenapa kamu terus bilang cantik? Kamu akan memanjakanku. Lantas hari ini, hari pertama hubungan kita?”

“Ha? Astagaaa… kukira hari pertama kita beberapa hari yang lalu. Aku salah?” wagelah. Yang kayak gini katanya nggak bisa menggoda?

“Astagaaa… kamu membuatku merasa tersipu.” Na Wang Shik dipukul manjaaahhh oleh So Jin. “MY BIN….” So Jin pun pose ala-ala yang mengangkat satu kaki gitu sambil meluk Na Wang Shik.

***

Na Wang Shik ke parkiran mobil. Di dalamnya sudah ada Pak Byun.

“Dong Shik baik-baik saja bukan?”

“Tentu. Jangan cemaskan kami. Kudengar kamu menjadi kepala pengawal.”

“Kurasa aku mendapatkan kepercayaan Lee Hyuk sekarang. hubungan dengan So Jin juga berjalan baik.”

“Bagaimana dengan Permaisuri?”

“Ibu Suri dan Lee Hyuk berencana memanfaatkan kelemahan Permaisuri untuk bercerai.”

“Kelemahan? Ahhh yaa. Putra Mahkota menghubungiku. Aku yakin dia akhirnya membuat keputusan.”

Bersambung ke episode 22. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Satu tanggapan untuk “Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 21 Part 3

  • 31/12/2018 pada 5:50 PM
    Permalink

    Tiba tiba merasa kasihan sama putri so jin 😦

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *