Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 28 Part 1

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 28 Part 1- Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Ae Rin nampak mengendap-endap dan membuka lemari berisi alat-alat kebersihan. Ia menggunakan kamera kecil dan menempelkannya pada salah satu alat kebersihan.

Dan tiba-tiba ada Ibu Ahn dari belakang.

“Kamu sedang apa?”

Ae Rin sangat kaget. Ibu Ahn memeriksa alat-alat kebersihan.

“Maafkan aku. Aku tertarik pada penghisap debu. Aku penasaran rumah sebesar ini memakai yang seperti apa.”

“Kenapa kamu penasaran soal penghisap debu padahal tugasmu memasak? Bekerjalah dengan benar.”

“Baik.” Dan Ibu Ahn menutup kembali lemarinya.

***

Dan tugas Ae Rin kali ini adalah membuat kimci daun bawang. Dan lagi-lagi Ibu Ahn memakan bubuk madunya.

Nonton bareng daun bawang kali ini para agennya guys… wkwkwk…

“Akhirnya ahjumma mengerjakkkan daun bawang itu seharian.” Ucap Ra Do Woo.

“Apa dia memasang kameranya dengan benar?”

Dan alat penyedot debu mulai bergerak. Ibu Ahn sendirilah yang menggunakannya.

Penyedot debu masuk ke ruang perpustakaan.

“Ahhh itu brankas Schwitz.” Ucap Ra Do Woo. “Itu perusahaan terkenal dari Jerman yang membuat brankas amat kuat.”

“Dia memiliki brankas yang amat modern di perpustakaannya.”

“Berarti ada yang harus dia sembunyikan di situ. Do Woo bisakah kamu memeriksanya?” Ucap Bon pada alat telekomunikasi.

“Pertama, aku memerlukan sidik jari Tuan Yoon. Untuk membuka kunci digital dengan tepat, aku butuh peralatan.”

“Bagaimana jika meminta bantuan Dokter Park dari Tim Teknis?”Ucap Agen Yoo.

“Dokter Park? Dia pasti mau membantu jika aku yang memintanya.”

***

Agen Do Woo bertemu Dokter Park. Ia diberi peralatan.

“Jika menempelkan ini di brankasnya, kode sandinya akan bisa diketahui.”

“Aku tahu.”

“Mengapa kamu membutuhkannya?”

“Aku membutuhkan ini untuk sesuatu. Ahh hampir lupa. Bagaimana dengan stiker itu?”

“Tidak ada di catatan peralatan masuk dan keluar. Kamu yakin stikernya dikembangkan oleh kita?”

“Aku yakin. Berarti ada yang membawanya. Tapi tolong periksa lagi. Ini akan segera aku kembalikan. Tolong rahasiakan ini.”

***

Agen Ra pergi… tiba-tiba ada Ibu Kwon muncul.

“Dokter Park… kamu dan Ra Do Woo. Membicarakan apa?”

***

Ae Rin keluar dari rumah Tuan Yoon. Ada Bon di luar yang sedang menunggunya.

“Bon Sshi…”

“Bagus Alice. Aahh… ada dua kemajuan hari ini.”

“Kamu sudah mengetahui denah lantai 2?”

“Kami bahkan menemukan sesuatu yang lebih penting.”

“Ahhh misi berhasil.”

Dan tiba-tiba ada kakao yang isinya stiker jingkrak-jingkrak dari Jin Yong Tae yang mengajak Ae Rin untuk makan malam.

Bon-lah malah yang mengirimkan stiker marah-marah sambil banting meja.

“Ahhh… dia lebih dingin dari dugaanku.” Ucap Jin Yong Tae saat membaca balasannya.

“Bon-Sshi… kamu pasti sangat menyukai emotikon ini. kamu juga pernah mengirimiku yang ini. kamu tidak ingat?”

“Ahhh…sesuai dengan seleraku.” *macam indomie aja yak guys? “Karena kamu sudah bekerja keras hari ini. aku akan mentraktirmu.”

***

Dan makan malam berdua deh. Bon yang memasak sepenuhnya sementara Ae Rin dilarang untuk membantu. Ae Rin pun memuji masakan dari Bon.

“Bon. Kamu tahu apa makanan apa yang terenak di dunia ini? masakan Ibu. Kamu mau tahu masakan enak berikutnya? Masakan buatan orang lain. pasti kamu tidak tahu.”

“Ya.”

“Itu sebabnya ini sangat enak. Tidak aku sangka daging terasa enak jika dimasak oleh orang lain.”

“Makanlah yang banyak. Ini daging pertama yang dimasak di rumah ini.”

“Terima kasih.”

***

Tuan Yoon nampak menghubungi seseorang.

“Ini aku. Bagaimana dengan Jin Yong Tae?”

“Dia tidak melakukan hal mencurigakan hari ini. bahkan, tidak keluar hari ini. jika dia melakukan hal mencurigakan, aku akan langsung mengabari Anda.” Ucap Pak Park.

Usai telpon ditutup. Jin Yong Tae bicara.

“Pak Park. Jangan seperti ini.”

***

Sementara itu Tuan Yoon memasukkan sesuatu ke dalam brankas. Brankas itu berisi uang yang banyak dan dukumen.

***

“ini kesempatan terkahir kita menyelesaikan operasi King’s Bag.” Ucap Agen Yoo memimpin rapat.

“Ini satu-satunya kesempatan kita, jadi harus berhasil.” Ucap Bon.

Ra Do Woo bicara, “Aku punya perlatan canggih untuk membuka brankas.”

“Aku akan membuka brankasnya. Setelah Yoon Chun Sang pergi, tidak akan ada yang mengenaliku.” Ucap Bon.

“Yoon Chun Sang dan aku akan terbang ke Swiss pukul 19.00 hari ini. itu bisa dilakukan.”

“Kira-kira apa isinya?” Agen Yoo masih penasaran.

“Catatan penyuapan dan nama  asli yang terlibat.” Ucap Jin Yong Tae. “ Di daftar yang dikumpulkan, di daftar yang Go Ae Rin lihat, ada tanggal, jumlah, dan alias orang-orang yang terlibat.”

“Peter, Dorothy, Stark, John, Etan.” Ucap Ae Rin.

“Kamu memang pintar. Itu hanya nama alias mereka. Di brankas itu ada dokumen yang menghubungkan alias itu kepada orang-orangnya. Yang aku tahu Ethan adalah Moon Sung Soo.”

“Kita harus mendapatkan dokumen itu. daftar penyuap dan dari orang kaya yang berkuasa.” Ucap Agen Yoo.

“Serta diska lepasku.” Sambung Yong Tae.

“Seharusnya itu cukup untuk medapatkan surat penangkapan kepala sekertaris presiden.”

“Kini. Mari kita buat rencana. Pertama, Ae Rin akan ke tempat kabel  dan memutuskan koneksi LAN.”

“Ahn Da Jung akan menyadari Wi Fi mati dan meminta teknisi untuk datang.” Ucap Ae Rin.

“Bon akan datang dengan peralatan yang dibutuhkan.”

“Mari lakukan pukul 17,30 saat telpon masuk akan dijadwalkan untuk ditandatangani esok harinya.” Sambung Ra Do Woo.

“Kita akan bilang Bon di area sana dan hampir dalam perjalanan pulang.” Sambung Agen Yoo lagi… huhhh… cape akutu.

“Tapi ada masalah. Bu Ahn tidak boleh diremehkan. Dari yang aku lihat selama ini, dia hanya menerima orang yang dia kenal.”

“Si Ahn Da Jung itu. apa dia tidak punya kelemahan?” Tanya Jin Yong Tae.

Ae Rin mikir. “ ahhh…. dari analsis SWOT Eun Ha, dia lemah terhadap lelaki tampan kayak mimin yang lemah terhadap So Ji Sub. Tapi itu hanya rumor.”

“Kita lakukan dan lihat saja bagaimana keadaannya. Manfaatkan penampilanmu.”

“Ini mulai merepotkan….. berarti aku harus ke sana…” wkwkwkwkkw Jin Yong Tae kepedean baget. “Oke… aku harus bagaimana?”

“Aku bilang aku yang akan ke sana.” Ucap Bon. “Terlalu bahaya untuk orang lain. aku akan masuk.”

“Kamu akan gagal.”

“Tingkat keberhasilan 51 persen.”

***

“anda meminta bantuan?” Tanya Bon pada Ibu Ahn.

“Tunggu. Bu Cho Rong? Aku tidak pernah melihatmu.” Yaaaakkkkk kenapa namanya corong???? “Aku meminta perusahaan mengirimkan orang yang biasanya datang.”

“Sebenarnya…jam kerjaku sudah selesai. Bukankah perusahaan bilang akan mengirimkan orang besok?”

“Benar.”

“Aku baru menyelesaikan pekerjaan di dekat sini dan mampir dalam perjalanan pulang. atau Wi Fi anda bisa diperbaiki besok. Anda hanya akan kesusahan satu hari. Kurasa sebaiknya aku pulang.”

Bon mulai melepas topinya. Adegan diperlambat. Kacamata dilepas…. musik menggoda dan tentunya tatapan menggoda.

Ibu Ahn sampe lemes dan mau jatuh.

“Anda tidak apa-apa? Kalau begitu sampai jumpa.”

Bon mau pergi. Tapi nggak boleh… hahaha.

“Jangan pergi.”

“Anda membutuhkan pelayananku?”

“Ya,”

Berlanjut ke bagian 2 yaa… klik di sini.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat