Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 22 Part 1

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 22 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari di tulisan yang ini.

Terius sedang latihan push up di depan Yong Tae. Kemudian Terius menyudahi aktivitasnya.

“Brother…kenapa kamu jago sekali berkelahi?”

“Kita bukan anak-anak. Untuk apa bertanya? Sudah dari sananya.”

“Ahhh tukang pamer.” Dan karena takut, Yong Tae pun pura-pura sakit. “Ahhh aku belum sembuh? Sakit sekali.” Yong Tae malah berbaring dan Terius melanjutkan Push Up-nya.

***

Dan percakapan Agen Yoo dan Direktur Shim nggak kelar juga, rumpi banget.

“Tas Moo Sung Soo yang dibawa Jin Yong Tae ada padamu?”

“Masalahnya dia baru akan menyerahkannya saat semuanya sudah beres sesuai dengan kemauannya.”

***

“Jin Yong Tae. Kamu tidak mau bilang di mana tasnya?”

“Harus berapa kali aku katakan. Akan kuserahkan tas itu saat yakin aku sungguh aman. Bukankah kini seharusnya kamu paham?”

“Aku tahu kamu bisa berubah haluan, semudah membalikkan telapak tangan.”

Jin Yong Tae mengingat saat ia menaruh tas di dalam bagasi mobil.

Bong melanjutkan, “Kamu yajin dirimu tidak dilacak?”

“Kubilang tidak.” (Jin Yong Tae ingat saat dirinya dikejar di tempa pemandian. Jin Yong Tae juga ingat dia punya jam malah yang bisa saja diberi pelacak). “Aku meninggalkan arlojinya di sauna. Hanya kita berdua di sini. kamu juga tidak akan melaporkanku.”

Terius malah mengambil ponselnya. Jin Yong Tae pun panik. “Kamu memakai ponselmu sekarang? brother… kita bisa bicara soal tasnya.”

Dan Bon mengatakan pada yang menghubunginya “salah sambung.” Wkwkwkwk…

***

“Apakah Bon baik-baik saja?” Ae Rin pun mulai cemas. Ia pun menelpon Bon.

“Ini aku. Kamu makan dengan teratur?”

“Tentu saja.”

“Bagaimana luka kalian?”

“Aku baik-baik saja.”

“Haruskah aku percaya ucapanmu itu?”

“Bagaimana kabar Joon Soo dan Joon Hee?”

“Mereka baik.”

“Kamu?”

“Aku juga baik.”

Dan Jin Yong Tae malah main kecrekan…. “Kenapa benda ini ada di sini?” wkwkwkw

“Kita bicara nanti.” Bon menutup telponnya.

“Jangan digoyangkan. Berisik. Kamu mau apa lagi?”

“Aku lapar. Beri aku makanan.” Dan Bon hanya melemparkan roti pada Jin Yong Tae. “Roti tawar lagi? Bersikaplah yang manusiawi dan beri aku makanan lain. atau setidaknya berikan selai.”

Bon pun mengambil rotinya. Namun… “Brother, akan aku makan ini. akan aku coba menikmatinya. Akan aku makan ini.”dan Jin Yong Tae memakan rotinya.

***

Mulai ada “suara” dan pria muda bicara….

“Kenapa penyerangannya gagal?”

“Kurasa Kim Bon turut terlibat.”

“Terius?”

“Ya. apa pun yang terjadi, tujuan kita terpenuhi. Santai saja. kami menjadikan penyerangan itu tampak seperti misi pribadi Clara dan Lee Chul Seung. Lalu memutus hubungan dengan mereka.”

“Bagus. Kita harus segera menyingkirkan terius.”

***

“Ini riwayat panggilan Agen Yoo.” Berkas diserahkan pada Ibu Kwon. “Dia sering menelpon satu nomor. Nomornya Wang Jeong Nam. Ada yang aneh, alamat Wang Jeong Nam adalah apartemen King Castle unit 803.”

“Unit itu di sebelah rumah Go Ae Rin. Segera berangkat ke King Castle.”

Lagi-lagi, Terius diburu. Saat para Agen sampai. Ruangan Bon penuh dengan mainan anak-anak.

Ibu Kwon mengingat bahwa Go Ae Rin memiliki pengasuh yang sangat tampan. Ibu Kwon mulai sadar bahwa selama ini dia ditipu oleh Go Ae Rin.

“Beraninya dia? beraninya dia membohongiku?”

***

Ae Rin baru kelar dari lift. Ia melihat pintu rumah Bon yang terbuka. Ae Rin masuk dan di dalamnya ada Ibu Kwon bersama dengan para agen.

“Kenapa Anda kemari?” Tanya Ae Rin.

“Go Ae Rin Sshi…aku terlalu meremehkanmu. Kamu jauh lebih bernyali daripada dugaanku. Kamu menyembunyikan Kim Bon di rumahmu. Bukankah kamu bilang tidak mengenal dia? tangkap dia sekarang.”

Go Ae Rin ditangkap Agen BIN dan dibawa ke ruang interogasi.

***

Dari ruang pengendali, Ibu Kwon berkata, “Akhirnya kita bisa menangkap Terius. Jadikan dia umpan. Hubungi Yoo Ji Yeon.

Ibu Kwon menelpon Agen Yoo. “King’s Bag Timjang. Agen Yoo Ji Yeon.”

“Ada apa kepada Kwon? Apaaa?”

***

Pak Shim terburu-buru menemui Ibu Kwon.

“Beraninya kamu masuk tanpa mengetuk pintu?”

“Kwon Yong Shil. Bisa-bisanya kamu menangkap orang yang tidak bersalah?”

“Siapa bilang dia tidak bersalah? Dia bersalah karena melindungi Kim Bon, buron paling dicari.”

“Kamu punya bukti?”

“Aku buktinya. Dia menatap mataku langsung dan berbohong kepadaku. Go Ae Rin, dia bekerja di King’s Bag, tempat Yoo Ji Yeon berada. Kamu tahu soal itu bukan? Jika mereka berkaitan, alasan iu sudah cukup untuk menangkapnya.”

“Bebaskan dia sekarang.”

“Hanya jika dia memberitahuku soal keberadaan Buron Kim Bon. Baru aku bebaskan dia.”

***

“Ini pasti sulit, kepala Kwon yang memimpinnya.” Ucap Agen Yoo pada Ra Do Woo. “Ae Rin melindungi Bon dengan bilang tidak mengenalnya. Yang itu memang benar. Dia bersalah karena telah menyembunyikan buron.”

“Jadi, tidak ada yang bisa kita lakukan? Kita harus menghubungi Sunbae Bon bukan?”

“Sudah waktunya Joon Soo dan Joon Hee pulang sekolah. Hubungi Sang Ryeol dan minta dia menjaga anak-anak. Bon dan Ae Rin tidak bisa ke sana.”

“Baik… benar juga. Apa pun yang terjadi harus ada yang mengurus anak-anaknya.”

Dan akhirnya Bon dikabar oleh Agen Yoo tentang Ae Rin.

“Apa yang terjadi? Terjadi sesuatu dengan Go Ae Rin?” Tanya Yong Tae yang kepo.

“Anggota BIN Kwon Yong Shil, menangkap Ae Rin.”

“Apa?”

“Karena dia menyembunyikanku.”

“Mungkin  bukan itu alasan sebenarnya.”

“Dia menjadikan Ae Rin umpan untuk menangkapku.”

“Jika wanita yang kamu bicarakan adalah CornerStone, dia bisa melakukan apapun kepada Ae Rin demi menangkapmu. Aku sangat mengenal mereka.”

Bon pun pergi.

***

Bon menghubungi Agen Yoo, “Ini aku. Kurasa aku harus memakai protokol DEATH.”

“Haruskah sampai sejauh itu?”

“Aku tidak boleh membayakan Ae Rin dan anak-anaknya. Ini pilihan terbaik.”

“Jika itu maumu, aku mengerti.”

Berlanjut ke bagian 2…. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat