Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 21 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 21 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. nahhh… balik lagi di besoksore.com untuk sinopsis ganjilnya. Untuk sinopsis bagian genap, kamu bisa baca di besokpagi.com untuk kelanjutannya.

Sebelum masuk ke sinopsis, untuk seterusnya. Updatean sinopsis pada malam hari atau subuh ya guys. Karena miminnya harus kerja di pagi hari hingga sore. Terima kasih atas kesetiannya baca di sini.

Usai kejadian Sunny yang ingin balikan. Sunny pun keluar dari teater bersama dengan Lee Hyuk dengan jeprat-jepret sana sini dan cie cieee dari warga.

Sunny masuk ke dalam mobil. Lee Hyuk langsung marah. “Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu masih di sini? kamu baru saja membodohi…”

Tiba-tiba Sunny membuka jendela mobil dan ada reporter yang bicara.

“Yang Mulia, Anda seharusnya memberitahuku ada kejutan ini. aku nyaris tidak sempat merekam momen luar biasa ini.” Sunny dan Lee Hyuk tersenyum palsu mendengarnya.

“Tidak, ini bukan yang akan aku ceritakan.” Ucap Lee Hyuk.

“Aku juga akan merekam keberangkatan Anda.” Kamera disodori ke wajah Suneo.

“Menuju ke Istana sekarang.” Ucap Lee Hyuk pada Na Wang Shik.

***

Belum apa-apa Lee Hyuk sudah mendorong Sunny ke sofa.

“Apa rencanamu?” Na Wang Shik mendengarkan dari luar ruangan. “Kamu seharusnya pergi. Beraninya kamu merusak kesepakan kita? Kamu sungguh ingin mati?”

Sunny pun bangkit. “Aku tahu kamu terkejut. Tapi kamu tahu ini bukan keputusan yang buruk bahkan bagi dirimu. Demi memperbaiki reputasimu yang telah hancur, aku yakin kamu membutuhkanku.”

“Siapa yang bertanggung jawab atas reputasiku yang hancur? Jangan coba-coba mempermainkanku dan pergilah sekarang.”

“Kamu harus tunjukkan pada masyarakat bahwa kamu berusaha rujuk. Bahkan dengan begitu, mereka bisa memaafkan kesalahanmu? Aku akan bilang bahwa aku, istrimu, baik-baik saja. jika aku bilang masih mencintaimu, tidak ada yang akan menyalahkanmu.”

“Bagaimana mungkin aku memercayaimu? Setelah memaksa kembali kemari, kamu akan berusaha mengungkap kematian Nenek Suri dan Permaisuri.” Na Wang Shik mencuri dengan pembicaraan mereka dengan baik.

“Aku selalu turut campur dalam urusan orang lain, bukan? Kini aku benar-benar paham semengerikan apa tempat ini.”

“Sebenarnya apa maumu?”

“Untuk mendapatkan kehormatanmu kembali, tidak ada yang memercayai pengakuan Nona Hong atas pembunuhan itu. aku harus membersihkan namaku atas kematian nenek. Hanya itu yang bisa membuatku hidup seperti manusia sewajarnya. Anggap saja kamu memberikan pekerjaanku kembali. Sebagai permaisuri.”

“Permaisuriku? Pekerjaan? Kamu meremehkanku? Pikirkan ucapanmu masuk akal atau tidak?”

“Kamu bisa menganggap ini sebagai pernikahan kontrak. Tapi saat aku tidak berguna lagi, kamu boleh membuangku kapan saja.”

***

Suneo akhirnya cerita ke emaknya. “Sunny memberimu tawaran semacam itu?”

“Ibu tidak merasa dia tahu soal warisan itu? dia tahu harus menjadi permaisuri untuk mendapatkannya?”

“Ibu sudah membungkam pengacara itu, pasti bukan itu motifnya.” Halooooo sejak kapan motif Sunny itu HARTA, EMANGNYA ELU MAK SIHIR HAH?

“Semuanya kacau. Kukira aku bisa hidup dengan tenang. Tidak kusangka dia bersikeras kemari lagi.”

“Kita sekakmat. Masyarakat sudah tahu soal ini. kita masih bisa menyingkirkan dia setelah memanfaatkannya sebaik mungkin.” Yaaa spesialisasi Emak Sihir adalah memanfaatkan seseorang.

“Kita tidak bisa memercayai wanita itu.”

“Tentu saja. bukankah lebih baik dia di sini dan mencari tahu motifnya? Tetaplah dekat dengan musuh terbesarmu.”

“Ibu punya rencana?”

Emak lagi akur sama anaknya sampai pegangan tangan. “Jangan khawatir. Ibu tidak akan membiarkannya menerima warisan sebesar itu. di mana pengawal Chun Woo Bin itu?”

***

Chun Woo Bin menghadap dan matanya tiba-tiba terbelalak.

“Maaf bisa ulangi?” Woo Bin pun kaget.

“Seperti yang kamu dengar. Jadikan permaisuri wanitamu.” Ucap Suneo.

“Jika kamu membantu Kaisar menceraikannya dalam satu bulan setelah membuatnya amat buruk di mata publik, kami akan mewujudkan apa pun permintaanmu.” Mak Lampir menambahkan.

“Karena kalian sudah terlibat dalam skandal, mengarang cerita bukanlah hal sulit.”

“Kami bisa mengandalkanmu, bukan?” Mak Lampir bertanya.

Woo Bin menelan ludah.

***

Woo Bin keluar ruangan bersama dengan Lee Hyuk yang kayaknya sok akrab gitu.

“Tak kukira aku akan memintamu melakkan hal semacam ini.” Ucap Lee Hyuk.

“Lebih mudah membunuhnya daripada menggodanya.” Halaaahhh So Jin saya kau goda Na Wang Shik. Apalagi Sunny yang baperan.

“Ini tidak sesulit itu. jika kamu bersikap manis kepadanya, dia pasti akan menyukaimu.”

“Yang Mulia, Anda tidak keberatan jika aku menyukai dia selagi berusaha menggodanya?” *KODE KERAS ANJAY.

Suneo langsung ketawa kayak nyembur gitu. “Itu tidak akan pernah terjadi. Tidak ada satu hal pun darinya yang membuatku tertarik. Tidak perlu mecemaskan hal sekonyol itu.”

Lee Hyuk pergi sambil tertawa. “Ahhh dia lucu sekali.”

***

Lee Hyuk masuk ke kamarnya. Sudah ada Ular di dalam kamarnya (baca; Min Yu Ra, wkwkkw). Bajunya Ular sama kek warna seprei di kasur Lee Hyuk.

“Yang Mulia, apa yang terjadi? Kenapa Anda menerima Oh Sunny kembali?”

“Seisi dunia ini ingin mengetahui siapa dirimu. Mereka ingin sekali mengetahui siapa wanita simpananku. Untuk menutupinya, aku membutuhkan dia.”

“Sejumlah episode dokumenter dan gosip lainnya… orang-orang bodoh itu akan melupakan skandal Anda seketika. Usir Oh Sunny sekarang juga. Kita sudah mati-matian selama ini.” mati-matian apaan? Yang ada Ijah sudah buat orang lain mati.

“Sudah kubilang, aku punya rencana. Kenapa kamu begitu tidak sabaran? Aku dan Ibu yang akan menangani masalah ini. kamu tidak perlu turut campur.”

***

Oh Sunny keluar dari kamarnya. Di lorong, ia berbincang dengan Na Wang Shik.

“Aku siap melayani Anda lagi, Yang Mulia.”

Sunny tersenyum. “Baiklah.. kuhargai layananmu. Pak Chun. Aku tidak akan berulah seperti waktu itu, maka jangan khawatir. Aku akan diam seakan-akan tidak berada di sini. terima kasih atas layananmu.”

Na Wang Shik pun mengingat ucapan Lee Hyuk yang memintanya untuk menggoda Sunny. “Anda tidak membenciku? Aku telah berlaku buruk kepada Anda, anda tidak membenciku?”

“Bagaimana mungkin kamu. seorang pengawal, membantah Penguasa Besar negara ini? sudah menjadi pilihanku untuk memaklumi. Bukankah begitu?”

Sunny pun menghilangkan senyumnya dan pergi.

“Bisa-bisanya Yang Mulia datang kemari lagi?” Ucap Na Wang Shik dalam hati.

***

Sunny membuka ruangan nenek.

“Permaisuri, kenapa kamu lama sekali?nenek kira akan sia-sia menunggumu selama ini.”

“Maafkan aku nenek. Aku telah meninggalkan nenek.”

“Tidak apa-apa. Di mana pun kamu dan apa pun kegiatanmu, nenek memercayaimu. Untuk benar-benar memercayai seseorang, kamu harus memercayai orang itu meski situasi tampak sebaliknya.” Sunny pun menangis. “Aigoo. Jangan menangis. Jika menangis, kamu akan merusak paras cantikmu. Mau bermain kartu? Sudah lama. Mau?”

Sunny menangis dan tentu saja itu hanyalah khayalan.

“Nenek. Nenek baik-baik saja bersama Hong Tim Jang Nim bukan? Aku ingin mengucapkan selamat tinggal kepada nenek.” Sunny pun menunduk hormat pada kursi kosong.

Berlanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *