Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 17 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 17 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini…

Lee Hyuk membuka laci di ruang kerjanya. Ia mengambilsebuah kotak (isinya sih kayak herbal gitu ya?).

Min Yu Ra pun masuk ruangan.

“Apakah interogasimu berjalan dengan baik?” Yang Mulia.? Bahkan jika kamu tidak bersalah, itu pasti melelahkan.”

Yu Ra kemudian bengong kaya sapi ompong pas lihat tahu ada kotak herbal di atas meja. Lee Hyuk memandang Yu Ra dengan tatapan jeleknya. Kejam maksudnya sih.

Lee Hyuk langsung mencengkeram Yu Ra dan dipepetin ke tembok.

“Jangan-jangan… itu kamu.” Ucap Lee Hyuk.

“Apa maksud kamu?”

“Apakah kamu membunuh Nenek Suri?”

“Itu tidak masuk akal Yang Mulia.”

“Lalu kenapa kamu pergi pagi-pagi???” *biasaaa Emak-emak bakulan mah pergi pagi-pagi. “Kamu menyelinap keluar ruangan.”

“Apakah kamu mencurigai aku?”

“Ketika kamu pergi ke kamar nenek Suri pagi hari, aku mencium teh yang aku terima dari keluarga kerajaan Thailand. Aku mengenalinya karena memiliki aroma yang khas. Aku memeriksanya dan aku kehilangan satu kantong.”

“Ya. itu benar. Aku pergi ke kamar Nenek Suri. Aku pergi untuk meyakinkan dia agar tidak pergi ke rapat kekaisaran.”

Gini kalau versi Yu Ra.

Yu Ra pergi pagi-pagi banget kayak orang bakulan di pasar dan masuk ke kamar nenek.

“Yang Mulia, aku punya teh herbal yang harum, jadi aku memikirkannya untuk membawakannya untukmu. Ini bagus untuk sirkulasi tubuh di pagi hari. Apakah Anda mau mencicipinya?”

Nenek diam saja. “Yang Mulia, apakah Anda tertidur?”

“Tapi nenek tidak berbalik dan aku pergi begitu saja.” Ucap Yu Ra pada Lee Hyuk.

“Apakah kamu yakin tidak ada yang terjadi?”

“Sebenarnya, kamu lebih mencurigakan dimataku.”

“Apa?”

Nahh… saat di kamar nenek. Yu Ra menenmukan kancing milik Lee Hyuk dan memungutnya.

“Kancing emas ini ada di lantai.” Yu Ra menunjukkannya pada Lee Hyuk. “Ini milikmu bukan? Aku bertanya-tanya kenapa ini ada di sana. Apakah kamu bertengkar dengan nenek?

Jadi kayak ada siluet kejadian nenek bertengkar dengan Lee Hyuk jam sebelum Yu Ra datang. Lee Hyuk meminta nenek untuk tidak melakukan rapat esok hari dan nenek pun memukuli Lee Hyuk kayak kejadian kemarin. Di saat inilah kancing Lee Hyuk terlepas.

“Itu hal yang mustahil. Kenapa aku harus terlibat pertengkaran dengan nenek?” Ucap Lee Hyuk.

“Kamu tidak perlu marah. Selama kamu yakin itu bukan Yang Mulia atau aku, hanya satu pembunuh yang mungkin ada….”

***

Nampak mencurigakan, Ibu Suri membawa baju nenek ke dalam kobaran api. Ia sendirian melakukannya dengan diam-diam. Tanpa disadari, dari kejauhan ada Na Wang Shik yang melihatnya.

***

Ibu Suri sedang minum teh dan Nona Choi melapor.

“Yang Mulia. Apakah ada yang perlu aku urus?”

Dengan santainya seperti biasa. Ibu Suri menjawab. “Kenapa? apakah kamu berpikir aku yang membunuh nenek suri? Jangan mengarang. Aku yakin pelakunya Min Yu Ra.”

“Min Yu Ra?”

“Kaisar menjalin hubungan gelap dengannya,tapi nenek suri akan membuka iabnya di rapat dan membongkar kisah perselingkuhan mereka. Dia akan ditendang dari istana. Pikirnya, hidup bersembunyi sebagai Wanita Kaisar membuatnya ketakutan kali ini. kaisar akhirnya bisa melihat betepa menakutkannya gadis itu melalui kejadian ini.”

***

Min Yu Ra masuk ke ruang cuci kerajaan.

“Apakah kamu mencuci pakaianku pagi ini? bawakan itu kepadaku.”

“kami belum mencucinya.”

“kenapa kamu lambat sekali? Aku bilang untuk cepat mencucinya.”

Tak disangka tiba-tiba ada Detektif masuk. “Apa yang ingin kamu cari?”

“Detektif…”

Detektif membawa baju yang dimaksud. “Ini terkena noda. Apakah ada alasan kamu buru-buru mencuci ini? kamu harus ikut dengan kami.”

***

Yu Ra Si Jalang akhirnya diinterogasi kembali.

“Noda ini dibajumu adalah noda teh. Sidik jarimu juga ditemukan di cangkir teh. Apakah kamu pergi ke kamar Nenek Suri?”

“Aku pergi membawakannya teh herbal, tapi dia tertidur lelap, jadi aku meninggalkan teh di meja dan pergi. Aku ketumpahan teh itu sedikit, hanya itu saja.”

“Lalu kenapa kamu berbohong? Kamu bilang tidak pergi ke sana.”

“Aku terkejut mendengar nenek suri meninggal. Jadi aku sangat terkejut. Maafkan aku.”

Detektif memberikan semacam dokumen. “Lalu apa ini? obat tidur kuat ditemukan di teko teh itu, Nona Min.” Detektif menutup laptopnya… ia menatap tajam. “Jawab aku.”

*Wkwkwkwk… ini drama bener-bener yaaa??? Episode 17 ini genre kriminal cuy… harusnya pakai aktor yang biasanya jadi Detektif gitu. Biar tambah greget.

“Aku tidak membunuhnya. Aku bersumpah. Dia selalu menderita insomnia. Jadi aku menambahkan beberapa obat tidur. Tapi itu adalah perintah yang diberikan nenek suri.” *gileee… kata Emak Suri nenek tidur nyenyak mulu cin???

***

Baju berkabung dikenakan Emak Suri. Bibirnya sengaja benget dibuat pucat kek mimin abis kena typus.

Emak Jahara pun ngaca. “Selama 35 tahun…aku telah bersabar dan menunggu. Nenek Suri. Apakah akhirnya ini adalah eraku???” *wanjayyyyyy kalau ngomongnya gini jadi inget misil di The Great Queen Seon Deok.

Emak lampir pun ketawa kayak emak lampir pada umumnya.

***

Barang-barang nenek suri dikeluarkan ada barang kenangan bersama Sunny *ituu lho tanda tangan Sunny di baju nenek. Melihanya, Sunny pun menangis. Sunny pun mengingat semua kenangan bersama nenek, dari joget-joget bareng Ari, minum tolak angin, sampai jajan cilok di pasar.*yaa sebut saja dia cilok. Mirip soalnya.

Dalam hari Sunny bicara.

“Aku sangar merindukanmu… aku akan menjadi gila karena merindukanmu. Aku tidak bisa melihatmu kembali sekarang? aku pasti menemukan siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kematianmu Nenek. Tunggulah…”

Na Wang Shik pun melihat Sunny yang bersedih dari belakang. Tiba-tiba Na Wang Shik mendapatkan telpon dari Pak Byun (itu ahjussi bapaknya mendiang permaisuri So Hyun).

***

Pak Byun dan Na Wang Shik pun bertemu dan saling bicara.

“Monster mana yang melakukan hal itu. aku tidak habis pikir.” Ucap Pak Byun.

“Aku sangat merasa bersalah, karena yang menemukannya pertama kali adalah Permaisuri. Dia sudah mengalami banyak kesulitan dan terluka karena aku.”

“Jika bukan karenamu, dia akan benar-benar tenggelam pada hari itu. bersyukur Lee Hyuk memerintahkanmu untuk melakukan pekerjaan itu.”

“Itu tidak akan membuat Permaisuri dalam bahaya bukan?”

“Aku juga khawatir tentang itu. seharusnya aku tidak memberitahunya tentang Permaisuri So Hyun. Aku bertanya-tanya apakah itu ada hubungannya dengan kematian Nenek Suri?”

“Kita harus melindungi Permaisuri apapun yang terjadi. Jika Lee Hyuk berani menyakiti Permaisuri lagi, aku akan langsung membunuhnya.”

“Menghabisnya? Apakah itu yang ingin kamu lakukan untuk balas dendam? Balas dendam sebenarnya adalah membuat hidupnya hancur lebur.” *setujuu dah.

“Aku akan memenangkan semua hati orang di istana. Aku bahkan akan bersahabat dengan musuhku. Aku akan menghancurkan keluarga kekaisaran.” *bidipppp bidip…..

***

Sunny membuat pengumuman di depan para pegawai.

“Nenek Suri menghargai kalian semua seperti anaknya sendiri. namun nenek suri telah meninggal. Saat ini. aku bahkan tidak bisa menahan kesedihan yang begitu mendalam ini. untuk mengungkap kebenaran insiden ini. aku membutuhkan kalian semua. Tolong tuliskan keberadaan keluarga kerajaan pada hari kemarian dan hari ini. serahkan semuanya kepadaku. Karena sifatnya anonim, ini tidak akan merugikan kalian. Tolong tulis semuanya, jangan lupakan satu tempat atau hal apapun. Aku minta bantuan kalian.”

Para pegawai menulis apa yang mereka ketahui.

Dan saat itu. nona Hong tiba-tiba datang dan menarik Sunny.

“Nona Hong, kemana saja kamu pergi?”

“Dengarkan aku baik-baik. Untuk menyerahkan amplop ini, aku akan pergi ke kediam resmi perdana mentri.”

“Apa itu?”

Jadi itu adalah surat resmi yang sudah distempel oleh nenek suri saat kemarin nulis aib tuh??? Inget kan?

Bersambung ke bagian 3 klik di sini.

pesan moral untuk potongan episode kali ini adalah minum tolak anginlah supaya terus dikenang. Juga jangan lupa ciloknya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *