Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 29 Part 2

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 29 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca tulisan yang ini.

Anggota KIS sedang pesta minum-minum.

“Di mana Joon Soo Omma?” Tanya Sang Ryeol.

“Tadi dia menghubungi dan bilang ada urusan mendadak.” Jawab Ahjumma Bong.

“Dengar… alasan kita adalah untuk bersenang-senang dan saling mengenal adalah karena bulan depan ada obral barang bekas. Kalian tahu itu… kita harus mendekorasi kompeks dengan pohon dan menyiapkan hadiah untuk para satpam dan staf. Aku ingin kita mengumpulkan ide.” Ahjumma Ketua mulai berorasi.

“Tidak bisakah obrolannya diadakan seperti biasa?” Ucap Sang Ryeol.

“Aku pikir kali ini kita bisa mengembangkan obrolannya. Bagaimana?”

“IDE BAGUS…..” Semua anggota yang hadir manggut-manggut.

“Ayo masukkan hadiah natal ke kotak keberuntungan.” Ucap Ahjumma Bong.

“Kotak keberuntungan?”

“Kotak yang isinya tidak kamu ketahui. Itu pasti seru.”

***

Karena luka yang terdapat di pahanya. K berjalan seperti kakek-kakek. Ia sangat kesakitan. Kemudian ia melihat ada apotek. K masuk ke dalam apotek dengan kaki diseret. K mencoba membeli analgesik. Di sampingnya ada ahjumma yang dulu pernah memergokinya menculik Joon-Joon.

“Di mana aku melihatnya?” Ahjumma menengok kembali pada K. Ia mengingatnya dan mengambil ponselnya. Ahjumma memastikan K mirip dengan orang yang menculik Joon-Joon dari foto lamanya.

Ahjumma mengirim pesan ke grup. “Aku melihat seseorang yang menculik Joon-Joon. Apotek King Casle. Cepat ke mari.

***

Para emak-emak ini masih mengobrol.

“Ahhh anak muda zaman sekarang bertukar kado rahasia.” Ucap Ahjumma Bong.

“Mereka memasukkan kudzu atau brokoli. Hal semacam itu.” Ucap Ahjumma ketua.

Kakao talk mereka pun bunyi. Pada mangap-mangap.

“Bedebah ini…”

“Ayooo kita ke sana.” Ahjumma Ketua memerintahkan sambil memegang garpu. Semua ikut bawa garpu. Kek mau perang.

K masih diikuti oleh ahjumma. Ahjumma melaporkan gerak-gerikanya di grup kakako.

K dikepung Ibu-Ibu.

“Aku mengenal wajah itu. memang dia.”

“Kamu menculik Joon Soo dan Joon Hee. Kamu penjahat yang mengancam ayah mereka.”

Dan datanglah dua orang polisi yang sedang bertugas. Sementara K masih mengingat perintah dari Tuan Yoon.

Polisi mendekat pada K. “Permisi Pak. Boleh kami lihat KTP Anda?”

K akhirnya digelandang ke kantor polisi.

“Kenapa dia tega menculik anak kecil tidak berdosa? Hukum dia seberat-beratnya.” Ahjumma Ketua tetap terdepan.

“Baiklah. Kami mengerti apa yang Anda inginkan. Kami akan mencar tahu soal dia dan menghubungi Anda.”

“Lakukan secepat mungkin.”

Para ahjumma pun pergi. Polisinya mulai ngedumel. “Mereka tidak punya bukti sama sekali. Merepotkan sekali.”

“Kita periksa dulu KTP-nya.” Jawab Polisi di sebelahnya.

Setelah itu ada keributan dengan kasus lain. dua polisi lengah. K menghilang.

***

Ae Rin menyamar menjadi perawat. Ia bisa masuk tanpa dicurigai penjaga dan masuk ke kamar Bon.

Bon masih menutup matanya. “Belum waktunya aku disuntik. Siapa kamu?” Ae Rin membuka maskernya. “Ae Rin Sshi… bagaimana kamu…”kemudian Agen Yoo masuk.

“Bagus… Ae Rin. Kamu berhasil masuk dengan aman.”

“Pasti ada…DNA mata-mata di dalam darahku. Sebenarnya… Sajangnim mengaturnya untukku. Bagaimana menurutmu? Aku cocok mengenakan in?”

“Ya. kamu cocok mengenakan itu.” Ucap Bon.

“Entah kapan mereka akan mengusirku. Hal penting dahulu.” Ae Rin mengambil amplop coklatnya. “Aku berlari kencang untuk melindungi ini.”

“Bagus. Akmu tidak terluka?”

“Tungguuu… tungguuuu… kamu berhasil sebelum tertangkap?” Ucap Agen Yoo. “Astagaaa aku bangga sekali padamu.” Agen Yoo sangat senang.

“Bon mengorbankan nyawanya demi melindungi ini. aku kemari untuk memberikannya langsung padamu. Dokumen dan diska lepas ada di dalam sini. kita bisa membuat mereka melepaskan borgol Bon dengan ini bukan? Kita bisa menangkap para penjahat itu?”

“Tentu saja.” Ucap Agen Yoo.

“Syukurlah.”

Agen Yoo keluar karena mendapatkan telpon dari Direktur Shim.

“Mau minum?”

“Ya.” dan sebenarnya mereka berdua kikuk sih. “Cidera itu menguntungkan.”

“Apa?”

“Sebenarnya, aku agak kesal saat itu.”

Ituuuu lhooo saat Ae Rin ngurus Jin Yong Tae.

“Konyol. Mau aku bawakan tisu sampo?” Tanya Ae Rin.

***

“Bon sudah siuman?” Tanya Direktur Shim di telpon.

“Ya. keadaannya lebih baik dari dugaanku.”

“Bon mendapatkan hal yang kalian incar?”

“Itu juga aman.”

“Hati-hati. Berbahaya memiliki itu. akan lebih aman jika memberikannya kepadaku.”

“Aku hendak memberikannya. Aku akan ke sana,” telpon ditutup.

***

“Kenapa kamu melaporkannya kepadaku?” Ucap Ibu Kwon di dalam mobil di pinggir sungai dengan Jin Yong Tae.

“Menurut Anda kenapa?” *kilas baik saat Tuan Yoon minta mobilnya diputar baik dan Jin Yong Tae sms tulisannya Yoon Chun Sang.

“Awalnya…kamu melindungi Yoon Chun Sang. Tapi bukan. Ang diuntungkan dari kedatanganku adalah Kim Bon. Kamu ingin menyelamatkan Bon yang nyawanya terancam. Benar?” Jawab Ibu Kwon.

“Anggaplah karena itu. jika tahu soal itu, kenapa Anda mau menemuiku?”

“Ini yang tidak aku mengerti. Kenapa aku? Kim Bon dan Yoo Ji Yeon tidak memercayaiku. Lantas kenapa? alih-alih Shim Woo Cheol, kenapa kamu menghubungiku?”

“Aku tidak mengenal Shim Woo Cheol dan tidak pernah bertemu dengannya. Setidaknya aku yakin Anda tidak bekerja untuk CornerStone.”

“CornerStone?”

***

Kilas balik dulu.

Jin Yong Tae tanya ke Pak Park.

“Kamu tahu rencana Yoon Chun Sang sebelum meninggalkan korea?”

“Ya. ada janji makan siang dengan Kepala Kwon Yong Shil.”

“Di mana?”

Jin Yong Tae mamata-matai usai Ibu Kwon mengemui Tuan Yoon. Pak Park langsung menghadap Ibu Kwon.

“Kamu siapa?” Tanya Ibu Kwon.

“Aku diperintahkan untuk memberi ini kepada Anda.” Sebuah kartu yang diberikan.

“Ini apa? Ini kartu tarot? Siapa yang memberikannya?”

Kemudian Pak Park ngacir pergi.

Jin Yong Tae hanya mengamati. “Dia tidak tahu soal kartu pesulap?”

Dan yakkk… Ibu Kwon ngiranya itu orang gila yang ngasih dia kartu.

Kilas balik berakhir.

***

“Prediksiku benar.” Ucap Jin Yong Tae

“Jangan berbalat-belit. Apa itu CornerStone?”

Ada jedaa… kayaknya diceritain tapi di skip. Semacam kita lagi latihan untuk lomba upacara bendera yang keterangannya free memory.

Ibu Kwon menghela napas panjang.

“Untuk sekarang, kita datangi Bon… tidakk…kita ke rumah Wang Jeong Nam. Rumah dia lebih aman dibandingkan rumah persembunyiannya.”

“Aku hendak ke sana. Sampai nanti.” Jin Yong Tae pergi.

***

Kim Ji Hoon yang tadinya berjaga di luar mobil masuk kembali ke dalam mobil.

“Kim Ji Hoon. Cari tahu riwayat paspornya sekarang juga. Mulai dari tiga tahun lalu.”

“Paspor siapa?”

“Max Hoffman.” Ucap Ibu Kwon.

klik di sini kelanjutannya…..

Komentar dulu ah…

Yeoroeboooonnn… sebenarnya mimin kece ini *tolong jangan muntah bakalan komentar akhirnya nanti aja di review. Sekalian mau komentar plus minusnya drama ini juga.

Cuma… mimin yang kudet ini lagi nonton Go Back Couple dan baru sampai di episode 3. Yang main ternyata yang jadi Jin Yong Tae dan Jang Nara. Dan bokapnya itu yang jadi Tuan Yoon. Aaahhh mimin ketinggalan drama bagus. Nanti bakalan mimin review di sini yak. Tunggu aja.

Saya kok malah suka sama Jin Yong Tae yaa??? Hahahah… koplak-koplak dari awal gitu. Ganteng-ganteng menggemaskan.

Btw… So Ji Sub nggak banyak nongol di episode ini. masih belum kerasa mau tamat gitu ceritanya…

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *