Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 16 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 16 Part 2 – Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini. 15 part 1 di sini. 15 part 2 di sini. 15 part 3 di sini. 16 part 1 di sini.

Pengumunan dulu…

Untuk episode selanjutnya, sinopsis drama korea The Last Empress akan dibuat episode ganjil di besoksore.com dan episode genap di besokpagi.com. udah kayak plat mobil aja yeeesss??? Ini demi kelancaran juga kok yaaa… miminnya masih sama. Cuma beda tempat aja.

Untuk sinopsis drama korea yang lagi on going seperti Children of Nobody akan dibuat selanjutnya di besokpagi.com. jadi, nanti kumpulan sinopsis akan ada di sana.

***

Sunny bersembunyi kembali. Kali ini, Na Wang Shik yang masuk dan menukar dokumen yang tergeletak di meja. Sunny hanya bisa melihat dari belas luka di tangannya dan belum tahu bahwa itu adalah Chun Woo Bin.

***

Yu Ra bertemu dengen reporter dengan membawa uang.

“Ini tindakan korupsi oleh Keluarga kerajaan. Aku memberimu secara eksklusif. Pastikan sumbernya anomin.”

Reporter melihat tas yang berisi banyak uang dan tersenyum. Tapi saat dokumen dibuka. Isinya adalah foto Permaisuri dengan noda merah. “Ini apa?” Tanya reporter.”

“Sudah aku bilang, dana taksis dari perusahaan konstruksi.”

Dokumen pun diberikan. Ada tulisan. “Kaisar Lee Hyuk membunuh Permaisuri So Hyun.”

“Bagaimana ini????” Yu Ra pun sangat kaget.

***

Laporan finansial kini sudah ada di tangan Ibu Suri. Na Wang Shiklah yang membawakannya.

“Min Yu Ra menyimpan ini?”

“Ya. yang mulia.”

“Kenapa kamu membawa ini kepadaku? Kamu tangan kanan kaisar.”

“Aku hanya merasa itu ada kaitannya dengan Anda, aku membawakannya kepada Anda. Itu saja.”

“Kamu tahu ini artinya apa?”

“aku tidak tahu, tapi kurasa itu seseuatu yang tidak boleh tersebar. Jika terjadi sesuatu kepada Anda, Keluarga kekaisaran akan menderita. Maka kaisar pun akan dalam bahaya.”

“Jika Min Yu Ra tahu, kamu akan dalam bahaya.”

“Aku bekerja untuk keluarga kekaisaran. Impianku adalah keluarga kekaisaran bisa bertahan selama mungkin. Agar itu terwujud, aku harus melindungi Kaisar dan Ibu Suri. Nona Min tidak diutamakan. Apa aku melakukan kesalahan?”

Ibu Suri tertawa. “Kurasa aku mengerti mengapa Kaisar menyukaimu. Kuhargai pengertianmu. Kamu boleh pergi sekarang.”

“Baik. Yang Mulia.”

“Namamu Chun Woo Bin? Kamu keberatan jika aku mencarimu saat butuh bantuan?”

“Sungguh suatu kehormatan, Yang Mulia.”

***

Lee Hyuk marah dan merobek kertas yang berisi bahwa ia adalah pembunuh So Hyun.

“Sial. Siapa pelakunya? Apa yang terjadi pada dokumen dana taksis itu?”

“Pasti ada yang menukarnya. Ibu Suri mungkin sudah siaga. Dia melibatkan para eksekutif dari perusahaaan konstruksi itu.”

“Dokumen itu ada di kamarku. Siapa pula yang menukarnya!!!”

“Aku yakin ada yang memata-matai Yang Mulia. Orang itu pasti membantu permaisuri secara diam-diam. Dan orang itu pasti telah bersekutu dengan Ibu Suri.” Lee Hyuk kembali ngacak-ngacak meja lagi. Hahahha banyak meja yang jadi korban nih ceritanya.

“Siapa yang berani membantu Permaisuri. Di mana Oh Sunny?”

Lee Hyuk keluar ruangannya dan bertemu dengan Na Wang Shik.

“Woo Bin, tadi ada pengkhianat di kamarku. Perketat keamanan dan cari pengkhianat itu.”

“Baik. Akan aku lakukan.”

“Cari di setiap sudut istana ini jika memang harus. Bawa pengkhinanat itu hidup ataupun mati.”

“Baik Yang Mulia.”

Kepala keamanan kemudian berkata. “Berikan perintah ini untukku Yang Mukia. Bedebah ini tidak akan bisa menyelesaikan tugasnya. Kumohon, aku selalu melayani Anda kapan pun…”

Lee Hyuk mengambil semacam pisau dan mencopot jabatan di bahu kepala keamanan. “Kamarku dirampok. Kamu kepala pengawal apa kerjamu sudah becus? Asal kamu tahu, aku berusaha keras untuk tidak menikam jantungmu.”

“Kamu yang bertanggung jawab Chun Woo Bin.”

“Ya Yang Mulia.”

***

Lee Hyuk menemui Oh Sunny.

“Kamu dilarang masuk ke kamarku. Aku takut. Entah apa yang akan kamu lakukan lagi.”

“Aku harus menanyaimu. Apa rencanamu? Kenapa kamu melibatkan Permaisuri So Hyun?”

“Kamu pasti merasa sangat bersalah. Kamu seharusnya hidup bahagia saat itu. keputusanku sudah bulat. Mengungkap kebenaran soal insidenku dan insidennya akan menjadi kewajiban terkahirku sebagai Permaisuri.”

Lee Hyuk marah dan menarik kerah Sunny. “Kata-kataku adalah kebenaran. Respons keluarga adalah kebenaran. Berhenti ikut campur. Ini periangatan terakhir dariku.”

Sunny melepaskan tangan Lee Hyuk. “Bebaskan ayahku. Jika kamu ingin mempertahankan jabatanmu lebih lama lagi.”

“Ahhh kamu bisa apa?” Sunyy ditoyor-toyor kepalanya. “Siapa yang akan memercayaimu?” Yakkk Sunny pun menangkis dan nggak mau ditoyor.

“Mereka mungkin tidak akan memercayaiku, tapi mereka memercayai nenek.”

“Jangan terlalu yakin. Dia nenek dan keluargaku. Dia tidak akan melakukan hal yang bisa membahayakan keluarga.”

“Kamu sungguh berpikiran demikian? Aku pun penasaran. Nenek akan memilak siapa.kita liht saja apakah dia mengusirmu atau mengusirku.”

Suneo memandang dengan padangan jahatnya. “Kita lihat saja.” Lee Hyuk pun pergi.

***

Sunny pun memandang tangan Chun Woo Bin. Ia mengingat tempo lalu ada yang menukar berkas dan ia hanya bisa melihat ada tanda luka di tangannya. Tanda luka itu persis sama yang dimiliki Chun Woo Bin.

Sunny pun menyadarinya dan bicara sendiri. “Chun Woo Bin. Kamu menukarnya?”

***

Putri sedang akan berenang. “Situasi makin kacau di istana. Dan aku masih melajang dan sendirian.”

Langsung njeburrr kan. Ehh pas berenang ada cowok. Kaki Putri pun tiba-tiba keram. Chun Woo Bin pun menolong Putri. Putri kurus banget guys, kayak mimin. Wkwkwkwkw…

“Anda baik-baik aja?”

“Aku tidak bisa bernapas. Siapa kamu? kamu mengejutkanku. Kakiku keram.”

“Maafkan aku. Aku seorang pengawal. Namaku Chun Woo Bin. Kukira tidak ada orang di sini.”

“Bisa-bisanya kamu memasuki kolam jika kamu hanya pengawal. Kamu mau dipecat???”

“Yang Mulia mengizinkanku menggunakan kolam di malam hari.”

“Kamu pikir kamu siapa….. Chun Woo Bin, kamu yang pergi dengan Yang Mulia menggunakan motor itu?

“Benar Yang Mulia. Senang rasanya Anda mengingatku. Anda baik-baik saja?”

“Ahhh ahhh keramku cukup parah. Aku tidak bisa merasakan kakiku. Tekan lebih keras lagi.”

“Di sini?” Woo Bin menekan kaki Putri.

“Lebih ke bawah lagi.”

“Anda pasti kedinginan.” Woo Bin pun mengambil handuk dan membungkus Putri. Putri langsung tersipu. Hahahhaa…

“Lihat apa? Aku tidak memakai riasan. Berbaliklah.” Putri menutupi wajahnya. “Bahkan Ibuku belum pernah melihatku tanpa riasan.”

Woo Bin tertawa. “Anda tetap cantik.” Putri pun tertawa senang karena dipuji. “Kaki Anda sudah baik-baik saja?”

“Ahhh sakit sakit…. sakit sekali….”

***

“Nenek sudah mendengar tentang ayahmu. Nona Hong, utus seseorang ke kantor polisi dan selesaikan insiden yang melibatkan ayah Permaisuri.”

“Terima kasih Nenek.”

“Sera siapkan vila di pulau Ganghwa untuk permaisuri dan keluarganya. Mereka sementara tinggal di sana.”

“Tunggu… aku tidak mengerti. Aku akan ke suatu tempat?”

“Mulai hari ini, kamu tidak boleh terlibat dalam masalah ini lagi. Percayalah kepada nenek dan tunggu saja.”

“Aku tidak mau. Jika aku meninggalkan istana, aku tidak tahu dia akan berbuat apa. Aku juga harus mencari bukti, aku tidak bisa pergi seperti ini.”

“Nona Hong, antar permaisuri ke vila sekarang.”

“Silakan Yang Mulia.” Nona Hong pun membawa Sunny bangun dari tempat duduknya.

“Aku tidak mau. Aku tidak akan pergi.”

Sunny tiba-tiba mengingat ucapan Lee Hyuk yang jangan terlalu yakin kepada Nenek.

“Nenek takut menghukum cucu nenek? Itu sebabnya nenek mengusirku? Sepenting itukah keturunannya? Nenek sama seperti mereka.”

“Kalian tunggu apa… cepat antar.” Ucap Nona Hong.

Nenek hanya terdiam dan Sunny dibawa pergi.

lanjut ke bagian 3 yaaaa… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat