Advertisements

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 19 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 19 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah sabar menunggu yaaa…

“Aku hanya mengatakannya karena kamu tidak akan kehilangan apapun.” Ucap Ijah yang masih belum nyerah. Kamu tidak perlu setuju jika menurutmu tidak menyenangkan hatimu. Aku akan pergi.” Yu Ra memberi salam kemudian pergi.

Mak Lampir ngomong sendirian. “Dia akan kembali jika sangat menginginkannya.”

***

Na Wang Shik mengobati diri sendiri di kamar. Min Yu Ra dan Lee Hyuk pun masuk ke kamarnya. Jadi, pas  waktu Na Wang Shik habis minum obat penahan rasa sakit. Keburu Lee Hyuk dan ari-arinya datang.

Na Wang Shik pun menahan sakit. “Yang Mulia. Apa yang membawamu kemari?”

“Aku khwatir. Kenapa kamu mengobati sendiri tanpa pergi ke klinik? Panggil dr. Song.”

“Tidak Yang Mulia. Aku baik-baik saja.”

“Yang Mulia bersedia memberikanmu dokter keluarga kekaisaran. Kenapa kamu menolak?” Ucap Ijah.

“Tidak ada hal yang serius. Kamu tidak perlu khawatir.”

“Lalu bolehkan aku mengobatinya?”

“Tidak. Aku akan melakukannya sendiri.”

“Kamu terluka karena ku. Jadi itu membuatku merasa stress.” Itu banyak orang yang mati karena elu suneo??? Pantes kamu stres beneran mendekati gila.

“Kemarilah.” Lee Hyuk mengelap darah Na Wang Shik. Kepalanya di puk-puk dan ketemu ada pitaknya.

(((PITAK)))

(((GANTENG-GANTENG PITAK))) *Judul alternatif bisa kali ya?

“Kamu memiliki pitak luka di sini?”

“Luka ini dari kecelakaanku sebelumnya.”

“Benarkah? Bagaimana itu bisa terjadi?”

adegan yang bisa menimbulkan kesalahpahaman

“Aku terjatuh dan kena batu.”

Dann nggak paham aja tiba-tiba Suneo menatap tajam Na Wang Shik ala-ala romance gitu. Ini dramaaaa apaaaa gustiiiiiii…

“Kamu mendapatkan luka lain karena kecelakaan ya???” yohhh mantanku memberikan luka. Tapi bukan luka pitak juga sih. “pergilah ke klinik tongfeng  besok dan obati dengan benar.”

“Ya Yang Mulia. Aku pasti melakukannya. Tapi tangamu kotor karena menyeka darahku.”

“Tidak apa-apa aku bisa mencucinya nanti dengan attack kekuatan 10 tangan.”

Yu Ra mengambil obat Na Wang Shik yang tergeletak. “Ini obat apa?”

“Ini obat penghilang rasa sakit.”

***

Ucapan Ibu Suri ada di TV…

“Yang Mulia Nenek Suri, yang telah menerima banyak kehormatan dari negara telah diracuni sampai mati dan tersangkanya melarikan diri. Aku sangat marah. Bahkan aku tidak bisa menghentikan air mataku. Keluarga kekaisaran, akan menawarkan 1 juta dolar untuk menangkap Oh Sunny.”

Dan guys… greget banget nggak sih??? duitnya sampe dipamerin kayak dijadikan meja gitu.

“Jika ada yang melihat Oh Sunny dan tahu di mana dia berada. Tolong  hubungi keluarga kerajaan.”

Dan acaranya ditonton oleh dirinya sendiri berserta keluarganya.

“Apakah kamu benar-benar berpikir bahwa Permaisuri adalah pembunuhnya? Mungkin ada orang lain yang menaruh racun di wadah makanan itu.” Ucap Putri So Jin. “Bukankah itu juga tidak masuk akal?” *tumben ngomongnya bener???

“Choi Tim Jang, pengejaran sudah dimulai beberapa jam yang lalu. Kenapa mereka belum menemukannya?” Ucap Ibu Suri. “Kirim beberapa penjaga ke keluarga Permasuri dan awasi mereka dengan teliti.”

“Petugas polisi sudah memantau di sana.” Ucap Nona Choi.

“Benarkah Yang Mulia. Bahkan jika dia berani, apakah dia akan menaruh racunnya sendiri di wadah makanannya?” Ucap Putri So Jin yang masih ragu. “Ini seperti mengumumkan bahwa dia adalah pembunuh.”

Lee Hyuk bicara. “Kenapa dia datang ke istana setelah melarikan diri dari polisi? Dia datang untuk mengambil sesuatu yang sangat penting.”

“Aku memeriksa kamarmu, tapi tidak ada yang hilang.” Ucap Ijah.

“Tidak. Pasti ada yang tidak kita ketahui.”

“Aku bicara dengan siapa yaaa???” Ucap So Jin yang nasibnya kayak Ayah Sunny yang dikacangin. “Apakah aku bicara omong kosong? Kenapa kalian selalu mengabaikanku?” So Jin pun pergi.

“Aku sangat takut Permaisuri merencanakan sesuatu.” Ucap Ibu Suri. “Aku akan menelpon kombisaris polisi dan mengambil simpati mereka.”

Ijah ngomong lagi. “Jalan seluruh negri sudah dipantau dengan menggunakan CCTV. Aku yakin akan segara menemukan mereka.”

“Hong Tim Jang dan Byun Baek Ho membantu Permaisuri. Kita harus menangkapnya sebelum mereka melakukan sesuatu.” Ucap Suneo.

***

Sunny berada di dalam mobil bersama dengan Pak Byun.

“Apa yang terjadi Tuan?”

“Ada sudah bangun Yang Mulia?”

“Apakah Tuan membantuku lagi? Tuan, siapa kamu sebenarnya?”

“Aku ayah Permasuri So Hyun.”

“So Hyun?”

“Aku akan menjelaskannya nanti.” Pak Byun mengambil tas dari belakang. “Pakailah ini. polisi sedang mencarimu.”

Sunny pun sudah berganti pakaian. Di depan, ada polisi yang sedang berpatroli.

“Yang Mulia, mereka terus memeriksa setiap mobil.”

“Apa yang akan kamu lakukan? Kita harus putar balik?”

Pak Byun pun putar balik dan auto dikejar oleh para polisi. Kejar-kejaran pun terjadi. Beruntung. Mereka bisa lolos.

***

Sunny masuk ke dalam banguan *restoran cina. Di dalam restoran. Ada semacam ruang rahasia dan banyak banget orang lagi kerja di depan komputer kayak mimin besoksore.com. ohh iya… rambut Sunny udah pakai wig pendek.

Para pekerja langsung memberi hormat.

“Siapakah orang-orang ini?” Tanya Oh Sunny.

“Mereka menganalisa rekaman itu. kamu bisa memercayai mereka. Biarkan mereka membantumu.” Sunny pun memberikan alat perekamnya.

Pak Byun pun merapikan selimut saat Dong Shik sedang tidur.

“Siapa anak kecil ini?”

“Yang Mulia, tolong temani aku di suatu tempat.”

“Ke mana?”

“Ke tempat di mana semua telah dimulai. Ke tempat yang akan menjelaskan mengapa anak ini sedang tidur di sini.”

***

Putri So Jin sedang mabuk.

“Ibu Suri? Kamu memandang rendah aku? Kaisar, Ibu Suri, bahkan Ari si bocah tengik juga memandang remeh aku. Lihat aku. Bahkan ketika aku pergi. Tidak ada yang mencariku. Aku orang buangan.”

Tiba-tiba ada Na Wang Shik. Nahh loo jangan-jangan PDKT nih abang??? “Ternyata kamu ada di sini.”

“Pak Chun?”

“Aku mencarimu kemana-mana. Aku kahwatir kamu tidak akan kembali ke kamarmu pagi ini. tapi, apakah kamu banyak minum?”

“Tidak. Aku hanya minum sedikit.”

“Itu pasti sulit bagimu. Kuatlah, Yang Mulia Putri.” Na Wang Shik menyeka air mata buaya Putri So Jin. Namun langsung dehhh menghindar padahal mau.

kok kayak dicolok yaaaa

“Heiiii…. apa… apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu terus membuatku jatuh cinta padamu? Kamu pikir kamu siapa? apa kamu mengganggapku remeh?” *belum diapa-apain padahal.

“Aku tidak mengerti maksudmu.”

“Aku sudah banyak menemui pria sepertimu. Kenapa kamu baik kepadaku bahkan ketika tidak menyukaiku? Jangan membuatku bingung. Begitulah caraku bercerai sampai dua kali.”

“Perceraraian itu bukan salahmu. Orang-orang yang mengkhianatimu adalah bajingan. Di mataku, kamu cantik dan layak untuk dicintai.” *ganti genre drama gombalan maut pembantu dan majikan.

“Kenapa kamu mengatakan kepadaku hal itu? ini seriusan bikin aku klepek-klepek.” Nahhh kan naaahh kan.

***

Kilas balik ucapan Pak Byun pada Na Wang Shik begini.

“Buat putri So Jin berada di sisimu. Dia mungkin terlihat lemah. Aku menerima bahwa Ibu Suri menyisihkan dana gelap yang sangat besar di bawah namanya.”

“Dia membiarkan So Jin memegang uangnya?”

“Mantan suami Putri So Jin berkerja di perusahaan keuangan asing. Aku yakin dia memanfaatkan itu.”

Kilas balik berakhir.

Lanjut ke bagian 3 ya klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *