Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 8 Part 1

Sinopsis Drama Korea Parfume Episode 8 Part 1 – Halooo…. masih ada satu episode lagi nih untuk minggu ini. Jadi, ayooo dibuat sinopsisnya. Episode sebelumnya ada di tulisan yang ini. Selengkapnya kamu bisa cari tahu di tulisan yang ini yaaa... terima kasih sudah mau baca di besoksore.com.

Dan kalian tahu? Ye Rin dan Jin Kyung melakukan sesi pemotretan bersama dengan Yoon Min Seok. Si Ngondek berkata. “Bagus. Sekian untuk hari ini. Usaha yang bagus. Semuanya… pemotretan berjalan dengan lancar. Aku akan mentraktir kalian makan daging iga sapi.”

“Maaf. Tapi aku punya rencana.” Ucap Min Seok. “Aku akan mentraktir makan malan lain kali.”

“Aku sangat sedih tapi karena kamu sudah punya rencana, aku paham.” kemudian Min Seok pun pergi.

***

Ji Na sedang melihat sketsa Suneo dan Min Seok masuk dengan kue sambil nyanyi selamat ulang tahun. “Aku satu-satunya yang ingat ulang tahunmu, bukan?”

“Kenapa kamu melakukan ini lagi? Aku memintamu menghentikan semua ini. Min Seok, aku tidak akan kembali kepadamu apa pun yang kamu lakukan.”

“Kamu pikir ini mudah bagiku? Aku menyingkirkan harga diriku dan bertahan. Tapi bisakah kamu menyerah dan datang kepadaku?”

“Entah aku berpisah atau bercerai, aku tidak akan kembali kepadamu. Jadi, jangan menyingkirkan harga dirimu dan berhentilah menempel padaku.”

Min Seok yang ditolak akhirnya menjatuhkan kuenya.

***

Si Ngondek makan bareng dengan para model. Mereka baru saja keluar dari kedai. “Aku ingin sekali pergi karauke, tapi aku ada pemotretan lain. Aku sedih sekali.”

“Aku tahu. Terima kasih makan siangnya.” Ucap Ye Rin.

Mereka pun berpisah. Ponsel Ye Rin berbunyi dan ia brbr pamit ke Jin Kyung akan ke toilet. Ye Rin rupanya brbr memakai parfume.

“Aromanya enak. Parfume apa ini?” Tanya Jin Kyung. “Bolehkah aku menciumnya?”

“Tentu.” Ucap Ye Rin terbata.

“Tidak ada labelnya. Parfume apa ini? Aku boleh mencobanya bukan?” Jin Kyung mengoleskan di tangannya.

“Jangan.”

“Ahh maaf.”

“Bukan itu maksudku.” Dalam hati Ye Rin berkata. “Apa yang akan terjadi sekarang? Jika itu mengembalikan waktu selama 17 tahun, Jin Kyung… dia bahkan bukan bayi. Akankah dia jadi janin?” wkwkkwkw “Apa yang harus kulakukan? Satu, dua, tiga”

Ehhhh Jin Kyung masih utuh. Nggak ada perubahan. “Unnie? Apa kamu baik-baik saja?”

“Apa kamu baik-baik saja? Apa jantungmu berdebar? Apa kepalamu sakit? Apa kamu merasa tubuhmu menciut? Kamu tidak merasakan semua itu? Itu melegakan…”

“Aku akan menunggu di luar.” Jin Kyung pun memberikan parfumenya. Dalam hati ahjumma berkata. “Parfume ini tidak memengaruhi Jin Kyung. Itu hanya seseuatu yang terjadi padaku saja. Kenapa parfume ini mendatangiku?”

***

Min Seok sedang mengendarai mobilnya dan melihat ada Ye Rin dan Jin Kyung di kaca spion mobil saat lampu merah. Min Seok keluar. “Min Ye Rin….bermainlah denganku.”

****

Di dalam rumah Suneo, Tuan Park kagum atas alat elektronik yang berjalan sendiri. “Aigooo… ini diatur untuk menyiapkan makan malam tepat waktu. Dia sangat cermat. Pelayan lain tidak ada yang sepandai ini.”

“Dia hanya melakukan apa yang dia inginkan selama jam kerjanya. Kenapa kamu memuji hal itu?”

“Ini bisnis perusahaan kita. Dia mengikuti makan malam perusahaan setelah koleksi foto pertamanya. kamu harus memaklumi itu. Kamu dirut yang baik dan murah hati.”

“Bagaimana dengan penyidikan Min Ye Rin, kamu bilang kamu penyidik swasta terbaik.”

“Mengenai itu…. tidak ada yang muncul. Dia benar-benar sama dengan resumenya. Dia seorang wanita yang menjalani kehidupan yang sangat jujur. Bisa kukatakan dia polos.”

“Kamu disuap oleh wanita jahat itu bukan?”

“Aku lebih memilih mengorek dan makan bawang putih dari hidung tuna wisma. Untuk apa aku menerima suapnya?”

“Kamu tidak tahu apa-apa. Dan dirut Seo… jangan terlalu mengandalkan Min Ye Rin.”

“apa?” Suneo merasa aneh.

“Dia bilang dia akan pergi setelah 6 bulan. Kudengar dia akan pergi jauh. Dia bilang dia akan pergi ke amerika.”

“Begitukah? Apa dia akan menemui orang tua imigrannya itu?”

“Ya. Benar. Jadi, kamu harus melepas kepergiannya enam bulan lagi. Ini harus berakhir. Kamu tidak boleh mencarinya atau menyelidikanya setelah itu. Paham?”

“Bagus. Pemotretan koleksi foto itu sudah pasti berakhir sekarang. Kenapa perempuan itu belum datang?” Suneo marah dan memukul meja.

***

Jin Kyung dan Ye Rin masuk ke mobil Yoon Min Seok.

“Kuharap aku tidak bodoh.” Eehhh maksudnya jadi obat nyamuk???? Ucap Jin Kyung begitu.

“Aku dan Ye Rin berteman. Dan pergi bersama banyak orang lebih baik untuk bintang sepertiku. Kalian mau pergi ke mana? Beri tahu aku. Aku akan membawa kalian ke mana pun kalian suka.”

“Taman bermain.” Keduanya mengucapkan tujuan yang sama.

“Jin Kyung Ah…. bagaimana kita bisa cocok sekali?” tanya Ye Rin.

“Begitukah?”

“Ahh ya. Tapi taman bermain akan segera tutup.”

“Aku bilang aku akan membawa kalian ke mana pun sesuka kalian. Aku mungkin tampak seperti ini, tapi aku punya beberapa trik. Aku muda, kaya, dan tampan. Bagaimana menurut kalian? Kalian setuju?”

“Kami setuju…” Jin Kyung dan Ye Rin tepuk tangan.

****

“Aku model untuk tempat ini. Ini memang tidak mudah tapi aku menyewa tempat ini khusus untuk kita.” Ucap Min Seok. “Ini tiket gratis yang hanya tersedia untukku. Bagaimana? Apa aku luar biasa?”

“Tentu saja. Kamu sangat keren. Bintang top sepertimu memang berbeda dari orang lain.” Ucap Ye Rin.

“Omong-omong… apakah kamu juga penggemar Yoonn Min Seok?” Tanya Jin Kyung pada Ye Rin.

“Tentu saja. Aku penggemar Min Seok sejak dia masih sekolah. Apa kamu juga?”

“Tidak. Ibuku adalah penggemar Yoon Min Seok.”

***

Min Seok berkata. “kini, naiki apapun yang kalian inginkan. Anggap saja seperti rumah kalian dan kalian bisa merasa nyaman.”

“Mari kita naik komidi putar.

Jin Kyung dan Ye Rin di hadapan komidi putar.

“Dulu sekali,  komidi putra ini membuatku… melukai putriku…”

Eehh dalam hati Jin Kyung jadi….. “Melukai ibuku.”

Kilas balik dimulai.

Ahjumma pergi bersama Jin Kyung kecil. “Komidi putar. Omma, aku ingin naik komidi putar.”

“Ahh Jin Kyung. Bisakah kita naik komidi putar lain kali?”

“Tidak. Aku ingin naik itu sekarang.”

Ahjumma akhirnya ikut naik. Baru sekali putaran. Karena bobot yang terlalu berat, kuda di komidi lepas dan jatuhlah ahjumma dan anaknya. Orang-orang pun mulai berkerumun.

Di tempat lain, ahjussi sedang menelepon selingkuhanya. “Jagiya, tentu saja aku merindukanmu. Ya… aku sedang menuju ke sana. Ada kemacetan….” kemudian ahjussi mendengar anaknya menangis. Dan kalian tahu apa yang dilakukan ahjussi? Dia melihat anaknya menangis, istrinya yang jatuh. Dia tidak mengakui mereka alias pura-pura tidak kenal.

Jin Kyung pulang dengan digendong. “Jin Kyung terkejut bukan? Maafkan aku.”

“Maafkan aku. Apa omma baik-baik saja?”

“Ibu baik-baik saja. Ibu sama sekali tidak sakit. Kamu tidak boleh menangis, ya? Jin Kyung, nanti…saat berat badan ibu turun. Mari kita kembali untuk naik komidi putar lagi ya?”

“Baik.”

Kilas balik berakhir.

***

Mereka berdua akhinya naik komidi putar. Berdua.

Sayangnya, Ye Rin dapat telepon dari Suneo. “Kudengar para staf sudah pulang. Kamu di mana dan apa yang kamu lakukan?”

“Begini… ada urusan mendadak.”

“Di mana kamu sekarang? Dan musik aneh macam apa ini?”

Eeehh Min Seok mengambil ponsel Ye Rin. “Ye Rin bersamaku. Ada apa?”

“Kenapa kamu ada di sana?”

“Aku memintanya meluangkan waktu untukku. Ye Rin tidak melakukan kesalahan. Jangan mengomeli dia.”

“Kamu ingin mati?”

“Aku akan mengantarnya pulang dengan selamat. Pikirkan saja urusanmu. Seorang pria tua sepertimu sebaiknya tidur saja, ya?” telepon dimatikan. “Mari bersenang-senang.

“Tamat sudah riwayatku.”

Lanjut ke bagian 2 yaaa… klik di sini.

Advertisements

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat