Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 32 Part 1 (Final)

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 32 Part 1 (Final) – Dan sudah sampai pada saat yang berbahagia. Drama ini selesai sudah. Untuk selengkap-lengkapnya ada di sini. Episode sebelumnya bisa kamu intip di sini.

Bon dengan Joon-Joon datang ke pembukaan cafe dan membawa bunga. Kafe tersebut adalah milik Ahjumma Bong yang katanya sudah nggak minta duit lagi sama bokapnya. Padahal mah iklan lagi guys… iklaaan lagi. Saya jengah.

“Omoo Bon Sshi. Datang juga… dengan Joon-Joon.” Ucap Ahjumma Bong.

“Selamat.”

“Apakah itu dafnah Australia?”

“Ini tamanan uang. aku harap hidupmu makmur.” Hahaha…

“Astagaaa kamu lucu sekali. Terima kasih. Sebenarnya memang ada yang terasa kurang di sini.” tanaman pun ditaruh. “Ahh pas bukan?”

“Aku akan memesan nanti.” Ucap Bon.

“Pilih saja sesukamu. Aku yang traktir.”

Bon dan anak-anak pun makan. Tak lama Ae Rin pun datang.

“Wawancaramu berjalan lancar?”

“Tentu saja.”

***

Pulangnya mereka gosok gigi. Dan iklan lagi…sekarang produk pembersih wajah yang dipakai Ae Rin. Mimin jengah lagi. Nggak usah ditulis yaa gimana cara gosok gigi dan membersihkan wajah?

***

KIS dan Bon pun kumpul-kumpul lagi.

“Joon Soo Omma… kenapa kamu dipecat sebagai pelayannya Yoon Chun Sang?” Tanya Ahjumma Bong. “Padahal kamu baru beberapa hari bekerja.”

“Ohh itu karena…”

Ahjumma Ketua yang menjawab. “Sebenarnya, bagus kamu dipecat.”

“Kenapa?”

“Ini rahasia kita ya? menurut keluarga mertuaku, keluarga itu hancur berantakan. Mereka terlibat kasus korupsi.”

“Soal itu bahkan tidak ada di berita. Akses informasim memang luar biasa.” Ucap Sang Ryeol.

“Wanita bernama Ahn Da Jung itu sudah kembali ke Rusia.”

“Rusia?” Tanya Bon.

“Kamu tahu Ahn Da Jung?”

“Ya. aku mengenalnya dari Ae Rin. Kita bahkan membuat nabak kimchi bersama bukan?”

“Haaa haa… aku pikir kamu sibuk dengan pekerjaan asuransimu.” Ucap Sang Ryeol. “Kapan kamu membantunya?”

“Emmm… Joon Soo omma kamu sangat sial jika menyangkut pekerjaan. Kamu selalu sial di mana pun.” Ucap Ahjumma Bong.

“Benar.”

Sang Ryeol menepuk tangannya. “Ahh… aku lupa memberitahu kepada Ae Rin. Astagaa… Mommy Cop dan…”

Ahjumma ketua langsung nyamber. “Sebulan lalu, Mommy Cop dan KIS menangkap pria yang [ernah  menculik Joon-Joon.”

“Menangkap siapa?”

“Kamu tahu? Yang menculik Joon-joon?” Sang Ryeol menunjukkan foto lama K saat menculik Joon-Joon.

“Mengejutkan bukan? Aku sendiri saja takut akan kemampuan kita.” Sang Ryeol mulai sombong.

“Lalu bagaimana?”

“Kami memangkapnya dan membawanya ke kantor polisi. Tapi dia menghilang tanpa jejak setelah itu.” Ucap Ahjumma Ketua.

“Seharusnya mereka lebih becus mengawasinya. Bagaimana jika dia kembali ke lingkungan ini?” Ucap Ahjumma Bong.

“Kita hanya perlu menangkapnya lagi. Siapa kita?”

“Jangan…!!” Tiba-tiba Bon berbicara. “Dia orang yang berbahaya. Segera lapor polisi jika kalian melihatnya lagi.”

“Ternyata kamu agak pengecut ya?” Ucap Ahjumma Ketua.

“Bisa dimaklumi… seseorang menyerang Ae Rin. Bu Yoo teluka ditabrak lari. Banyak hal terjadi.” Ucap ahjumma Bong.

“Ahh… bagaimana keadaan King’s Bag sajangnim?” Tanya Sang Ryeol.

“Dia sudah jauh lebih baik.” Ucap Ae Rin.

“Aku lega mendengarnya. Ayo kita tentukan tanggal untuk menjenguknya.”

“ahhh pengemudi tabrak lari itu harus ditangkap.” Ucap Ahjumma Bong.

“Dia sudah ditangkap.” Jawab Bon.

“Benarkah? Kapan? Siapa pelakunya?”

“Aku tidak tahu sebanyak itu.” Jawab Bon lagi.

“Tidak kuduga. Bon memiliki banyak informasi.” Ucap Ahjumma Ketua.

“Itu sebabnya aku yang menyarankan dia menjadi anggota tetap KIS.” Ucap Sang Ryeol. “Dia akan segera ke US tanpa sempat menjadi anggota KIS.”

“Karena itulah… kami menyiapkan hadiah Natal untuknya.” Sebuah kotak mereh dikeluarkan oleh Ahjumma Ketua. Bon mendapatkan figura berisi foto anggota KIS. Kotak berikutnya,  Bon juga mendapatkan syal yang dirajut oleh 4 anggota KIS.

“Terima kasih.” Ucap Bon.

“Jika kamu berterima kasih. Maka lakukan itu. ciuman hidung.” Ucap Sang Ryeol.

Dan Bon melakukannya. Wkwkwk… Sang Ryeol girang.

***

Agen Yoo sudah mulai membaik. Ia belum bisa keluar. Hanya memandang lewat jendela.

Ada daun merah di jendela. “Kenapa itu masih di sana?” Tanya Agen Yoo pada Ra Do Woo.

“The Last Leaf. Kaya O Henry. Kamu tidak tahu? Aku menaruhnya di sana agar Sunbae siuman. Itu yang aku ambil di taman tempo hari.”

“Yaa… aku pikir Ra Do Woo hanya mengerti mesin.tapi kamu juga tahu soal sastra.”

“Begitulah aku.”

Ae Rin dan Bon datang menjenguk.

“Kamu sudah boleh duduk?”

“Tentu… apa itu di lehermu?”

“Dia cocok memakainya bukan?” Ucap Ae Rin.

“Terkadang aku tidak memahami selera modelmu.” Ucap Ra Do Woo.

“Ini selera para ahjumma.” Mereka tertawa.

“Aku dengar kamu akan bertugas di luar negri.”Tanya Agen Yoo.

“Ya. kita bertemu lagi saat aku pulang.”

***

“Naiklah…” Bon membuka pintu mobil biru oksadonnya.

“Bukankah kamu akan ke bandara?” Tanya Ae Rin.

“Jadilah sopirku hari ini. ayo antar temanku ke bandara, lalu kembali ke persembunyian. Bagaimana?”

“Bayarannya bagaimana?”

“Aku akan membayarmu. Kamu akan melihatnya begitu naik.”

“Astagaa… memangnya sesulit itu memintaku mengantarmu?”

“Naiklah.”

Dan tetep Bon yang nyetir sih.

“Hati-hati di perjalanan. Jangan sampai terluka.”

“Tidak akan. Aku Kim Bon.”

***

Satu tahun kemudian. Di bandara Polandia.

K ada di sana. Dengan gantengnya dia menenteng sebuah gitar. K berjalan menyusuir lorong-lorong.K beraksi kembali ia menembak seseorang.

Dalam pertemuan sebuah pejabat negara. K hendak menembak. Namun, Bon juga ada di lokasi. Ia siap membidik K dengan senapannya. Peluru dilepaskan.K terkena peluru tepat di kepalanya.

***

Pak Park, mantan ajudan Jin Yong Tae jadi petani. Ia pun menerima paket.paket itu berisi alat untuk membuat kopi.

Pengirimnya adalah… “Sebuah kafe dengan pria tampan yang jarang ada.” aaahhh Jin Yong Tae nih.

***

Seseorang membuat kopi. Dia Jin Yong Tae. Dua orang pelanggan wanita nampak masuk ke dalam. Saat bertanya menu. Para pelanggan malah kagum sama gantengnya Jin Yong Tae.

“Pertanyaan bagus. Kami tidak mau merepotkan pelanggan dengan pemilihan menu. Pria tampan ini sendiri yang menggilingnya, lalu membuatkan kopi tetes. Itu satu-satunya menu di sini.” wkwkwk… “Kalian suka nama kafe kami? Kafe pria tampan? Nama asliku Wang Mi Nam.”

***

Kilas balik 1 tahun lalu.

“Kamu sudah baikan?” Tanya Bon pada Jin Yong Tae.

“Lumayan. Aku bisa bergerak.”

“Kamu ditikam dan ditembak. Bahkan menjalani bedah plastik keseluruhan. Hidupmu luar biasa.”

“Tapi tidak sedramatis hidupmu.”

Bon memberikan KTP Baru. Namanya Wang Mi Nam. “Aku menepati janjiku.”

“Terima kasih. Tapi nama ini agak…”

“Kamu adiknya Wang Jeong Nam. Wang Min Nam. Bagaimana?”

“Memang benar aku tampan. Tapi kamu tidak bersungguh-sungguh soal pemilihan namaku.”

“Dengan nama ini, hidup macam apa yang akan kamu jalani?”

“Aku hanya mau hidup normal.”

Berlanjut ke bagian 2… klik di sini.

Advertisements

2 tanggapan untuk “Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 32 Part 1 (Final)

  • 19/11/2018 pada 10:53 PM
    Permalink

    Kak mau tanya, jin yong tae sebenarnya meninggal atau enggak ya? Kok di episode sebelumnya, ae rin dan bon pergi ke tempat penyimpanan abu jin yong tae? Tapi di episode akhir ini, muncul lagi dia jadi penjaga cafe dengan nama yg berbeda, hehe bingung jadi meninggal atau enggak ya dia?

    Balas
    • 20/11/2018 pada 1:17 PM
      Permalink

      jadi gini… identitas Jin Yong Tae adalah identitas palsu yang dibuat oleh CornerStone. Bon udah janji mau buat identitas baru untuk Jin Yong Tae ketika semuanya sudah beres.
      Jin Yong Tae sudah mati “namanya saja”
      namun, jadi punya identitas baru dengan marga Wang… seperti nama lain dari Bon, yang Wang Jung Nam itu.

      Balas

Tinggalkan Balasan ke besoksore Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat