Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 19 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. terima kasih sudah sabar menunggu yaaa…

Lee Hyuk dan Yu Ra masuk ke dalam tempat mandi. Lee Hyuk sudah siap dengan menodongkan pistolnya.

“Tidak ada orang di sini. kemana dia pergi?” Ucap Lee Hyuk

Namun, Si Bodoh Sunny yang dibekap Na Wang Shik malah menggigit. Na Wang Shik menahan gigitannya dan tambah kencang membungkam Sunny. Sunny pun pingsan. Akhirnya Na Wang Shik menggendongnya dan membawa Sunny kabur.

Tak hilang akal. Lee Hyuk pun membuka jalan tikus rahasia dan langsung menodongkan pistolnya. Yu Ra pun mengekorinya masuk. Namun? Nihil.

“Jalan rahasia hanya Yang Mulia, aku dan Ma Pil Joo yang tahu. Ma Pil Joo sudah mati.” Ucap Yu Ra.

“Ada satu lagi, Chun Woo Bin.”

“Chun Woo Bin? Di mana dia sekarang?”

“Dia mungkin mencari di luar istana.” Ucap Lee Hyuk.

“Aku pikir aku tahu di mana dia berada.” Yu Ra pun keluar dan memberikan perintah pada penjaga keamanan. “Pergi ke garas di Gerbang Barat sekarang juga!!! Jika seorang pria yang nampak mencurigakan mengeluarkan Permaisuri, segera tangkap dia.”

Pak Joo (kepala keamanan) berkata, “Pria yang mencurigakan?”

“Kamu akan tahu begitu sampai di sana. Tidak banyak waktu…!!!”

***

Na Wang Shik yang menggendong Sunny sudah masuk ke garasi. Sayangnya, saat Na Wang Shik akan keluar, dari jendela ia melihat Pak Joo sudah bersiap dengan pistolnya dengan posisi waspada. Na Wang Shik pun mematikan lampu.

Pak Joo sudah masuk ke dalam garasi. “Permaisuri,  kemana kamu pergi? Ayo keluar sekarang.” Pak Joo ngomong masih lemah lembut kayak manggil kucing yang lagi ngumpet.

Saat kurang waspada. Pak Joo diserang Na Wang Shik dari arah belakang. Terjadi baku hantam hingga Pak Joo bisa memimpin perkelahian dan menodongkan pistol pada Na Wang Shik.

“Dasar bajingan. Berani-beraninya kamu menggendong Permaisuri.”

Dari arah belakang, Pak Byun memukul Pak Joo. Langsung tumbang deh. Tapi tak lama, Pak Joo pun bangkit kembali.

*aaahh gimana??? Na Wang Shik ketahuan?

Pak Joo yang sadar dan nyatanya tidak berhasil pun kesal bukan main.

***

Pak Joo akhirnya masuk ke ruangan Lee Hyuk dan memberikan laporan. “Apa yang terjadi? Apakah kamu menemukan Permaisuri?” Tanya Ijah.

“Aku melihat lelaki yang mencurigakan melarikan Permaisuri. Aku pikir itu adalah Chun Woo Bin.”

“Itu tidak masuk akal. Dia adalah orang kepercayaanku. Itu tidak mungkin.”

“Aku pastikan itu benar. Chun Woo Bin adalah orang yang membantu Permaisuri dan melarikan diri.”

Tiba-tiba Chun Woo Bin masuk ke dalam ruangan.

“Yang Mulia, anda baik-baik saja?”

“Kamu brengsek. Dari mana saja kamu?” Tanya Tuan Joo.

“Aku sedang mengejar Permaisuri.”

“Lalu bagimana? Kamu menemukannya?” Tanya Suneo.

“Aku mengejarnya tetapi aku diberitahu untuk segera kembali”

Pak Joo mencengkeram kerah Na Wang Shik, “Kamu berani berbohong? Kamu bersama Permaisuri.”

“Dia berada di sebelah selatan taman Seonyugak. Dia menjatuhkan ini, jadi aku membawanya.” Chun Woo Bin membawakan kacamata dan Yu Ra langsung mengambilnya.

“Ini adalah kacamata yang tertangkap CCTV.” Ucap Yu Ra yang memeriksa dengan gambar pada CCTV.

Lee Hyuk kini yang marah dan mencengkeram kerah Pak Joo. “Pikiran bodoh apa yang ada di dalam kepalamu?  Haaa??? Kamu banyak waktu untuk mencurigai rekanmu sendiri. kenapa kamu tidak fokus pada keamanan istana?”

“Bukan itu maksudku. Aku yakin…” Pak Joo melihat darah di leher Woo Bin. “Yang Mulia… ada cara untuk membuktikan kecurigaanku.” Pak Joo mendekat pada Na Wang Shik…

Namun Lee Hyuk malah ngambil vas bunga. “Aku tidak mau mendengar alasanmu.”

Dan niat hari mau dikepruk ke kepala Pak Joo namun Na Wang Shik melindungi Pak Joo dan membiarkan dia yang terpukul vas, Waaaagelahhh Lee Hyuk nomor satu perusak properti. Btw, adakah yang tahu bahasa yang baku untuk dikepruk??? *why jawa sekali akutu.

“Apa yang kamu lakukan?” Lee Hyuk salah sasaran nih yeee…

“Ini bukan salahnya. Seharusnya aku terus mengejarnya. Aku terlalu gegabah menanggapi” Ucap Na Wang Shik.

“Bagaimana kamu bisa melindunginya?” Lee Hyuk membantu Na Wang Shik berdiri. “Pergi dan cepat obati lukamu.”

“Maafkan aku Yang Mulia.” Ucap Na Wang Shik.

Ijah ikut campur. “Tetap saja. aku harus memeriksa…” kali ini Na Wang Shik keluar ruangan.

“Tidak. Aku menunjuk seseorang yang tidak kompeten sebagai kepala pengawal.”

Lee Hyuk membuka kotak dari atas meja. Di dalamnya ada suntikan.

Pak Joo langsung berlutut. “Maafkan aku. Aku tidak akan berbuat kesalahan lagi.”

“Aku tidak mau mendengar itu lagi. Lihat ini? racun akan menyebar ke seluruh tubuhmu dalam lima menit.” Lee Hyuk melempar suntikkan itu pada Pak Joo. “Kamu harus mengakhiri hidupmu sendiri untuk bertanggung jawab atas kekacauan ini.”

Suntikan sudah di tangan Pak Joo. “Yang mulia… Yang Mulia…. Yang Muliaa…..” wajahnya guys. Antara ketakutan dan mau nangis.

ekpresssssiiii ngeriiiii

***

Kini Mak Lampir Suri yang marah dan menggebrak meja. “Kamu kehilangan dia? apa saja yang dilakukan para penjaga???” Mak Lampir memarahi Ijah.

“Pak Kepala bertanggung jawab dan bunuh diri di kamarnya.” Gusti Pengeran… ini Lee Hyuk minta disunat ampe nggak nyisa kayaknya.

“Apa? Bunuh diri? Dia bahkan tidak bisa melindungi istana. Hak apa yang dia miliki untuk mengambil nyawanya sendiri?”

“Ini bukan hanya kesalahannya. Aku pikir Nona Hong juga membantu secara tidak langsung.”

“Bisa-bisanya hal itu terjadi? Cepat bawa dia ke sini, aku akan merobek mulutnya.” Waahh udah kayak tukul yaaa?? Main robak-robek aja.

“Itu tidak perlu. Jika benar Hong Tim Jang bekerja sama dengan Permaisuri, kita harus membuntutinya diam-diam untuk menangkap Permaisuri. Dan juga, sekarang Permaisuri adalah seorang buron. Itu mungkin jauh lebih mudah. Jika kita memiliki bukti yang mengarahkan bahwa dia adalah pembunuh, mustahil baginya untuk membela dirinya.” Licik sangat ular Ijah ini.

“Dia melarikan diri tanpa mengakui kejahatannya. Di mana kita bisa menemukan bukti?”

“Bukankah Yang Mulia Ibu Suri pernah mengajariku sebelumnya? kamu mengatakan, jika tidak ada bukti, maka kita bisa mengarangnya. Serahkan saja ini kepadaku, Yang Mulia.”

“Jika kamu berencana melakukan sesuatu yang mustahil, hanya untuk membuatku terlibat, maka….”

Yu Ra langsung menyela. “Sebagai gantinya, tolong singkirkan Jalang Seo dan Putri Ari.” Selalu yaaa??? Berapa orang lagi yang akan jadi tumbal wahai Ijah?

“Apa?”

“Jangan pernah membawa mereka mendekati Kaisar, berjanjilah. Jika Anda melakukannya, aku akan melayanimu dengan seluruh jiwa dan raga sampai hari kematianku tiba.” Prettt.

“Apakah kamu sedang berusaha membuatku bersepakat denganmu? Tidur dan mimpilah sana. Aku sekarang adalah anggota keluarga Kekaisaran yang paling tinggi derajatnya. Kenapa aku harus membuat kesepakatan dengan jongos sepertimu? Cepat pergi dari hadapanku.

Lanjut ke bagian 2 klik di sini.

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 19 Part 1
Advertisements

3 gagasan untuk “Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 19 Part 1

  • 22/12/2018 pukul 5:11 AM
    Permalink

    Di kepruk,,di hantam kak.. 😄😄😄…

    Balas
    • 22/12/2018 pukul 5:22 AM
      Permalink

      yaaaaa ampunnnn…. terima kasih yaaaa…. itu maksudku. wkwkwkw

      Balas
  • 03/02/2019 pukul 7:32 AM
    Permalink

    Hahaha lucu, sebutannya Ijah, gemes banget emang sama si Ijah ini sama Kaisar yang suka ngerusak barang

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat