Advertisements

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 25 Part 1

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 25 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

Ahjumma Ketua datang lebih dahulu, kemudian Pembersih dengan cepat memukul ahjumma hingga pingsan dan mengambil USB di dalam tas ahjumma. Setelah mendapatkan apa yang ia dapatkan, Pembersih pun pergi.

Ae Rin datang kemudian. Ia menemukan Eun Ha sudah tidak sadarkan diri. Ae Rin pun menelpon meminta bantuan.

***

Bon sudah bersiap dengan mengisi senjatanya. Ternyata yang datang ke markasnya adalah Jin Yong Tae. Bon pun mendongkan pistolnya.

“Lepaskan aku.”

“Jin Yong Tae.”

“Brother? Brother… stop. Jangan menembak.”

“Di mana laptop dan berkas-berkasku?”

***

Ahjumma ketua mendapatkan perawatan di rumah sakit.

“Seharusnya kamu berbaring. Sudah tidak apa-apa?” Tanya Ae Rin.

“Dari hasil rotgen dan pindai CT, Dokter bilang aku tidak apa-apa. Tidak separah itu. ahhh bedebah gila!!!”

“Kamu melihat wajahnya?”

“Tidak. Tapi aku akan memeriksa semua rekaman CCTV di area itu. akan aku temukan bagaimana pun caranya. Beraninya dia membuat jantung King Castle gelisah. Saat aku temukan, akan aku remukkan dia.”

“Aku akan melaporkannya ke polisi. Mereka akan segera datang.”

“Baiklah. Omong-omong di mana tasku?”

“Sudah aku masukkan semua barang yang dibereskan.” Ahjumma mengeluarkannya kembali.

“Dompetku hilang. Dia memang perampok.” Kemudian ahjumma merasa kehilangan sesuatu.

“Kenapa?” Tanya Ae Rin.

“USB nya tidak ada. ke mana?”

“Apa ketinggalan di sana? Aku akan kembali mencarinya. Unnie, pria yang ada di dalam video… bisakah kamu mengingat wajahnya? Maksudku bukan penculik Joon Soo dan Joon Hee.”

“Lumayan ingat.”

Kemudian Ae Rin mengeluarkan foto mendiang Tuan Moon. “Apakah ini orangnya?”

“Ya. aku rasa benar. Ae Rin…bagaimana kamu tahu? Bagaimana kamu tahu dia korbannya?”

“Unnie… dengarkan aku baik-baik ya. soal diska lepas dan video itu, jangan beri tahu siapa pun. Berjanjilah.”

“Hentikan… kamu membuatku takut.”

“Aku akan menjelaskan lebih lanjut setelah aku tahu lebih banyak. Jangan beri tahu siapapun soal ini. bahkan pada Sun Min dan Sang Ryeol.”

“Baiklah.”

Dan dua orang yang dimaksud pun nongol aja dari pintu sambil teriak-teriak…

“Unnieee…. separah apa?”

“Siapa yang menyerang Galaksi Shim? Teroris bedebah.” Ucap Sang Ryeol.

“Tenanglah… diam…. Astaga diam….!!!” Ahjumma ketua jadi teriak sekarang. wkwkkw.

***

Ae Rin kembali lagi ke lokasi dan mencari lagi diska lepasnya. “Bukan dompetnya. Dia mengincar diska lepasnya.”

Ae Rin pun menelpon Agen Yoo.

“Sajangnim.”

“Ae Rin ada apa?”

“Bisa kita bertemu sekarang?”

“Bukankah kamu di Pulau Jeju?”

“Tidak. Aku di King Castle.”

“Baiklah. Datanglah ke King’s Bag.

***

Bon masih mendongkan pistolnya pada Jin Yong Tae.

“Akan aku ceritakan semuanya. Tolong turunkan pistolnya.”

Bon pun menurunkan pistolnya. “Apa yang terjadi?”

“Kamu benar-benar akan menembakku. Omong-omong apakah kamu manusia? Kamu nyata?”

Dan akhirnya mereka pun mengobrol.

“Apa yang terjadi padamu Brother? Aku dengar kamu tewas dalam ledakkan mobil saat dipindahkan.”

“Kamu langsung pindah haluan setelah aku mati demi menyelamatkan diri?”

“Ya. ucapanmu tidak salah. Brother sudah lupa?”

Flasback dulu yaakkk…

“Kenapa kamu tidak membiarkan Suara mengambil tasnya?” Tanya Bon.

“Apa? Kamu mau aku menyerahan penyelamat hidupku?”

“Aku menyuruhmu merelakan hal kecil untuk mendapatkan yang lebih besar. Katakan kamu ingin bertemu langsung dengan Suara saat memberikan tasnya.”

“Ahhh… kamu ingin aku menjadi umpan untuk mengetahui identitas Suara? Begitukah?”

“Ya.”

“Brother kamu sudah gila. Sungguh gila. Pikirkan baik-baik. Pikirmu aku mau melakukan itu?”

“Jika takut. Berikan tasnya kepadaku. Akan aku lakukan sendiri.”

Jin Yong Tae pun berada di tempat umum dengan membawa sebuah tas.

Kemudian Pembersih mendatanginya.

“Banyak mata yang mengitai. Sebaiknya kamu tidak bertindak macam-macam kepadaku. Aku ingin bertemu langsung dengan Suara.” Jin Yong Tae kemudian memberikan tas yang ia bawa. “Ini materi yang dikumpulkan oleh Kim Bon termasuk laptopnya.”

“Dasar Pengkhianat.”

“Selain itu, akan aku berikan tas dari J Internasional yang kamu cari jika dia mau bertemu denganku.”

“Tunggu telpon dariku.” Pembersih pun pergi.

Kilas balik berakhir.

***

Kembali ke percakapan Bon dan Jin Yong Tae.

“Jin Yong Tae, kini kamu sangat pemberani.”

“Kamu meremehkanku?”

Bon menepuk bahu Jin Yong Tae. “Bagus.”

“Aku senang kamu masih hidup. aku hendak memberitahu pemilik King’s Bag usai mengetahui identitas Suara.”

***

Ae Rin bertemu dengan Agen Yoo.

“Moon Sung Soo dari Keamanan Nasional dan suamiku  tewas di hari yang sama. keduanya karena serangan jantung. Pak Moon tinggal di Meta Palace dan suamiku pergi ke sana hari itu karena urusan pekerjaan.”

“Kebetulan sekali.”

“Pembunuh Moon Sung Soo adalah orang yang menculik Joon Soo dan Joon Hee. Aku sudah tahu.” Ae Rin pun berkaca-kaca. “Dia membunuh suamiku. benar?”

“Ae Rin…”

“Video saat dia membunuh Moon Sung Soo ada di diska lepas milik Jin Yong Tae.”

***

Pembersih membuka video aksi pembunuhannya di laptop.

***

Ke percakapan Bon dan Jin Yong Tae lagi.

“Akan aku tangani operasi ini demi mendekati Suara mulai sekarang.”

“Heiii heiiii… aku juga bisa sendiri. aku tahu siapa dia, tapi ada seseorang di Rumah Biru yang mungkin anggota CornerStone.”

“Terlalu berbahaya jika kamu pergi sendiri. aku akan menjadi bayanganmu dan membantumu. Seperti Jung In Soo… aku juga hampir mati.”

***

Ae Rin menangis. “Kenapa kamu tidak memberitahuku? Kamu nenutupi kematian suamiku. kenapa kamu tidak memberitahunya kepada semua orang? Aku akan melaporkannya ke kantor polisi. Aku akan meminta mereka menyelidiki dan menemukan bedebah itu.”

***

Ada Ahjumma Bong di ruang CCTV. “Kamera CCTV di dekat Gedung 102. Sekitar dua jam lalu.”

“King Castle terkenal dengan keamanannya. Tapi pencuri maksudmu? Ini tidak bisa diterima.” Ucap Sang Ryeol.

“Tolong tangkap mereka.”

“Kita lihat dahulu.”

Dan di komputer… foldernya menghilang.

“Kamu ingat hari itu? saat  kita berkumpul di sini tidak lama setelah Jeong Il tewas?” Ucap Sang Ryeol.

“Benar. Persis sama seperti hari ini.”

“Aku merinding. Apa ada hantu di kantor ini atau semacamnya?”

“Jangan begitu kamu membuatku takut.”

“Sebaiknya kita menghubungi Bon untuk melakukan pengusiran setan.” Wkwkwkwkw

Kemudian polisi berkata, “Kasusnya sudah terdaftar. Aku akan berkeliling untuk menyelidikinya. Tapi bukti penting telah hilang.”

***

Agen Yoo menjelaskan pada Ae Rin. “Dia bukan orang yang bisa kamu temukan. Dia pembunuh yang berhubungan dengan CornerStone dan Jaringan Industri militer. Kekuasaan tidak kasat mata melindunginya. Kita tidak bisa menangkapnya dengan cara biasa. Itu sebabnya Bon dan King’s Bag ditugaskan. Bon mendekatimu karena, seperti dugaanmu, suamimu adalah saksi di tempat pembunuhan.”

“Sudah kuduga. Itu alasannya.”

“Apapun alasan awalnya, Bon sungguh ingin melindungimu dan anak-anakmu sampai saat terakhir.”

“Kenapa?”

“Karena kamu berharga baginya. Itu sebabnya, dia tidak ingin kamu terluka dan merasa sakit.”

***

Ae Rin di rumahnya seorang diri. Ia menangisi figura foto mendiang suaminya.

berlanjut ke bagian 2 klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *