Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 21 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 21 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya ada di tulisan yang ini…

Sunny menghadap Mak Lampir.

“Kamu kembali atas kehendakmu sendiri. kamu segigih seorang jenderal.”

“Selama tinggal di sini, aku meminta maaf atas perilaku burukku kepada Ibu Suri. Aku akan melakukan apa pun yang Ibu minta mulai sekarang.”

“Mulai sekarang, selain untuk acara resmimu, kami tidak akan melayanimu sebagai Permaisuri. Makanan, pakaian, atau apa pun yang kamu butuhkan di sini.kamu harus mengurusnya sendiri. kamu tidak keberatan? Jika kebaratan, kamu boleh pergi sekarang.”

Sunny tersenyum. “Tentu saja tidak. Aku tidak boleh mengganggu dan merugikan Ibu Suri. Itulah yang terlintas di benakku saat aku memutuskan untuk kembali.”

“Begitukah? Kalau begitu, bereskan masalah yang telah kamu buat.”

***

Acara penobatan Ari dimulai.

Ibu Suri mengatakan,”Kami telah memulai prosedur hukum untuk memperbaiki silsilah keluarga dan menerima Ari sebagai Putri yang resmi. Kami akan melakukan penobatan untuk Putri hari ini. semua ini berkat Permaisuri yang telah membuat keputusan sulit. terima kasih permaisuri.” Mak Lampir melihat Sunny.

“Sudah sewajarnya kulakukan, Ibu.” Ucap Sunny yang langsung dibisiki mesra oleh Suneo.

“Gumawoyo.” Ucap Lee Hyuk.

PM mengumukan setelah Ibu Suri duduk kembali. “Auditor Kekaisaran tidak akan ragu menobatkan darah daging Kasiar sebagai Putri. Atas nama Auditor Kekaisaran, saya akan memperkenalkan Putri Ari kepada hadirin.”

Semua tepuk tangan. Ari masuk ruangan dan dipakaikan jubah emas. Ibu kandungnya, Seo Kang Hee melihat dari kejauhan dan terharu.

Ari pun dipakaikan semacam hiasan kepala oleh Sunny. Usai pemakaian sebut saja mahkota imut. Para pegawai istana pun berlutut dan mengatakan secara serempak.

“Yang Mulia Putri, sungguh suatu kehormatan melayani seorang putri yang cantik dan bijak.”

Mak Lampir menambahkan. “Mulai sekarang, kalian harus melayani Ari sebaik mungkin.”

“Baik Yang Mulia.”

Ari langsung mengambil sumpah. Ia mengangkat tangan kanannya.

namanya emak yaaa?? kek bangga banget

“Saya, sebagai Putri Kekaisaran Korea, akan mewarisi adat istiadat, kewajiban anak, dan kesetiaan Keluarga Kerajaan. Serta akan menjaga martabat sebagai seorang putri. Saya bersumpah di hadapan masyarakat bahwa saya akan meluangkan waktu untuk membangun pengetahuan, kebikajan dan kesejahteraan.”

Ari menurunkan tangannya dan berkata dalam english.

“saya tertarik pada lingkungan dan ekonomi. Saya akan berusaha mengembangkannya sekaligus. Dengan memperbaiki lingkungan dan mengembangkan ekomomi.” Tiba-tiba bahasanya ganti jadi mandarin. “Saya ingin semua orang di Kekaisaran Korea bahagia. Saya akan berusaha sebaik mungkinn untuk mewujudkan itu.”

Reporter pun memuji. “Gungju Mama, Anda sangat cerdas. Aku seperti menyaksikan Kaisar saat dia masih muda.”

Lee Hyuk sok ketawa mendengarnya.

“Jika Ada, bisakah Anda membagikan cara untuk belajar yang baik?” Tanya Para Reporter.

Lee Hyuk menjawab. “Tidak ada yang spesial. Putri gemar belajar dan memiliki ingatan yang kuat. Karena menuruniku, dia memiliki minat yang besar dalam hal lingkungan.” Halaaah pret.

“Bisakah Permaisuri memberikan komentar juga?”

Sunny menjawab. “Aku bahagia dikaruniai seorang putri yang cantik dan manis. Aku meminta kasih sayang dan dukungan kalian. Aku akan melakukan yang terbaik untuk memenuhi semua kebutuhannya.”

Mak Lampir menambahkan. “Karena ini momen bahagia bagi Keluarga Kekaisaran, aku secara pribadi akan menanggung biaya hadiah perayaan kepada semua agensi yang hadir untuk penobatan Putri.”

Tempuk tangan deh…

***

Pembicaraan keluarga pun dilakukan.

“Kita berhasil menunjukkan sisi baik Keluarga Kekaisaran hari ini. Putri, kamu harus rajin belajar. Jaga martabatmu sebagai Putri.” Ucap Mak Lampir.

“Baik, nenek. Aku akan melakukan yang terbaik untuk membalas kebaikan nenek.” Ari kini memandang Lee Hyuk.

Lee Hyuk sangat canggung. “Baiklah. Anak baik.”

Ari yang tadinya duduk di dekat Putri So Jin kini menghampiri Sunny.

“oma mama (Ibu). Terima kasih telah menerimaku sebagai Putri Ibu.”

“Kuharap kita bisa akur, Putri Ari. Belajar itu penting, tapi kamu harus belajar bermain di tanah seperti anak yang sehat. Ada hal-hal yang bisa kamu lakukan pada usiamu.”

“Ya. Oma mama. Aku akan menerima nasihat Ibu dengan senang hati.”

So Jin langsung menggerutu. “Astaga. Kamu memang bisa menggunakan kata “Ibu” pada semua orang. Bagaimana dengan aku? Yang membesarkanmu selama 7 tahun? kamu akan mengabaikanku dalam satu malam?”

Mak Lampir menjawab. “Menurut peringkat, Putri Ari lebih tinggi daripada kamu. kamu harus hati-hati bicara dan bersikap kepadanya.”

“Oma mama… bukankah Ibu bersikap terlalu kejam?”

***

Mak Lampir terlihat sangat santai berjalan di istana dengan dayang-dayangnya.

“setelah menyingkirkan Ibu, sangat mudah mengatur istana di bawah kekuasaanku.” Mak Lampir pun ketawa.

***

Para pekerja mengambil barang di kamar Oh Sunny. Semua perhiasan diambil.

“Ini perintah Ibu Suri. Dia minta kami melayani dengan layak sesuai selera Anda.” Ucap Ijah pada Sunny.

“Aku membuatmu bekerja lebih demi kepentinganku.” Sunny tertawa dan lihat sinis  oleh Ijah.

Ada pegawai yang membawa kalung biru safir. Ijah langsung mengentikannya. “Tunggu.” Ijah melihatnya dengan penuh nafsu. “Aku akan membawa ini sendiri.”

Ijah ngiler sama kalungnya.

Sunny mulai ngomong sendirian. “Model minimalis memang sedang tren saat ini. ini sudah terlihat seperti kamarku. Ayo bersih-bersih.”

Sunny mengambil penyedot debunya dan bersih-bersih. Saat melihat tas, Sunny pun membuka tasnya. Di dalamnya ada foto keluarga dan kalung Na Wang Shik. Sunny membukanya.

“Na Wang Shik.”

Saat dibuka. Ia mengingat ucapan Pak Byun yang mengatakan Na Wang Shik adalah putra dari ibu yang ditabrak Lee Hyuk. tapi Sunny masih bego. Padahal ada foto Ijah masih cupu di dalamnya.

Sunny menatap foto sambil berkata. “Kamu masih hidup bukan? Kamu belum mati bukan? Aku sungguh ingin berterima kasih dan meminta maaf.”

***

Yu Ra menyerahkan kalung pada Ibu Suri.

“Aku sudah membersihkan kamar Permaisuri.”

“Bagus. Aku harus mengamankan ini untuk korban Permaisuri selanjutnya. Choi Tim Jang….” Ibu Suri menyerahkan kalung pada Nona Choi.

“Ya Mama.”

“Amankan ini.”

Nona Choi mengambilnya dan wajah Ijah mupeng abis.

“Ahh hampir lupa. Aku berencana merenovasi kamar nenek menjadi kamar baru. Aku tidak yakin kamu akan bersedia.”

“Tentu saja aku harus melakukannya. Siapa yang akan menggunakan kamarnya?” Yu Ra mupeng lagi.

“Entahlah. Aku tidak bisa membiarkan kamar sebagus itu kosong. Harus segera aku cari pemiliknya. Tidakkah kamu setuju?”

“Aku akan mendekor kamar itu dengan baik, Yang Mulia.”

***

Kini Lee Hyuk bicara dengan Seo Kang Hee.

“Yang Mulia, ada yang ingan Anda katakan padaku?” Lee Hyuk agak kikuk banget dihadapan Seo.

“Kamu hebat telah membesarkan Ari selama bertahun-tahun. karena dia kini seorang Putri, baru adil jika kamu diperlakukan layak sebagai Ibu kandungnya. Beri tahu aku jika ada yang kamu inginkan.”

“Aku menginginkan satu hal.”

“Apa?”

“Aku ingin tinggal bersama Putri Ari. Aku tidak peduli harus tinggal di gubuk atau ruang penyimpanan. Asalkan aku bisa melihat dia tumbuh dewasa di istana, tidak ada lagi yang aku inginkan.” Seo anjay juga yaaa… pura-pura terus. “Kumohon. Izinkan aku, Yang Mulia.”

Lanjut ke bagian 3 klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *