Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 12 Part 1

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 12 Part 1 – Untuk episode sebelumnya bisa kamu baca di sini. Untuk selengkapnya kamu bisa cari tahu di link yang ini.

Makan siang bertiga sudah selesai.

“Kamu merasa tidak nyaman bukan? Kenapa kamu bilang ingin makan bersama?”

“Tidak aku menikmatinya hidangannya.” Ucap Bon.

“Aku tidak percaya. Kamu hanya makan sedikit karena mengurus Pak Jin.”

“Ada yang mau aku tanyakan.”

“Bisa nanti saja? aku harus kembali.”

Dan ketika menengok di belakang, Do Woo dan Agen Yoo sedang nonton Ae Rin dan Bon sambil makan roti lapis.

“Baiklah. Silakan.”

Ae Rin pun ngacir ke toko.

***

Yong Tae pun dalam perjalanan dalam mobilnya.

“Pak Park, coba cari tahu soal penghuni 803, tetangganya Ae Rin.”

“Kenapa tiba-tiba?”

“Kamu tahu aku jago menerka. Firasatku tidak bagus tentang pria ini.”

***

Anak-anak lagi pada main. Sang Ryeol dan Bon lagi minum-minum… Minum yogurt. Pakai sedotan. (beruntung sekali sedotan yang dipakai So Ji Sub).

“Bon. Usiamu 40an?”

“Bukan.”

“Kamu lahir si Seoul?”

“Tidak.”

“Pernah menikah.”

“Belum.”

“Kamu suka olahraga?”

“Ya.”

“Suka belajar?”

“Ya.”

“Golongan darahmu O?”

“Ya.”

“Kamu suka roti bukan?”

“Ya.”

“Kamu suka admin besoksore.com Ae Rin?”

“Ya…..” *trink. “Tidak… kenapa tiba-tiba menanyakan itu?”

“Kalau tidak. Ya sudah. Lalu bagaimana rasanya berguling di tanah seperti itu? memang kamu tidak pusing?”

Bon jadi mengingat sesuatu… kilas balik antara Ae Rin dan Bon.

“Kenapa kamu melakukan itu?”

“Maaf. Aku tidak perpikir jernih.”

“Tidak perlu meminta maaf sekarang. masalahnya itu KIS. Mereka akan segera menginterogasimu. Hati-hatilah. Mereka akan melakukan apapun demi mandapatkan informasi.

Kilas balik berakhir.

***

Sang Ryeol dengan gaya yang lebay mengulang reka adegan saat Bon berkata TIDAKKKKK dan berguling di tanah. Bon langsung berdiri.

“Seung Gi Appa Nim. Aku mau ke suatu tempat. Belanjaaaa cin…

Dan mereka belanjaaaa….  anak-anak sedang memilih boneka.

“Kamu sangat yakin ingin kemari?”

“Joon Hee ingin membeli sesuatu dari tempat ini.”

“Kamu pengasuh yang luar biasa.”

“AHJUSSSSSIII…..” Teriak Joon Hee yang sudah memilih.

“Kamu mau yang ini?”

“YA. Jika bersama lampu ini, sepertinya aku tidak akan takut dan bisa tidur nyenyak saat malam.”

“Aku rasa juga begitu. kamu tidak akan takut jika lampu ini menjagamu.”

Bon pun membelikan boneka juga. *guyssss… ini aselikkk iklan sisipan dalam adegan yaa… emang drama laku mah iklannya di mana-mana daaaaahhh.

Abis itu para pengasuh dan asuhannya ini naik odong-odong. Jajan eskrim dan main perosotan.

Foto pun dikirimkan Sang Ryeol pada Go Ae Rin yang sedang bekerja.

Melihat foto anak-anaknya yang senang. Ae Rin pun tersenyum.

“Ahjumma itu anak-anakmu?” Tanya Do Woo yang sedang ada di toko juga.

“Ya mereka kembar.”

“Menggemaskan.”

“Tapi, pengasuhnya nampak lebih bersenang-senang.”

Mendengar itu, Agen Yoo yang sedang mengelap etalase jadi diam dan kepo.

“Sungguh?” Ae Rin masih senyum memandangi foto.

“Dia seperti sudah punya 10 anak kandung sendiri.”

“Tidak. Dia belum pernah menikah.”

Agen Yoo melihat Bon di ponsel Ae Rin. “Mari bersih-bersih…”

***

Melihat Sang Ryeol yang memotert Bon, Bon langsung berkata, “Tolong hapus fotonya.”

“Kamu tidak suka berfoto?”

“Tidak.” Bon malah menghapusnya sendiri.

“Aku tidak mengerti. Kamu fotogenik.”

“Silakan makan.” Bon memberikan senampan kudapan.

“Aku tidak yakin bisa asal menerima semua hadiah, makanan, dan pencuci mulut ini.”

“Aku mau melakukannya jadi jangan khawatir. Seung Gi Appa Nim….”

“Ya.”

“Aku tahu kamu penasaran tentang diriku. Jadi akan kuberi tahu. Aku dari Daejeon usiaku 38 tahun. aku juga…aku harus jujur padamu. Aku juga…pernah bekerja untuk Master Kang dari Gunung Gyeryeong (iniii dukun yang kemaren guys). Tapi aku sudah berhenti. Uangku sudah cukup. Aku tidak perlu berkerja untuk mencar nafkah.”

“Begitu yaa?”

“Tolong lampirkan itu ke KIS.”

“ya…. ahh tunggu…untuk apa aku melakukan itu?”

“Bisakah aku minta tolong?”

“Minta tolong apa?”

“Bisa beri tahu aku semua rahasia dan gosip di KIS yang tidak diketahui?”

“Astagaaaaaa… kamu memintaku mengkhianati mereka.”

“Bukan begitu maksudku.” Bon duduk mendekat pada Sang Ryeol. “Seung Gi Appa Nim, ini karena aku mau jadi sahabatmu. Semua hubungan pasti akan kokoh jika semuanya saling berbagi rahasia.”

“Kamu sangat paham, Bon. Asal kamu tahu saja, pertemanan itu soal berbagi rahasia dan memiliki musuh bersama.”

“Mengatakan ini agak memalukan.” Bon memegang tangan Sang Ryeol dengan OST yang ada di drama korea populer lain… (apaaa yaaa yaa lupa). “Seung Gi Appa Nim, kamulah panutanku.”

“Panutan?”

*drama apa yaaa??? My name is kim sam soon kalau nggak salah.

***

Sang Ryeol melapor pada ahjumma Kim.

“Hanya itu?”

“Tentu saja. kamu tahu kemampuanku. Dia tidak aneh sama sekali. Bersih.”

***

Bon tertidur di sofa sambil mangap-mangap. Sampai Joon Soo membangunkannya.

“AHJUSSI. Sikap Joon Hee aneh.”

Joon Hee sedang terbaring dan berkeringat di kamarnya.

“Joon Hee apa kamu sakit?”

“Di sini (menunjuk pada perut) sakit sekali.” Bon menekannya dan Joon Hee tambah kesakitan. “sakit sekali ahjussi.

“Radang usus buntu. Tidak bisa begini. Joon Soo, pakai sepatumu. Ayo ke rumah sakit.

***

Malam hari, Bon menggendong Joon Hee dan menggandeng Joon Soo. Kebetulan, Ae Rin baru saja pulang dari bekerja.

“Bon… ada masalah?”

“Kurasa joon hee kena radang usus buntu. Kita harus segera ke rumah sakit.”

Mereka pun panik. Joon Hee dibawa ke rumah sakit dan mulai diperiksa. Rotgen pun dilakukan.

Hasil sudah keluar, dokter pun mengatakan hasilnya.

“ada  putih-putih di sini.”

“Apa ini?” Tanya Ae Rin saat diperlihatkan hasil rotgen.

“kotoran.” Wkwkwkwk… Joon Hee menutup wajahnya dengan selimut. “Kadang ini bisa terjadi, dia harus menjalani enema. Tolong ubah makanannya setelah pulang nanti.”

Bon membuka selimut Joon Hee. “Joon Hee yaaa…itu hanya kotoran. Kamu baik-baik saja.”

“Terima kasih.” Ucap Joon Hee pada dokter.

***

Ae Rin dan Bon bicara berdua.

“Bagaimana Joon Hee?”

“Sudah tidur. Dia pasti kelelahan karena seharian main bersamamu, sekarang sudah larut baginya. Kamu pasti lelah.”

“Aku baik-baik saja.”

“Kenapa kamu selalu tidak apa-apa? Jika kamu sakit, sedih, atau lelah mengakuinya itu wajar.”

“Aku sudah lama hidup seperti ini. aku tidak apa-apa.”

“Itu lagi, aku tidak apa-apa. Bon Sshi, terima kasih sudah merawat Joon Hee dan bergegas ke rumah sakit.”

“Aku melakukan yang seharusnya. Tidak perlu berterima kasih. Yang lebih penting, kamu harus berhati-hati dengan pria yang bernama Jin Yong Tae yang tadi datang ke King’s Bag. Kamu tidak tahu apa-apa soal dia. sebaik apa pun sikapnya padamu, jangan lupakan sifat aslinya saat dia menculikmu.”

“Baik. Aku sangat mengerti. Jadi jangan khawatir. Bon, jika dipikir-pikir, aku juga tidak tahu banyak tentang dirimu. Meski aku tidak mengenalmu, kamu orang yang ingin aku percaya. Entah kenapa, kurasa kamu tidak akan berbohong.”

“Terima kasih.”

***

Agen Yoo masuk ke kediamnnya namun ia nampak diikuti seseorang. Dengan sigapnya, Agen Yoo mampu melumpuhkan sang penguntit. Dan ia melihat di ponsel sang penguntit ada foto dari Go Ae Rin.

***

Di kantor BIN. Ibu Kwon marah-marah.

“Apa maksudmu? Semua profil mengenai informan bernama Go Ae Rin itu palsu?”

“Nomor KTP, Ponsel, dan alamatnya tidak cocok.”

“Tapi Agen Yoo sendiri yang menulis laporan itu. kenapa dia mengirim laporan palsu kepada direktur?”

“Selain itu, Charlie Two diserang oleh seseorang.”

“Apa??? Apa ini??? dia..sengaja membuat jebakan?”

***

Bon, Do Woo dan Agen Yoo rapat di markas.

“Cepat katakan saja.” Ucap Bon.

“Ada yang membocorkan informasi ke BIN. Belum lama ini, aku menyerahkan laporan soal Go Ae Rin.”

“Sudah gila yaaa?”

“Dengarkan dahulu. Aku memalsukan nomor ktp, alamat, dan nomor ponselnya. Untuk berjaga-jaga, aku menulis alamatku sendiri, lalu mereka mengirim seseorang untuk mengintai. Operasi ini rahasia. Aku hanya melaporkannya ke direktur. Di mana dan bagaimana informasinya bisa bocor?”

***

Direktur bertemu dengan Ibu Kwon.

“Belakangan ini kamu sibuk bukan?” Tanya Direktur.

“Tidak terlalu sibuk.”

“Kamu harus sibuk. Kamu membuat keributan untuk menangkap Terius, jadi aku mendukungmu sebisaku.”

“Aku  tahu benar, Pak.”

“Aku harus segera melihat hasilnya. Semoga berhasil.”

Di belakang Pak Direktur, Ibu Kwon ngedumel, “Dasar licik.”

***

Kembali ke markas King’s Bag.

“Gold Clover?”

“organisasi yang memerintahkan pembunuhan Pak Moon, bertukar pesan melalui situs web ini.” Bon menjelaskan situs tentang ramalan zodiak.

“Tiap kartu pesulap dan zodiak aries keluar, pembunuh itu akan muncul, dan seseorang akan ditemukan tewas.”

“Bagaimana kamu menemukan situs ini?” Tanya Agen Yoo.

***

Ae Rin sedang bersama Joon-Joon.

Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 12 Part 1

“Joon-Joon. Kalian bersenang-senang dengan ahjussi hari ini?”

“YA. Ibu…ada belas luka besar di punggung ahjussi.” Ucap Joon Hee.

Joon Soo menambahkan, “Dia bilang luka itu pernah mengeluarkan banyak darah.”

“Sungguh?”

Berlanjut ke bagian 2. klik di sini.

 

Advertisements

Satu tanggapan untuk “Sinopsis Drama Korea Terius Behind Me Episode 12 Part 1

  • 14/10/2018 pada 9:30 AM
    Permalink

    Bon tipe suami idaman… cepat anggap dan perhatian…😎# Mimin semangat…semangat…semangat..💪💪

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat