Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 12 Part 1

Sinopsis Drama Korea The Last Empress Episode 12 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

Petugas mengatakan pada Permaisuri, “Kaisar memintaku untuk memberitahumu bahwa Anda tidak harus menghadiri pesta malam ini.”

“Aku mengerti.” Ucap Sunny.

Petugas pun pergi.

“Bahkan jika dia marah, bagaimana dia bisa melakukan ini? ini adalah acara resmi. Aku menyiapkan banyak pakaian untuk itu. dasar jahat. Sungguh jahat… aku harus menendang dia seperti ini!!!!

Sunny menendang udara. Wkwkkw dan ada nenek suri yang melihatnya.

“Nenek, kapan Anda tiba di sini?”

“Permaisuri, aku baru tahu kamu memiliki bakat seni bela diri. Apakah kamu punya waktu luang untukku? Maukah pergi berkencan denganku hari ini?”

“Ya. aku punya banyak waktu.”

“Bagus. Ayo pergi.”

“Aku akan bersenang-senang seperti orang gila hari ini. silakan bersiap-siap.”

“Seperti orang gila?” dan iklan lagi…. nenek minum tonik tolak anginnya lagi. Setelah minum. “Oke aku siap, terima kasih. Aku penuh energi sekarang.”

Keduanya jalan di pasar. Mencoba menjadi orang biasa dan mengghabiskan waktu. Memanggil nenek dan Sunny. Ngapain aja??? jajan macem-macem dan berswafoto sampai puas.

Tak lama, Sunny pun pulang dan melihat ayahnya sudah duduk di meja makan bersama yang lainnya.

“Appa…”

“Sunny, agigooo… anakku.”

“Apa yang terjadi?” Mereka pun berpelukan. “Kapan ayah sampai di sini? kenapa aku tidak diberitahu.”

“Nenek suri memanggilku tiba-tiba. dia bilang itu kejutan untukmu.”

“Maaf karena telah mengundangmu amat terlambat.” Ucap nenek suri.

“Aigooo tidak, jangan begitu. aku senang melihatnya hari ini. Yang Mulia.” Sunny pun sangat berterima kasih pada nenek.

Kini semua sudah berkumpul di meja makan.

“Sunny. Ayah membawakan ayam goreng yang kamu suka.”

“Aku benar-benar ingin makan ayam goreng ayah.” Sunny pun mengambil ayam dan memakannya. “Ahh enak sekali.”

Nenek jadi ikutan makan ayamnya. Sementara Lee Hyuk dan Ibu Suri sangat terganggu dengan sikap mereka.

“Kamu koki yang hebat.” Ucap nenek pada ayah Sunny. “Ayam gorengnya sangat lezat.”

“Permaisuri, Ayahmu mungkin percaya bahwa kami tidak memberimu makan di istana.” Ucap Ibu Suri.

“Ngomong-ngomong. Putriku sudah kehilangan banyak berat badan sejak saat itu. aku kira Yang Mulia tidak akan membiarkannya tidur malam ini.” Ucap Ayah dengan sedikit tertawa. “Ahh Yang Mulia, aku membuat ini sendiri. ini disebut Yakwanmunju. Itu akan membuat pria perkasa yang mulia.” Ayah membuka botol dan menuangkannya. “Kamu harus memiliki ahli waris negara. Kamu membutuhkan energi.”

Ayah memberikan cangkir itu. berisi ramuan obat kuat. Hahaha.

“Aku akan meminumnya nanti.” Ucap Lee Hyuk.

“Ahhh minumlah demi aku. Tolong minum. Waktu adalah uang.”

“Maafkan aku harus pergi untuk mengurus masalah mendesak. Karena ini adalah pertemuan mendadak, aku tidak bisa mengubah ulang jadwalku. Aku pergi dulu.” Lee Hyuk pun pergi.

“Permaisuri, aku mengerti kamu merasa nyaman dengan ayahmu. Tapi bicaralah dan berperilaku dengan benar. Apakah kamu lupa sopan santun yang harus diikuti di istana?”

“Ya. aku mengerti.”

Nenek yang menjawab perkataan Ibu Suri. “Ini adalah pertemuan keluarga bahagia. Mengapa bicara dengan formalitas seperti itu? dia hanya senang melihat putrinya yang tidak ia temui setelah beberapa waktu.”

“Aku pasti membuatmu tidak nyaman. Aku akan pergi.” Ibu pun pergi. “Kalau begitu, bersenang-senanglah dengannya.”

Ibu Suri pun kini pergi.

“Ahhh aku pikir aku akan pingsan.” Ucap Ayah. “Aku akhirnya bisa bernapas sekarang.”

“Apakah ini terlalu tidak nyaman untukmu?” Tanya Nenek.

“Aku tidak berpikir ada orang yang aku rasa lebih ramah, dia adalah Nenek Suri. Oh iya, nama dan gelar Yang Mulia cukup panjang. Bolehkah aku panggil TETE MAMA (WKWKWKWKKWKW APASIH MAKSUDNYA, KAN ANU YA KALAU DI KITA MAH???) *soalnya kedengarannya kalau dipanggil adalah tewang tewu mama. *tolong jangan ditabok soalnya nggak tahu cara nulis yang bener gimana.

“TETE MAMA.”

“Tentu saja. kamu bisa melakukannya. Ngomong-ngomong, apakah hanya pria yang boleh meminum itu?”

Nenek kurang yaaa minum tolak angin aja tuh?

***

“Aku tidak percaya bahwa pria vulgar itu adalah besanku. Tidak heran dia memiliki putri seperti itu.” Ibu Suri berkata pada Nona Choi.

“Yang Mulia, sudah dikonfimasi Pangeran Lee Yoon ada di Seoul.”

“Apa?”

“Dia sudah di korea pada hari pernikahan Yang Mulia.”

“Dia di mana sekarang? temukan dia segera.”

“Ya. Yang Mulia.”

***

Orang yang dimaksud lagi goreng ayam nih. Lee Yoon lagi kerja paruh waktu di restoran bapaknya Sunny. Saat itu pun Hel Ro baru pulang.

“Kamu siapa?”

“Aku bekerja paruh waktu.”

“Lalu dimana ayahku?”

“Sajangnim keluar. Dia tidak ada di sini sekarang. aahhh kamu putri keduanya bukan? Kamu Oh Hel Ro, adik perempuan dari Permaisuri?”

“Apakah kamu mengenalku?”

“Tidak. Tentu saja tidak.”

Lee Yoon membersihkan meja dan ada ayam sisa yang masih utuh. Ia pun memakannya. “Apa yang kamu lakukan.” Ucap Hel Ro dengan wajah jijik.

“Aku makan ayam goreng.”

“Kenapa kamu makan ayam sisa? Menjijikan.”

“Ayolahh… ini masih enak.”

“Ya ampun. Yang benar saja.”

“hei, kamu bisa memanggilku Mr. Lee. Kuharap kita bisa akur.” Lee mengulurkan tangannya.

“Bicaralah padaku setelah kamu mencuci tanganmu.” Lee mengelapnya di lap celemeknya. Kemudian mengulurkan tangannya lagi.

Hel Ro ada panggilan telpon. “Ya, Taeopyonim.”

“Apakah kamu menemukan Vincent Lee?” Tanya Putri So Jin yang sedang mabuk. “Apakah dia setuju untuk menandatangani kontrak?”

“Sulit untuk menemukan Vincent Lee karena dia selalu berpindah hotel.”

“Temukan dia sekarang. tanpa itu, aku akan mati.”

“Aku akan melacak hotelnya besok. Tolong bersabar.” Hel Ro menutup ponselnya dengan kesal. “Ada apa dengan dia? apa dia mabuk?”

“Sekarang jam 6 sore. Karena kamu di sini, tolong jaga restorannya.” Mr. Lee buru-buru pergi, melepas celemeknya dan diberikan pada Hel Ro.

Lee Yoon sangat kesal karena mungkin dia harus pindah hotel lagi.

***

Acara makan malam dengan duta Tiongkok dilakukan. Lee Hyuk datang dengan kekasihnya Yu Ra.

Dan ada Wang Shik yang menjadi salah satu pengawalnya.

“Resor Anda sangat indah. Terima kasih telah mengundangku.” Ucap Lee Hyuk dengan bahasa mandarin.

“Kami harap bertemu dengan Permaisuri. Kami merasa kecewa.”

“Aku minta maaf. Dia tidak sehat dan tidak bisa datang ke sini.”

“Penampilan Arirangnya sangat menyentuhku. Tolong sampaikan salamku padanya.”

“Tentu. Asisten kepala Istana menemaniku sekarng. Permaisuri belum belajar cara bermain mahyong. Mari kita buat dia sebagai pemain keempat kita untuk saat ini.” Ucap Lee Hyuk.

“Senang bertemu denganmu.”

“Terima kasih, anda terlihat gagah dan tampan.” Ucap Yu Ra dalam bahasa mandarin.

“Terima kasih. Bisakah kita memulai?”

Mereka pun bermain mahyong. Wang Shik masih diam di posisinya.

***

Karena penasaran akan identitas Chun Woo Bin yang nampak mencurigakan. Ma Pil Joo menggeledah kamar Woo Bin dan mendapatkan obat di dalam loker. *jadi kepala keamanan cerita bahwa Woo Bin pernah menodongkan pistol ke Lee Hyuk.

***

Sunny sangat kesal di kamarnya. “Aku sungguh menyesal. Kaisar pasti merasa lebih buruk dari aku. Kenapa dia pergi ke pesta sendirian? Menyedihkan.”

Sunny pun mengambil tabletnya. Browsing berita. Ada berita tentang Lee Hyuk yang menghadiri pesta duta besar Tiongkok dan fotonya bersama dengan Min Yu Ra.

“Kenapa Nona Min ada di sini?”

Sunny kemudian mengingat nasihat dari Ibu Suri yang harus mencurigai orang yang dekat dengannya lebih dahulu. Seseorang yang baik kepadanya tanpa alasan yang jelas. Yang kemungkinan adalah musuhnya.

“Seseorang yang baik tanpa alasan. Apakah maksudnya adalah Min Yu Ra?”

Lanjut ke bagian 2 ya klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *