Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 17 Part 3

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 17 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Nenek Suri setelah selesai menstempel tulisannya. Memasukkan surat dan buktinya ke dalam amplop.

“Nona Hong, jika terjadi sesuatu yang buruk kepadaku. Serahkan amplop ini ke Perdana Mentri. Kekejaman yang tidak layak diampuni dari Keluarga Kekaisaran ada di dalam amplop ini. apapun yang terjadi, amlop ini harus diserahkan kepada tetua Kekaisaran.”

Kilas balik berakhir.

“Aku tidak berpikir bahwa aku akan melakukan ini. itu kata-kata terakhrinya bagiku.” Ucap Nona Hong pada Sunny.

“Nenek mempertaruhkan hidupnya untuk hal ini? dia melakukannya untukku. Untuk membuat keadilan bagiku.” Sunny pun menangis.

“Jika pelakunya ada di sekitar Nenek Suri, Permaisuri, mungkin kamu juga dalam bahaya.bahkan sampai akhir hayatnya, nenek Suri sangat mengkhawatirkanmu.”

“Hong Tim Jang, tolong jaga dirimu dan berhati-hati.”

***

Hel Ro dan Ayah Sunny sudah ada di kediaman Sunny.

“Bagaimana nenek suri bisa meninggal?” Ayah menangis. Tak lama, Sunny pun datang.

“Sunny… bagaimana? Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa TETEMAMA bisa meninggal dunia?” wkwkwkwk apasih seriusan manggilnya begitu. “Ayah tidak percaya ini. dia wanita baik. Siapa yang bisa melakukan itu?”

“Jangan tinggal di sini lagi. Ayo pulang.” Ucap Hel Ro. “Cepat berkemas, kami di sini untuk membawamu pulang.”

“Ya. kamu harus pulang bersama kami. Aku tidak bisa meninggalkanmu tinggal sendirian. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Sejak pernikahanmu, hanya hal-hal buruk yang terus terjadi.” Ucap Ayah.

“Tidak. Aku tidak bisa. Aku tidak akan pergi ke mana-mana.” Ucap Sunny.

“Kenapa? kenapa dan demi siapa kamu tinggal di sini?” Ucap Hel Ro galak.

“Perintah larangan keluar istana harus dipatuhi. Aku tidak bisa keluar. Aku juga harus mencari tahu siapa yang membunuh nenek.”

“Apakah kamu seorang detektif? Bagaimana kamu bisa menemukan pembunuhnya?” Tanya Hel Ro.

“Sebenarnya, aku punya permintaan bantuan.” Ucap Sunny.

“Bantuan? Apa itu? katakan saja. katakan saja apapun itu.” Ucap Ayah yang lebay.

“Pergi ke kediaman resmi perdana mentri sekarang dan jaga Hong Tim Jang Nim tetap aman.”

“Hong Tim Jang Nim?” Hel Ro kebingungan.

***

Pemakaman Nenek Suri pun dilakukan. Semua anggota keluarga kerajaan berkumpul.

“Kita akan melakukan pemakaman 3 hari yang sederhana. Persiapkan pemakamannya seperti itu.” Ucap Emak Lampir Ibu Suri.

“Hanya tiga hari?” Tanya Putri. “Dia adalah sosok keluarga kekaisaran yang paling dihormati. Bukankah itu terlalu sebentar?”

“Itu adalah pembunuhan. Menangkap pelakunya adalah tindakan yang utama. Kita tidak akan menerima pelayat. Kita akan mengadakannya dengan tenang dan sungguh-sungguh.”

Ibu Suri berkata pada Lee Hyuk. “Tunjukkan rasa hormatmu.”

Sementara Yoon nampak masuk ke dalam istana.

***

Lee Hyuk sedang melakukan upacara dan menuang air. Yoon langsung mengambil cangkirnya dengan marah.

“Lee Yoon.” Ucap Lee Hyuk. “Bagaimana kamu….” Lee Hyuk kayak lihat setan guys.

“Putra mahkota… kamu di sini. aku senang kamu ada di sini. ini adalah hal benar yang kamu lakukan.” Ucap Ibu Suri saat melihat anaknya.

Putri juga terlihat sangat senang. “Kapan kamu kembali? Jika kamu kembali, seharusnya kamu mengunjungi nenek dulu.”

Yoon tak memedulikan ucapan kakak dan Ibunya. Ia menatap tajam Lee Hyuk. “Apakah kamu sudah punya hak melakukan ini?”

“Apa?” Ucap Lee Hyuk.

“Tidak ada siapa-siapa di sini yang memiliki hati nurani yang bersih untuk menuangkan gelas ini untuknya.” Yoon masih memegang cangkirnya.

“Kamu tidak pernah ada di sini. berani-beraninya kamu memberi tahu kami bahwa kami tidak memiliki hak?” Lee Hyuk pun ikut marah.

“Sudah cukup. Bersikap baiklah kepada adikmu yang telah kembali setelah sekian lama.” Ucap Ibu Suri.

“Mengapa kamu terlalu lama? Apakah kamu tahu nenek sangat lama menunggumu? Dia terus mengatakan bahwa dia merindukanmu. Kamu cucu yang hatinya dingin.” Ucap Putri pada adiknya.

“Lalu… kamu seharusnya merawatnya dengan baik.” Yoon menjawab dengan bersedih. “Kenapa kamu membiarkan nenek terbunuh? Kenapa? apa yang kamu lakukan pada nenek?”

Lee Hyuk langsung mencengkeram kerah Yoon. “Aku yang merawatnya bertahun-tahun. kamu pergi tanpa sepatah katapun. Beraninya kamu berteriak kepada kami?” Ucap Lee Hyuk dengan nada tinggi.

Yoon nggak mau kalah. “Jika kamu melakukan pekerjaanmu dengan benar, mengapa nenek bisa meninggal? Mengapa? Apakah kamu mengelak tidak melakukan apa-apa? Tujuh tahun lalu, Permaisuri So Hyun, sama seperti waktu itu?”

“Kamu brengsek…” Lee Hyuk memberikan tinjunya pada Yoon. Ibu Suri melerainya.

“Apa yang sedang kamu lakukan? Hentikan…..” Ibu Suri memihak Yoon. “Kamu baik-baik saja?”

Yoon berkata dengan darah di bibirnya. “Seharusnya aku tidak pergi seperti itu, aku tidak lagi meninggalkan istana yang tidak bertanggung jawab ini. aku memperingatkan kamu!!! ungkap kebenaran di balik kematian nenek. Jika tidak, apa yang kamu takutkan akan terjadi!!!” Yoon ngancem guys…. doi tahu apa yaa?

“Beraninya kamu mengancamku!!!!” Lee Hyuk marah dan Yoon pun pergi.

Lee Hyuk mengejar Yoon sampai ke luar. Namun Lee Yoon tak peduli. Kepala pengawal diminta mengikuti Yoon.

Di gerbang. Di saat yang sama ada Ayah Sunnya yang masih menangisi TETEMAMA. Saat itulah Ayah Sunny langsung menghampiri Lee Hyuk.

lanjut ke bagian 4 di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat