Advertisements

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 2 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 2 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini yaaa…. besoksore.com akan usakan selalu update drama terbaru.

“Apa yang terjadi?” Ucap adik Sunny.

“Kamu tahu soal penyerangan itu? mereka tiba-tiba menyulut api, menggunakan tusuk itu, dan menodongkan senjata kepadanya. Kakak mengelak dari para penyerang jahat itu. kakak memeluki Kaisar dan melompat ke dalam kolam.”

“Tunggu. Kamu jatuh ke air?” tiba-tiba ahjussi datang. dia dalah ayah Sunny.

“Yakkk… unnie tidak bisa berenang.”

“Omong-omong, apa Keluarga Kekasisaran memberimu uang kompensasi? Kamu bahkan mencebur ke air. Kamu kembali dengan tangan kosong?” Tanya Ayah Sunny.

“Mereka menawarkannya, tapi…”

“astagaaa… lihat dia, apa kamu mengambilnya?”

“Tidak kuterima, semua tidak menerima.”

“kamu keterlaluan. Ayolah. Apa harga dirimu bisa membeli makanan? Rasa malu hanya bertahan sesaat, kamu tidak tahu itu?” Ayah Sunny Jadi kesal.

“Aku tahu… itu juga menyiksaku.” Ucap Sunny. “Tapi Kaisar dan aku selamat, maka semuanya baik.”

“Apa maksud kakak? Seharusnya kakak ambil uang itu.” sekarang adiknya yang ikut kesal.

Ayah Sunny tiba-tiba mendapatkan pesan. Mimik wajahnya berubah. Ia bangkit dari kursinya.

“Ayah mau ke mana? Putri Ayah terluka.”

“Menurutmu ke mana? Kebaktian malam.”

“Kebaktian malam? Bagaimana dengan restoran ayah?” Ucap adik Sunny.

“Putri ayah terluka. Restoran tidak penting sekarang. ayah setidaknya harus pergi berdoa.” Ayah mengambil kitab, bergegas pergi sambil menyanyikan pujian.

Sunny merasa aneh. “Bukankah ini tampak tidak asing?” kemudian adiknya mengangangguk.

***

Uang keluar dari mesin. Rupanya ayah Sunny sedang mengikuti perjudian. Saat perjudian berlangsung. Tiba-tiba lampu mati. Kemudian ada suara sirine. Ayah Sunny rupanya sedang berjudi.

“apa-apaan ini?”

“Diam di tempat. Atau kami menembak.” Rupanya polisi??? Bukan. Ahahahha… itu adalah 2 putri ayah. Sunny dan adiknya.

“Ini pertama kalinya ayah ke sini. pertama kali.” dua anak ini menarik ayahnya turun tangga.

“Berhenti berbohong. Bisa-bisanya ayah berjudi dengan yut sekarang.”

“Apa ini? kalian berdua menipu ayah? Astagaa… kalian menakuti ayah.”

Mereka akhirnya pulang ke restoran ayam goreng ddobong. Saat akan masuk, di pintu ada sesuatu. Semacam surat kaleng dengan pisau.

Surat itu dibaca oleh Sunny. “Jika besok aku tidak menerima 10.000 dolar, tangan ahjussi akan hilang, dari layanan pinjaman bahagia.”,,,, “Apa ini ayah?”

“Itu…”

“Ayah meminjam uang dari lintah darat? Untuk berjudi? Begitu? ayah pasti sudah gila. Ayah berusaha mempertaruhkan deposit rumah ini juga?”

“Ya. ayah pantas mati. Seharusnya ayah memotong tangan ayah saja. ayah akan memotong tangan ini.” seperti anak kecil, ayah malah merengek dan mengancam.

Sunny mencegahnya. Namun adik sunny berkata. “Jangan cuma bicara. Lakukanlah. Kenapa tidak melakukannya? Silakan. Tidak akan kami cegah. Lakukan.”

“Hel Ro. Kenapa kamu tiba-tiba marah? Kamu menakuti ayah.”

Hel Ro tambah marah dan berdiri. “Ayah bilang sudah berhenti berjudi! Kalau tidak berhenti. Aku berhenti menjadi puti Ayah. Aku tidak punya uang lagi. Aku sudah muak melunasi hutang ayah. Ayah bukan keluarga, tapi hama.”

“Hentikan Hel Ro.” Ucap Sunny yang memegang Hel Ro.

“Lepaskan! Seseorang yang mengambil uang dari dompet adiknya tidak berhak bicara. Mulai sekarang, tidak akan aku berikan sepeserpun. Potong tangan ayah. Atau pergilah ke penjara. Lunasi sendiri hutang Ayah!”

Sunny berusaha mendekat pada adiknya. “Hel Ro… kamu tahu…”

“Minggir.” Hel Ro pun pergi.

“Hel Ro… kamu mau ke mana?” Tanya Ayah. “Hel Ro. Astaga… aku bisa gila. Bagaimana aku memperbaiki ini?”

“Aku akan berusaha mendapatkan uang.” Ucap Sunny.

***

Pelaku penyandraan kemarin diinterogasi.

“Boleh minta secangkir kopi?”

“Tentu saja. nampaknya kita akan lama di sini.”

Kopi diberikan seorang perempuan suruhan Ibu Suri. Kemudian ia meminumnya. Dan langsung muntah darah. Para Detektif kaget dan meminta mengejar perempuan tersebut. *ini dayang yang kemarin ya? mian belum tahu namanya.

Ibu Suri senang. Perempuan itu datang menemuinya pertanda misi berhasil.

***

“Dia di kantor polisi bukan?” Tanya Lee Hyuk pada Yu Ra.

“Si penyerang mati saat diinterogasi.”

“Mati? Apa penyebab kematiannya?”

“Kurasa… Ibu Suri menyuruh seseorang untuk membunuhnya.”

Lee Hyuk menarik Yu Ra dan meminta dayang menutup pintu.

“Beraninya kamu bilang begitu. kamu tahu apa? Beraninya kamu mencurigai ibuku.”

“Asisten Ibu Suri,Nona Choi. Berada di kantor polisi.” Yu Ra menunjukkan foto. 10 menit selesai dia pergi, si penyerang mati.”

“Cukup.”

“Jika dia memerintahkan pembunuhan, artinya dia yang paling dirugikan jika sang penyerang bicara bukan?”

“Cukup!!!” Lee Hyuk berteriak. Ia mencekik Yu Ra, “Tutup mulut sebelum kubunuh kamu.”

“Ibu suri mengawasi Anda.” Yu Ra nambah dicekik. “Anda sungguh tidak tahu alasanku ingin mendekor ulang kamar Anda, Yang Mulia?”

Yu Ra mengambil ponselnya dan memperlihatkan kepada Lee Hyuk (aneh yaa langsung ke foto. Heheh, bukannya wallpaper dulu.)

Lee Hyuk pun melepas cekikannya.

“Tiap barang yang Ibu Suri bawa masuk terpasang kamera CCTV di dalamnya. Mereka tidak mungkin terdeteksi dengan pemindai, jadi butuh banyak usaha untuk menemukannya.”

***

Lee Hyuk seperti adegan raja-raja di drama sageuk. Masuk kamar dan masuk ke dalam kamar mandi. Ia melepas balutan di lukanya. Lukanya pun masih mengeluarkan darah.  Dan ia pun masuk ke dalam air.

***

Ibu Suri di kamarnya sedang membaca. Ia melihat ke monitor CCTV. Ibu Suri melihat keanehan. Yaitu Lee Hyuk yang nampak terapung di dalam air.

Ibu Suri langsung menuju kamar Lee Hyuk dan menggedor pintu.

“Yang Mulia. Kamu tidak apa-apa? Yang Mulia? Jawablah… Ibu suri yang panik tiba-tiba berteriak meminta orang membukakakan pintu.

Namun, Lee Hyuk keluar dengan sendirinya.

“Ada apa, Ibu?”

“Aku pasti bermimpi buruk. Ibu kira terjadi sesuatu kepadamu. Bagaimana lukamu?”

“Memang lukaku bisa memburuk?”

“Syukurlah. Ibu selalu mencemaskanmu, Yang Mulia. Kamu pasti lelah setelah kejadian mengerikan itu. tidurlah.”

Ibu Suri berbalik pergi. Namun, Lee Hyuk langsung berkata, “Penyerang mati akibat serangan jantung di kantor polisi.” Ibu Suri berbalik. “Kenapa Ibu tidak kaget? Apakah Ibu sudah tahu?”

“Kamu baru saja memberitahu Ibu.”

“Dia tidak sakit. Kenapa tiba-tiba serangan jantung?”

“Dia dihukum.”

“Kalau kupikirkan lagi, dia mengatakan sesuatu yang aneh. Dia bilang aku memanggil Joon Sung ke istana tiap malam. Bukankah itu aneh? Apa terjadi sesuatu yang tidak aku ketahui 7 tahun yang lalu?”

“Tidak ada hal semacam itu. dia pantas mati. Kamu tidak perlu khawatir atau memikirkannya lagi.” Ibu Suri pun pergi.

***

Saat menuju kamarnya, Ibu Suri bertemu dengan Yu Ra.

“Kenapa kamu masih di sini, bukannya pulang?”

“Karena Yang Mulia terluka, aku bersiaga kalau-kalau muncul keadaan darurat.”

“Tidak perlu, kamu dipecat. Kamu bukan asisten pribadi Kaisar lagi.”

“Apa itu kehendak Yang Mulia?”

“Kehendakku adalah kehendak Yang Mulia. Kemasi barang-barangmu dan pergilah. Jika aku melihatmu lagi, kamu tidak akan keluar dengan selamat dari istana.”

***

Di dalam kamar. Lee Hyuk berkata sendirian. “Ibu mengawasiku. Untuk apa? Kenapa? kenapa????” Lee Hyuk marah. Ia hampir meninju cermin namun ia urungkan.

Lee Hyuk menggeser pedang. Ternyata ada ruang rahasia yang terbuka. Ia pun masuk. Ia berganti pakaian dan mengambil sejumlah uang. dalemannya pink cuy….. Lee Hyuk pun menyetir seorang diri untuk pergi ke klub malam.

Lee Hyuk mengenakan topeng dan bermain judi di klub.

Seketika dia bicara. “Aku tidak butuh ini.” *Koin judi. “Kalian mau?” Kemudian Lee Hyuk melempar-lemparkan koin. Orang-orang pun mengambilinya.

Lee Hyuk minum-minum. Ada Yu Ra yang menyusulnya.

“Anda bahkan tidak dikawal. Ini berbahaya Yang Mulia. Aku akan mengawal anda ke istana.”

“Tidak perlu.”

“Ibu suri, baru saja memecat aku. Aku ingin berterima kasih untuk segalanya hingga kini.”

“Kamu asisten pribadi kaisar. Artinya, aku yang memutuskan menggunakanmu atau membuangmu. Ibu Suri tidak berhak memcatmu. Selama aku tidak memecatmu, kamu adalah milikku, jadi lakukan sesuai perintahku!!!” Lee Hyuk memegang dagu Yu Ra.

“Aku tidak akan kembali ke istana malam ini. aku akan ke Bichido sekarang. ada vila keluarga kekaisaran di sana.”

Bersambung ke bagian 2 ya. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *