Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 8 Part 2

Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 8 Part 2 – Episode sebelumnya ada di sini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa… terima kasih.

Trio ini masih main-main. Mereka masuk rumah hantu dan Min Seok lah yang ketakutan. Hingga ketakutan itu bertambah ketika muncul Suneo dengan pakaian hitam.

“Berani-beraninya kamu menipuku dan bermain di tempat seperti ini?”

***

Mereka jadi berempat. “Ye Rin, Jin Kyung, mari membuat foto stiker.”

“Menurutku, Pak Seo sangat marah.”

“Heiii… tapi kita sudah datang jauh-jauh ke sini. Kita harus berfoto sebagai kenang-kenangan.”

Ye Rin berkata pada Suneo. “Pak Seo. Apakah kamu mau membuat foto stiker dengan kami?”

“Tidak mungkin. Mari bertiga saja.” Ucap Min Seok.

***

Mereka foto bertiga dan suneo tbtb muncul begitu saja.

***

“Banyak hal yang menjadi kenangan indah seiring bertambahnya usia, jadi, biarkan kami naik roller coaster sekali, setelah itu aku akan mengizinkan Ye Rin pergi.” Ucap Suneo. “Kamu akan naik bersama kami, bukan?”

“Kamu pikir aku akan melakukan sesuatu yang tidak berguna, sia-sia, dan berbahaya pada tubuhku? Jika manusia naik mesin yang berbahaya. Otak mereka menerima signal ketakutan. Nukleus anohdaloid mengirimkan signal ke korteks serebrum…..” wkwkwkkwkw

“Ahhh begitu rupanya.” Min Seok pun menyela. “Kalau begitu. Tinggalah di sini. Ayooo naikkk nona-nona…”

“Berandal… aku juga ikut.” Ucap Suneo.

Min Seok duduk di samping Ye Rin. “Kamu keluar.” Ucap Suneo.

“Apakah Ye Rin itu pacarmu? Kamu bisa duduk di belakang.”

“Ye Rin adalah pelayanku.”

“Kamu hidup di era apa?” dan Min Seok dijewer. Wkwkwkw. Sampai dia keluar dan Suneo pun duduk di samping Ye Rin.

“Apa kamu yakin? Jangan sok tangguh dan akhirnya malah piknik ke akhirat?” Tanya Ye Rin. Wkwkwk.

“Diam.”

Wahana berputar. Semua teriak….

***

Suneo pulang dengan pingsan. Wkwkwkkw.

“Apa kamu yakin dia tidak butuh dokter?” Tanya Min Seok.

“Ya. Dia sudah berkali-kali begini. dia akan baik-baik saja. Dia akan segera bangun.”

“Waahh aku tidak pernah melihat Seo Yi Do yang berdarah dingin bersikap lengah di depan wanita. Menarik sekali.”

“Aku budak. Bukan wanita.”

“Turunkan aku di lampu kedua.” Ucap Jin Kyung.

****

Suneo sudah sadar. Ia berada di tempat parkir bawah tanah. “Kenapa kamu mengemudi serampangan dan membahayakan nyawaku? Aku akan menghubungi pengacaraku. Aku akan menuntutmu.” Sumpah kekanakkan banget.

“Aku bersenang-senang hari ini. Sampai jumpa.” Ucap Ye Rin.

****

“Ye Rin….” Min Seok pun melemparkan tas kertas. “Ini untuk mengenang kencan pertama kita.” Eehhh dapat hadiah.

Ketika hadiah dibuka. Ternyata isinya sepatu. “Ahh cantiknya.” Setelah dicoba malah nggak muat. “Apa ini? Sebenarnya ini untuk siapa?”

“Dia mungkin punya lusianan sepatu di bagasinya. kamu harus tanya apa bisa tukar ukurannya. Dia mungkin sudah menyiapkan itu untuk kencan pertama mendadak dan punya beberapa ukuran.” Suneo pun nyindir.

****

Jin Kyung minta izin ayahnya untuk ikut lokakarya. “Apa ini? Jin Kyung, kenapa kamu menjadi model?”

“tanda tangani saja itu. Aku harus menyerahkannya untuk menghadaro lokakarya hari ini.”

“Apa kamu sudah gila? UTS kamu mulai senin. Tapi apa? Kamu menghadiri lokakarya?”

“Ayah pulang setelah pergi berhari-hari dan ayah bersikap seperti ayahku? Apa ayah punya hati nurani?”

“Itu karena ayah sibuk bekerja.”

“Aku tidak peduli perkataan ayah. Aku akan menjadi model. Jadi, jangan hancurkan hubungan yang sudah memburuk dan ttd itu.”

“Berandal, jangan lancang.”

Eeehh ahjussi ada telepon dari atasannya dan langsung pergi. “Lupakan lokakarya itu. Kita akan bicara nanti malam. Jika kamu pergi ke sana. Ayah akan menimbulakan keributan di agensi itu. Ayah ingatkan kamu.”

****

Lokakarya dimulai. Para gadis sudah berkumpul. Dan rupanya ada suneo datang.

“Hei… lihat. Dirut Seo juga datang.

****

Para gadis sedang bermain bola. Ye Rin menendang bola dengan baik. Suneo si raja nyinyir pun bicara. “Kurasa setiap orang punya hari keberuntungannya.”

Ye Rin pun gembira. Ia sangat senang dan menari-nari dengan ekspesi kemanangan *tujuk dua jari yang menjadi tandu. Seketika, Suneo mengingat seseorang di masa lalu.

“Itu hanya kebetulan…. aahh tidak mungkin.” Ucap Suneo.

****

“kenapa Dirut Seo ikut datang? Mungkin dia tertarik kepada salah satu diantara kita?” Ucap salah satu gadis saat makan bareng.

“Hei… dia tampak seperti homo di mataku.”

“Tidak. Kudengar dahulu dia berpacaran dengan Han Ji Na. Selama tiga tahun.”

“Kudengar dia ternyata tipe pacar yang setia. Dia tidak pernah mengkhianati pacarnya. Mereka putus karena Nona Han selingkuh.”

“Nona Han berselingkuh dengan siapa?” Tanya Ye Rin.

“Aku tidak tahu. Yang penting adalah fakta bahwa Dirut Seo lajang sekarang.”

“Jika dia mendekatimu. Apakah kamu akan menerimanya?”

“Apa kamu bodoh? Dia terkenal di industri ini sebagai Dirut yang aneh.”

“Siapa peduli?”

“Dia lajang. Dia mungkin terlihat agak pemarah. Tapi dia tampan dan sukses. Doa termasuk 0,5 persen di teratas di negara ini. Jika kamu beruntung, kamu akan berada di jalur cepat menuju kemewahan.”

Dan diantara obrolan ini. Ye Rin mendapatkan pesan agar dia ke kamar Seo Yi Do.

****

“Haruskah kamu bersikeras melakukan ini bahkan saat kita di sini?” Ye Rin memberikan masker.

“Saat ini aku berada di tempat berbahaya yang setiap kondisinya, termasuk suhu dan kelembabannya, berbeda dari kondisiku yang biasa. Hanya pengeolalan cermatyang akan menghentikan penuaan pada kulitku. Tentu saja. Sebagai orang yang menjalani hidup yang berat seperti kaktus mexico kamu tidak bisa memahami sensibilitas ini.”

“Jangan beri tahu siapapun bahwa aku pelayanmu. Orang-orang mungkin akan salah paham  jika mereka tahu kita tinggal bersama.”

“Salah paham?”

“Jika kamu memikirkannya, insiden memalukan seperti kekerasan seksual dan pelecehan seksual oleh seorang atasan menimbulkan banyak kegaduhan dalam masyarakat belakangan ini.”

“Apa? Kekerasan dan pelecehan seksual? Kamu anggap aku apa dengan bicara omong kosong itu?”

“Maksudku, aku tahu kamu seseorang yang polos seperti bunga yang mekar di tepi jurang. Tapi mungkin orang lain akan salah paham. mungkin mereka berpikir kamu adalah sponsorku atau bagaimana.”

“Aku sponsormu? Yakk… kembalilah ke kenyataan dan sadari betapa buruknya penampilanmu. Untuk apa aku melakukan itu?”

“Begini… orang lain berpikir aku tampak cukup menarik.”

“Yakk… aku tidak bisa tidur dengan nyaman setiap malam karena khawatir kamu mungkin akan melakukan pelecahan kepadaku. Apa kamu tahu itu? Kekhawatiranmu tidak mendasar.”

Lanjut ke bagian 3. klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat