Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 31 Part 1

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 31 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di sini.

Pengkhianat yang membawa Direktur Shim berkata pada supir. “SEKARANG!!!” Supir langsung belok dan beberapa mobil BIN dikepung oleh mobil suruhan Direktur Shim yang sudah disiapkan sebelumnya.

Tak cukup itu, aksi tembak-tembakkan juga terjadi antara pihak BIN dan Direktur Shim.di dalam mobil, para pengkhianat tersenyum mencium bau kemenangan.

***

“Hubungi Tim Pemindahan sekarang.” Perintah Terius.

“Ya.” Ucap Ra Do Woo. “Kapten Park Do Hoon kabur dengan mobil pemindahan.”

“Kirim tim SWAT dan hubungkan ke satelit. Dia pasti kabur di dalam terowongan.”

“Semua penjaga dan orang-orang yang berkaitan dengan CornerStone tewas dalam baku tembak.”

“TIM SWAT sudah tiba?”

“Mereka beru saja tiba.” Bon dan Ra Do Woo masih mengamati lewat satelit.

***

“Dia kabur dari mobil.” Ucap Tim SWAT yang menemukan mobil yang dinaiki Direktur Shim.”

Ra Do Woo mencari lewat CCTV namun belum diketemukan. “Hampir tidak ada kamera CCTV. Kamera CCTV yang ada sudah rusak. Dia kabur dari terowongan yang tidak bisa dideteksi satelit. Dia kabur dari mobil dan kita tidak bisa memeriksa CCTV.”

“ini protokol yang sudah dia siapkan sebelumnya. percuma mencari kamera CCTV. Jika sudah disiapkan, dia pasti punya cara untuk kabur ke LN dan bersembunyi.”

***

Pak Shim sudah sampai di suatu tempat dengan penjagaan yang ketat. Ia sudah ditunggu di sana.

“Kami sudah menunggu Anda. Silakan masuk.”

Sementara itu Park Do Hoon memberi peringatan untuk memperluas area penjagaan.

***

“Dalam amplop itu ada paspor palus dan uang yang bisa digunakan serta kunci apartemen di luar negri.” Ucap Ajudan.

“Kamu akan ikut dengan kami?” Tanya Tuan Yoon.

“Ya. aku akan mengantarkan kalian.”

“Bagaimana kita pergi ke sana?” Tanya Pak Shim.

“Empat jam lagi. Kalian naik kapal dari Pelabuhan Incheon. Kalian akan ke LN lewat Tiongkok.”

***

Bon berpikir. Kemudian ia mendapatkan ide.

“Rumah persembunyian harus ditentukan sebelum mereka kabur ke LN.”

“Tapi bagaimana? Kita tidak bisa mendatangi semua rumah di negeri ini.”

Bon menelpon Jin Yong Tae,

“Apa? Dia kabur saat dipindahkan?”

“Organisasi mereka jauh lebih besar dari dugaan kita.”

“Jadi, kamu bisa menemukan petunjuk?”

“Kamu bekerja untuk CornerStone. Carilah petunjuk. Kamu pernah dengar soal rumah persembunyian?”

“Aku tidak tahu soal itu.”

“Pikirkan baik-baik apakah ada petunjuk.”

“Aku akan menghubungimu jika teringat sesuatu.” Telpon pun ditutup.

***

“Kamu menemukan sesuatu?” Tanya Bon pada Ra Do Woo.

“Aku mencari anggota keluarga Yoon Chun Sang dan Shim Woo Cheol.”

“Mereka bukan sembarang buronan. Mereka tidak akan bersama orang dekat dengan mereka. Kita tidak akan menemukan mereka dengan cara seperti ini.”

“Aku tahu, tapi kita bisa apa lagi?

Kemudian ada Ibu Kwon dan Doktor Park datang ke King’s Bag.

“Aku membawanya karena keadaan mendesak.” Ucap Ibu Kwon.

“Halo… waaahhh Markas King’s Bag luar biasa. Kalian punya peralatan terbaru.”

“Diam.” Ibu Kwon masih galak. “Lihat-lihatnya nanti saja, langsung ke inti pembicaraan. Doktor Park bisa mencari lokasi Shim Woo Cheol.”

“Bagaimana?” Bon dan Ra Do Woo bicara berbarengan.

Doktor Park mengeluarkan barang dari kopernya. “Di ulang tahun Direktur Shim, aku memberikannya sebuah pena. Sebenarnya pena itu melacak lokasinya dan merekam suaranya. Itu peralatan nomor 25. Aku hendak menyuruhnya menggunakan itu, tapi lupa memberitahunya.”

Ra Do Woo bicara. “iika dia tidak tahu itu peralatan BIN, mungkin sekarang masih ada padanya.”

“Binggo.” Ucap Doktor Park.

“Cari tahu lokasinya.” Ucap Ibu Kwon.

“btw, pena itu harus diaktifkan untuk menemukan lokasinya. Seperti yang Anda lihat…”

“Bagaimana cara mengaktifkannya?” Tanya Ibu Kwon.

Dr. Park memperagakan pena harus ditekan. Seperti pena biasa.

“Untuk sekarang. biarkan tampilannya menyala. Awasi ini Do Woo.” Bon mengeluarkan perintah.

Semacam gps menyala di atas meja.

***

Ae Rin merawat Agen Yoo,

“Sajangnim. Kamu harus bangkit kembali. Berjanjilah.”

***

Jin Yong Tae dihubungi oleh Pak Yoon. “Ya.ini aku.”

“Urusanku selesai cukup lama. Maaf terlambat menghubungimu. Kita belum menyelesaikan masalah brankas di Swiss. Mari kita lanjutkan. Bergabunglah dengan kami. Di pertigaan Jung-ro pada pukul 17.00. sebuah mobil akan menjemputmu.”

“Ya. aku mengerti.”

Jin Yong Tae bertanya-tanya usai menutup telponnya. “Apa dia tahu aku mengkhanatinya?”

Bon langsung menelpon Bon.

“Brother. Ada hal mendesak.”

***

“Tidak. Mungkin saja itu jebakan.” Ucap Bon pada Jin Yong Tae yang sudah ada di King’s Bag.

“Jika tidak hari ini, kita mungkin tidak akan bisa menangkap mereka.” Ucap Jin Yong Tae.

“btw, ada apa dengan brankas Swiss?” Tanya Ibu Kwon. “Kenapa Yoon Chun Sang terobsesi dengan itu?”

“Aku akan menjelaskannya nanti.” Ucap Bon.

“Kita lakukan saja mesti gagal. Tidak ada cara lain.” Jin Yong Tae memberanikan diri.

“Temuilaj mereka. Tim kami akan mengintai dan mengikutimu.” Ucap Ibu Kwon.

“Mereka bisa saja menghilang jika melihat kita.” Ra Do Woo agak bingung.

“Maka gunakan satelit untuk melacak kendaraan mereka juga.”

“Kita juga gagal melacak konvoi itu.” Bon menambahkan.

“Ahhh… benar juga. Kita punya ini.” Agen Ra mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. “Bawalah ini.” sebuah stiker berbentuk love.

“Ini alat pelacak atau semacamnya?” Jin Yong Tae memegang stikernya.

“Ya. kenapa? kamu tidak memercayaiku?”

“Bukan… aku baiklah. Ini cukup hebat. cari tahu lokasi rumah persembunyian dengan memanfaatkanku. Aku tahu Brother akan melindungiku. Benar?”

***

Jin Yong Tae di persimpangan jalan. Agen BIN melihat dari jauh.  Bon juga ada memperhatikan.

Dalam hati Bon. “Ini benar-benar tempat terbuka. Mereka bisa menembak dari mana saja.” Bon melihat sekeliling. “Itu rencana mereka….” Bon kemudian mengatakan. “INI JEBAKAN!!!”

Bon mendekati Jin Yong Tae dan memanggilnya.

Satu tembakkan sudah diluncurkan. Tembakkan mengenai bahu Jin Yong Tae. Bon dan agen lainnya mendekati Jin Yong Tae.

“Brother… kita gagal?” Ucap Jin Yong Tae pada Bon.

Mengingat ucapan Jin Yong Tae. Bon hanya mengatakan. “Maafkan aku.”

Jin Yong Tae menangis saat sudah tak sadarkan diri. Stikernya dipenuhi dengan darah.

***

Tuan Yoon ada di dalam mobil. “Beandal. Beraninya dia mempermainkanku.”

“Jangan marah. Dia pasti sudah ditangani sekarang. berkat dia kita bisa kabur dari BIN. Dia memalukan tapi akhirnya berguna.” Ucap Direktur Shim.

“Direktur Shim, kamu punya pena? Biar aku lihay paspormu juga.”

Papor dan pena diberikan pada Pak Yoon. Dan pena ditekan. GPS pun mulai aktif… seperti sebuah keajaiban. Ra Do Woo pun melihatnya. Ia bergegas.

Di dalam mobil. Tuan Yoon menuliskan sesuat. “Saat tiba di Edinburg, hubungi nomor ini.”

***

Jin Yong Tae dibawa ambulance.

“Sunbae. Pelacaknya diaktifkan.” Lapor Ra Do Woo pada Bon. Ra Do Woo pun melapor pada Ibu Kwon. BIN mulai mengejar.

Hari mulai gelap. Bon dan Ra Do Woo di dalam mobil sampai di pelabuhan. Bon yang menyetir langsung sengaja menabrakkan mobil yang ia kendarai. Baku tembak lagu-lagi terjadi anatara Bon dan para pengawal.

Berlanjut ke bagian yaaa… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat