Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 27 Part 2

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 27 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa baca di tulisan yang ini...

Agen Yoo merasa kalau sedang diomongin. “Awww… kenapa telingaku terasa gatal sekali?”

“Seseorang pasti menjelek-jelekkanmu.” Jawab Ra Do Woo.

“Yakkk… semua kenalanku pasti memujiku. Aku tidak bisa dikritik.”

“Cuaca cukup bagus. Mau melihat daun gugur?”

Dan Agen Ra menggendeng Agen Yoo. “Ayo pergi.”

Mereka pun jalan-jalan.

“Kamu tahu? Konon mesin semi mengusik wanita dan musim gugur mengusik pria?” Tanya Ra Do Woo.

“tidak. Kamu juga seorang pria?”

“Apa? Kamu baru menyadarinya?”

“Aku selalu berpikir bahwa kamu hanya bocah. Sekarang, jika diperhatikan, aku rasa kamu sudah dewasa.”

“Konon. Kamu jatuh cinta jika menangkap daun merah yang gugur. Kamu ingin mencobanya?”

“Kamu saja dulu. aku terlalu tua untuk hal kekanak-kanakan itu. selama 20 tahun, aku mewarnai kuku jariku dengan pacar air, aku biarkan sampai salju turun agar bisa menikahi cinta pertamaku. Itu semua bohong.”

Dan Ra Do Woo mengambil daun merah dari rambut Agen Yoo.

Abis itu… Ra Do Woo makein kalung ke leher Agen Yoo.

“Kamu tahu berapa gajiku? Cicilannya lebih dari enam bulan.”

“Kamu gila?”

“Berterima kasihlah jika kamu bersyukur. Kenapa bertanya apa aku gila? Kamu kadang salah memilih kata-kata.”

“Terima kasih.”

“Kamu ingat pernah menyerankan agar kita pergi ke Islandia setelah operasi King’s Bag?”

“Aku mengatakan itu?”

“Di taksi saat kamu mabuk. Bawa aku bersamamu. Aku menghabiskan semua yang aku miliki untuk kalung itu. belikan tiket juga.”

***

Kembali ke acara makan-makan.

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 27 Part 2

“Kapann Joon-Joon akan kembali dari Pulau Jeju?”

“Ae Rin sudah menemukan pekerjaan. Mereka harus kembali.”

“Aku mau membawa mereka kembali, tapi Bon menemukan pekerjaan baru dan tidak bisa merawat mereka lagi. Kurasa kami harus tetap berpisah beberapa waktu lagi.”

“Kamu menemukan pekerjaan baru tanpa memberitahuku? Kamu mengecewakan panutanmu.” Ucap Sang Ryeol pada Bon.

“Di mana tempat kerja barumu?” Tanya ahjumma Bong.

“Aku bekerja di perusahaan asuransi. Di bagian penjualan.”

Dan dengan baiknya. Trio Kis menawarkan bantuan pada Bon untuk menawarkan asuransi. Tidak hanya itu, Trio Kis mau saja merawat Joon-Joon sambil menunggu Ae Rin menemukan pengasuh baru.

***

“Terima kasih saran dan tip cara menenangkan Ibu Ahn. Aku mendapatkan pekerjaan baru karena Unnie.”

“ahh yaa.. jika kamu mendengar kabar baru,pastikan kamu memberitahuku secara langsung. Tentang diska lepas itu, kamu sudah menanyai orang-orang?”

“Ya. itu milik suamiku.”

“Joon Soo appa? Kenapa dia punya video seperti itu?”

“Aku bertanya kepada perusahannya. Mereka sedang mengerjakkan sebuah buku dan preman itu mengancam mereka agar tidak menerbitkannya.”

“Preman?”

“Dia mengirim video ancaman kepada penerbit.”

“Tunggu… bagaimana dengan pria yang dicekik itu?”

“Editor kepala penerbit. Dia juga diancam. Tapi dia baik-baik saja.”

“Aigoooo…. itu melegakan. Aku benar-benar berpikir dia sungguh akan mati. Bedebah itu, beraninya dia melakukan hal seperti itu? aku seharusnya… tunggu…. bahkan setelah suamimu meninggal, dia menculik Joon-Joon?”

“Mereka tidak mengetahui hal yang menimpa Jeong Il. Setalh itu, mereka memutuskan untuk tidak menerbitkan buku. Mereka tidak mengancam lagi.”

Eun Ha berhasil dikibuli Ae Rin.

***

Dan saatnya rapat di King’s Bag.

“Kami akan pergi ke Swiss pekan depan untuk mengambil brankas rahasia Bon.” Ucap Jin Yong Tae.

“Apa yang ada di dalam brankas itu?” Tanya Agen Yoo.

“Itu rahasia.”

“Intinya, waktu kita tidak banyak. Hari Tuan Yoo menginggalkan negara ini adalah hari H kita. Kita harus mendapatkan fail penting dan bukti dari rumahnya.” Ucap Agen Yoo.

“Tapi benarkah kamu belum tahu bagian dalam rumahnya?” Tanya Jin Yong Tae.

“Belum.”

“Itu sebabnya kita mempekerjakan Go Ae Rin. Go Ae Rin, kamu sudah siap?”

“Tentu saja.”

Dan Ae Rin dibekali oleh Ra Do Woo berupa kontak lensa yang ada kameranya.

“Itu kontak lensa pinta. Begitu kamu memakainya,  kami bisa melihat apa yang kamu lihat. Kamu berbagi pandanganmu.”

“Bukankah ini sama dengan kacamata yang kamu berikan kepadaku?”

“Ya.”

“Harusnya kamu berikan aku lensanya. Kacamata itu menutupi wajah tampanku.”

“Diamlah” Ucap Bon. Wkwkw.

“Aku akan memakainya hanya untuk keadaan darurat.” Ucap Ae Rin. “Ibu Ahn bermata tajam. Aku bahkan harus mengikat rambutku untuk menunjukkan telingaku.”

“Apakah dia benar-benar agen?” Tanya Agen Yoo.

Ra Do Woo kembali memberikan instruksi. “Taruh stiker ini dalam kamar Tuan Yoon di tempat tersembunyi. Mereka akan segera menyadarinya karena menggunakannya juga.”

“Pergilah jika ada yang mencurigakan. Kamu mengerti?” Ucap Bon yang masih khawatir.

“Brother tidak mengerti, di antara kalian.. Ae Rin yang terbaik di lini pekerjaan ini.”

“Ahh Jin Yong Tae tahu.” Ucap Ae Rin yang kemudian dikedipin sama Jin Yong Tae.

“ada apa dengan matamu?” tanya Bon.

“Tidak… aku baik-baik saja.”

“Aku akan meniupnya.” Ucap Bon.

Beneran ditiup cuy…

***

Ae Rin jalan bareng Bon.

“Nama kodemu Terius?”

“Ya, terjadi begitu saja.”

“Haruskah aku buat nama kode juga? Apa yang harus aku pilih? Bagaimana jika kamu menamaiku?”

“Bagaimana dengan Alice?”

“Dari Alice in wonderland? Kenapa?”

“Karena kamu masuk ke negeri ajaib yang nyata.”

***

Alice sudah masuk ke kediaman Tuan Yoon. Alice pun mengendap-endap. Ia pun memakai lensa kontak yang diberikan Ra Do Woo.

Ae Rin pun menemui Ibu Ahn. Ae Rin pun memakai seragamnya.

“Kamu hanya akan bekerja di dapur. Dengan kata lain, daerah aktivitasmu adalah dapur. Jika meninggalkan dapur, kamu akan segera dipecat. Ingat itu. ajukan pertanyaan pada Sunbaemu.

Ae Rin pun memberikan salam pada para Sunbaenya. Dan Ibu Ahn memakan semacam bubuk sagon…..

Iya. Kayak sagon tapi katanya sih bubuk madu.

“Ibu Ahn percaya pada bubuk madu. Kalau saya sih percaya sama Tuhan aja. Jangan pernah menyentuhnya, atau kamu akan terkena masalah.”

Ae Rin mengingat ucapan Sang Ryeol dulu.

***

Pekerjaan Ae Rin adalah mengupas bawang. Dan para Agen tentu saja lagi nonton bawang putih yang sedang dikupas… sampe ngantuk.

***

“Aku mengupas bawang putih sepanjang hari. Ibu Ahn terlalu teliti. Aku juru masak baru, tidak bisa meninggalkan dapur.”

“Bisakah kamu pergi diam-diam?” Tanya Ra Do Woo.

“Aku akan dipecat begitu ketahuan.”

“Kamu menemukan hal lain?” Tanya Agen Yoo.

“Aku mendapatkan beberapa informasi dari para sunbae. Pertama-tama, hanya Tuan Yoon yang boleh ke lantai 2.”

“Artinya ada hal yang penting di lantai 2.” Ucap Ra Do Woo.

Ae Rin melanjutkan. “Semua pintu dikunci. Pintu itu hanya terbuka saat Ibu Ahn membersihkannya.”

“Artinya, Ahn Da Jung yang membersihkan lantai 2.”

Bon berkomentar, “Ada alasan menjadi kepala pelayan untuk waktu yang lama. Dia teliti dan dapat dipercaya.”

“kita harus bagaimana?” semua bingung…

Dan Ae Rin mangap seolah mendapatkan ide.

Bersambung. klik di sini kelanjutannya.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat