Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 14 Part 2

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 14 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini.Untuk selengkapnya ada di tulisan yang ini yaa…

Sunny akhirnya mengadu pada nenek. Sunny bahkan berlari menemui nenek.

“Aigoo… kamu akan tersandung. Tidak perlu terburu-buru.”

“Nenek. Aku punya permintaan untukmu.tolong bantu aku. Tidak ada yang bisa aku lakukan sekarang.”

“apapun itu. katakan padaku.”

***

Yu Ra dibawa masuk ke ruang tahanan.

“Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?” Tanya Yu Ra yang kemudian dimasukkan ke dalam sel. “Apa yang kalian lakukan? Beraninya kalian memasukkan aku ke sini. buka serang. Katakan siapa yang menyuruh kalian?”

Kemudian Sunny pun datang.

“Permaisuri? Apakah kamu memerintahkan mereka untuk memenjarakanku? Bagaimana kamu bisa memenjarakan orang yang tidak bersalah? Buka pintunya sekarang. buka!!!”

“Mulai saat ini, Min Yu Ra, aku memecatmu dari jabatanmu sebagai kepala asisten.”

“Apa?” Yu Ra tertawa. “Kamu tidak punya wewenang untuk melakukannya.”

Nona Choi menjawab. “Mulai hari ini, Nenek Suri, mempercayakan otoritas SDM kepada Permaisuri.”

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 14 Part 2

“Apa??? Aku tidak percaya ini!!!.”

“Kenyataannya kamu harus mendekan di sini. Min Yu Ra.”

***

Balik lagi ke percakapan Sunny dan Nenek.

“Aku dengar bahwa Nenek Suri yang menunjuka Min Yu Ra sebagai kepala asisten. Maka tolong beri aku otoritas agar aku bisa memecatnya.”

“Karena kesalahanku, aku menunjuk orang yang salah untuk jabatan itu. aku sangat malu menghapadimu.”

“Nenek, apakah kamu juga tahu?” Sunny memegang tangan nenek. “Jangan buat itu membuatmu menyalahkan diri sendiri. aku adalah istri Kaisar, juga Permaisuri Kekasiaran Korea.”

“Mulai hari ini, aku akan memercayakan otoritas SDM kepadamu bersama kontrol penuh atas personel.”

Kilas balik berkahir.

***

“Meski begitu, kamu tidak bisa memecat aku seperti ini. katakan kepadaku alasan apa aku dipecat.” Ucap Min Yu Ra.

“Hong Timjang-nim. Tolong panggil satf dapur.”

Staf dapur akhirnya dipanggil. “Kalian harus menjawab pertanyaanku tanpa dusta. Beberapa waktu lalu, ketika aku sedang memasak kue kentang, kenapa tidak ada yang memberitahuku bahwa kue kentang dilarang dimasak di istana.”

“Itu….”

“Jawab pertanyaan Yang Mulia sekarang.” Ucap Nona Hong.

Salah satu staf berlutut. “Maafkan aku Yang Mulia. Nona Min Yu Ra memberitauku untuk tidak memberitahumu tentang ini.”

Staf lainnya berlutut lagi. “Dia benar. Tolong selamatkan kami.”

4 staf dapur berlutut.

“Aku tidak dapat memercayai ini. beraninya kalian berbohong.” Ucap Yu Ra yang masih mengelak. “Ini adalah konspirasi Yang Mulia. Aku tidak bersalah!”

“Bawa masuk staf kebun.” Ucap Sunny.

3 staf kebun pun masuk. “Katakan kepadaku apa yang diminta Nona Min untuk kalian lakukan?”

“Nona Min menginstruksi kami untuk membawa bunga freesia ke dalam kamar Yang Mulia.”

Sunny menghadap Yu Ra. “Dengarkan aku baik-baik. Min Yu Ra. Kamu memberi informasi palsu pada Permaisuri dan menciptakan keretakkan antara Permaisuri dan Kaisar. Kamu menghina dan meremehkan Permaisuri. Kamu memanipulasi staf kekaisaran untuk kepentinganmu sendiri. aku akan membuatmu bertanggung jawab atas semua kejahatan ini dan menghukummu berdasarkan hukum Keluarga Kekaisaran.”

Sunny memberikan perintah. “Tahan Min Yu Ra selama tujuh hari.buat laporan tentang kejahatannya kepada Keluarga Kekasisaran. Setelah tujuh hari, Min Yu Ra akan diusir. Di posisi manapun, dia tidak akan pernah diterima.”

“Siapa yang mengatakan kamu bisa memberikan perintah seperti itu? kamu tidak bsa melakukan ini?” Yu Ra mengatakannya sambil tersenyum melecehkan. “Panggil Kaisar.Panggil Yang Mulia ke sini.”

Sunny pun marah. “Jika Kaisar tahu, tidak ada yang berubah. Nenek Suri dan Ibu Suri, akan menganggap hukuman yang aku berikan cukup ringan.”

“Yang Mulia. Aku tidak bersalah.Yang Mulia.!!!” Yu Ra pun berteriak.

Di pintu penjara. Sunny bertemu dengan Na Wang Shik.

“Apa yang kamu lakukan di sini?” Tanya Sunny.

“Aku mendapat perintah Nenek Suri. Aku akan mengantarmu.”

***

Di restoran Ayah sedang diberikan ayam gratis.

“Sajangnim. Kamu benar-benar memberikan ayam gratis hari ini?” Tanya Mr.Lee.

“Tentu saja.”

“Aku tidak yakin. Bagaimana dengan Hel Ro? Jika ia tahu, pasti marah.”

Tiba-tiba ada Sunny datang bersama dengan Na Wang Shik.

“Sajangnim.” Ucap Sunny.

“Ya, Sunny… apa yang membuatmu kemari?”

“Nenek memberikan aku kunjungan ini sebagai hadiah. Apa yang terjadi hari ini?” Sunny melihat pengunjung yang ramai. Orang-orang yang hadir pun bertepuk tangan.

“Sunny, hari ini ayah tidak menjalankan bisnis. Tapi penjamuan. Kami tidak berhenti melihatmu di berta. Aku harus melakukan sesuatu. Aku harus memberikan orang makanan gratis.

***

Ari sedang belajar bahasa mandarin. Nona Seo memperhatikan Ari yang sedang belajar. Tiba-tiba ia mengingat ucapan dari Putri tentang yang tidak mau menjadi Ibu dari Ari.

Merasa kesal dan terdesak akhirnya Nona Seo menghadap Ibu Suri. Ia langsung berlutut.

“Tolong selamatkan aku, Yang Mulia.”

“Apa itu? keributan apa ini?” Ucap Ibu Suri.

“Putri tidak memperlakukan Ari sebagai putrinya. Dia bahkan menyuruhku pergi bersama Ari. Tolong tunjukkan belas kasihan Yang Mulia pada kami.”

“Kami? Kamu bisa meninggalkan istana sendirian. Aku tidak mengerti mengapa aku harus mengusir Ari?” Ibu Suri mendekat pada Nona Seo. “Apakah kamu lupa garis keturunan yang Ari bawa?”

“Yang Mulia, kamu berjanji kepadaku. Kamu mungkin dapat membesarkan Ari.”

“Janji?” Ibu Suri tertawa. “Kamu tidak merasa malu. Kamulah yang mengkhianati Permaisuri So Hyun dan berjalan ke kamar kasiar dengan kemauanmu sendiri. kamu melakukannya sendiri. bahkan ketika kamu datang kepadaku dengan bayinya, kamu mengatakan kepadaku bahwa kamu akan mengorbankan dirimu demi Ari. Sekarang kamu bilang itu janji? Apakah kamu pikir kamu dapat mengajukan tuntutan karena aku tidak menendangmu?”

“Yang Mulia….”

“Jangan berani melawati garis seperti yang telah kamu lakukan. Pura-pura tidak melihat apa-apa dan tidak mendengar apa-apa, hiduplah seperti kamu tidak ada. jika kamu tetap mau menjadi pengasuh Ari, aku tidak akan mengusirmu demi Ari.”

Nona Seo pun bangkit dan pergi.

Ibu Suri berkata. “Dia sudah tumbuh besar. Dia seperti cacing tanah yang tidak tahan diinjak-injak. Dia berubah menjadi kucing liar beberapa tahun terakhir.”

***

Nona Seo menelpon seseorang.

“Ini aku. Aku harus bertemu denganmu hari ini. Luangkan waktumu.” Mimik jahat mulai terlihat di wajah Nona Seo.

***

Lee Hyuk masuk ke ruang penjara.

“Yu Ra. Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini kepadamu?” Yu Ra sedang menangis dan kepalanya terluka. *itu luka dari mana ya? perasaan nggak diapa-apain.

Lee Hyuk menodongkan pistol pada Sipir. “Buka sekarang sebelum aku meledakkan ini di kepalamu.”

“Aku diperintahkan untuk tidak melepaskannya.” Dorrrr… tembakkan diarahkan ke tembok. “Dia bukan bawahan permaisuri.”

“Aku mengerti. Aku akan membukanya.”

Pintu tahanan akhirnya dibuka.

“Yu Ra.”

“Yang Mulia.” Yu Ra pun pingsan.

***

Di sebuah hotel. Nona Seo bertemu dengan seorang lelaki.

“Sampai kapan aku harus menunggu? Jika kita membuang waktu seperti ini, aku sungguh akan diusir.”

“Tenang saja. undang-undang bahwa putri bisa naik ke Singgasana akan segera berlaku.”

“Kamu yakin? Pak Perdana Mentri?”

“Kamu tidak memercayaiku?”

“Aku belum bisa tenang.”

“Aku kepala Urusan Internal. Kita harus membuat Ari mendapatkan status sebagai putri secara resmi.”

“Aku punya ide.”Ucap Nona Seo.

“Ari adalah Putri Kiasar. Begitu terungkap bahwa Ibu Suri menyembunyikannya, tamatlah riwayatnya.”

“Setelah melengserkan Ibu Suri. Jika Ari naik ke Singgasana. Akankah aku menerima kursi Ibu Suri?”

“kamu harus mengusahakan Ari sebaik mungkin. Kamu harus melihatnya menjadi Permaisuri yang memerintah.”

“Tentu saja. pikirmu aku melahirkan Ari dan merelakan hidupku hanya untuk menjadikannya seorang putri? Pegang kata-kataku. Dia akan aku jadikan Permaisuri Besar dalam sejarah Kekaisaran Korea.”

“Untuk mewujudkan itu, Permaisuri tidak boleh melahirkan anak.”

“Kaisar sudah mengkhianati Permaisuri. Ada rumor bahwa mereka sudah mengalami masalah. Yang pemting, kita harus berharap Pangeran Mahkota tidak akan kembali.”

“Kalau begitu, bagaimana kalau kita senang-senang sekarang?” Ucap Sang Pria.

Nona Seo mendekatinya dan mulai melucuti pakaiannya.

“Kamu tahu aku sangat bergantung kepadamu bukan?”

Lanjut ke bagian 3. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *