Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 9 Part 1

Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 9 Part 1 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari di tulisan yang ini yaaa guys. Terima kasih sudah setia nunggu sinopsis di besoksore yaaa… heheh. Mau buat hari selasa, tapi sub indonya kagak keluar juga guys. Wkwkwkwk. Yaaa mian saya buat rabu. Eehh mau cabut gigi pada perkiraannya, dan malah suruh operasi coba. hahaha. Ya udin yaa kalian sabar. Hehew.

Min Ye Rin yang sudah berubah bentuk menjadi ahjumma pada akhirnya terjatuh. Suneo pun melihat dari tebing. “Ye Rin, apa kamu di sana? Apa kamu masih hidup?” dan Suneo hanya melihat robekan jaket dari Min Ye Rin.

Ahjumma terjatuh. Ia masih memegang parfume.

“Ye Rin. Kamu di mana?” Suneo turun bukit dan mencari Ye Rin.

Dan Ye Rin ditemukan oleh Suneo dalam keadaan nampak seperti Ye Rin kurus, bukan ahjumma lagi. “Ye Rin, bangun. Apa yang terjadi? Kamu baik-baik saja?”

Kemudian Ye Rin membuka matanya. “Pak Seo. Apa kamu datang jauh-jauh ke sini untuk mencariku?” Ye Rin tersenyum dan pingsan lagi.

Kemudian ambulance pun datang.

*****

“Jangan khawatir. Ye Rin adalah penyitas sejati.” Ucap Sekertaris Park.

“Untuk apa aku mengkhawatirkan dia? Aku memikirkan hal lain.” Ucap Suneo.

Kemudian dokter pun datang. Suneo berkata. “Apa dia koma? Apa dia tidak sadarkan diri? Tidak… apakag dia masih hidup?”

“Tolong…. tolong lepaskan.” Ucap dokter.

***

Di rumah. Kim Jin Kyung masih menempelkan robekan foto. Foto itu terlihat wajah Min Ye Rin.

***

Dokter berkata pada Suneo. “Anda bilang dia jatuh dari mana?”

“Jurang. Sekitar 8 atau 9 meter.”

“Apa? Tidak mungkin. Anda bergurau bukan?”

Ye Rin pun keluar dengan kursi roda. “Pak Seo, apa kamu menunggu di sini selama ini? Kamu baik sekali. Aku baik-baik saja sekarng. Jadi, jangan khawatir.” Ye Rin pun cuma lewat dengan didorong kursi roda.

“Untungnya, dia pasti jatuh di area yang berumput. Pergelangan tangannya terkilir. Tapi hanya itu saja.”

“Aku yakin di atas area berkilir…. bagaimanapun anda bilang dia baik-baik saja bukan?”

“Tidak ada cidera yang perlu dikhawatirkan tapi ada sesuatu yang membuatku cemas. Jadi, aku ingin melakukan pemeriksaan terperinci.”

***

Ye Rin diambil darahnya. Kemudian dilakukan ct scan.

“Seorang wanita berusaia 20-an setinggi 172cm memiliki lemat subkutan dari wanita 60-an.  Pertanyaannya adalah apa ini pernah terjadi di belahan dunia lain?” ucap dokter dalam percakapan.

Dokter lainnya berkata. “Dia nampak seperti wanita 20an, tapi tidak menunjukkan 20an. Ini tidak masuk akal.”

“Itu maksudku, kita harus mulai…”

***

Ye Rin sudah bangun di dalam kamarnya karena alarm Suneo.

“Kenapa… kenapa kamu melakukan ini lagi?” Ucap Ye Rin.

“Bagun dakam 3,5 detik. Pecundang yang malas tidak punya hari esok!”

****

Suneo bersepeda dan Ye Rin berlari dengan menarik ban. “Aku tidak bisa melakukan ini lagi.” Ucap Ye Rin. “Bunuh aku saja. Aku tidak bisa melakukannya. Bunuh saja tubuhku kalau mau.”

Suneo mendekati Ye Rin yang terkapar. “Bangun.”

“Lihat. Aku wanita yang cidera. Bahkan selama perang pun, mereka memperhatikan orang yang terluka. Apa kamu psikopat? Apa yang kamu lakukan padaku?”

“Kolestrol 250, lemak netral 457, lemak tubuh 47 persen. Perlemakan hati, tekanan darah tinggi, hiperlipidemia, usia tubuh Min Ye Rin 23 tahun adalah ternyata 62 tahun. Simtom-simtom ini biasanya ditemukan pada wanita paruh baya yang obesitas bobotnya lebih dari 100 kg. Ini belum pernah terlihat pada wanita berusia 20an. Ini sesuatu yang sangat tidak umum. Karena itu, kondisi fisikmu bagaikan drum yang dipenuhi limbah beracun. Sekalipun kamu mengalami serangan jantung sekarang, mengakhiri hidupmu yang tidak berarti, itu sama sekali tidak aneh.”

“Pasti ada kesalahpahaman. Bagaimana mungkin aku terlihat seperti drum bagimu?”

“Ini dari dokter-dokter terbaik di negara ini. Karena itu, kita di sini dan berlari dari jembatan Seongsu ke Jembatan Mapo lalu berhenti. Sampai hari ketika presentase lemak tubuhmu jatuh di bawah 20%. Entah hujan atau bersalju, tidak ada pengecualian. Bangun…. limbah nuklir!!!!”

Ye Rin pun berteriak.

***

Ye Rin kembali memasak. “Pak. Tidak bisakah kamu makan di hotel sampai gipsku dilepas? Aku tidak bisa memasak seperti ini.” Ye Rin menunjukkan tangannya yang nggak muat pakai sarung tangan.

“Aku yakin aku telah memberitahumu bahwa koki mereka telah kehilangan sentuhannya. Tidak…”

“Lalu bagaimana? Lagipula, aku tidak ingin terluka.”

***

Lalu, entah kenapa…. Suneo memakai sarung tangan seperti dokter bedah.

“Bisakah kamu melakukannya? Tanya Ye Rin.

“Itu hanya karena aku tidak melakukannya. Begitu aku melakukan sesuatu, aku selalu di atas rata-rata.”

“Kamu harus menggosok abalone dan kepiting biru itu dengan sikat gigi. Gosok dengan baik. Ini…” Ye Rin memberikan sikat gigi.

Suneo dengan gemetaran menggunakan sikat gigi pada kepiting. “Dia menggigitku! Berandal ini mengggigitku! Panggil ambulance.” Teriak Suneo.

“Bagaimana mungkin kepiting menggigitmu? Mereka sudah lama mati. Kamu penakut paling lemah.”

***

Sup kepiting dicicipi. Ternyata enak. Kemudian mereka pun makan.

“sampai presentase lemak tubuhmu menjadi normal, kamu harus berolahraga dan menjaga makananmu.”

“Kamu pasti tertarik kepadaku. Kenapa kamu terlalu memperhatikan lemak tubuh orang lain? Apa aku sepenting itu bagimu?”

“Karena aku dirut agensimu. Aku belum pernah mendengar seorang model yang seluruh tubuhnya terdiri dari lemak. Keberadaanmu adalah penghinaan bagi industri mode.”

“Kamu tidak hanya terobsesi padaku. Tapi pada leverku, kolesterol dan setiap sel dalam lemakku. Kamu membuatku merasa sangat tidak nyaman.”

“Khayalan gila macam apa itu? Kepalamu terbentur saat jatuh? Yakkk!!! Aku bicara kepadamu.” Ye Rin ngacir pergi.

Lanjut ke bagian 2 ya. klik di sini kelanjutannya.

 

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat