Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 14 Part 1

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 14 Part 1 – Untuk episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Untuk selengkapnya di sini.

Joon-Joon dititipkan pada Sang Ryeol. Joon-Joon tak henti-hentinya menanyakan Bon Ahjussi.

“Bon Ahjussi di mana?” Tanya Joon Hee.

“Ahjussi sudah bilang tidak tahu. Jika kamu bertanya itu lagi, itu sudah ke 23 kali.”

“Dia pergi jauh? Tidak ada di rumahnya?” Joon Soo ikutan bertanya.

“Joon-Joon, kalian akan bertanya 100 kali ya? cepat cuci tangan.”

“Appa Bon Ahjussi tidak akan kembali?” Giliran anak Sang Ryeol yang bertanya.

“Berhenti bertanya.” Sang Ryeol pun mulai ngamuk nih.

“Sebenarnya apa yang dia lakukan sampai tidak memberi kabar.”

Tak lama, ketiga anak ini membuat masalah di toilet.

Seung Gi basah semua. Kemudian saat Sang Ryel memandikan anaknya, Joon-Joon kabur ke rumah Bon.

“Oppa… maukah kamu???” Joon Hee berbisik pada Joon Soo.

“Ide bagus.” Joon-Joon pun kabur.

***

Di rumahnya, Bon sedang melihat foto Yong Tae. “Jin Yong Tae itu kuncinya.”

Kemudian suara berl berbunyi. Bon melihat dari lubang kunci dan tidak ada siapa-siapa. ia pun berjaga dengan pistolnya. Saat ada suara Joon-Joon. Bon membuang pistolnya di tong sampah.

“Ahjusssiii…” Bon membuang pistolnya di tong sampah dan membuka pintu. “Ahjusssii di dalam?”

Joon-Joon pun langsung memeluk Bon.

“Ada apa?”

“Jika paman ada di rumah, kenapa tidak menjemput kami?” Ucap Joon Hee.

“Kami menunggu Paman.”  Joon Soo menambahkan.

“Ahjussi, apa ahjussi sakit?”

“Tidak.”

Joon Soo langsung lari. “Rumah ahjussi terlalu gelap.” Bon pun membukakan tirai.

Joon-Joon pun makan es krim.

“Kalau Ibumu tahu kalian makan eskrim setiap hari, paman dalam masalah besar.”

“Tolong rahasiakan ini.”

“Anak-anak. Mulai sekarang, sepertinya paman tidak bisa menjemput kalian lagi. Bagaimana?”

“Kenapaaa? Karena aku pernah pipis di celana?”

“Atau karena kami terlalu berisik?”

“Bukan.”

“Kami akan diam mulai sekarang. kami juga tidak akan makan es krim lagi. Bisakah Paman terus menjemput kami?”. Joon Soo memberikan sesuatu. “Ini hadiah.”

Bon diberikan gambar. “Siapa ini?”

“Itu Ahjussi.”

“Aku yang menulis itu.” Ucap Joon Hee.

“Ahjussi menyukainya?”

“Sangat.”

Kemudian Joon Hee manaruhnya di depan kulkas.

***

Usai memandikan anaknya, Sang Ryeol mulai panik karena takut Joon-Joon di culik lagi. Untungnya ia mendapatkan telpon dari Bon dan mengatakan bahwa Joon-Joon ada bersamanya.

Sang Ryeol dan Seung Gi pun ke rumah Bon.

Kini Sang Ryel tahu keadaan rumah Bon yang penuh dengan mainan anak-anak.

“Rumor tentangmu dan Ae Rin benar.”

“Rumor apa lagi ini?”

“Tidak ada rahasia di lingkungan apartemen ini. wanita yang tinggal di unit bawahmu adalah kakak ipar Ibunya Min Joon. Katanya kamu dan Ae Rin sempat berkencan beberapa waktu, karena itulah kamu sengaja membunuh suaminya Ae Rin. Ibu Min Joon mencoba menyebarkan rumor tidak masuk akal, jadi kukerahkan segenap nyawaku untuk melindungimu. Kamu harus berterima kasih.”

“Terima kasih.” Bon memegang tangan Sang Ryeol. “Rumor itu tidak masuk akal sama sekali.”

“Aku mengatakan ini bukan untuk dipuji olehmu. Aku hanya memberi contoh sebagai seorang panutan. Kenapa kamu berhenti menjadi pengasuh?”

“Ada beberapa alasan.”

“Sayang sekali. Akan sulit menemukan pengasuh yang andal sepertimu. Sementara ini, Joon Soo dan Joon Hee akan bermain dari rumah ke rumah. Ohh yaa… pimpinan yang datang ke Kings Bag untuk merektut Ae Rin.”

“Merekrutnya?”

“Ya. penamilannya menyeramkan sekali. Jika bertatap mata dengannya, kamu bisa pipis di celana. Aku saja kesulitan bicara. Apa nama perusahaannya ya? Rose L. Pimpinannya Kim Tae Hee.”

Bon langsung kaget dan berdiri. (itu alasan Kwon Young Shil?).

***

Di King’s Bag masih ada Ibu Kwon. Ae Rin masih melayani pelanggan. (pelanggan mereka banyak sekali. Mustahil toko ini palsu.”

Ajudan berkata. “Aku tidak melihat Agen Yoo. Hanya ada ibu-ibu di sini. apa mungkin anda salah informasi?”

“Diam.”

***

Kini Ae Rin berbicara pada Ibu Kwon, “Astagaaa… maaf membuat anda menunggu. Ada klub King’s Bag di lingkungan ini sekarang, jadi pelanggan kali makin banyak.”

“Klun King’s Bag?”

“Ya. dalam klub itu, para ibu menabung bersama untuk membeli tas.”

(aneh sekali. Tampaknya ini hanya toko yang biasa didatangi oleh para Ibu.)

“Anda mau melanjutkan perbincangan kita?”

***

Bon berlari sekuat tenaga. Sementara itu Do Woo sudah sampai di depan King’s Bag dan melihat ada Ibu Kwon dari jendela.

Doo Woo langsung menelpon Agen Yoo yang ada di dalam mobil.

***

“Bagaimana kamu bisa dipekerjakan di toko tas ini?”

“Aku melihat selebaran mereka soal lowongan pegawai baru.”

“Kamu bisa menjaga toko ini sendiri?”

“Ya. biasanya aku sendirian. Anda menyebutkan soal lowongan pekerjaan tadi.”

“Ahhh benar. Aku melihat unggahan di IG Galaxy Shim. Aku memutuskan menemuimu karena tertarik padamu.”

“Perusahaan apa itu dan aku melakukan apa? Kurasa aku akan segera berhenti bekerja di sini. itu kabar yang baik sekali bagiku. Berapa gajinya? Aku diberikan asuransi dasar bukan? Hal itu amat penting bagiku karena aku seorang Ibu tunggal. Aku bisa mulai bekerja besok jika diperlukan.”

“Begitukah?”

Dan tiba-tiba Ibu Kwon mendapat telpon kemudian ia pergi karena ada urusan. Padahal sih karena nggak bisa menjawab pertanyaan Go Ae Rin.

Go Ae Rin pun mengantarkan mereka sampai di depan.

***

Di depan toko, Bon mengendap-edap dan mencuri dengar.

“Di mataku, dia seperti pekrja paruh waktu biasa.” Ucap Ajudan pada Ibu Kwon.

Namun, Ae Rin melihat Bon yang sedang bersembunyi.

“Berdasarkan informasi yang kita dengar dari King’s Bag tadi, tulis laporan baru tentang Go Ae Rin. Serta, cari tahu pula informasi mengenai mendiang suaminya.

Melihat Bon yang berlari. Ae Rin pun mengikuti Bon. Di sisi lain ada Do Woo yang melihat mereka. Ae Rin kehilangan jejak Bon.

Bon masuk ke dalam markas. “Kamu di mana?” Tanya Bon lewat telpon pada Do Woo.

“Aku baru memasuki toko. Ji Yeon dalam perjalanan. Baik. Akan kusuruh ahjumma pulang dan kututup tokonya.”

Tiba-tiba Ae Rin muncul dan mengagetkan Do Woo.

“kamu bicara dengan siapa?”

“Kenapa kamu mau tahu soal itu?kamu boleh pulang sekarang.”

“Baiklah.”

***

Ae Rin masih mencari Bon. Di depan toko, dia melihat ada surat. Ia melihatnya dan ada tagihan listrik yang besar. Ae Rin layaknya emak-emak yang kaget karena bayar listrik kemahalan bola matanya seakan mau keluar.

“2350 dolar? Tagihan listrik bulanan bisa sebesar ini?”

Ae Rin masih mengamati gedung King’s Bag.

“King’s Bag satu-satunya toko yang ada di lantai dasar. Kantor-kantor ada di lantai lainnya. Tidak ada ruangan lain yang terhubung dengan toko. Aneh sekali. Logo toko, LED, lampu-lampu. Semuanya dimatikan saat malam. Apa ada kuda nil yang memakan listrik?”

***

Ae Rin sedang makan dengan Ahjumma Ketua.

“Wanita yang datang ke King’s Bag tadi ada yang aneh dengannya.”

“Kenapa?”

“Dia mau mempekerjakanmu, tapi malah menanyai mendiang suamimu dan kamu pernah bekerja di perusahaan mana saja. nomor telpn di kartu namanya? sudah aku hubungi, tapi tidak ada yang menjawab. Aku mencari tahu tentang perusahaannya, tapi tidak ada informasi apapun.”

“Sungguh?”

“Menurutmu sebenarnya dia siapa?”

***

Di kantornya, Ibu Kwon sedang bekerja.

“ini laporan yang Anda minta tadi.”

“Bagus.. kamu boleh pergi.”

Data diperoleh. Ibu Kwon menandai suami Ae Rin yang meninggal karena penyakit jantung.

Berlanjut ke bagian 2. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat