Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 19 Part 1

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 19 Part 1 – Episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini.

2 tahun yang lalu di Tiongkok. Cerita mengenai Jung In Soo.

Seorang lelaki berjalan di malam hari. Sebuah mobil van berhenti tepat di sampingnya dan beberapa orang menyergapnya.

“Kalian siapa? lepaskan aku.” Namun sayangnya, Jung In Soo malah ditutupi wajahnya dan dimasukkan ke dalam mobil.

***

Jung In Soo disekap dalam keadaan kelapa di tutup dan ada bapak-bapak bicara padanya dengan memainkan biji kenari.

“Penipu terkenal, Jung In Soo. Ahhh itu gelar yang bagus bukan?Korea berusaha keras untuk menangkapmu. Apa yang kamu rasakan?”

“Siapa? siapa kamu?”

Lelaki penyakap itu pun menjejerkan kartu karu tarotnya. “Kamu hanya punya dua pilihan. Kamu mau mati? Atau mau hidup?kamu mau mati atau hidup?”

“Bagaimana jika aku ingin hidup?”

“Kalau begitu Jung In Soo harus mati.”

***

Jung In Soo dibawa, ia dioperasi plastik. Jadilah, Jin Yong Tae.

Jin Yong Tae pun bercermin, “Apa yang kamu lakukan kepadaku?”

Dokter tidak menjawab dan hanya memberikannya ponsel dan sebuah berkas. Tak lama, Jin Yong Tae pun mendengerkan berita kematian Jung In Soo kerena kebakaran lewat televisi.

Jin Yong Tae pun mendapakan panggilan telpon.

“Halo…”

“Bagaimana? Kamu menyukai wajah barumu? Ada satu lagi hadiah di dalam filenya. Kamu akan sangat menyukainya. Ini kehidupan yang tidak akan bisa kamu alami jika tetap menjadi Jung In Soo.”

Filenya adalah data pribadi tentang Jin Yong Tae yang bekerja sebagai pengimpor tas.

“Apa yang harus aku lakukan mulai sekarang?” Tanya Jin Yong Tae.

“Jalankan saja tugas yang diperintahkan. Tapi kamu harus mengingat sesuatu, secara hukum, kamu sudah mati.”

Kilas balik berakhir….

***

Pembersih menelpon Bosnya. “Selesai, dengan banyaknya darah yang menghilang, dia akan mati.”

“Ahhh baiklah. Aku mengerti.”

Sang Bos mematikan ponselnya dan menelpon orang lainnya.

“Kamu menghubungi V? Baiklah. Proyek Cors. Lanjutkan seperti yang dilaksanakan.” Telpon dimatikan dan sang bos memainkan biji kenarinya.

***

Lokasi di rumah sakit kebinanan dan bersalin.

Oppa dari Agen Yoo habis mengoperasi Jin Yong Tae yang ditunggui oleh Bon. “Bagaimana keadaanya?” Tanya Bon.

“Aku menjahitnya. Dia kehilangan banyak darah dan mendapatkan transfusi. Dia sudah mati jika kamu terlambat.”

“Terima kasih.”

“Itu siapa? beberapa hari yang lalu, aku harus merawatmu. Sekarang operasi darurat? Bukannya kamu sering menyalahgunakan aku?”

“Maaf. Aku akan segera pergi.”

“Tetaplah di sini sampai dia pulih. Kamar di ujung kosong.”

“Baik… selain itu,…” Bon terbata-bata.

“Jangan beri tahu siapapun? Mengapa kalimatmu selalu sama?” Oppa marah-marah.

“Jangan beritahu Ji Yeon. Ji Yeon bisa dalam bahaya.”

“Jika kamu begitu peduli terhadapnya.akankah kamu memedulikan perasaannya kepadamu juga? Aku akan merawatmu, kamu bersimbah darah.kamu akan menarik lebih banyak perhatian jika begitu.”

***

Di rumahnya, Ae Rin sangat resah. “Mereka berdua baik-baik saja bukan?”

****

Di rumah sakit, Jin Yong Tae berbaring dengan menggunakan daster. Ia pun sudah tersadar dan masih kesakitan. Mendengar Jin Yong Tae yang kesakitan, Bon pun langsung terbangun dari kursi panjang.

“Kamu sudah bangun?”

“Aku selamat.”

“Aku menyelamatkanmu karena membutuhkanmu, itu saja.”

“Terima kasih. Hei… pakaian ini…. kamu punya yang lainnya?”

“Kamu berada di klinik kebidanan dan kandungan. Anggap saja ini bedah caesar dan tinggalah beberapa hari.”

“Oke. Aku hidup dan itulah yang penting. Haiii brother.”

“Apa?”

“Berikan aku air. Aku haus. Cepat…”

“Tidak ada air di kulkas.”

Bon mengambil air di tempat lain. karena gantengnya keterlaluan, ada ahjumma yang menyapanya.

“Apa bayimu lahir hari ini juga?”

“Apa?”

“Berapa lama persalinannya?”

“Tujuh jam.”

“Ahh itu kelahiran yang mudah. Menantu perempuanku melahirkan selama sehari penuh lalu harus menjalani bedah caesar.”

“Ahhh begitu rupanya.”

“Bayimu perempuan atau lelaki?”

“Bayi laki-laki.”

“Ahhh jika mirip denganmu dia akan menjadi anak yang tampan.”

***

Bon membantu Jin Yong Tae untuk minum. Karena emang rese…. Jin Yong Tae mulai nyuruh-nyuruh lagi. “Tisu. Tolong…. terima kasih, kamu cukup perhatian.”

“Tidak juga. Kenapa kamu menghubungiku?”

“Firasatku yang tajam memberitahuku kamu satu-satunya orang yang bisa aku percayai sekarang. kamu juga dalam pelarian.”

“Kamu ingin kita lari bersama?”

“Tidak. Aku ingin kamu melindungiku.”

“Akan aku pikirkan jika kamu memberiku apa yang kumau.”

“Apa maumu?”

“Orang di belakangmu. Bukti yang kamu miliki.”

“Kamu akan memilikinya jika berjanji membawaku ke tempat yang aman. Aku butuh identitas baru.”

Pintu diketuk. Oppa Dokter pun masuk. Ia langsung memakai sarung tangan karetnya.

“Lakukan sekaligus agar itu tidak menyakitkan.”

“Sekaligus…”

Dan Jin Yong Tae sangat ketakutan.  Mulutnya pun disumpal. Hahahah… ini dokternya lebay. Pasiennya juga lebay. Saat keluar ruangan, Bon merasa ada seseorang yang mencurigakan, setelah dicari, orang itu pun tidak diketemukan.

***

Seorang ahjumma dengan perawakan gendut dan berkaca mata berjalan. Ia melihat ada orang-orang dengan seragam yang berjaga. Ahjumma langsung melaporkan melalui obrolan chat.

“Ada orang aneh berkeliaran di gedung 102 selama beberapa hari. Apa aku satu-satunya yang melihat mereka?”

Sang Ryeol pun membaca pesannya. Begitu juga dengan ketua yang membaca pesan sama mengenai kecurigaan yang sama akan kehadiran orang-orang BIN.

Anggota KIS berkumpul dengan ahjumma ketua.

“Permisi… aku ingin mengajukan pertanyaan.” Ucap Ahjumma ketua.

Satu orang lainnya malah kabur… “Hei tunggu… kamu yang di sana.” Teriak ahjumma Bong. “Ini aneh. Kejar diaaaa….” 2 ahjumma mengejar anggota BIN yang lari tunggang langgang.

“Aku menerima laporan. Beberapa orang telah berkeliaran di sini beberapa hari. Bolehkan aku menyanyakan alasannya?”

“Itu karena….” anggota BIN yang ini pun lari lagi. Wkwkwkkw….

***

“Polisi apa?” Tanya Ibu Kwon.

“Mereka para Ibu, polisi Ibu siswa SD.” WKWKWKKW

“Polisi Ibu? Aku tidak pernah mendengarnya.”

“Aku memverivikasi hal itu, itu benar-benar sebuah organisasi.”

“Astagaaa… orang bodoh mengganggu pekerjaanku. Jangan memancing ahjumma menyebalkan dan hentikan saja untuk saat ini. Ini mungkin akan memperumit banyak hal.”

“Baik.”

“Ahh di mana riwayat panggilan Ji Yeon?”

“Belum siap. Butuh perjanjian bertanda tangan untuk setiap panggilan. Ini memakan waktu yang lama lebih dari perkiraan.”

“Apakah Direktur Shim mencoba menghentikan kita?”

“Aku rasa tidak.”

“Oke. Kamu boleh pergi.

“Wanita macam apa mereka? Mereka ada di mana-mana.”

Berlanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini.

Advertisements

Satu tanggapan untuk “Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 19 Part 1

  • 01/11/2018 pada 1:19 PM
    Permalink

    Bon 💕 yong tae…kocak abis..wkwkckk😂😂#Semangat terus min…🐓🐓

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat