Advertisements

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 17 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 17 Part 1 – Halo…. sudah kamis lagi dan saatnya buat sinopsis The Last Empress lagi. Mimin kasih tahu dulu ya. episode ganjil kamu akan diupdate di besoksore.com dan episode genap kamu bisa cari tahu di besokpagi.com.

Episode sebelumnya ada di sini. selengkapnya ada di sini.

Lee Hyuk melihat neneknya yang bersimbah darah. Ia terdiam dan lemas. *nggak tahu sih ini beneran kaget apa doi pelakunya.

***

Na Wang Shik menangkap seseorang yang menyusup ke dalam istana.

“Kamu??? apakah kamu yang bekerja paruh waktu di restoran ayam goreng? Kenapa kamu ada di sini? bagaimana kamu bisa masuk ke sini?”

“Bisakah kamu mengeluarkan sesuatu dari kantungku.  Itu akan menjawab pertanyaanmu.”

Wang Shik mengambil sesuatu dari kantong. “bagaimana kamu mempunyai kartu kerajaan?”

“Aku akan memperkenalkan diriku. Aku Putra Mahkota Lee Yoon dari keluarga kekaisaran.”

“kamu Putra Mahkota Lee Yoon?”

“Tadinya aku akan pergi diam-diam setelah menemui nenek suri. Aku pikir aku datang di hari yang salah. Malam ini aku ada di istana atau tentang identitasku, jangan pernah mengatakan kepada siapapun. Ini perintah dari Putra Mahkota.”

“Aku Chun Woo Bin, aku akan mematuhi perintah Yang Mulia Putra Mahkota.”

“Kalau begitu kita harus bertemu lagi, di restoran ayam goreng. Sebagai penjaga dan pekerja paruh waktu.” Yoon pun mengambil kartunya kembali dan pergi.

***

Ari dan Putri berlari menuju tempat nenek, begitupula dengan Ibu Suri dan yang lainnya. Saat itu turuk konde sudah dilepaskan dari tubuh nenek oleh dokter, di dalamnya ada Lee Hyuk dan Sunny.

Ibu Suri langsung angkat bicara. “Apa yang terjadi? Apa maksudmu Ibu sedang tidak sehat? Kenapa kamu melakukannya di sini? cepat bawa Ibu ke rumah sakit.”Ibu Suri langsung memarahi dokter.”

“Yang Mulia Nenek Suri sudah meninggal dunia.” Ucap Dokter.

“Apa yang kamu katakan? Sampai tadi malam dia sangat sehat sekali? Kenapa bisa tiba-tiba? aku tidak percaya semua ini.”

Ibu Suri pun melihat keadaaan nenek. Ia nampak menelan ludah. “Aku tidak bisa membiarkan Ibu pergi begitu saja. lakukan sesuatu sekarang!!! cepat!!!” *bentar deh, ini lho Emak Suri yang satu ini nggak langsung ngelihat nenek lho. Dia fokus dulu ke dokter. Jangan-jangan nih Emak Jahara terlibat.

“Sudah dua jam sejak Yang Mulia ditusuk. Tidak ada yang bisa dilakukan.” Ucap Dokter.

Ibu Suri mendekat pada nenek dan mulai nangis bombay. “Yang Mulia, Yang Mulia Nenek Suri. Bagaimana ini bisa terjadi???” Ari pun ikutan menangisi Uyutnya.  Putri juga ikutan nangis.

“Tolong buka matamu sekarang…” Ibu Suri menangis. *yhaa apa nggak serem kalau udah mati terus matanya kebuka yak??

***

Lee Hyuk keluar ruangan memberikan pengumuman pada para penjaga.

“Hari ini adalah hari berkabung nasional. Lindungi keluarga kerajaan yang larut dalam kesedihan. Pertahankan keadaan sampai polisi tiba. halangi para pers dan jangan sampai membuat gempar publik.”

“Kami akan menjalankan perintah dengan baik.” Ucap kepada keamanan.

***

Berita mulai muncul begini.

Kematian mendadak Yang Mulia Agung Nenek Suri yang akan muncul pada pertemuan rapat kerajaan menengejutkan seluruh keluarga kerajaan dan juga publik. Keluarga kekaisaran mengumumkan akan menyelidiki kemungkinan pembunuhan secara lebih dalam.

Berita lainnya juga didengarkan oleh Ayah, Hel Ro dan Yoon.

“Ada berita beredar mengatakan bahwa Nenek Suri meninggal akibat diracuni. Tusuk konde yang tertancap di dadanya tidak mengenai area apapun. Dokter telah mengonfirmasi bahwa itu tidak mematikan dan bukan penyebab langsung kematian.

Sementara itu, polisi sedang menyelidiki kemungkinan dari pembunuhan karena perselisihan dalam…

Yoon langsung berkaca-kaca melihat TV dan lari ke dalam kamar mandi.

“Nenek Suri… ini ada apa? Siapa yang berani? Siapa yang berani membunuh Nenek Suri?”

***

Terjadi pertemuan keluarga kerajaan.

Lee Hyuk menggebrak meja. “Aku tidak percaya ini. ada racun di istana? Siapa yang meracuni nenek suri? Berapa baik hatinya nenek iyeee nggak kayak elu suneo.”

Sunny pun angkat bicara. “Seseorang dari istana pasti pelakunya. Kita harus menangkap pelakunya terlebih dahulu. Pelaku yang membunuh nenek dan melakukan tindakan keji, aku tidak bisa memaafkannya.”

Putri ikut bicara. “Kamu tidak ada hubungan dengan nenek. Tapi sudah sangat berlebihan. Kamu tidak menangis  tadi, tapi kamu sepertinya sekarang benar-benar bersedih. Pada jam seperti itu, kenapa kamu pergi ke kediaman nenek?”

“Apa maksudmu” Ucap Sunny pada Putri.

“Dibanyak kasus, kadang saksi pertama adalah pelakunya.” Waaaahh Putri kurang banyak nonton drakor kriminal nih…

“Jaga lambemu.” Ucap Sunny.

Lee Hyuk nimbrung. “Ini memang terdengar aneh. Aku pikir kamu ada di tempat liburan di Ganghwa. Kapan kamu kembali ke istana?”

“Karena siapa aku ada di sana, kamu sendiri yang pikir.” Ucap Sunny pada Lee Hyuk.

Yang paling tua akhirnya angkat bicara. “pelankan suaramu. Beraninya kamu berteriak pada hari berkabung nasional?”

“Nenek Suri menginggal pada hari permintaannya memanggil para tetua untuk mengadakan rapat. Apa artinya itu? ada orang yang ingin rapat itu tidak terjadi. Ada orang yang ingin menghentikannya. Orang itu pasti pelakunya.” Ucap Sunny bak Detektif.

Tak lama. Detektif pun masuk keruangan. Ia memberi hormat.

“Kami sedang memeriksa bukti yang kami kumpulkan dari TKP. Karena ini adalah pembunuhan, kami akan memeriksa seluruh istana. Anggota keluarga kerajaan juga harus menjawab beberapa pertanyaan.”

“Apa maksudmu interogasi? Kenapa kami harus ditanyai? Kami adalah keluarga kekaisaran!!!” Ucap Putri.

“Istana adalah tempat suci yang tidak bisa dicampuri oleh orang luar.” Ucap Lee Hyuk.

Sunny nampak jijik melihatnya. “Tentu saja itu keharusan, karena sedang dalam penyidikan. Mungkin saja anggota keluarga kekaisaran pelakunya?”

Ibu Suri menjawab. “Baiklah. Aku yang sekarang tetua di keluarga, jadi aku yang memutuskan. Aku akan mengumumkan segera dan memastikan tidak ada yang bisa masuk atau keluar istana. Putri, kalian harus diselidiki, bukan hanya keluarga kekaisaran tapi seluruh pekerja istana di setiap sudut. Pastikan tidak ada kecurigaan yang tersisa mengenai keluarga kekaisaran. Kami akan bekerja sama sepenuhnya dalam penyidikan.”

***

Pintu istana ditutup. Semua penghuni istana diinterogasi.

Dimulai dari salah satu pegawai.

“Kamu melihat Nenek Suri?” Tanya detektif.

“Ya. aku sedang bersih-bersih di depan ruang Nenek Suri. Dan aku melihat Ibu Suri keluar dari kamarnya. Aku pikir itu jam 5 pagi.” *Ibu Suri keluar dengan mencurigakan, dia membawa baju nenek suri dan keluar dalam keadaan buru-buru sampai kayak terguling gitu dari pintu.

***

Kini Ibu Suri Jahara yang diselidiki.

“Itu benar. Aku memberi salam pagi-pagi sekali.”

Jadi versi Ibu Suri begini.

Ibu Suri berada di luar kediaman nenek. “Yang Mulia Nenek Suri sudah bangun?” Karena tidak ada jawaban. Pintu dibuka sedikit dan diintip.tapi udah pergi gitu aja.

Detektif berkata. “Lalu Anda hanya bergi begitu saja?”

“Dia sering tidur nyenyak belakangan ini. aku pergi tanpa curiga. Seharusnya saat itu aku membuka pintu. Aku sangat menyesal.” Mulai sok-sokan sedih.

“Aku mengerti. Silakan Anda keluar.”

“Ini tidak akan terjadi jika Nona Hong tetap ada di situ.”

“Kenapa Timjang Hong tidak ada di tempatnya? Dia seharusnya selalu berada di sisi Nenek Suri.”

“Itu… aku dengar dia bersama dengan Pemaisuri ke rumah liburan.”

***

Kini giliran Sunny yang diinterogasi.

“Kenapa kamu membawa Nona Hong ke rumah liburan?”

“Aku tidak membawanya. Nenek yang mengirimnya kepadaku.”

“Kenapa kamu kembali ke istana pagi-pagi sekali?”

“Nenek Suri akan pergi ke rapat pertemuan tetua kekaisaran, jadi aku datang untuk menyemangatinya. Dia berjuang melawan kemunafikan di istana seorang diri, hatiku merasa sakit.”

***

Kini Min Yu Ra Si Jalang yang ditanyai.

“Aku tidak pernah pergi ke tempat Nenek Suri.”

“Apakah ada yang mendukung alibimu?”

“Aku bersama kaisar.”

“Maksudmu Kasar Lee Hyuk?”

“Kami bekerja semalaman di kantornya untuk mempersiapkan acara untuk pertemuan Pemerintahan Rusia.” *haaaaciuhhh kerja apa semalaman neng? Ronda?

***

Kini Suneo yang ditanyai.

“Ya… kami bekerja sampai larut di kantorku, tapi aku tidur di kamarku larut malam.”

Dalam bayangan versi Lee Hyuk.

Dia ada di kasur jam 6.30. kemudian Yu Ra masuk ke dalam selimutnya.

Detektif labjut bicara, “kalau begitu, kemana Min Yu Ra pagi-pagi sekali? Anda tidak tahu sama sekali?”

“Kemana perginya asisten pagi-pagi. Kenapa aku harus tahu?”

“Maafkan aku Yang Mulia.”

Bersambung ke bagian 2 yak klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *