Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 9 Part 3

Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 9 Part 3 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa guys. Terima kasih sudah membaca dan menanti updatean di sini.

Suneo dan Ji Na sedang duduk di balkon.

“Penghargaan Mode pekan dengan dengan Son Mi Yoo.” Ucap Ji Na.

“Son Mi Yoo? Siapa itu?”

“Apa? Dia ada di sana. Bagaimana mungkin kamu tidak tahu model yang dipilih agensi kita?”

“Diaaa??? Aku tidak suka. Aku tidak mau pergi dengannya.”

“Kenapa?”

“Matanya terlihat jahat. Dia melihatku seperti seorang pria. Aku sangat sensitif terhadap hal itu. Aku langsung tahu.”

“Sikapmu tidak masuk akal lagi.”

***

Min Seok menyapa Ye Rin. “Ye Rin apa lenganmu baik-baik saja?”

“Baik-baik saja.”

“Sebaiknya duduk.” Dari arah atas. Suneo melihat kebersamaan mereka dengan sangat murka.

****

Dari atas balkon. Ji Na bicara. “Kamu tidak mengizinkan wanita lain, tapi Ye Rin tidak apa-apa? Kamu membuat batasan di sekelilingmu. Batasan yang tidak bisa kulewati. Tidak apa-apa jika Ye Rin melewatinya?”

“Apa yang hendak kamu katakan?”

“Jika aku yang tersesat di hutan, apakah kamu akan mati-matian mencariku?”

“kamu yang berselingkuh dariku dan menusukku dari belakang. Bukan aku. Kamu tidak berhak menuntut perasaanku.”

Wwhhhhhhhaaaahhh….

*****

Ye Rin makan dengan Min Seok.

“Hampir lupa, sepatu bertumit tinggi yang tempo hari. Itu terlalu kecil untukku. Akan kukembalikan kepadamy, jadi, minta uangmu kembali.”

“Tidak apa-apa. Buang saja. Aku akan membelikanmu sepatu yang pas.”

“Untuk apa aku membuangnya? Itu malah. Kamu harus menabung sebanyak mungkin selagi menghasilkan uang. Omong-omong, sepatu siapa itu?”

“Aku membelinya untuk orang lain. Maaf aku memberikannya kepadamu. Sejujurnya, aku memberlinya untuk ulang tahun mantan pacarku.”

“Ahhhh sungguh? Kamu berpacaran?”

“Tapi aku berusaha memikatnya kembali dan ditolak.”

“Kamu diam-diam berpacaran saja sudah cukup mengejutkan. Lalu Yoon Min Seok yang hebat ditolak?”

“Dia pasti mencintai orang lain. Aku akan menyerah sekarang.”

“Benar, di usiamu sekarang, seharusnya kamu berpacaran. Tapi kamu tahu, kamu harus berpacaran diam-diam. Jangan sampai penggemarmu tahu. Sembunyikan dengan baik. Bintang universal tidak boleh mengungkap kehidupan pribadinya.”

“Kamu tahu, cara bicaramu sama seperti bibiku. Tapi kenapa kamu sangat manis?”

***

Masih dengan Suneo yang mementingkan Ye Rin untuk olahraga.

“Mari kita lihat berapa penurunan lemak tubuhmu. Kemarin 46,8 persen. Itu slulit dipercaya.”

“Bagaimana denganmu? Sehebat apakah dirimu?”

“Aku?” setelah dicek. Lemaknya hanya 9,7 persen.

“Apa kamu anggota Tim Olimpiade Nasional?”

“Tubuhku cukup bagus untuk masuk tim olimpiade nasional. Sulit menemukan dalam dunia nyata. Kamu bisa sesekali melihatnya di Louvre atau Kota Vatikan. Patung Yunani seperti David. Hal-hal seperti itu.”

Ye Rin menyentuh Suneo. “Bagaimana mungkin otot orang hidup sepadat dan sebagus itu? Pasti butuh waktu yang sangat lama…”

“Kenapa kamu mencoba menyentuhku tiap kali ada kesempatan!!! Naiklah.”

Ye Rin naik ke alat. Mengecek lemak. Ternyata. 47,8 persen. Suneo pun teriak. “Bagaimana mungkin bisa naik satu persen sejak kemarin? Apa kamu manusia? Apa yang kamu lakukan dengan Min Seok? Apa kamu makan sepuasnya?”

“Aku tidak bisa melakukan ini lagi. Aku makan semua yang kuinginkan dan mati saat waktunya tiba. Lagi pula, sisa waktuku hanya enam bulan lagi.”

“Sungguh? Berbuatlah sesukamu.”

****

Ye Rin bicara lagi dengan suneo. “Maaf. Kamu melakukan ini untuk kesehatanku. Aku akan menjaga dietku untuk saat ini.”

“Bau apa ini?” Tanya Suneo serius.

“Bau apa?”

“Ini bau tikus yang menghabiskan tiga hari di dalam selokan. Itu kamu!!!”

Ye Rin mencium baunya sendiri. “Aku tidak melakukan apa-apa.”

“kapan terakhir kali kamu keramas?”

“Dua hari lalu? Tiga hari lalu? Ahh tanganku.” Suneo teriak sampai nga-jeng-kang. Suneo pun mondar mandir menyemprot sesuatu.

***

“Sandarkan kepalamu di belakang.” Ucap Suneo yang sudah pakai sarung tangan pada Ye Rin.

Yeeaahh suneo memadikan kepala Ye Rin. “Berani-beraninya kamu menatapku dan meneteskan air liur. Itu menjijikan. Tutup mata dan mulutmu.”

Suneo memberikan sampo sambil mengomel. “Aku hanya mencuci rambutmu karena aku tidak tahan dengan hal-hal kotor. Aku sama sekali tidak punya niat tersembunyi. Ini untuk mencegah penyebaran penyakit. Jadi, jangan jatuh cinta kepadaku. Begitu kamu jatuh cinta, aku akan mengusirmu.” Dihhh pede banget.

“Tetap saja. Berkhayal itu sebuah hak. Itu tidak mengeluarkan uang. Aku ingin menikmati menjadi tokoh utama dalam sebuah kisah cinta. Jadi, bisakah kamu diam saja beberapa menit?”

***

Suneo menonton TV dengan adegan perempuan yang disampoi kekasihnya. Ia pun tersenyum. Kemudian tbtb suara Ye Rin terdengar minta tolong.

Suneo pun mendatanginya.

“Apa yang kamu lakukan?”

“Aku mencoba menggaruk punggungku. Tapi lenganku…”

“Kamu pasti bergurau. Bagaimana ini bisa terjadi?”

Kemudian Suneo meluruskan tangan Ye Rin yang sulit digerakkan. Sampai akhirnya ada adegan tatap-tatapan. Suneo menyeka poni Ye Rin dan mendekat.

Bersambung yesss….klik di sini kelanjutannya.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat