Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 29 Part 1

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 29 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini. apa yang terjadi usai K menodongkan pistol pada Bon?

Ae Rin mendengar suara tembakkan. Namun ia juga mengingat kata-kata Bon yang berpesan. “Apapun yang terjadi, kamu harus melindunginya (tas).” Ae Rin pun langsung lari begitu sampai di gerbang.

Dan Ibu Kwon bererta para Agen Bin tiba-tiba datang.

Bon kali ini selamat karena Ibu Kwon, dan K berusaha untuk kabur. K tertembak di bagian kaki oleh para Agen BIN ketika mencoba kabur.

“Terius.” Ucap Ibu Kwon yang melihat Bon tergeletak di rumput. Bon mencoba membuka matanya.

“Kamu bisa berterima kasih nanti.” Lanjut Ibu Kwon. “Hubungi ambulance dulu.” Perintah Ibu Kwon pada Agennya.

***

Jin Yong Tae masih ada di mobil. Tuan Yoon memerintahkan, “Kamu… Turunlah di sini. aku akan menghubungimu setelah tahu situasinya.”

“Baik.”

Jin Yong Tae pun keluar dari mobil. Kemudian memberi hormat.

Jin Yong Tae menggunakan telponnya. Namun, nomor yang ia tuju tidak aktif. “Ahhh kenapa tidak menjawab? Semoga semuanya baik-baik saja.”

***

Agen Yoo sudah diomeli Direktur Shim.

Direktur Shim memberikan memo berisi alamat yang ia temukan pada Agen Yoo. “Bisa-bisanya kamu bilang bahwa Bon masih hidup.”

“Maaf.aku juga baru tahu belakangan ini. tapi dalam protokol DEATH, kematian Bon harus tetap dipalsukan. Aku hanya mengikuti protokol.”

“Seharusnya kamu tetap memberitahuku.”

“Itu keinginan Bon. Selain itu, Do Woo dan aku membantu.”

“Jadi. Apa yang kalian lakukan? Kenapa meminjam peralatan untuk membuka brankas. Kamu berencana merampok kepala sekertaris kepresidenan tanpda persetujuan kantor pusat?”

Ra Do Woo menjawab, “Sebenarnya…”

Namun Direktur Shim mendapatkan panggilan telpon. “Jika tidak mendesak. Kita bicara nanti saja. apa??? Baiklah.” Telpon pun ditutup.

“Bon tertembak dan dibawa oleh Ibu Kwon.” Ucap Direktur Shim.

***

Bon ada di IGD rumah sakit dengan penjagaan Ibu Kwon dan agen lainnya. Agen Yoo dan Direktur Shim pun datang.

“Anda lagi? Sampai kapan kamu mengusiknya?” Agen Yoo marah pada Ibu Kwon.

Direktur Shim dan beberapa agen mencoba menenangkannya.

“Apa-apaan kamu? aku mengusiknya? Dia kabur usai melakukan kejahatan. Dia yang berani menerobos rumah kepala sekertaris presiden.”

“Dia punya alasan.”

“Alasan apa?”

“Itu…. bagaimana aku tahu? Tanyakan saja kepadanya saat dia siuman.”

“Yoo Ji Yeon. Menurutmu aku akan percaya jika kamu bilang tidak terlibat?”

Direktur Shim menjawab. “Sejak tadi dia bersamaku. Kami datang bersama. Bukankah itu penjelasan yang cukup?”

“Ibu Kwon, Andalah yang harus menjelaskan soal penembakan itu.” Ucap Agen Yoo.

“Sayangnya, bukan aku yang menembak Bon. Saat tiba di sana. Dia sudah ditembak. Kami mengejar Si Penembak tapi kehilangan dia.”

*Itu K. *Dalam hati Agen Yoo.

Ibu Kwon melanjutkan. “Aku harus pergi dan menangkap orang itu.”

“Kalau begitu. bagaimana Anda tahu harus pergi ke mana?”

“Entahlah. Aku punya informan.” Ibu Kwon pun pergi.

***

“Sudah cari ke semua rumah sakit?”

“Ya. belum ada laporan soal orang dengan luka tembak.”

“Terus cari. Serta cari ke dokter hewan juga.” Ibu Kwon memerintah bawahannya.

***

Ibu Kwon nampak menghubungi seseorang menggunakan ponsel. “Sudah saatnya, kita bertemu. Informanku.”

***

“Untungnya operasi berjalan lancar. Kita bisa mengeluarkan pelurunya. Dia akan pulih usai menjalani perawatan.” Ucap Dokter pada Agen Yoo dan Direktur Shim kemudian ia pergi.

“Lihatlah… tidak usah dicemaskan.” Ucap Direktur Shim.

“Belakangan ini banyak insiden. Aku menjadi semakin cemas.”

“Hubungi aku saat Bon sudah siuman. Masalah ini lebih besar daripada dugaanku. Sebaiknya aku ke kantor pusat.” Ucap Direktur Shim.

“Baik. Aku akan menghubungi Anda.”

“Bon akan baik-baik saja. jangan cemaskan dia.” kemudian Direktur Shim pun pergi.

***

Bon terbaring dalam keadaan diborgol. Agen Yoo memandangnya dengan sedih.

“Ahhh iyaaa… Ae Rin.” Agen Yoo mengingat Ae Rin. Ia pun menghubungi Ae Rin.

“Sajangnim. Bagaimana keadaan Bon? Bon baik-baik saja? dia tadi tertembak.”

“Dia di rumah sakit. Operasinya berjalan lancar. Jangan cemas.”

“Ahhh terima kasih. Syukurlah.”

“Kamu melihat orang yang menembak Bon?”

“Dia K. Aku yakin.”

“K… Tampaknya tidak ada yang tahu kamu terlibat, jadi jangan hubungi aku sementara dan tetaplah di rumah.”

“Tidak. Ada yang harus aku berikan kepada Bon. Aku harus menemuinya untuk memastikan dia baik-baik saja.”

“Itu….” Agen Yoo tengok kanan kiri. “Baiklah. Begini saja.”

***

Ae Rin memandang amplop coklat dari Bon.

***

Tuan Yoon memeriksa brankasnya. Ia menyadari bahwa dokumennya telah hilang.

“Sial.”

Ia kemudian menelpon seseorang.

“Daftarku hilang. Daftarku…. rebut kembali sekarang juga!!!”

***

K menyumpal mulutnya dengan kain kasa. Ia sedang berusaha sendiri mengeluarkan peluru dari pahanya. *mirip kayak yang eeknya lagis susah. Ada ngeden-ngedennya. Setelah peluru bisa dilepaskan. Ia pun membalut lukanya sendiri.

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 29 Part 1

K pun mendapatkan telpon dari Tuan Yoon.

“Hanya sejauh itu kemampuanmu?”

“Maafkan aku.”

“X akan menyelamatkan daftarnya. Jadi pergilah dari negara ini dan bersembunyilah senemtara.”

“Baik Pak.”

K bergegas. Mengambil paspornya dan bersiap untuk pergi.

***

Di pinggir sungai. Jin Yong Tae bertemu dengan Pak Park. Ia memberikan sebuah tas.

“Ini.”

“Apa ini?” Tanya Tuan Park.

“Suara akan segera tahu aku mengkhianatinya. Serta kamu bekerja untukku dan membuat laporan palsu.”

“Pak Jin…”

“Ini uang yang bisa aku kumpulkan. Ambil dan pergilah ke kampung halamanmu, lalu jadilah petani yang kamu inginkan.”

“Bagaimana dengan Anda? Ikutlah denganku.”

“Aku masih ada pekerjaan. Aku akan menghubungimu saat sudah selesai.”

Pak Park sampai berlutut. “Dulu…aku memercayai mereka dan menyakiti Anda. Aku sungguh minta maaf.”

“Berdiri…. berdirilah. Andaikan tidak melakukan itu, kamu pasti sudah mati. Berganti pihak untuk mempertahankan hidup? itu adalah pilihan yang tepat. Bagus…”

“Pak Jin…” Tuan Park udah mewek-mewek gitu padahal wajahnya preman banget.

“Pak Park. Ini perintah terakhirku. Pulanglah dan hidup bahagia. Kamu sudah bekerja keras.”

Jin Yong Tae pergi sambil diteriaki…. “Kamuuu kereeenn Jin Yong Tae….” Oleh Pak Park.

Tapi dia balik lagi gitu…

“Ahhh… boleh aku pinjam 10 dolar? Untuk naik taxi.” Ewkwkwkwkwkkw ngakak so hard.

“Terima kasih.”

“Anda mengambil 50 dolar….”

Bersambung ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat